1/25/2018

SINOPSIS Longing Heart Episode 4 PART 3

SINOPSIS Longing Heart Episode 4 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Longing Heart Episode 4 Part 2

Pak Kang memutuskan untuk berhenti mengajar di sekolah, dia memberitahukan hal ini pada bu guru Na-hee sekaligus memintanya untuk menggantikan posisinya sebagai wali kelas.


Di perpustakaan, Ji-soo dan So-ra merasa aneh melihat sosok Geun-dok yang tengaha serius duduk membaca sebuah buku. Namun ternyata, itu merupakan buku tahunan SMA mereka.. 
Setelah mengetahui bahwa Pak Kang alumni sini, dia pun ingin mencari foto jelek untuk ditunjukkan pada Bu Guru Na-hee. Namun beberapa saat kemudian, dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri.. “Kenapa aku mempedulikan hal seperti ini?”


Saat jam istirahat, Pak Kang sengaja duduk bersama dengan Geun-dok dan yang lainnya. Dia pun bertanya, “Kemana Ji-soo dan Shin-woo?”
“Ah.. katanya mereka makan ramen diluar” jawab So-ra yang kemudian bertanya, “Bukankah mereka terlalu sering bersama? Kurasa ada sesuatu yang ‘janggal’ diantara mereka..”
Pak Kang tersenyum, “Justru kukira, kalian lah yang terlihat ‘janggal’. Kalian berpacaran ‘kan..” ujarnya yang seketika membuat suasana jadi kikuk


“Darimana anda mengetahuinya?” tanya Min-suk
“Karena aku ingat, waktunya sekitar sekarang ini..” jawabnnya, “Tak apa, lagipula aku bukan tipe wali kelas yang akan menyuruh muridnya putus..” tambahnya
“Hffttt.. ini tak adil!” keluh Geun-dok
Seanjutnya, Pak Kang bercerita: “Aku punya teman seperti kalian, mereka berpacaran sejak SMA, tapi sekarang sudah menikah karena mereka punya anak semasa kuliah. Mereka hidup bahagia, tapi terlalu banyak impian mereka yang terkorbankan..”
“Sonsaeng-nim, kenapa anda bercerita tetang teman ada kepada kami?” tanya Min-suk
“Pokoknya... berhati-hati saat berhubungan!” jawabnya, yang kemudian memberitahu Geun-dok bahwa Mokzart menyukai Bu Guru Na-hee


Terakhir, Pak Kang meminta Min-suk dan So-ra untuk menyelesaikan masalahnya sendiri jika kelak berselisih, “Jangan melampiaskan kekeesalanmu pada temanmu, apalagi pada Shin-woo!”


Karena bukti telah rusak, maka pihak sekolah tak akan membawa kasus kebarakan ke jalur hukum dan menyelesaikannya secara internal saja. Meskipun Shin-woo tak bersalah, tetap dia dihukum karena telah berbohong.. hukumannya tak terlalu berat, Mokzart menyuruhnya untuk memompa seluruh bola di sekolah.
“Aish.. guru dan murid sama-sama menyebalnya... bukan hanya kelakuan, tapi nama mereka pun sama!” gerutunya


Pak Kang menghampiri Shin-woo, dan mengajaknya bermain basket. Tetapi Shin-woo mengeluh.. badannya nyeri, “Kurasa, seharsunya aku duduk di kursi roda!” keluhnya
“Bukannya hanya butuh setengah hari untukmu sembuh lagi! Kurasa, aku seperti itu waktu masih seusiamu..” ujar Pak Kang
“Tapi aku, tidak seperti anda..” tukas Shin-woo
“Aku menolak penolakanmu, karena besok kita tak akan pernah bertemu lagi...” ujar Pak Kang


Mereka pun bermain basket, namun baru tercetak satu angka pertandingan berhenti, karena mereka saling berdebat mengeluhkan kelicikan satu sama lain.


