1/07/2018

SINOPSIS Money Plower Episode 11 PART 2

SINOPSIS Money Plower Episode 11 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Puji
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Money Plower Episode 11 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Money Plower Episode 12 Part 1

Anggota Kongres Na dan Asistennya tengah membahas penggunaan dana terakhir kampanye mereka. keduanya belum bisa memutuskan akan mengirim dana itu ke daerah mana. Namun Anggota Kongres Na memperingatkan agar aliran dana mereka jangan sampai terlacak.


Pimpinan Jang dan Presdir Jang Sung Man menemui Kandidat Hwang. Mereka berbasa-basi sejenak membicarakan kesuksesan Kandidat Hwang dalam memenangkan pemilu. Kemudian, Pimpinan Jang menyuruh Sung Man untuk segera ke point utama pertemuan mereka.

Presdir Jang Sung Man pun menyodorkan kotak yang sudah mereka persiapkan. Pimpinan Jang berkata, “Anggota Kongres Na dan keluargaku adalah kerabat karena cucuku menikahi putrinya. Tentu saja, hatiku mendukungnya. Dengar, Kandidat Hwang. Jika kamu menjadi kandidat presiden dengan kemampuanmu, aku akan membantumu lagi nanti.”


Yong Goo melapor pada Pil Joo kalau Presdir Jang dan Pimpinan Jang baru saja menemui Kandidat Hwang. Rupanya, insting Pil Joo memang benar. Pil Joo memang sudah menduganya sejak awal, tapi dia tak menyangka kalau Pimpinan Jang memiliki rencana lain.

Tersisa tujuh pemilihan daerah lagi. Jika Kandidat Hwang menang di Provinsi Gyeonggi, pertarungan mereka di Seoul bisa menjadi buruk. Jika begitu, hasil pemilihan akan tipis bagi Anggota Kongres Na. Pimpinan Jang sudah menghitung peluangnya dan punya rencana lain. Pil Joo menyuruh Yong Goo untuk terus mengawasi Kandidat Hwang.


Pil Joo kemudian pergi untuk menemui Pimpinan Jang. Pimpinan Jang dengan santai mengatakan kalau dia tak pernah berjanji untuk mendukung Ketua Kongres Na saja. Ia bebas menggunakan uang dia semaunya.

Pil Joo datang bukan untuk membahas itu. Ia menunjukkan rekaman suara Presdir Jang Sung Man. Presdir Jang berkata, “Kue beras yang kamu kirimkan kepada Anggota Kongres Na hari ini, aku memakannya, Pil Joo. Tapi nantinya kamu harus lebih berhati-hati. Kamu Kang Pil Joo. Bisa-bisanya membuat kesalahan itu.”


Pimpinan Jang langsung bisa mengerti, Presdir Jang Sung Man sudah memakan uangnya. Pil Joo menerangkan kalau Presdir Jang sebenarnya tidak menginginkan adanya pembangunan menara Cheong Ah. 

Pil Joo meminta maaf, awalnya, dia tak berniat menunjukkan rekaman itu. karena dia tidak mau merusak hubungan Ayah dan Anak. Tapi, dia menunjukkan rekaman itu demi menjalankan tugas.

Pimpinan Jang tertawa, “Untuk apa aku membuang putraku yang membuat kesalahan? Aku akan mengomelinya dengan benar. Hapuslah itu segera.”


Pimpinan Jang mengatur rapat mendadak untuk membahas pembangunan menara Cheong A. Presdir Jang pun langsung memberikan alasan ketidak-setujuannya. Di tempat itu, dekat dengan fasilitas militer, mereka tidak akan bisa mendapatkan izin. Lagipula, gedung pencakar langit sudah tidak jaman sekarang. Lebih baik, mereka mengalokasikan dana untuk bisnis lainnya.

Kalau begitu, Pimpinan Jang menyuruh Presdir Jang untuk cuti dari managemen perusahaan. Ia yang akan mengambil alih managemen selama pembangunan menara Cheong A. Semua orang terkejut mendengar keputusan Pimpinan Jang.

“Jika tidak mau cuti panjang, kamu harus memimpin pembangunan Menara Cheong A.” Pungkas Pimpinan Jang.


Setelah rapat, Yeo Cheon tampak memikirkan sesuatu. Dia menelepon Ibunya dan meminta dia mendapatkan catatan medis Na Mo Hyun.


