1/29/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 9 PART 2

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 9 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 9 Part 1
Seon Mi juga berpapasan dengan Pal Gye yang akan pergi dari rumah Seon Mi, dia mengatakan datang untuk bernyanyi dan memberikan tanda tangan untuk anak-anak itu. dia terburu-buru pergi karena harus melakukan konser di Singapura.


Seon Mi semakin heran dengan situasi si rumahnya “PK datang ke rumah untuk bernyanyi?”


Di dalam rumah Seon Mi melihat Bu Ja sedang bermain dengan anak-anak.


“Bu Ja, kau juga datang.”
“Iya. Son Oh Gong memintaku datang dan bermain dengan anak-anak.”
“Terima kasih. Tapi di mana berengsek itu?”


Son Oh Gong sedang memebersihkan botol-botol minumannya di Sureumdong.
“Aku tidak bisa menangani anak-anak. Mengapa mendadak menangis? Mereka mengejutkan monyet. Kami tidak bisa akur.”


Lee Han Joo menjemput anak-anaknya, tapi mereka menolak pulang karena ingin melihat Brontosaurus, bertemu Pak Ketua dan PK. Han Joo mengira mereka menonton di tv tapi mereka mengatakan semua itu asli. Mereka juga melihat Kakak yang matanya copot.


Han Joo masih tidak bisa membujuk anak-anaknya untuk pulang, akhirnya dia mengatakan kalau Bibi agen perumahan ini sangat menyeramkan.
“Kalian akan dapat masalah. Cukup.”
“Aku ingin menikahi Sekretaris Son dan tinggal di sini.”


Seon Mi terkejut mendengar ucapan Han Byeol, dia lalu berbicara dengan Han Byeol dengan sangat serius dan sedikit melotot.
“Han Byeol, kau seharusnya menikahi belahan jiwamu.”
“Aku melakukan itu.”
“Tidak, kau tidak melakukannya. Belahan jiwamu adalah orang lain. Kau tidak bisa menikah dengannya. Tidak akan pernah.”


Han Joo melihat Seon Mi berbicara dengan wajah galak kepada Han Byeol lalu dia menarik kedua anaknya.
“Tapi mengapa Anda begitu keras menentang pernikahan anak-anak? Aku juga menentang pernikahan ini sebagai Ayahnya.”


Di dalam kamarnya, Soen Mi masih terngiang saat Oh Gong mengatakan “Kau bisa menikah denganku lagi. Tidak peduli berapa kali, aku akan selalu menerimamu.”
Seon Mi lalu mengambil lonceng kematian dan berbisik “Belahan jiwa. Mungkinkah itu asli?”


Ma Wang dan Oh Gong sedang membicarakan lonceng kematian yang hilang karena cucu pedagang itu menghilangkannya. Ma Wang megatakan lonceng itu bisa tahu siapa takdir terburuk dalam hidupmu. Makan akan bahaya jika jatuh ke tangan manusia.
“Jika menemukannya, kita mungkin mendapat beberapa poin.”
“Jadi kau akan meminta Sam Jang menemukan barang yang hilang?”
Ma Wang tersinggung mendengar ucapan Oh Gong, dia meletakkan gelasnya sebelum berbicara lagi.
“Aku? Untuk hal sepele, aku akan meminta Sekretaris Ma.”
“Jangan buat Sam Jang menyentuh benda malapetaka itu.”
“Aku mengerti. Astaga.”


Dua kakak beradik yang dilihat Seon Mi di bank, sedang bermain di rumah. Sang kakak meminta adiknya agar jangan berisik. Tapi adiknya tidak sengaja memnyentuh mobil-mobilan hingga suara sirinenya berbunyi. Mereka berdua pun ketakutan.


Ayah mereka yang sedang mabuk datang menghampiri mereka dengan marah karena mereka membuat suara berisik. Sang kakak berusaha melindungi adiknya agar tidak dipukul ayahnya, dia meminta adiknya agar masuk ke kamar.


Sang adik menangis di dalam kamrnya sambil memanggil-manggil kakaknya. Dari pantulan bayangan di dinding, dia bisa melihat kakaknya sedang dipukuli.


