1/26/2018

SINOPSIS Longing Heart Episode 6 PART 1

SINOPSIS Longing Heart Episode 6 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Longing Heart Episode 5 Part 3

Tak rela membiarkan ibunya pergi begitu saja, Pak Kang nekat  terjun ke air laut yang tidaklah dangkal. Namun hal yang janggal terjadi--


Ketika membuka matanya, Pak Kang telah dirawat di Rumah Sakit. Dia ditemani Shin-hee, yang merupakan kakak perempuannya. Spontan, kalimat pertama yang keluar dari bibir Pak Kang adalah sebuah pertanyaan: “Ibu bagaimana?”
“Kenapa kamu menanyakan ibu kita yang telah meninggal 10 tahun yang lalu..” jawab Shin-hee


Melihat kalender di dinding, Pak Kang terperanjat kaget... karena tertulis dengan jelas bahwa sekarang adalah bulan September tahun  2017. Dia pun makin kebingungan, dia bertanya.. berapa lama dirinya ada disini? Bukankah setidaknya.. sekitar satu bulan dirinya pergi..?

Segala perkataan Pak Kang terdengar ‘ngaco’ ditelinga Shin-hee, “Kamu itu masih mimpi atau bagaimana...” keluh sang kakak yang lanjut mengira bahwa Shin-woo bertingkah seperti ini akibat dari insiden tempo hari yang mungkin membuat kepalanya sampai cedera.


Merenung di depan cermin, Pak Kang hanya diam memerhatikan pantulan wajahnya sendiri. Sesuai apa kata sang kakak, dia pun akhirnya memilih untuk menganggap semua kejadian magias yang baru saja dialaminya, sebagai sebuah mimpi belaka..


Kedua sahabat Kang Shin-woo, yaitu Min-suk dan Geun-dok datang menjenguknya. Mereka mengkahawatirkannya, tapi syukurlah.. hasil pemeriksaan menunjukkan kalau kondisi Shin-woo baik-baik saja.

Kepada mereka, Shin-woo bercerita mengenai kejadian yang ia anggap sebagai mimpi, yang menurutnya terasa begitu nyata, yang membuatnya bahagia dan sedih di waktu bersamaan, “Aku bermimpi kembali ke masa kita kelas 2 SMA dulu..”

“Mungkin karena sekarang ini, waktunya berdekatan dengan momen meninggalnya ibumu..” komen Min-suk

Menyinggung masa SMA, membuat Geun-sok bertanya, “Apa kalian pernah mendengar kabar tentang Han Ji-soo?”


Dengan lantangnya, Shin-woo bercerita kalau Ji-soo bekerja di RS Universitas Seoul. Secara tak sengaja, mereka bertemu karena ulah Geun-dok dan Min-suk yang menyuruhnya periksa ke dokter.. membahas hal ini, Shin-woo pun melampiaskan kekesalannya karena kedua sahabatnya itu telah keliru mengenai orientasi seksualnya. Tak hanya itu, dia pun lanjut bercerita mengenai Bu Guru Na-hee yang depresi karena akan segera menikah..

Tetapi.. mendengar cerita itu, membuat Geun-dok dan Min-suk keheranan. Mereka memang menjawadwalkan Shin-woo untuk berkonsultasi dengan dokter... tapi waktunya adalah hari ini. Dan mengenai Bu Guru Na-hee, Geun-dok menggeleng tak percaya, “Bu Guru akan menikah? Kenapa dia tak memberitahuku?” gumamnya

“Apa ini? Jadi.. mana kejadian yang merupakan mimpiku dan mana yang merupakan realita..” keluh Shin-woo kebingungan


Tiba-tiba, Geun-dok bertanya: “Apakah kamu memimpikan wali kelas kita juga? Aku penasaran kemana dia pergi..”
Lalu Min-suk menambahkan, bahwa dirinya telah mencari guru mereka dia sosial media tapi tak menemukannya juga..
“Mungkin karena namanya pasaran? ‘Kang Shin Woo’...” celetuk Geun-dok
“Itu namaku..” ujar Shin-woo
“Kalian ‘kan memiliki nama yang sama..” jelas Geun-dok
“Apa? Siapa?” tanya Shin-woo keheranan
“Wali kelas kita.. Kang Shin Woo sonsaeng-nim...” jawab Geun-dok


Spontan, Shin-woo langsung bangkit berjalan keluar meninggalkan mereka yang juga kebingungan dan baru menyadari bahwa wajah Shin-woo sangat mirip dengan wajah  wali kelas mereka duluuu.


Bertemu dengan kakaknya, Shin-woo langsung bertanya dimana dirinya ditemukan? Shin-hee menjawab, kalau Shin-woo ditemukan tenggelam di pantai..
“Bukan di jembatan kunang-kunang?” 
“Jembatan apaan! Aku kerepotan karena harus menjemputmu kepantai itu!”  tukas Shin-hee


Berikutnya muncul Min-suk yang pamit, karena harus menjemput anaknya.. Shin-woo bertanya, berapa usia mereka? 
“7 tahun.. dulu mereka lahir saat kita masih menjadi mahasiwa baru..” jawabnya


Mendengar semua hal itu, membuat Shin-woo terdiam merenung.. dia sadar, kalau apa yang dialaminya ini bukanlah mimpi belaka. Namun yang membuatnya bingung, kenapa semuanya masih sama dan tak ada yang berubah sedikit pun?


