1/26/2018

SINOPSIS Longing Heart Episode 6 PART 3

SINOPSIS Longing Heart Episode 6 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Longing Heart Episode 6 Part 2

Seorang dokter pria muncul dan langsung memeluk Ji-soo dengan erat, nampaknya dia sangat khawatir dan bersyukur karena Ji-soo baik-baik saja.
“Sunbae..” ucap Ji-soo


Ketika kita lihat wajahnya, ternyata dia adalah Shin Joo-hwan... doketr yang tadi berpapasan dengan Shin-woo sekaligus kakak tingkat yang cintanya pernah ditolah Ji-soo sewaktu SMA. Joo-hwan memperkenalkan dirinya pada Shin-woo, dia bilang dia adalah kekasihnya Ji-soo..


Berpindah ke  depan rumahnya Shin-woo.. kita melihat hal mengejutkan. Dalam kondisi yang lusuh, Shin-woo dari masa lalu berjalan menuju rumahnya sendiri, yang disana tengah ada kakaknya saja,


Kembali ke rumah sakit, Shin-woo menertawakan Joo-hwan dan menyebutnya pembohong, “Mana ada, perempuan yang menunjukkan ekspresi seperti itu ketika memperkenalkan pacarnya..” ujar Shin-woo

Baiklah, Joo-hwan mengaku kalau perkataannya agak kurang tepat, lalu dia mengulang kalimatnya dengan memperkenalkan diri sebagai ‘calon’ pacarnya Ji-soo. Itu membuat tersenyum nyinyir, “Bermimpi saja, lagipula nanti akan terbangun..” sindirnya

Tak mau kalah, Joo-hwan meminta Shin-woo untuk berbicara sopan padanya karena bagaimana pun juga dia adalah kakak tingkat Shin-woo. Hal tersebut memang benar, namun dalah hatinya... Shin-woo mengatakan kalau dia pernah menjadi gurunya Joo-hwan.


Perdebatan mereka, berkahir seketika Ji-soo pamit pergi karena dia dipanggil menghadap Profesornya. Sekali lagi, dia pun berterimakasih pada Shin-woo yang telah menyelamatkannya hari ini.


Saat berjalan keluar, Shin-woo menderima telpon dari kakaknya yang menyebutkan bahwa ada seorang siswa Shin-woo yang datang kerumah.
“Siswa apanya? Aku bahkan belum mulai mengajar..” gumamnya heran


Joo-hwan berpikir.. dia tak mengerti dengan tingkahnya sendiri. Meskipun tahu kalau Shin-woo adalah adik tingkatnya, entah kenapa dia serasa tak bisa tegas menyuruhnya untuk bersikap sopan kepadanya. 


Tak lama kemudian, datanglah Ji-soo yang menghampirinya sambil membawa secarik kertas perintah penugasan ke pulau Garam, “Sunbae, kenapa namaku ada disini?!” tanyanya
“Karena namaku ada disana juga..” jawab Joo-hwan yang kemudian merayu Ji-soo memintanya, bersedia ikut dengannya karena siapa tahu disana mereka ‘cinlok’.
Ji-soo menghela nafas panjang, mengatakan kalau hampir seluruh dokter wanita muda disini pernah jadi mantannya Joo-hwan, jadi untuk apa dia terus mengejarnya..
“Karena aku hanya ingin bersama denganmu!” jawabnya


Pulang ke rumahnya, Shin-woo melihat seroang remaja yang tengah mencuci piring. Ketika didekati, dia sangat kaget karena ternyata itu adalah Shin-woo dari masa lalu..
Dengan panik, dia pun menghampiri kakaknya untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi ternyata, Shin-woo ‘junior’ telah memberi penjelasan dengan menyebut dirinya sebagai siswa Shin-woo yang keluarganya bangkrut dan tengah dikejar-kejar rentenir..


Setelah kakaknya masuk kamar, kedua Shin-woo itu berbicara. Shin-woo bertanya-tanya mengapa ini bisa terjadi?
“Karena aku mengikutimu pak..”


Ternyata, setelah sesaat setelah Shin-woo menceburkan diri.. Shin-woo satunya lagi juga ikutan melompat.. niatnya untuk menyelamatkan, tapi dia malah terbawa ke masa depan.
Mereka tak ditemukan bersama, karena Shin-woo ‘junior’ dibawa ke Rumah sakit yang berbeda. Makanya,  butuh waktu sehari untuknya bisa sampai ke rumah ini. 
Melihat ekspresinya yang begitu santai, membuat Shin-woo bertanya, “Kok bisa.. kamu beradaptasi secepat ini?!”