Ada sebuah buku cerita berjudul “Matahari dan Bulan” tergeletak di bawahnya. Narasi suara wanita “ Harimau yang sangar mengejar gadis dan kakaknya. Kedua anak itu berdoa minta tolong.”


Muncul sebuah tali bercahaya di jendela kamar anak itu.
“Pada saat itu... tali emas turun dari Surga. Dua anak memegang tali dan naik ke Surga.”
Gadis kecil itu pun memegang tali dan menghilang.


Sang kakak masuk ke kamar dan mencari adinya, dia hanya menemukan sebuah tali yang bercahaya lalu mendekatinya.


Di belakangnya, tergeletak buku cerita yang mengeluarkan cahaya.


Seorang wanita sedang membuka buku “Matahari dan Bulan” di sebuah perpustakaan.


Dia memasukkan buku yang bercahaya itu ke dalam rak dengan berhati-hati, kemudian dia tersenyum. Dari dalam rak itu terdengar tawa anak kecil.


Soo Bo Ri mengatakan pada Ma Wang kalau Malaikat Maut bilang akhir ini jiwa anak-anak sering hilang. Menurut Ma Wang ada roh jahat yang mencuri jiwa anak-anak, dia juga berpikir begitu. Maka dari itu Soo Bo Ri ingin membantu Ma Wang menangkap roh itu.


Ma Wang terkejut dengan pemikirannya sendiri bahwa roh itu adalah Na Chal Nyeo.
“Apa mungkin roh jahat itu Na Chal Nyeo?”
“Na Chal Nyeo juga roh jahat yang memakan jiwa anak-anak, bukan?”
“Bukankah dia sudah di tangkap dan di hukum?”
“Aku tahu. Untungnya, ini bukan Na Chal Nyeo. Tapi aku hanya khawatir jika ini mengingatkanmu akan insiden itu.”
“Jika kau khawatir, lalu ketika aku menangkap roh jahat... pastikan memberiku banyak poin.”
Ma Wang langsung pergi setelah selesai bicara.


Prof. Kang sedang memegang beberapa foto Bu Ja dan berbicara dengan dua pria yang bertugas mengubur Jung Se Ra.
“Jung Se Ra masih hidup, dia hilang ingatan, dan saat ini bersama Lucifer Entertainment?”
“Maaf tidak memberitahu sebelumnya bahwa dia hilang.”
“Tidak apa. Aku yakin kalian pasti terkejut saat mayatnya hilang. Bagaimana pun, yang terjadi pada hari itu hanya kesalahan, bukan? Kau telah bekerja keras. Tidak ada alasan bagi kita untuk bertemu lagi.”


Di dalam mobil, dua pria itu berbicara.
“Ini melegakan. Dia tidak meminta uang kembali.”
“Dia beda karena berpendidikan tinggi. Ada yang tidak beres. Mari kita bersembunyi terlebih dulu.”


Prof Kang berbicara dengan orang kepercayaannya, dia mengatakan tidak ingin melihat dua pria itu lagi.
“Buat aku tidak melihat mereka lagi. Kau paham, bukan?”
“Ya. Aku akan mengurusnya.”
“Dia sungguh selamat dan sehat. Tapi dia pasti sudah mati. Apa aku salah kira karena banyak minum?” Prof Kang berbicara sambil membayangkan tubuh Jung Se Ra yang tidak berbentuk karena ditabraknya.
“Apa yang akan Anda lakukan dengannya?”
“Aku harus mencari tahu lagi.”


Oh Gong melihat Bu Ja sedang berada di dalam bak mandi. Bu Ja mengatakan tempat itu lebih nyaman di banding lemari es.
“Bak mandi ini bukan buatmu bersantai di sini. Keluar.”
“Tidak.”


Oh Gong menjadi kesal lalu mengancam akan mengisi bak itu dengan air panas. Bu Ja pun langsung berdiri dan mengatai Oh Gong.
“Karena kau jahat seperti ini, Sam Jang tidak menyukaimu.” 


