1/24/2018

SINOPSIS Longing Heart Episode 4 PART 1

SINOPSIS Longing Heart Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Longing Heart Episode 3 Part 3

Dalam toilet, masih ada 3 siswa berandal yang belum pulang dan malah merokok disana. Tak sengaja, lewat jendela Jung-min melihat Shin-woo yang tengah melempar suatu benda ke tempat pembuangan...


Jung-min tersenyum, dia melempar rokoknya ke tempat sampah di toilet lalu mengajak yang lainnya untuk pergi ke tempat pembuangan sampah. 


Namun tanpa dia sadari, ternyata.. rokoknya belum mati. Sesaat setelah mereka pergi, percikan api membesar dan membakar seisi tempat sampah tersebut.
--------------------------------------------


Pak Kang yang memang tinggal di sekolah, tengah berkeliling untuk mengecek situasi. Kebetulan, dia melihat Ji-soo yang masih belum pulang.. dia pun menghampirinya, sekaligus mengembalikan kemeja darinya.

“Sekarang, aku akan mengatakan apa yang seharusnya aku katakan kemarin.. Bagiku, kamu adalah siswa yang sangat penting... hanya itu dan akan seperti itu untuk seterusnya...” tutur Pak Kang

Ji-soo menangis, lalu mengatakan: “Jangan salah faham, aku menangis bukan karena jawaban anda. Aku telah mengetahui, bahwa aku akan mendengar jawaban itu.. tetapi aku malah tetap meminta anda untuk menyelesaikan masalah yang sudah kuketahui jawabannya dengan harapan anda akan memberikan jawaban yang salah..”


Dalam suasana hening, Pak Kang hendak mengusap air mata Ji-soo. Tetapi dia mengurungkan niatnya dan memilih untuk diam saja.. beberapa saat, berlanjut seperti itu, hingga tiba-tiba Ji-soo mengucapkan terimakasih, “Anda telah menolakku dengan serius, yang artinya anda menganggap pernyataan cinta dariku dengan serius pula..” tambahnya


Karena hari semakin larut, Ji-soo bergegas pulang.. tetapi terdengar-lah bunyi alarm kebakaran. Mereka pun berlari mengampiri sumber api yaitu toilet pria. Disana, Pak Kang menyemprotkan APAR yang dalam seketika berhasil memadamkan kobaran api tersebut.. 


Setelah padam, ditemukanlah sisa kuntung rokok yang disinyalir menjadi penyebab kebakaran, “Siapa boocah nakal yang berani-beraninya merokok di lingkungan sekolah!” gerutunya kesal


Selanjutnya, mereka membuka seluruh jendela disekitarnya. Sambil berjalan, mereka pun saling bertanya kondisinya masing-masing. Suasana sangat gelap, inisiden barusan secara otomatis membuat aliran listrik terputus. Lebih sialnya, pintu keluar pun telah tertutup rapat..


Pak Kang meminjam ponsel Ji-soo untuk menelpon bantuan, tapi ternyata Ji-soo tak pernah membawa ponselnya ke sekolah. Mereka pun bingung, selanjutnya harus bagaimana?


Kembali ke kelas, Pak Kang sempat berniat melompat lewat jendela.. tapi itu tak mungkin, karena posisinya sekarang mereka berada di lantai 3 yang lumayan tinggi. Tak ada pilihan lain, sepertinya malam ini mereka harus menginap disini..

“Orangtuamu bagaimana? Mereka pasti mencemaskanmu..” ujar Pak Kang
“Oh.. mereka sedang ada konferensi, dan mungkin baru pulang besok” jawab Ji-soo


Tapi tiba-tiba, Pak Kang menggerutu.. dia mengomeli Ji-soo yang bersikap sangat santai padahal terjebak dalam satu tempat bersama dengan seorang pria semalaman, “Setidaknya, kau harus menjaga jarak atau menyiapkan alat pelindung!” ujarnya

“Pak.. kenapa aku harus waspada. Lagipula anda tidak menganggapku sebagai wanita, anda hanya menganggapku sebagai siswi biasa..” jawab Ji-soo

“Baiklah.. tapi berjanji, tak akan terjebak dalam kondisi seperti ini lagi dikemudian hari..” pinta Pak Kang, yang kemudian mengatakan bahwa Ji-soo bisa tidur dalam kelas dan dirinya akan tidur di koridor


“Anda akan meninggalkanku tidur disini sendirian?” tanya Ji-soo sambil meraih tangan pak Kang


