1/25/2018

SINOPSIS Longing Heart Episode 4 PART 2

SINOPSIS Longing Heart Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Longing Heart Episode 4 Part 1

Pak Kang mengajak Ji-soo untuk sarapan bersama di kedai dekat sekolah. Wajah Ji-soo terlihat lesu.. kemudian dia bertanya: “Pak, Kenapa Shin-woo berkelahi dengan Sung-jin?”


Tanpa sempat mendengar jawabannya, Ji-soo langsung pamit dan berlari menuju apotek di sebrang jalan.


Kembali ke sekolah, Ji-soo menghampiri Shin-woo yang tengah menyapu halaman. Dia memberikannya salpe serta plester yang baru saja dibelinya. Tetapi, Shin-woo tak mau mengambilnya dan malah berjalan pergi..


“Shin-woo yaaa.. semalaman aku berada disini semalaman hanya untuk mendengar penolakan dari Pak Kang. Bukankah sangat menyedihkan?” ucap Ji-soo
“Jangan mengatakan hal itu di depan sembarang orang..” tukas Shin-woo, “Bagimu itu bukanlah apa-apa, tapi bagi orang lain... ‘seorang siswa terjebak semalaman dalam ruang kelas dengan guru yang disukainya’ ... kamu kira, siapa yang akan terluka jika rumor itu tersebar!” tegasnya
“Tapi Shin-woo, kamu tahu kalau kami tak melakukan apapun--” ujar Ji-soo
“Iya, memangnya kalau aku tahu kenapa?”  tukas Shin-woo


Mokzart mengumpulkan para siswa dan menghukum mereka semua. Dengan tegas, dia berteriak, meminta orang yang bertanggung jawab atas kebakaran malam tadi, untuk maju dan mengakui kesalahannya. Tetapi, beberapa saat berlalu dan masih tak ada yang mau mengaku.
Akhhirnya, Mokzart memberikan waktu tambahan.. pokoknya, jika hari ini tak ada yang mengaku maka masalah ini akan dia laporkan ke pihak polisi!


Seluruh siswa pun berjalan keluar, namun tiba-tiba Sung-jin memanggil Shin-woo dan mengajaknya berbicara empat mata. Tanpa basa-basi, dia mengaku bahwa dirinya lah yang membuang rokok itu.. namun dengan santainya, dia meminta Shin-woo untuk mengakui kesalahannya.
“Apaan? Kenapa harus aku?” ujar Shin-woo
Sung-jin mengeluarkan kotak hitam, berisi hadiah yang telah dibuang Shin-woo lalu bertanya: “Kamu menyukai Ji-soo ‘kan?”


Sesaat kemudian, kita melihat Shin-woo yang berjalan menuju ruang guru dan langsung mendatangi meja Mokzart. Dia menaruh sebungkus rokok, lalu mengaku bahwa dirinya bersalah atas kejadian semalam.


Tak sengaja Geun-dok melihatnya, dia kaget dan langsung berlari menuju kelas untuk mengabari sahabatnya yang lain. Pak Kang yang mendengarnya, spontan lansgung mendatangi ruang guru..


Sekarang Shin-woo tengah menerima hukumannya, yaitu dipukul oleh Mokzart. Pak Kang tak terima, dia pun melempar sebungkus rokok itu kehadapan Shin-woo lalu berteriak: “Jika memang kau yang melakukannya, merokok-lah dihadapanku sekarang juga!”


Tak lama kemudian, datang juga ibunya Shin-woo dalam kondisi lusuh... sendal pun samapi tak serasi yang kiri dan kanan, “Shin-woo yaa, apa baenar kamu telah merokok dan menyebabkan kebakaran?” tanya ibu dengan suaranya yang bergetar
“Aku melakukannya--” jawab Shin-woo
“Bagaimana bisa?!” ujar Ibu yang kemudian hendak menamparnya, namun Pak Kang spontang menahan tangan ibu


“Kumohon, jangan lakukan ini bu, atau anda akan menyesal..” pinta Pak Kang
Tetapi ibu, tetap memukul Shin-woo sambil berteriak bertanya: “Bisa-bisanya kamu bertingkah seperti ini? Kamu lupa, bagaimana caranya ayahmu meninggal? Apa aku membesarkanmu untuk menjadi seperti ini! Untuk apa aku bekerja 365 hari salam setahun, jika kamu menjadi anak nakal seperti ini!”


“Eommoni.. kumohon jangan lakukan ini..” pinta Pak Kang, “Kupastikan bukan Shin-woo yang melakukannya dan semuanya akan baik-baik saja, jadi ibu bisa pulang sekarang..” tambahnya


Shin-woo menghampiri Pak Kang, lalu bertanya: “Darimana anda mengetahuinya?”
“Sungguh.... kamu itu orang yang sangat menyedihkan. Kukira kali ini kamu akan mengambil pilihan yang beda..” ujar Pak Kang


Ternyata, dulu Pak Kang juga melakukan hal yang sama.. dia mengambil kesalahan Sung-jin, hanya karna dia tak mau perasaan cintanya diketahui oleh Ji-soo.


Momen itu menjadi hal yang sangat dia sesali.. karena tak lama setelahnya, dia ditinggal oleh dua orang wanita yang plaing dia sayangi. Ibunya meninggal dan JI-soo menghilang pergi..