Oh Gong tidak jadi menghidupak kran air panas. 
“Siapa bilang dia tidak menyukaiku?”
“Aku tahu.”
“Apa yang di ketahui zombie?”
“Aku hidup dengan darahnya. Tetua Soo Boo Ri bilang aku terhubung dengannya.”
“Benarkah? Jadi kau tahu bagaimana perasaannya?”
“Mungkin. Karena kami terhubung.”


Oh Gong lalu memandang Bu Ja dan menyuruhnya untuk mendekat.
“Saat kau melihatku, apa yang terlintas di pikiranmu?”
“Son Oh Gong. Kau tampan.”
“Aku tahu, tapi aku tidak tanya pendapatmu, tapi pendapat Sam Jang.”


Bu Ja kebingungan tidak tahu harus mengatakan apa.
“Kau... tidak tahu kan?”
“Maaf.”
Lalu Oh Gong mendudukkan lagi Bu Ja di dalam bak.
“Baik. Ini bisa saja terjadi. Duduk di sana. Tetap di sana. Sebelah mana air panasnya? Aku akan merebusmu dengan benar.” Kata Oh Gong sambil mencari kran air panas. Tapi Bu Ja  kemudian mengatakan kalau Sam Jang menyukai Oh Gong.


Oh Gong tidak jadi lagi menghidupkan air panas. Dia lalu memandang Bu Ja dengan serius.
“Dia menyukaimu, Son Oh Gong. Aku tahu hanya dengan melihat.”
“Kau menipuku karena tidak mau di rebus?”
“Jika aku berubah menjadi zombie kukus, Unnie bisa sedih. Jika Unnie sedih, bukankah kau juga sedih?”
“Kalian berdua juga terhubung. Bahkan zombie bisa belajar menjilat seiring bertambah usia. Kau terbebas menjadi zombie kukus.” Oh Gong berbicara sambi menatap Geumganggonya.


Oh Gong berbalik untuk pergi, tapi Bu Ja menghentikannya.
“Tolong matikan lampu saat keluar.”
Dengan kesal, Oh Gong pun mengikuti perinta Bu Ja.


Oh Gong berpapasan dengan Ma Wang yang sedang menuruni tangga. Oh Gong mengatakan agar Ma Wang mandi di lantai dua karena ada Zombie tidur di bak mandi.
“Aku menuang banyak energi ke bak mandi tapi itu malah menjadi peti mati untuk zombie.”
“Kenapa kau membawa zombie saat tidak bisa menanganinya? Sudah kubilang kau bisa membakarnya. Tapi kau yang terus melindunginya di lemari es itu!”
“Bagaimana aku bisa membakar orang setelah melindunginya? Kau tidak punya rasa tanggung jawab atau belas kasihan. Berengsek.”
Suasana menjadi tegang karena Oh Gong tidak terima dengan ucapan Ma Wang. “Mengapa kau menyalahkanku? Jika dia merepotkan, kau bisa meninggalkannya.”
“Aku tidak sepertimu, aku tidak membuang mereka hanya karena merepotkan.”
“Begitu? Lalu bagaimana pria dengan tanggung jawab besar bisa meninggalkan Na Chal Nyeo seperti itu?”


Wajah Ma Wang berubah seketika mendengar ucapan Oh Gong. Dia tampak sedih tapi juga marah.


Oh Gong yang merasa bersalah, memperhatikan Ma Wang yang sedang minum sendiri.
“Ma Wang, aku akan membawa zombie keluar. Mandi lah.”
“Lupakan.”


Oh Gong lalu pergi ke Sureumdong untuk mengambil sebuah botol minuman.
“Seharusnya aku tidak mengungkit Na Chal Nyeo.


“Ma Wang, ini arak paling berharga di Sureumdong ku. Bukan yang ini, tapi tetap saja cukup berharga.”
Oh Gong datang dengan sebotol minuman, dia meletakkan di meja dan Ma wang memberikan sebuah gelas lalu Oh Gong mengisinya untuk Ma Wang.
Advertisement


EmoticonEmoticon