1/26/2018

SINOPSIS Longing Heart Episode 6 PART 2

SINOPSIS Longing Heart Episode 6 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Longing Heart Episode 6 Part 1

Geun-dok menelpon Na-hee, bertanya apakah bu guru akan segera menikah dalam waktu dekat?
“Kau mengejekku? Siapa yang mengatakan hal itu!” jawabnya
“Ah.. aku hanya ingin memastikannya saja. Karena tadi, Shin-woo mengatakan hal-hal aneh..” jelas Geun-dok


Na-hee bilang, hari ini dia ada kencan buta dan meminta Geun-dok untuk tidak mengganggunya. Akan tetapi, Geun-dok langsung menyebutnya tengah berbohong, “Kamu tak mengenakan jepit itu, jadi kurasa tak ada kencan buta malam ini..”
Kaget Geun-dok mengetahuinya, Na-hee melihat keluar jendela dan ternyata Geun-dok telah berada disana, duduk dalam mobil sport mewahnya. Tanpa ragu, Geun-dok menggoda Na-hee memintanya untuk berkencan dengannya saja.. toh dirinya telah menjadi pria mapan.


Dengan tegas, Na-hee mengatakan kalau Geun-dok hanya dia anggap sebagai muridnya saja, titik! Tetapi Geun-dok terus merayu dan mengajak Na-hee untuk menemaninya makan.. sayangnya, Na-hee menolak, masih dengan alasan sama.. yaitu karena dimatanya Geun-sok itu bukan seorang pria melainkan seorang muridnya saja.


Berjalan keluar kamarnya, Shin-woo kaget karena melihat kakanya tengah mempersiapkan makanan untuk ritual peringatan hari wafatnya ibu mereka, “Bukankah kita sudah melakukannya?”
“Kapan? Kamu ini kenapa? Padahal dokter bilang kepalamu baik-baik saja..” ujar Shin-hee, “Kita belum melakukannya, seharusnya hari ini.. tapi karena insiden yang menimpamu, aku tidak bisa menyiapkan hidangan lengkap..” tambahnya


Di momen ini, barulah Shin-woo tersadar kalau dirinya kembali ke masa lalu pada malam ini, dan kembali ke masa sekarang di tanggal yang sama tetapi beberapa jam lebih awal. Dia pun melihat jam dinding, dan langsung teringat kalau dari koran yang dia baca.. insiden yang merenggut nyawa Ji-soo akan terjadii sebentar lagi--


Ji-soo sendiri, baru menyelesaikan operasinya.. dia berjalan bersama dengan rekannya yang menyadari bahwa Ji-soo itu sangat kelelahan tapi terus memaksakan diri untuk bekerja, “Beristirahatlah.. aku tahu kamu pekerja keras, tapi aku tak mengerti kenapa pada bulan September kamu bekerja sangat keras..”


Shin-woo memacu mobilnya menuju Rumah Sakit tempat Ji-soo bekerja. Sepanjang perjalanan, dia berdoa.. berharap kali ini dia berhasil hingga dia tak akan mengalami penyesalan yang berlipat ganda.


Dan sekarang, Ji-soo tengah duduk diruangannya. Dia melihat fotonya semasa SMA, lalu dia mengelus cincin di jari manisnya. Ketika rekan kerjanya datang, JI-soo lansgung melepas jasnya dan menagtakan kalau dirinya ingin pergi keluar untuk menghirup udara segar.


Ketika berjalan.. kita melihat Ji-soo beberapa kali memegang kepalanya. Hal itu, mengisyaratkan kalau dia tengah dalam kondisi yang kurang sehat..


Sesaat setelah Ji-soo pergi, datanglah Shin-woo. Mengetahui kalau Ji-soo telah pergi, dia pun meminta konta Ji-soo lalu berulang kali menelponnya. Tetapi sayang sekali, karena tak ada jawaban..


Merasa kalau waktu terus berputar, Shin-woo tak bisa diam begitu saja. Dia pun berlari, mencoba untuk mencari Ji-soo. Saat melewati koridor, tak sengaja dia menyenggol tangan seorang dokter bernama ‘Shin Joo Hwan’ yang juga ternyata tengah mencoba untuk menghubungi Ji-soo~~


Ji-soo sendiri, tengah berada di kedai kopi. Dia mengetahui ada panggilan masuk, tetapi dia malah sengaja mematikan ponselnya. dia pun mengobrol dengan pemilik kedai, yang ternyata merupakan pasien sakit jantung yang pernah diselamatkan olehnya. 
Ahjumma itu menceritakan pengalamannya.. dia bilang, ketika ‘sekarat’ tiba-tiba seluruh momen bahagia dalam hidupnya melintas dalam pikirannya bagaikan sebuah kilat. Momen singkat yang sangat aneh tapi menakjubkan..


Shin-woo mendatangi kantor polisi dan meminta mereka untuk mengadakan pemeriksaan pengendara mabuk. Namun dia harus menerima penolakan karena permintaannya tak memiliki alasan yang jelas.
“Tapi, sebentar lagi akan terjadi inisden!” ujar Shin-woo
“Darimana kau tahu..” tukas  pak polisi


Alhasil, Shin-woo pun berjalan pergi. Bersamaan dengan itu, si pak polisi bercerita pada rekannya, dia bilang.. sekitar 10 tahun yang lalu, dia pernah bertemu dengan pria ‘aneh’ yang melompat kedalam sungai dan berteriak menagtakan kalau dirinya akan pergi ke masa depan *iyaa, itutuh Shin-woo jugaaa*


Di pintu keluar, Shin-woo malah berpapasn dengan Sung-jin yang sekarang telah menjadi seorang polisi, “Sonsaeng-nim?”
“Si berandal.. eh, maksudku Go Sung Jin..”