Mendengar pertanyaan itu, seketika membuat Shin-woo ‘junior’ tak kuasa menahan tangis. Dia pun bertanya, “Ibu kita.. dimana? Kenapa aku tak melihatnya?”


Shin-woo tak bisa menjawab pertanyaan itu, dia pun hanya membiarkan Shin-woo ‘junior’ menangis begitu saja..


Beberapa hari berlalu.. duo Shin-woo berdiri di dermaga yang menghadap ke lautan. Shin-woo ‘junior’ terlihat sangat berduka.. matanya terus berkaca-kaca, dia bertanya  adakah cara supaya dirinya bisa kembali? Karena mau di masa ini... ataupun masa dulu, semuanya sama saja, yaitu ibunya telah tiada.

Sembari memegangi dadanya.. dia pun bercerita, bahwa dia merasakan ada sebuah lubang dalam hatinya yang membuatnya kesakitan setiap kali benafas, “Apakah suatu saat nanti aku akan baik-baik saja? Apakah lubang ini bisa tertutup lagi? Kurasa anda akan mengetahui jawabannya.. karena anda adalah aku..”


“Tidak..” jawab Shin-woo, “Lubang itu, masih ada dihatiku. Lubang itu tak akan pernah menghilang, malah akan ada bunga yang tumbuh disekitarnya. Nanti akan ada hujan.. badai.. lalu pelangi.. Karena kamu hidup,, maka waktu yang akan membuatmu mempelajari caranya untuk bertahan hidup...” tambahnya
Sekarang memang terasa berat, teapi Shin-woo masih sangat muda.. hal yang berat, jika dia harus mengetahui apa yang terjadi di masa depan jadi sebaiknya, mereka segera mencari cara supaya Shin-woo bisa kembali ke tempatnya berasal.


Ketika Shin-woo hendak berjalan pulang.. Shin-woo ‘junior’ bertanya padanya, “Sonsaeng-nim.. Ji-soo bagaimana?”
Dengan kikuk, Shin-woo berbohong.. dia mengatakan JI-soo baik-baik saja dan memiliki hubungan yang sangat baik dengannya, “Kamu tak perlu mengkhawatirkanku..” ujarnya


“Lihatlah.. mengetahui masa depan seperti kutukan untuknya. Jika dia tahu apa yang terjadi padaku dan JI-soo selama 10 tahun kebelakang, pasti sangat menyedihkan untuknya..” gumam Shin-woo


Joo-hwan memberikan sebotol obat untuk Ji-soo yang kelihatannya mengalami mabuk laut yang cukup parah. Mereka berdua tengah menumpangi kapal feri untuk berangkat menuju pulau garam dan ternyata, Ji-soo memang selalu seperti ini ketika berada di kapal.
Tiba-tiba, JI-soo bertanya: “Sunbae.. pernahkah kamu melihat  seluruh momen kehidupanmu terputar sekejap tepat di depan matamu?”
“Maksukmu?”


“Aku pernah melihatnya.. beberapa waktu lalu, ketika aku hampir mengalami kecelakaan. Orang bilang, mereka melihat hal semacam itu ketika berada pada momen antara hidup dan matinya.. dan ternyata memang benar. Aku melihat seluruh momen bahagia... dan melihat orang-orang yang ingin kutemui...” ungkap JI-soo
“Lalu, apa yang kamu lihat memangnya?” tanya Joo-hwan
“Tempat ini.. aku melihat tempat ini..” jawab Ji-soo


Sesampainya di dermaga, Ji-soo meminta Joo-han untuk pergi duluan karena dirinya harus pergi ke suatu tempat lebih dulu.


Ternyata, Ji-soo berjalan menuju dermaga. Dia menaruh sebuket bunga, lalu melepas cincin di jari manisnya.. seketika, dia pun teringat momen yang terlintas di pikirannya tempo hari, ialah seluruh momen besama dengan Shin-woo ketika dirinya masih tinggal di pulai ini semasa SMA.


Sambil melihat cincinnya, Ji-soo mengatakan: “Ahjumma (panggilan untuk ibunya Shin-woo?) .... aku fikir aku tak akan pernah bisa melupakan apapun. Maka dari itu, aku tak bisa menyimpan benda ini lebih lama lagi... maaf karena butuh waktu yang cukup lama untuk mengembalikannya kepadamu..”


Tak sengaja, cincin itu terjatuh dan menggelinding kedepan, tapi tiba-tiba datang Shin-woo yang langsung mengambilnya. Terdiam.. mereka pun saling menatap satu sama lain--


Comments


EmoticonEmoticon