Kembali ke ruang rawatnya, Shin-woo berganti pakaian mengenakan setelan serba hitam. Kepada Shin-hee dia mengatakan kalau dirinya ingin mengunjungi ibu, selain itu dia pun mengucap kata maaf, “Noona, maaf karena aku tak bisa melakukan apapun..”
“Sebenarnya, anak ini kenapa...” gumam Shin-hee kebingungan


Di depan pusara ibunya, Shin-woo tak kuasa menahan tangis.. dia benar-benar menyesal atas apa yang telah terjadi, “Bu.. maaf karena aku tak bisa menghentikan insiden itu. Padahal seharusnya, aku bisa menyelamatkanmu. Anda saja, aku tahu kalau saat itu, merupakan momen terakhir kalinya kita bertemu, seharusnya aku memelukmu dengan erat.. maafkan aku bu..” ungkapnya


Pulang ke rumah, Shin-woo langsung masuk ke kamarnya dan mengambil buku dari dalam laci. Dia membuka halaman pertama, dan disana masih tersimpan catatan yang ditinggalkan Ji-soo untuknya. Dia pun bertanya-tanya.. mengapa dia diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu, jika ternyata tak ada yang berubah di masa sekarang (?)


Berpindah ke rumah keluarga Min-suk.. disana dia baru pulang, setelah menjemput kedua anaknya. So-ra menyambut kedatangannya dengan sikap ketus, sambil mengacungkan amplop surat pengunduran diri yang dia ambil dari tas-nya Min-suk, “Ini apa?!”


Awalnya Min-suk berkilah, mengatakan bahwa semua pegawai selalu menyimpan benda itu dalam tas mereka. Tetapi kemudian, So-ra menendang dus paket berisi peralatan menggambar animasi..
Menghela nafas panjang, Min-suk lalu mengeluarkan ponselnya. Dia menunjukkan e-mail balasan dari Pak Kang 10 tahun lalu, ketika dia mengirim tugas video harapannya..


.........
Kim Min Suk,
Sadarkah bahwa kamu tak pernah tersenyum, ketika dirimu menceritakan keinginanmu untuk menjadi seorang pegawai negeri?  Aku berharap, 10 tahun mendatang kamu akan menekuni pekerjaan yang membuatmu bisa tersenyum. Katamu, meskipun sepatumu terlepas ketika berlari mengejar impian kamu akan tetap lanjut menggapai impian tersebut ‘kan? Jadi apa salahnya jika sepasan sepatumu lepas? Kamu masih bisa berjalan perlahan bersama dengan orang yang mau membantumu hingga berhsail kelak. Kuharap, kamu mengambil pilihan yang tak akan membuatmu menyesal
.........


Membaca balasan itu, membuat Min-suk melihat cermin dan menyadari bahwa dirinya memang tak pernah tersenyum akhir-akhir ini. Akan tetapi, So-ra berpikira realistis.. menurutnya setiap orang memang hidup seperti ini, setelah menikah mereka perlu melepas impiannya.

“Kalau memang mau mengejar impianmu, kenapa kau menikahiku!” keluhnya
“Karena dulu, kamu adalah impianku..” ujar Min-suk
“Lalu sekarang bagaimana!” tukas So-ra

“Mimpiku sekarang.. adalah kebahagian kamu dan anak-anak kita. Kalian bisa tersenyum bahagia karena uang yang kudapat dari pekerjaanku..” papar Min-suk yang kemudian menceritakan, bahwa baru-baru ini dia mendapat panggilan dari perusahaan manhwa yang memintanya untuk rutin memposting karyanya tiap minggu. Min-suk berasalan kalau dirinya ingin mengerjakan hal ini dengan serius, “Bolehkan aku melakukannya? 10 tahun yang lalu.. ada saat dimana mimpimu adalah mimpiku juga. Jadi bisakah kamu mempercayaiku sekali ini saja, So-ra?”


Di sekolah, tepatnya di ruang guru.. Mokzart memberikan undangan pernikahan pada Na-hee. Ternyata sekarang, mereka tak memiliki hubungan apapun.. Na-hee tak akan menikah dengannya, karena disana tertulis nama pengantinnya adalah ‘Lee Ji-yeon’

Yang mengejutkan, ternyata.. sosok orang yang paling berpengaruh yang mempertemukannya dengan calon pengantinnya adalah Geun-dok. Selama ini, Geun-sok yang selalu mengaturkan kencan buta untuknya.. 


Tetapi kebalikannya untuk Na-hee, yang selama ini.. kehidupan percintaannya kaca balau, kalau Geun-dok selalu mengacukan kencan butanya~~~~~
Comments


EmoticonEmoticon