Beberapa saat kemudian, kita melihat mereka tidur diruangan berbeda.. namun hanya dibatasi dinding tempat mereka bersandar..
JI-SOO: “Pak Kang, apakah anda sudah tidur?”
PAK KANG: “Belum..”
JI-SOO: “Kalau begitu... bisakah anda menceritakan sosok cinta pertama anda?”
PAK KANG: “Dulu semasa SMA, dia sekelas denganku. Aku sangat menyukainya hingga sekarang pun masih sangat menyukainya..”
JI-SOO: “Lalu, bagaimana perasaan orang itu? Apakah dia juga menyukai anda?”
PAK KANG: “Hmm.. itu pertanyaan yang sulit untuk kujawab. Bagaimana yaa? Haruskah aku mengatakan kalau dia pernah menyukaiku? Atau dia masih menyukaiku?”
JI-SOO: “Siapa namanya?”
PAK KANG: “Hal itulah yang tidak bisa kukatakan padamu sekarang..”
JI-SOO: “Kenapa?”
PAK KANG: “Nanti saja.. lain kali aku akan memberitahumu..”
JI-SOO: “Lalu pekerjaannya apa?”
PAK KANG: “Dia adalah seorang dokter”
JI-SOO: “Apa dia cantik?”
PAK KANG: “Hmm... sangat.. sangat.. cantik”
JI-SOO: “Kenapa cinta pertama anda adalah seseorang yang sangat sempurna dalam segala hal? Kurasa, aku tak bisa menandinginya. Tapi tak apa, lagipula mereka bilang, seseorang tak selalu berjodoh dengan cinta pertamanya. Jadi, mulai dari sekarang.. aku akan berdoa supaya cinta pertama anda, akan menikah dengan orang lain”
PAK KANG: “Hey, Han Ji-soo!!! Kamu ini yaa... ”


JI-SOO: “Sonsaeng-nim.. aku tak akan pernah membuat anda merasa tidak nyaman lagi. Karena aku telah mendapatkan hadiah untuk hatiku yang telah patah..”
PAK KANG: “Hadiah untuk hati yang patah?”
JI-SOO: “Pernahkah anda memikirkan hal seperti ini, ketika anda teringat cinta pertama anda? Hal seperti, ‘kuharap aku aku bisa bersama dengan orang yang kucintai meskipun hanya sehari saja’, ‘kuharap kami bisa mengobrol dan tertawa bersama’.. karena jika aku bisa merasakannya, sehari saja.. kurasa aku tak menginginkan hal yang lainnya lagi. Dan sekarang harapanku telah terlaksana, makanya aku tak akan mengganggu anda lagi..”
PAK KANG: “Terimakasih, karena telah memahamiku. Dan cobalah lihat baik-baik orang disekelilingmu, karena ada seseorang uang berpikiran sama sepertimu. Tak perlu sehari, karena hanya setengah hari pun dia sudah merasa begitu bahagia.. Bahkan hanya sejam saja, dia telah merasa puas hanya jika dia bisa bersama denganmu..”
JI-SOO: “Siapa orang itu?”
PAK KANG: “Ada.. seseorang. Dialah orang yang terus menyukaimu, hanya kamu bahkan hingga 10 tahun kedepan..”


Sekilas, kita melihat Shin-woo yang gelisah tak bisa memejamkan matanya untuk tidur. Sementara sekarang, Ji-soo telah terlelap.. Pak Kang menghampirinya, tapi tak sengaja kakinya terselip hingga membuatnya terduduk tepat disamping Ji-soo dan bersamaan dengan itu, Ji-soo menjatuhkan kepalanya di pundak Pak Kang..


“Hfft... andai saja, momen seperti ini tejadi di waktu yang berbeda dan situasi yang berbeda. Pastilah aku akan sangat bahagia, karena mendengar pernyataan cinta darimu...” ungkapnya


--------------------------------------------
Esok harinya, Shin-woo datang pagi karena harus menjalankan hukumannya, yaitu membersihkan lapangan. Ketika menuju kelas dia mendengar suara Pak Kang yang memintanya mencarikan bantuan untuk membuka pintu. Namun ternyata.. pintu itu saka sekali tak terkunci, bentuknya memang seperti gerbang besi tapi ternyata itu adalah pintu darurat yang cara bukanya hanya tinggal didorong saja..


“Pak, kenapa anda ada disini?” tanya Shin-woo
“Hehe.. iyaya, kenapa aku terjebak disini..” jawabnya kikuk


Tiba-tiba, Ji-soo berteriak memanggi Pak Kang. Mendengarnya, membuat Shin-woo mengernyit heran, “Jadi, semalaman kalian berduaan disini?”

“Tidak.. aku disini seorang diri, hingga kamu datang kesini. Kamu faham maksud perkataanku ini ‘kan? Sekarang kita pergi keluar saja, dan aku akan menjelaskan semuanya padamu..” tutur Pak Kang
“Tak ada alasan, untukku harus mendengarkan penjelasan dari anda.. Lagipula, anda menyuruhku datang pagi bukan untuk mendiskusikan hal semacam ini. Aku hanya perlu menyelesaikan apa yang harus kulakukan.. karena aku telah memahami ap ayang ingin anda katakan” tukas Shin-woo


Masuk kedalam kelas, Ji-soo menyapa Shin-woo dengan ceria.. teapi Shin-woo hanya diam, lalu pergi meninggalkannya dengan wajah datar dan tanpa menagtakan apapun.
Comments


EmoticonEmoticon