1/31/2018

SINOPSIS Longing Heart Episode 8 PART 1

SINOPSIS Longing Heart Episode 8 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Longing Heart Episode 7 Part 3

Meskipun menyakitkan, bahkan hingga membuat Shin-woo sampai menitikan air matanya.. tetapi demi Ji-soo yang tengah mabuk, dia rela dirinya dinggap sebagai Pak Kang, 


Setelah memeluknya erat, dan menagtakan bahwa dia sangat merindukan sosok Pak Kang, Ji-soo tersenyum.. dia sadar kalau saat ini, mereka tengah berada di sekitar SMA-nya dulu.


Seakan bernostalgia, mereka masuk ke sekolahnya lewat pagar samping dan dengan cara yang sama persis dengan ketika mereka bertemu untuk yang pertama kalinya.

Ji-soo : “Aku jadi ingat lagi, hari pertamaku pindah ke sekolah ini..”

Shin-woo : “Tapi syukurlah, hari ini kamu tidak mengenakan rok..”

Ji-soo : “Bisakah kita masuk ke kelas kita dulu?”

Shin-woo : “Silahkan, lakukan saja semua yang kamu inginkan”


Shin-woo remaja yang telah kembali ke Rumah Sakit, mencari Ji-soo di ruangannya tapi tak ada siapapun disana. Karena penasaran, dia pun masuk.. tak sengaja, dia melihat isi laci Joo-hwan yang terdapat beberapa buah kotak cincin, “Wah.. pacarnya pasti sangat banyak, sampai dia menyimpan semua ini..” celotehnya


Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki dan masuklah Joo-hwan. Spontan, Shin-woo bersembunyi dibawah meja Ji-soo. Disana, dia pun mendengar percakapan Joo-hwan dengan temannya via telpon, 


Joo-hwan : “Aku sengaja membawanya kesini, supaya dia tidak bekerja terlalu keras. Tapi pada dasarnya dia memang orang yang gila kerja. 10 tahun kebelakang, aku hanya menyukainya. Memang aku ini terdengar seperti orang yang bodoh. Tapi apapun yang terjadi, aku tak akan membiarkan siapapun untuk merebutnya dariku..”


Melirik cincin yang tadinya ingin dia berikan pada Ji-soo, Joo-hwan teringat bagaimana cara dia membelinya. Ternyata.. dia sengaja meminta Ji-soo untuk memilih cincin itu sendiri, tanpa memberitahu Ji-soo bahwa itu akan diberikan kepadanya.


Sesaat setelah Joo-hwan meninggalkan ruangan, Shin-woo berkomentar, “Yang kudengar barusan, berbeda dengan apa yang Ji-soo ceritakan”

Ketika hendak berdiri, tak sengaja kepala Shin-woo menyundul sudut meja dan terjatuhlah sebuah cincin dari meja Ji-soo~


Saat ini, Ji-soo dan Shin-wo tengah duduk di ruang kelas mereka dulu. Ji-soo yang masih menganggap Shin-woo sebagai Pak Kang, menceritakan sebuah rahasia.. ternyata, malam itu ketika mereka terjebak karena api, Ji-soo berbohong.. dia bilang dia tak membawa ponselnya padahal sebaliknya.


Ji-soo : “Karena telah berkata jujur, maka kabulkanlah satu permintaanku..”

Shin-woo : “Permintaan apa?”


Ji-soo bilang, dia ingin Pak Kang melakukan hal sama seperti yang dulu pernah dia lakukan.. yaitu mengelus kepalanya sambil mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja~


Cincin yang terjatuh, diambill oleh Shin-woo.. dia kaget, karena teringat bahwa cincin itu sama seperti yang dia beli dan sempat dia berikan untuk ibunya, “Kenapa ini ada disini?”


Shin-woo mendekap Ji-soo, dia mengabulkan permintaannya. Lalu Ji-soo bilang, pada momen ini dia berharap dirinya bisa memutar kembali waktu..


Keesokan paginya, Ji-soo terbangun dalam ruangan menginapnya di Rumah Sakit. Dia pun kebingunan, bagaimana caranya dia bisa pulang ke tempat ini? 


Di meja samping tempat tidurnya, telah tersimpan sebotol minuman pereda mabuk..


Shin-woo remaja masih bertanya-tanya, mengapa Ji-soo memiliki cincin yang modelnya sama persis dengan cincin yang dibelinya, “Bagaimana cara dia mendapatkannya? Apa dia bertemu dengan ibu? Atau mungkinkah dia memang memiliki cincin yang modelnya sama dengan yang kubeli?”


Tiba-tiba, Ji-soo datang menghampirinya lalu bertanya apakah semalam yang mengantarnya pulang adalah Shin-woo (dewasa). Dengan santainya, Shin-woo (remaja) berbohong, mengatakan bahwa yang mengantar Ji-soo adalah dirinya.


Berikutnya, Ji-soo meminta bantuannya untuk mengartikan isi pesan dari salah satu pasien Ji-soo di Seoul yang seusia dengan Shin-woo (remaja). Sayangnya, dia malah dibuat bingung.. dengan gaya ketikan bahasa ‘gaul’ yang banyak disingkat-singkat.. hingga datanglah Shin-woo (dewasa) yang lebih jago mengartikan isi pesan tersebut, yang kurang lebih memuji kecantikan Ji-soo. 


Berjalan berdampingan, Shin-woo (remaja) bertanya mengapa Shin-woo (dewasa) memintanya untuk berbohong pada Ji-soo mengenai kejadian semalam?


Teringat momen tadi malam, ternyata Shin-woo sempat mendengar Ji-soo mengingau, mengatakan: “Shin-woo yaa... maafkan aku..”


Shin-woo: “Biar dia melupakannya, dan menganggap itu sebatas mimpinya saja”


Sekarang karena Shin-woo (dewasa) harus berangkat kerja, dia meminta Shin-woo (remaja) untuk menyelesaikan tugasnya, “Aku telah membayarkan biaya rawatmu yang sangat mahal, jadi jangan lupa untuk lakukan apa yang telah kuperintahkan”
Comments


EmoticonEmoticon