1/24/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 8 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 8 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 8 Part 3
Ma Wang sedang berbicara dengan Seon Mi.
“Kau mengalami banyak kesulitan karena Son Oh Gong, kan? Aku memanggilmu ke sini karena aku punya sesuatu untuk diceritakan padamu yang akan meyakinkanmu. Ada sesuatu yang belum kau ketahui tentang Geumganggo yang belum kau sadari.”
“Apa itu?”
“Tidak akan ada lagi Geumganggo saat kau selesai dengan panggilanmu. Itu adalah masalah dunia surgawi, aku sendiri, Ma Wang, dan Son Oh Gong semua sudah sepakat sehingga kau bisa mempercayainya. Dan jangan khawatir dengan Son Oh Gong jika Geumganggonya lenyap. Setelah kau menyelesaikan panggilanmu, kau tidak akan lagi menjadi Sam Jang jadi dia tidak punya alasan untuk memakanmu. Dia sama sekali tidak akan tertarik padamu.”
“Kau benar. Semuanya sudah ditentukan untuk berakhir.”
“Apa kau merasa yakin sekarang?”
“Ya. Itu melegakan.” Seon Mi lalu pergi dari ruangan Ma Wang.


Ma Wang lalu berbicara dengan Sekertaris Ma.
“Dia tidak terlihat sangat yakin atau bahagia. Apa yang ditakutkan olehnya bukan dimakan oleh Son Oh Gong. Perasaan yang akan lenyap bersamaan dengan Geumganggo-nya. Dia takut kehilangan itu.”


Seon Mi berbicara sendiri dengan mata berkaca-kaca.
“Jadi semuanya benar-benar akan lenyap. Itu benar-benar meyakinkan.”


Pria yang sedang bermain ponsel, ditegur lagi oleh seniornya.
“Bukannya kau mau pulang? Main ponsel lagi?”
“Diam!”
Kardus-kardus berjatuhan di hadapan si senior lalu dia segera pergi. Sementara itu roh jahat menempel di tubuh pria itu.


Oh Gong datang dengan membawa sebuah balok kayu. Oh Gong berjalan mendekati pria yang ditempel oleh roh jahat, dan memadamkan semua lampu.


Oh Gong berbicara dari balik kardus.
“Aku tahu kau ada di sini. Jangan membuang kekuatanmu dan keluar saja.”
“Jangan ikut campur dan pergi saja! Jika kau menggangguku, aku akan mulai mengutukmu!
“Hei, aku tidak takut dengan ocehanmu itu.”
“Meski semua yang kukatakan akan menjadi kenyataan?”
“Mulut beracunmu itu menimbulkan banyak masalah. Aku akan mengubahnya menjadi sesuatu yang benar-benar tidak berguna. Ini dia. Letakkan ponselnya saat aku bersikap baik padamu.”


Oh Gong merobohkan kardus-kardus di hadapannya dan meminta roh itu agar meletakkan ponselnya di lantai. Roh itu mengikuti perintah Oh Gong.
“Semua yang kumiliki adalah mulutku.  Tentu saja aku tidak sebanding dengan Dewa Agung.”


Saat ponsel itu sudah berada di lantai, pria itu pun pingsan.


Roh jahat itu menempel pada Oh Gong yang akan menghancurkan ponsel dengan kayu yang dipegangnya, roh itu lalu membisikkan sesuatu pada Oh Gong.
“Son Oh Gong akan mati di tangan Sam Jang. Kau akan dibunuh oleh wanita itu. Kau akan mati. Wanita itu akan membunuhmu. Son Oh Gong akan dibunuh oleh Sam Jang. Wanita itu. Yang akan membunuhmu. Wanita itu akan membunuhmu. Aku memberitahumu bahwa kau akan dibunuh oleh wanita itu. Son Oh Gong akan mati di tangan Sam Jang. Wanita itu akan membunuhmu. Aku memberitahumu bahwa kau akan dibunuh oleh wanita itu. Son Oh Gong akan mati di tangan Sam Jang.”


