1/24/2018

SINOPSIS Longing Heart Episode 3 PART 2

SINOPSIS Longing Heart Episode 3 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Longing Heart Episode 3 Part 1

Min-suk membungkus seluruh alat gambarnya.. dia merobek beberapa sketsa indah yang telah dia buat, lalu dia jadikan pesawat kertas yang dia lempar lewat jendela. Dalam benaknya, dia meminta diirnya sendiri.. untuk sadar akan bakatnya yang tak ‘berguna’ itu..


Angin bertiup kencang, hingga membuat celana dalam yang dia jemur di pagar terjatuh ‘lagi’.. segera, dia pun turun untuk mengambilnya. Ternyata, kamar So-ra berada tepat di bawah kamarnya. Bahkan, tanpa perlu mengetuk pintu, dia langsung merangsak masuk kedalam kamar tersebut dan So-ra sama-sekali tak terkejut melihatnya..


Sungguh tak disangka, karena ternyata.. selama ini, So-ra selalu menyimpan robekan gambar yang telah dibuang oleh Min-suk. Tak hanya itu, So-ra sampai membingkainya dan memajangnya rapi di dinding. 

Min-suk terharu, “Apa ini, kenapa kau menyimpannya?”
“Itu investasiku.. kamu tak tahu, kalau seni bisa menghasilkan uang..” jawab So-ra
“Tapi, tak sembarang karya seni yang bisa terjual dengan harga mahal..” ujar Min-suk
“Kukira, semuanya akan berharga.. kelak jika kamu telah menjadi seniman terkenal..” tutur So-ra
“Bagaimana mungkin, au menyebutku bisa terkenal..” tukas Min-suk
“Sudah kubilang, apa yang kukatakan adalah apa adanya. Kalau kamu ambil gambar itu, akan kubunuh kau!” ujar So-ra


Min-suk tak kuasa menahan tangisnya, “Kenapa kamu membuatku bersemangat lagi? Kenapa kamu membuatku berharap lagi, setelah aku menyerah pada impianku? Kenapa? Kenapa?” tanyanya 


Di kamarnya, Shin-woo tak bisa tidur.. dia masih bertanya-tanya, siapah pria yang disukai Ji-soo itu? Namun meskipun demikian, sekarang dia tak lagi memperdulikannya, karena dia sangat yakin untuk tetap menyatakan cintanya.


Dia mengambil pena dan menuliskan catatan kecil: ‘Ji Soo.. aku menyukaimu..’, yang kemudian dia masukkan kedalam kotak kado yang telah dia siapkan sebellumnya.


Ji-soo sendiri, tengah memilih pakaian cantik sambil mengumpulkan keberaniannya untuk menyatakan perasaannya pada Pak Kang: “Baiklah, lagipula 2 tahun lagi aku lulus. Jadi, anggap saja aku menyatakan perasaanku lebih awal--”

----------------------------------------


Hari esok pun tiba, Ji-soo telah berdandan cantik.. dan dia tersenyum melihat Pak Kang berjalan kearahnya. Akan tetapi, senyuman itu lenyap.. seketika melihat Pak Kang yang malah berjalan bersama dengan Bu Guru Na-hee.


Sesaat dia hanya diam.. orang yang berjalan melewatinya tak sengaja menyenggolnya hingga hampir terjatuh. Dan bersamaan dengan itu, muncullah Shin-woo yang langsung meraih tangannya, “Kamu menangis? Kenapa? Ada apa?” tanyanya

“Karena aku menyukainya..” jawab Ji-soo
“Hah?”
“Karena, aku menyukai sonsaeng-nim..” ucap Ji-soo yang seketika, seakan membuat dunia Shin-woo berhenti berputar


Kafe yang didatangi Pak Kang, ternyata merupakan tempat Geun-dok bekerja paruh waktu. Tak mau ketahuan, Geun-dok buru-buru sembunyi di bawah meja yang sialnya menjadi tempat duduk Pak Kang dan Nan-hee..

Setelah meneguk minumannya, dengan lantang Nan-hee meminta Pak Kang untuk berkencan dengannya. Tentu saja, Pak Kang terkejut.. dengan halus, dia pun mencoba untuk meluruskan hubungan diantara mereka. Dimulai dari bercerita mengenai asalnya yang bukan dari Seoul, dan justru orang asli sini yang tentu tidak termasuk tipe idealnya Nan-hee.