Kembali ke realita, Pak Kang menasehati Shin-woo, “Kamu menyembunyikan perasaanmu karena menjadi pengecut, pilihan yang mudah bagimu. Kuharap kali ini, kamu mengambil pilihan yang berbeda. Kuharap kamu menjadi orang yang lebih baik, tapi ternyata.. kamu sama saja..”


Naik ke rooftop, Pak Kang menemui Sung-jin. Dia lansgung mengkonfirmasi segala hal yang dia ketahui, “Kamu adalah pelakunya.. tapi kamu memungut hadiah dari tempat sampah, untuk mengancam Shin-woo supaya mau mengakui kesalahanmu!”
“Hmm.. jawaban anda tepat, tapi aku tak bisa memebrikan nilai 100” ujar Sung-jin
“Apa?”
“Memang benar, aku memungut hadiah Shin-woo dari tempat pembuangan sampah. Tapi aku tak pernah mengancamnya seperti itu...” jawab Sung-jin


Dikelas, Ji-soo sibuk menelpon 911 untuk mengkonfirmasi kejadian malam tadi. Sementara, Sora, Min-suk dan Geun-dok, sibuk mengobrol mempertanyakan apa yang akan terjadi pada Shin-woo?
Min-suk dan So-ra sampai berebat dan itu mmebuat Geun-dok pusing, “Kalian ituuu! Bahkan ibu dan ayahku saja tak pernah bertingkah seperti kalian!” keluhnya


Kembali ke rooftop, Pak Kang masih mengorek informasi lanjutan daari Sung-jin. Namun Sung-jin malah menyuruhnya untuk bertanya langsung pada Shin-woo saja..
“Kau kira.. dimasa depan kau masih punya waktu untuk meminta maaf dan memperbaiki semua kesalahanmu itu!” ujar Pak Kang, “Sekarang aku tahu, kedatanganku kesini bukan hanya karena Shin-woo tapi juga karenamu! Untuk memberitahumu, apa yang akan terjadi padamu! Sekarang pergi dan akui-lah kesalahanmu!” tambahnya


Di ruang guru, Shin-woo masih berhadapan dengan Mokzart.. hingga datanglah Ji-soo yang memberikan penjelasan untuk membelas Shin-woo, “Tadi malam.. aku melihat Shin-woo pergi meninggalkan sekolah. Dan alarm kebaran, baru berbunyi 12 menit kemudian--”
“Kau.. darimana kau tahu hal itu?! Karena yang berada di sekolah saat kejadian, hanya Pak Kang saja!!” tukas Mokzart
“Ahh.. itu karena kami terkunci disekolah..” ucap Ji-soo yang seketika membuat seisi ruangan menatapnya heran


Untunglah, datang Pak Kang yang langsung mengambil alih pembicaraan untuk menegakkan fakta bahwa Shin-woo tak berasalah.
“Kalau bukan Shin-woo, lantas siapa siswa yang merokok itu?! Apa jangan-jangan hantu!”  tukas Mokzart yang kemudian memutuskan untuk membawa masalah ini ke jalur hukum. Apalagi masih ada bukti, mereka bisa melakukan uji forensik pada kuntung rokok itu..


Tetapi Pak Kang, malah mengambil bukti tersebut, lalu dengan ‘sengaja’ menjatuhkannya ke mesin penyerut kertas, “Ah, gimana nih.. sepertinya, tak akan bisa dilakukan uji forensik lagi..” ucapnya dengan mimik menahan tawa


Berjalan kembali ke kelas, Ji-soo membantu Shin-woo berjalan.. ketika ditangga, Shin-woo minta dilepas, dia bilang dia bisa berjalan sendiri..
“Kamu ini kenapa? Untuk apa kamu mengakui kesalahannya!” keluh Ji-soo


Ternyata... ancaman dari Sung-jin tidak ada kaitannya dengan kado itu. Tetapi berkaitan dengan insiden Pak Kang dan Ji-soo bermalam di tempat yang sama. Tak sengaja, dia melihat mereka tadi pagi.. karena mengetahui kalau Shin-woo menyukai Ji-soo dia pun mengancamnya: “Mau aku sebarkan rumor itu, atau kau pergi menemui pak guru untuk mengakui kesalahanku!”


Disaat Ji-soo terus bertanya ‘kenapa’ padanya, Shin-woo hanya menjawab jalau dia punya alasannya tersendiri, “Setidaknya, dipukul seperti ini jauh lebih baik menurutku..”
“Kamu sendiri, kenapa kamu menceritakan itu pada Mokzart?” tanya Shin-woo
“Tentu karena aku tak bisa membiarkanmu dihukum begitu saja...” Ji-soo
“Tapi sudah kubilang, bukan hal yang bagus jika orang-orang mengetahui kejadian semalam..” ujar Shin-woo
“Memangnya kenapa kalau orang-orang tahu..” tukas Ji-soo


Pak kang tak sengaja, melihat interaksi diantara Shin-woo dan Ji-soo. Dia tersenyum lega, karena menyadari bahwa sikap Shin-woo telah berubah, “Yang satu tak menyadari perasaan orang lain, yang satunya lagi tak menyadari perasaanya sendiri..”
Comments


EmoticonEmoticon