Tepat pada saat roh jahat itu terus berbisik, Seon Mi datang dan Oh Gong menatapnya dengan tajam. Balok kayu di tangan Oh Gong sudah siap untuk memukul. Tapi kemudian Oh Gong berhasil tidak menghiraukan iblis itu. Dia menghancurkan ponsel yang tergeletak di lantai.


Seon  Mi datang dan bertanya apakah Oh Gong baik-baik saja, karena Seon Mi melihat Oh Gong yang hanya diam terpaku.
“Itu roh jahat yang menyerang Lee Han Joo, bukan? Sepertinya dia mengatakan sesuatu padamu. Apa yang dia katakan? Kenapa? Apa yang dia katakan sehingga kau seperti ini?”


“Dia bilang kau menyukaiku.”
“Itu konyol. Kau tahu bahwa Dokchi hanya mengatakan hal-hal yang tidak benar, bukan? Itu pasti tidak benar.”
“Sudah pasti.”
“Tentu saja! Tentu saja tidak! Kau seharusnya tidak percaya dengan apa yang dikatakan Dokchi!”
“Baiklah. Aku tidak akan pernah mempercayainya. Dia bilang kau akan membunuhku. Sekarang aku memikirkannya, kaulah satu-satunya di dunia ini yang bisa membunuhku. Karena jika kau menyuruhku untuk mati, aku akan mati.” Oh Gong berbicara sambil menunjukkan Geumganggonya.


“Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Tidak akan.”
“Jangan pernah melakukan itu. Dan jangan tinggalkan aku.  Jangan tinggalkan aku karena pria lain. Jika kau melakukannya lagi, mungkin aku benar-benar mati.”
“Baiklah. Karena selama kau memakainya, hatimu akan terluka karenanya.”
“Jangan marah padaku atau membenciku. Kubilang itu benar-benar menyakitkan bagiku.”
“Baiklah. Aku tidak akan melakukannya.”
“Aku mencintaimu, Jin Seon Mi.”
“Aku tahu. Terima kasih.”
Mereka berdua saling memandang dan tersenyum.


Ma Wang dan Seon Mi sedang membicarakan tentang berita PK dan Alice yang sudah tersebar.
“Skandal pertama tahun ini yaitu antara seekor babi dan gurita. Bahkan manusia tidak mengetahui yang sebenarnya. Mereka membicarakan hal itu karena mereka tidak tahu. Tidak ada mata dan telinga... mereka seperti Dokchi yang tidak tahu apa-apa selain mengoceh... agar mereka berani mengoceh pada kecerobohan yang dilakukannya. Skandal yang melibatkan selebriti pasti akan berlalu bahkan jika kau bergosip tanpa mengetahui yang sebenarnya. Tapi jika roh jahat seperti Dokchi ikut campur di dunia manusia... Itu akan menjadi masalah yang serius.”
“Jika roh jahat seperti itu menempelkan dirinya pada sosok yang sangat berpengaruh. Dunia bisa mengalami kekacauan besar.”
“Itu benar. Negara-negara hancur karena roh jahat mengambil alih para raja... Aku telah melihat begitu banyak dari mereka.”
Mereka berdua lewat di sebelah Kang Dae Sun yang sedang berbicara dengan rekan kerjanya.


Di luar gedung, Bu Ja sedang berbicara dengan Sekertaris Ma. Bu Ja mengatakan dia akan sudah sampai dan akan segera menemuinya.


Bu Ja melihat sebuah mobil yang pernah dilihatnya. Bu Ja melihat pria yang akan menguburnya masuk ke dalam mobil itu.


Bu Ja sedang mengamati mobil itu lalu Kang Dae Sung datang.
“Apa yang sedang kau lakukan?”
“Apa kau pemilik mobil ini?”
“Ya.”
“Apa kau mengenalku?”


Flashback. Kang Dae Sung sedang menyetir dan tiba-tiba menabrak Jung Se Ra. Jung Se Ra terpental hingga mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.


Kang Dae Sung keluar dari mobilnya. Dai hanya memandang Jung Se Ra yang tergeletak di jalan lalu melemparkan handuk Kingdom Fitness untuk menutupi wjah Jung Se Ra lalu dia pergi.


