1/30/2018

SINOPSIS Longing Heart Episode 7 PART 1

SINOPSIS Longing Heart Episode 7 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Longing Heart Episode 6 Part 3

Bertemu secara tak sengaja,.. Shin-woo malah terdiam menatap Ji-soo dengan sendu, begitu pun sebaliknya. Tiba-tiba turun hujan, spontan Shin-woo membuka payungnya untuk melindungi Ji-soo supaya tidak kebasahan. Momen ini, seakan mengulang kenangan lama diantara mereka berdua..


“Maaf.. kurasa, kamu sangat mirip dengan salah satu temanku..” ucap Ji-soo yang kemudian hendak berjalan pergi.


Tetapi, Shin-woo meraih tangannya, “Ini hujan..” ucapnya yang kemudian secara sukarela mengantar Ji-soo hingga ke tempat tujuannya, yaitu sebuah Rumah Sakit.


“Kenapa kita ada di rumah sakit?” tanya Shin-woo
“Disana adalah tempat kerjaku.. aku ini seorang dokter..”
“Dokter? Pekerjaan yang cocok denganmu..”
“Wah.. sekarang tempat ini, bahkan sudah punya Rumah Sakit-nya sendiri..”
“Memang, ini pertama kalinya kamu berada disini?”
“Iya.. sepuluh tahun terakhir, aku berada di luar negeri. Tapi semasa SMA aku pernah sekolah di daerah sini..”


Mendengar jawaban itu, membuat Shin-woo agak terkejut. Ketika ingin bertanya lebih lanjut, ponsel Ji-soo berdering.. itu telpon dari Joo-hwan yang bertanya dimana Ji-soo, lalu tiba-tiba muncul untuk menjemputnya.


Melihat Shin-woo, membuat Joo-hwan bertanya: “Dia siapa?”

“Oh.. dia orang yang berbagi payung denganku, karena hujannya cukup deras..” jawab Ji-soo yang kemudian berpindah dibawah lindungan payung Joo-hwan

Berikutnya, Joo-hwan bertanya darimana saja Ji-soo? Apakah Ji-soo bertemu dengan teman lamanya disini?

“Tidak.. lagipula 10 tahun kebelakang, aku tak pernah berkomunikasi dengan mereka lagi..” jawab Ji-soo
“Bagaimana dengan teman yang bertemu di Rumah Sakit, kemarin?” tanya Joo-hwan
“Itu pun.. menjadi pertama kalinya aku bertemu dengan Shin-woo lagi..” jawab Ji-soo


Ji-soo berterimakasih pada Shin-woo yang telah berbagi payung dengannya, setelah itu dia pun berjalan pergi bersama dengan Joo-hwan..


Shin-woo remaja pulang kerumah.. mendadak, dia menyatakan kalau dirinya tak ingin kembali ke masa lalu. Hal itu membuat Shin-woo panik.. dia pun berulangkali bertanya kenapa???


“Karena kau berbohong!”
“Bohong apanya?”
“Katamu, semuanya berjalan dengan lancar..... tapi, apakah tidak berkomunikasi selama 10 tahun merupakan sesuatu yang baik-baik saja?! Dan satu lagi.. kenapa kamu tak memberitahuku, kalau Ji-soo sekolah ke luar negeri ?!”
“Memang siapa yang mengatakan itu semua kepadamu?”
“Ji-soo! Dia mengatakan semuanya dengan mulutnya sendiri!”
“K..Kau bertemu dengan Ji-soo?  Ji-soo ada disini sekarang?”


Ji-soo sendiri, tengah merapikan barang-barangnya. Dia melihat fotonya semasa SMA bersama dengan keempat sahabat dekatnya. Teringat momen barusan, ternyata dia menyadari bahwa pria yang memayunginya sangat mirip dengan Shin-woo.. sempat bertanya siapa namanya, tetapi Shin-wo menjawab kalau dia akan memberitahukannya di lain waktu.


Cincin yang tadinya ingin dia kembalikan, pada akhirnya malah kembali lagi dan tanpa dia ketahui... Shin-woo sendiri yang mengembalikan itu padanya..


Di pagi hari, Shin-woo remaja menyiapkan sarapan untuk Shin-woo. 

“Kau menggunakan ini untuk menyogokku?”
“Yasudah, jangan dimakan kalau tidak mau..”
“Hfftt... apa yang akan kau lakukan jika tetap tinggal disini dan tak kembali?!”
“Aku tak pernah bilang akan melakukan apapun.. aku hanya butuh sedikit waktu. Aku sedih karena harus berpisah dengan seseorang, sementara aku belum memiliki persiapan apapun. Setidaknya, aku masih bisa bertemu dengan Ji-soo. Meskipun sekarang dia sudah berusia 28 tahun..”


Terbawa suasana, hampir saja permintaan Shin-woo dia kabulkan. Akan tetapi, dia segera tersadar dan menyuruh Shin-woo untuk segera  kembali ke tempat asalnya saja, 

“Hey Kang Shin-woo, coba pikirkan ini baik-baik. Kau hanya beruntung, karena JI-soo tak mengenalimu. Dulu.. aku datang dari masa depan,, dan sekarang kau datang dari masa lalu.. maka semua orang akan mengenalimu. Bagaimana dengan Min-suk? Geun-dok? So-ra? Mereka pasti lansgung mengenali siapa dirimu! Bagaimana menjelaskannya, kalau kau tak sengaja bertemu dengan mereka?”
“Tapi sonsaeng-nim.. kalau tiba-tiba kau bertemu dengan seseorang yang sangat mirip dengan Min-suk semasa remaja, apa yang akan kamu pikirkan?”
“Hmm.. mungkin mereka bersaudara?”
“Perjalanan waktu vs ikatan saudara.. mana yang lebih bisa dipercaya?”
“Ikatan saudara..”
“Yasudah... selesai kalau begitu, kita tinggal bilang kalau kita ini saudara..”