Duduk berdua, Pak Kang bertanya: “Kenapa kamu melakukannya? Kenapa kamu mengakui kesalahan brandal itu?”
“Sonsaeng-nim.. anda bahkan mengetahui siapa pelakunya..”
“Jawab dulu pertanyaanku!” tukas Pak Kang


Shin-woo jelaskan, kalau dia tak ingin memiliki penyesalan. Seperti yang sealu dikatakan oleh Pak Kang, dia rasa dirinya akan menyesal jika tak melakukan hal itu.
Pak Kang tersenyum, “Ternyata.. kamu berbeda, kamu lebih baik daripadaku..”


Setelah mendengar bahwa Pak Kang berhenti dan memutuskan pergi,, Shin-woo bertanya: “Bagaimana dengan Ji-soo?”
“Ada apa dengan Ji-soo? Dia wanita yang kamu sukai, jadi kenapa menanyakannya  padaku.. dacar bodoh..” jawab Pak Kang yang kemudian mengembalikan kotak hadiah milih Shin-woo, “Cobalah sekali lagi, nyatakan perasaanmu padanya..”


Di malam hari, berulangkali Shin-woo menelpon Ji-soo tetapi tak ada jawaban. Hingga tiba-tiba masuklah ibu kedalam kamarnya, untuk memberinya obat. 


“Kalau bukan karena bantu wali kelasmu, kamu kira apa yang akan terjadi hari ini,..” keluh Ibu
“Ibu tak akan bertanya kenapa aku melakukannya?” tanya Shin-woo
“Hmm.. ibu yakin kamu punya cukup alasan untuk melakukannya. Tak perlu terlalu serius dalam belajar, kamu boleh terkena masalah untuk beberapa kali. Tapi jangan menyakiti orang lain, hanya itu saja..” pinta ibu, yang seketika membuat Shin-woo tak kuasa menahan air mata


Tak sengaja, ibu melihat kotak hadiah di meja, “Ini apa? Bukankah ini cincin untuk wanita?” tanyanya
Spontan, Shin-woo mengambil.. dia menarik kertas didalamnya lalu memberikan itu pada ibunya: “Aku membelinya untukmu..” ujarnya yang kemudian berjalan pergi, tapi sempat mengucap maaf sekali lagi..


Ternyata, Ji-soo tak mengangkat telponnya karea dia telah tidur. Dia sempat bangun, mencoba untuk meraih ponselnya tapi malah terjauh ke lantai dan membuat layarnya retak..


Ji-soo berjalan menuju balkon kamarnya, saata membuka jendela ternyata sudah ada Shin-woo yang menunggunya dibawah.


Nafas Shin-woo terengah-engah, dia berlari kesini karena tak ada lagi bus selarut ini. Hal itu membuat Ji-soo mengkahatirkanya, “Kamu berlari, meskipun terluka seperti ini!”
“Wali kelas kita.. berhenti dari pekerjaannya. Dia bilang, dia akan pergi pagi ini dan kurasa, kamu pasti ingin bertemu dengannya..” ujar Shin-woo


Besok paginya, Pak Kang berjalan meninggalkan sekolah.. dia teringat momen kebersamaannya dengan Ji-soo dan berharap, di masa depan dia pun masih bisa bertemu dengan Ji-soo--


2 komentar

  1. Seruuu kaa.. Lanjut yaa
    Oiya aku bingung ni kk, si Na hee itu kakaknya shin woo kan yaa lalu si shin hee juga kakaknya shin woo.. Gimana sih kk aku bingung, bntu jelasin dong.. Tks

    BalasHapus
  2. Beda,
    Kalau Na-hee itu bu guru di sekolahnya Shin-woo
    Kalau Shin-hee itu kakaknya Shin-woo

    Namanya emang hampir mirip jadi pusing yaaaaa 😊😊😊

    BalasHapus


EmoticonEmoticon