Bu Ja kembali bertanya pada Kang Dae Sung.
“Aku bertanya apa kau mengenalku?”
“Lalu, apa kau mengenalku?”
“Tentu saja aku mengenalmu. Aku melihat penampilanmu di TV. Kau orang yang benar-benar sukses.”
“Terima Kasih. Tapi, kurasa aku tidak mengenalmu.”
“Ah, aku pasti sudah menghafal plat nomor yang salah karena otakku membusuk. Maafkan aku.” Bu Ja pun lalu berjalan masuk ke gedung.


Seon Mi sedang berbicara dengan cucu pemilik toko umum.
“Sepertinya bisnismu berjalan dengan baik. Kau mendapatkan lebih banyak barang.”
“Ya. Aeryeong benda yang hebat.”
“Kau bilang lonceng itu yang dipakai oleh leluhur? Benda yang memungkinkanmu mengetahui siapa belahan jiwamu?”
“Ya. Tapi bisakah kau benar-benar mengatakan hal-hal itu kepada orang normal?”
“Tentu saja tidak! Karena itulah aku menjualnya secara diam-diam.”
“Seperti dugaanku, ini adalah hal yang berbahaya. Karena itulah aku memanggil beberapa orang.”


Anak itu mengemasi barangnya dengan cepat lalu segera berlari saat melihat Ma Wang dan Sekertaris Ma datang.


Saat Sekertaris Ma mengejar anak itu, Ma Wang berbicara dengan Seon Mi.
“Aku akan mendapatkan poin karena hal ini. Terima Kasih.”
“Jangan menyebutkannya. Aku harus melakukannya dengan baik sampai aku memenuhi semua panggilan Sam Jang.”
“Sepertinya kau baik-baik saja dengan Son Oh Gong?”
“Ya. Kami sudah berdamai dan sekarang kami baik-baik saja. Apa yang aku khawatirkan tentang melepaskan Geumganggo-nya sudah berakhir. Aku juga tidak mengharapkan apapun. Hatiku tenang.”
“Syukurlah. Baiklah kalau begitu.” Lalu Ma Wang pergi menyusul Sekertaris Ma.


Seon Mi melihat sebuah lonceng hitam yang terjatuh lalu mengambilnya.
“Dia pasti menjatuhkannya.” 


Soo Bo Ri dan Ma Wang sedang mengawasi anak itu mengembalikan barang-barang yang dijualnya.


Soo Bo Ri tampak sangat marah.
“Kau bilang bahwa kau menjual barang-barang berharga ini seharga 3.000 Won?”
“Dan akulah yang menangkapnya. Pastikan kau membahas hal itu.” Ma Wang berbicara dengan gaya angkuhnya.
“Hah? Tidak ada di sini!” anak itu panik saat menyadari lonceng hitamnya hilang.
“Apa? Aeryeong?”
“Itu bukan Aeryeong. Yang hilang itu lonceng berwana hitam.”


Ma Wang juga terkejut mendengar Saryeong menhilang.
“Kalau itu yang hitam... Saryeong? Jika itu Saryeong, apa kita membicarakan lonceng yang digunakan oleh malaikat maut?” (Saryeong: Lonceng Kematian)
“Benar. Itu adalah lonceng yang mengijinkanmu mengetahui hubungan yang sangat menakutkan.” Soo Bo Ri membenarkan ucapan Ma Wang.
Dikatakan bahwa ketika kau bertemu dengan malaikat maut yang akan membawamu, kau bisa mendengar suara Saryeong. Saat salah satu darinya harus mati, dan yang lainnya menjadi pencabut nyawanya suara Saryeong akan terdengar.”


Seon Mi membawa Saryeong dan mendengar suara dari dalam lonceng hitam itu. Saat sedang mendengarkan suara dari dalam lonceng hitam, dia melihat Oh Gong berjalan ke arahnya. Mereka berdua saling memandang lalu tersenyum.
Advertisement

4 comments

Lanjutkan kakak. Fighfing...

Semoga Korean oddesey lanjut sampai selesai. . saya ngikuti money flower to sepertinya g lanjut deh.. sudah bbrp pekan masih sampai ep. 13... 😥😥

dua2nya di lanjut ko teh hehe


EmoticonEmoticon