Berpindah ke jalan raya, akhirnya beberapa orang polisi ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan pengemudi mabuk. Sung-jin mengobrol dengan Shin-woo, dia bilang dia mengira Shin-woo sebagai Pak Kang karena mereka sangat mirip, “Apa kamu tahu, sekarang Pak Kang bagaimana kabarnya?”
“Ah tidak... memangnya kenapa?”
“Ada hal yang ingin kutanyakan... aku ingin tahu, jika dia melihatku apakah dia akan menganggapku telah memanfaatkan kesempatan yang dia berikan padaku dengan baik?”
Shin-woo tersenyum, dia menjawab ‘ya’ kemudian mengucap terimakasih karena Sung-jin telah mengabulkan permintaannya yang tak jelas alasannya.
“Tak apa.. anggap saja ini sebagai balasan atas sikapmu yang telah mengakui kesalahanku dulu. Sekarang kita impas..” jawab Sung-jin


Karena harus berpatroli, Sung-jin pamit.. tapi sebelum itu, Shin-woo mengatakan: “Sungguh, aku sangat bersyukur karena bisa melihatmu lagi seperti ini..”


Melihat jam tangannya, Shin-woo menyadari bahwa insiden kecelakaan itu akan terjadi sebentar lagi. Kebetulan, ada seorang pengemudi mabuk yang lolos dan malah mengendari mobilnya ugal-ugalan..
Spontan, Shin-woo memasuki mobilnya untuk mengejar mobil tersebut, “Kali ini, aku tak akan membiarkan insiden itu terjadi!” tegasnya


Ji-soo hendak menyebrang jalan, tapi dia terus memegangi kepalanya. Cara berjalannya pun terlihat sangat lesu... bersamaan dengan itu, muncullah mobil ugal-ugalan yang melaju kencang kearahnya hingga membuat JI-soo diam, tak tahu harus berbuat apa..


Untung saja, beberapa detik sebelum insiden itu terjadi.. mobil Shin-woo datang dan lansgung menjadi tameng pelindungnya. Ji-soo yang panik.. berlari menuju mobil tersebut, dia membuka pintunya lalu mengeluarkan Shin-woo.. tapi Shin-woo malah lansgung memeluknya erat dengan mata yang berkaca-kaca.


Sesaat, waktu seakan terhenti... mereka diam di posisi itu, hingga Shin-woo mengatakan: “Terimakasih.. karena telah berada disini seperti ini..”
“Shin-woo? Apakah kamu benar-benar Shin-woo?” tanya Ji-soo yang juga tak kuasa menahan air matanya
Bantuan datang dan Shin-woo dibawa ke Rumah Sakit. Kebetulan, rekan Ji-soo yang menanganinya dan syukurlah Shin-woo hanya mengalami luka lecet ringan.


Ketika melihat Shin-woo berjalan kearahnya, sekilas Ji-soo seakan melihat sosok Pak Kang. Dengan spontan, dia pun sempat menyebut nama Pak Kang.. tapi kemudian, Shin-woo mengajaknya mengobrol layaknya teman biasa.


Bak mengulang apa yang telah terjadi.. kalimat yang keluar dari bibir Ji-soo sama persis dengan apa yang telah dia katakan pada Shin-woo, kala itu ketika mereka bertemu di hari yang sama, tapi kali ini Shin-woo yang sengaja memberikan jawaban berbeda..
“Lucu yaa, kita bisa bertemu lagi dalam kondisi seperti ini..” ujar Ji-soo
“Itu karena aku mencarimu..” ungkap Shin-woo
“Aku sibuk, bahkan aku tak terlalu ingat pada kamu dan teman-teman yang lainnya..” tutur JI-soo
“Tak apa, karena aku mengingat semuanya..” ucap Shin-woo


Karena ada panggilan, Ji-soo pun pamit. Tapi tiba-tiba, Shin-woo berkata: “Aku menyukaimu.. aku sangat menyukaimu..”
Terdiam sejenak, lalu JI-soo menjawab: “Iyakah? Tapi itu kejadian dulu.. mungkin kita bisa membicakan masa lalu kita di lain waktu, kalau ada kesempatan..”


“Tapi untukku.. itu bukanlah sesuatu yang hanya terjadi di masa lalu. Aku mengingat semuanya dengan sangat jelas, seakan itu baru terjadi kemarin. Lagipula,, sekarang pun perasaanku masih sama...” papar Shin-woo
“Bagiku, semua itu hanyalah sesuatu yang ingin kukubur di masa lalu. Makanya---”
“Kamu ingin kita tak bertemu lagi? Kenapa? Karena kita tidak ditakdirkan untuk bersama? Aku tak peduli.. aku tak peduli apapun alasannya. Aku tak ingin hidup dalam penyesalan yang sama..” ucap Shin-woo
Comments


EmoticonEmoticon