“Yasudah, kalau begitu.. aku tinggal mengubah tipe pria idealku..” tukas Nan-hee
“Hmm.. tapi aku telah menyukai wanita lain!” ujar Pak Kang
“Memangnya kenapa? Kamu menyukainya, bukan berarti kalian berkencan ‘kan..” tukas Nan-hee
“Tapi karena wanita itu.. aku tak pernah mengencani wanita lain selama lebih dari 10 tahun! Kamu baik-baik saja dengan hal itu!” tutur Pak Kang
“Ishhh! DASAR!” gerutu Nan-hee yang lanjut meneguk minumannya lagi


Geun-dok yang sedaritadi menguping obrolan mereka, hanya bisa geleng-geleng kepala. Dia pun memberitahukan hal ini kepada Shin-woo via sms..


Shin-woo sendiri.. tengah duduk mememani Ji-soo. Sedaritadi, dia merelakan waktu dan perasaannya, demi mendengarkan curahan hati Ji-soo, dia pun sempat bertanya: “Seberapa besar rasa cintamu? Apakah sampai tak ada tempat lagi untuk orang lain dihatimu? Apakah sampai kamu menganggap hanya dia.. hanya dia saja yang pantas untukmu?”

“Maaf.. karena kamu harus melihatku yang seperti ini. Sejujurnya, hari ini aku sangat malu hingga membuatku merasa bodoh, karena tak menyadari kalau Pak Kang mungkin menyukai wanita lain. Tapi bercerita padamu, setidaknya membuatku merasa lebih lega..” ungkap JI-soo yang kemudian bertanya: “Kamu sendiri, sebenarnya kamu mau pergi kemana? Kenapa kamu datang ke kota di hari libur?”


Tak mau menjawabnya, Shin-woo malah megulurkan tangannya.. dia mengajak Ji-soo untuk pergi, ke tempat yang ingin dia datangi.


Beberapa saat berlalu, dan sekarang Nan-hee telah mabuk berat. Saking mabuknya, dia sampai melampiaskan kekesalannya dengan menggigit lengan Pak Kang, lalu berlari pergi. Segera, Pak Kang berteriak menyuruh Geun-dok untuk keluar dari persembuanyiannya.


“Pak.. darimana anda tahu akalu aku bekerja disini..” tanya Geun-dok

“Justru aku sengaja datang kesini, karena aku tahu kau bekerja disini. Sekarang, susul bu Guru dan pastikan dia selamat samapi rumahnya. Bagaimana pun, dia itu seorang wanita..” ujar Pak Kang
“Ah tidak.. bu Guru bukan seorang wanita. Dari apa yang kulihat barusan, mungkindia bisa mengalahkan 5 orang pria sekaligus..” keluh Geun-dok

“Cepat susul dia, atau aku akan melaporkanmu ke asosiasi siswa pekerja paruh waktu! Kau akan dihukum kalau ketahuan, bekerja di tempat yang menjual alkohol seperti ini!” tegas Pak Kang yang tentunya, berhasil membuat Geun-dok langsung berlari guna menuruti perintahnya


Ketika berjalan pulang, Pak Kang melihat Ji-soo bersama dengan Shin-woo yang berjalan dari arah berlawanan, “Ahh.. kurasa dia telah menyatakan perasaannya..” tebak Pak Kang sambil tersenyum
Padahal ternyata, Shin-woo membawa Ji-soo untuk menemaninya menyatakan perasaan pada Pak Kang. Ji-soo sangat ragu.. dia gelisah.. tetapi, Shin-woo menggenggam tangannya dan mengatakan: “Lakukan saja dulu, berpikirlah kemudian. Menyatakan cinta, semuanya berkaitan dengan ‘timing’ yang pas..”


Shin-woo berjalan menghampiri Pak Kang lalu berkata: “Sonsaeng-nim... aku menyukaimu..”
“Hah?” 
“Kamu bilang, kita harus menyatakan perasaan kita..” ujar Shin-woo
“Hey, memangnya aku menyuruh kalian untuk  menyatakan perasaan itu kepadaku? Dan katakanlah kalimat itu, pada orang yang seharusnya..” tukas Pak Kang


“Pengakuan itu, adalah pengakuan dariku...” ujar Ji-soo, “Aku menyukaimu, sonsaeng-nim..” tegasnya


Sekilas, kita pun diperlihatkan sisa  cuplikan video berisi harapan Shin-woo. Ternyata... harapannya hanya satu, dan itu adalah  supaya orang yang dia cintai bisa mencintainya juga T_T
Comments


EmoticonEmoticon