“Hey Kang Shin Woo! Kalau kau terus bertingkah seperti ini, maka hiduplah sesukamu! Kau bisa menggembel di jalanan!”
“Sonsaeng-nim.. kurasa anda tak bisa mengancamku. Bagaimana pun juga, diriku adalah dirimu di masa lalu. Kalau kau memngabaikanku.. apa yang akan terjadi padamu..”


“Ugh! Bocah itu, kenapa dia sangat cerdik! Sekarang, apa yang harus kulakukan padanya?!”
Dalam toilet, mereka bercukur bersama.. Shin-woo remaja, kagum terhadap alat cukur dan krim yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Spontan, Shin-woo dewasa mengatakan kalau dia akan memberikan 10 bahkan 100 box krim pencukur, asalakan Shin-woo mau kembali ke asalnya.


Tetapi Shin-woo menolaknya, dan itu membuat Shin-woo dewasa kesal hingga menyiraminya dengan air shower. Ketika tengah berseteru, terdengar suara bel.. dan ternyata, ada So-ra yang datang berkunjung. Dengan tegas, Shin-woo dewasa meminta Shin-woo remaja untuk tetap diam disini, jangan sampai So-ra mengetahui keberadaannya!


Ternyata, So-ra datang kesini hanya untuk ‘curhat’ mengenai permasalahannya dengan Min-suk. Dia bertanya apakah Shin-woo benar-benar tak mengetahui atau memiliki kontak wali kelas mereka dulu (Pak Kang)

“Memangnya kenapa?”
“Kenapa dulu guru itu mengatakan hal yang aneh-aneh dan memberikan harapan palus pada Min-suk!”
“Hah?!”
“Kim Min Suk berhenti dari pekerjaannya! Dia bilang, dia ingin menggambar lagi!”
“Terus?”
“Terus apanya? Ya jelaslah.. aku menyuruhnya untuk menandatangai surat cerai kalau dia mengajukan surat pengunduran dirinya! Lihatlah.. apa yang akan kulakukan, kalau sampai aku bertemu dengan pak guru itu lagi! Kalau sampai aku bercerai, maka semuanya adalah salah dia!”
“Hftt... maafkan..”
“Min-suk pikir, hanya dia yang mengalami masa-masa sulit?! `Impian` ? Shhttt, omong kosong! Memangnya, hanya dia yang harus menyerah dengan mimpinya?! Kamu pikir, aku hidup seperti ini karena aku menginginkannya?!”
“Tapi memangnya.. kamu lupa, kalau pak guru pernah menyuruh kalian untuk menyelesaikan masalah kalian sendiri??”


“Apa?!” tukas So-ra sambil meremas kaleng bir-nya
“Ah.. bukan apa-apa..”
“Ohiya.. Geun Dok bilang, syuting-nya telah selesai dan dia akan pulang kesini. Sepertinya, dia akan disini untuk beberapa saat. Maka dari itu, kita ada rencana untuk berkumpul besok. Kamu punya waktu besok?”
“Hmm iya. Tapi, bolehkah aku mengajak satu orang lagi?”
“Siapa?”
“Akan kuberitahu kalau dia setuju untuk datang.”
“Baiklah.. kalau begitu, aku pamit karena harus menjemput anakku dulu..”


Shin-woo remaja, menguping pembicaraan mereka. Dia takjub... mengetahui kalau So-ra menikah dengan Minsuk dan Geun-sok telah menjadi seorang aktor..


Ketika So-ra berjalan pergi, Shin-woo memanggilnya.. dia bilang So-ra masih sama cantiknya seperti dulu ketika mereka masih duduk di bangku SMA. Hal itu membuat So-ra tersentuh.. dia tak mengatakannya, tapi ekspresinya menjelaskan bagaimana perasaannya.

“Hmm, Kang Shin-woo.. aku numpang ke toilet yaa..”


Mendengar itu, sepontan membuat Shin-woo panik. Dia meminta So-ra untuk menunggu sebentar sementar dirinya masuk kedalam dan bergegas menyuruh Shin-woo untuk bersembunyi. Karena kepanikannya, Shin-woo dewasa sampai membuat Shin-woo remaja terjatuh dan tangannya terinjak.. namun pada akhirnya, dia berhasil disembunyikan bertepatan dengan masuknya So-ra kedalam rumah.


“Ada orang lain dirumahmu?”  tanya So-ra
“Hmmm.. tak ada.. lagipula siapa lagi orang yang ada dirumahku..” jawab Shin-woo dengan gugup


Kehebohan tadi, ternyata benar-benar membuat tangan Shin-woo remaja terluka. Mereka pun pergi ke Rumah Sakit dan kebetulan... dinasalah merea bertermu dengan Ji-soo yang kemudian menjadi dokter yang menanganinya.

Comments


EmoticonEmoticon