Tak lama kemudian, Asisten Yeo Cheon masuk ke ruangannya. Dia tampak khawatir karena memeriksa latar belakang atasan perusahaan adalah sesuatu yang terlarang. Dia dan timnya bisa dipecat.

Yeo Cheon tak mau tahu. Mereka bisa melakukan satu pengecualian pada Boo Cheon saja. Dia yakin kalau Boo Cheon punya satu atau dua wanita disampingnya. Kalau memang tidak mau, dia mengancam Asistennya dan semua anggota timnya akan dipecat.


Boo Cheon masuk ke ruangan Pil Joo untuk meminta penjelasan apa yang telah terjadi. Dia yakin kalau semua kekacauan ini karena ulahnya. Pil Joo pun memberitahukan kalau Presdir Jang telah mempertemukan Pimpinan Jang dan Kandidat Hwang lalu memberinya uang.

Apa? Boo Cheon sempat tak percaya. Namun Pil Joo dengan dingin menekankan kalau ini adalah medan pertempuran. Mereka semua sedang mencari setiap celah untuk mempertahankan hidupnya. Masalahnya, Presdir Jang adalah musuh mereka.


Setelah membahas masalah itu, Boo Cheon tak langsung pergi. Dia membahas Mo Hyun yang beralasan kalau dia pergi ke kebun lebah dan tanpa sengaja bertemu dengan Pil Joo. Apa itu benar-benar sebuah kebetulan?

“Apa yang ingin kamu katakan?”

Perihal tadi malam, Boo Cheon tahu kalau Mo Hyun memang pelupa. Tapi seharusnya Pil Joo menghubunginya. Dia pasti tahu kalau ia akan mencemaskan Mo Hyun. Pil Joo mengernyit, jadi Mo Hyun tak menghubungimu?

Iya, ponselnya tertinggal di rumah, jawab Boo Cheon getir. Dia tidak pernah melihat Mo Hyun tidur dengan lelap. Iya, dia bersyukur kalau Mo Hyun bisa tidur lelap. Tapi dia kesal karena Mo Hyun tidak tidur dengan lelap bersamanya. Ia menyuruh Pil Joo supaya hal semacam itu jangan sampai terjadi lagi.


Bo Cheon pergi ke rumah Seo Won. Seo Won sudah menunggunya didepan pintu. Ia menceritakan dengan takut kalau seseorang dari Cheong A mencoba mencelakainya dan Ha Jung. 

Untungnya, tetangga menyelamatkan mereka. Makanya, dia pergi dan menemui Na Mo Hyun untuk menceritakan segalanya. Boo Cheon terkejut melihat ke sekeliling, disana banyak noda darah bercipratan.


Boo Cheon membawa Ha Jung untuk menemui Pimpinan Jang. Pimpinan Jang terbelalak geram melihatnya berani-berani membawa anak itu kesana. Ha Jung yang tidak tahu apa-apa pun memberikan salam hormatnya dengan santun.

Boo Cheon ingin bicara sesuatu dengan Pimpinan Jang, dia meminta Eun Shim untuk menemani Ha Jung. Eun Shim pun mengajak Ha Jung keluar. Ha Jung tanya, siapa dia? Eun Shim kebingungan untuk memberi jawaban, “Aku.. aku.. aku nenek buyutmu.”


Saat Ha Jung sudah keluar, Pimpinan Jang langsung melemparkan semua barang yang ada di mejanya ke arah Boo Cheon. Dia meneriakinya untuk segera pergi dari sana. 

Tak lama kemudian, Eun Shim masuk lagi ke kamar Pimpinan Jang. Dia memberitahukan kalau Ha Jung ketakutan mendengar teriakan Kakek Buyutnya. Jadi, dia memintanya untuk keluar sekarang juga.


Boo Cheon melihat Ha Jung duduk terpekur ketakutan di sofa. Ia membopongnya dengan perasaan pilu. Sebelum pergi, Eun Shim menyuruh Boo Cheon memberikan coklat untuk anaknya supaya rasa takutnya mereda.

Boo Cheon tersenyum getir menyuapi anaknya coklat. Eun Shim tersenyum, “Kini kamu seorang ayah. Kamu tampak bahagia saat menyuapi putramu.”


Nyonya Jung geram mendengar Pimpinan Jang mengkhianati mereka dan memberikan sokongan dana untuk Kandidat Hwang. Dia bertanya akan rencana Pil Joo selanjutnya, ia khawatir kalau Anggota Kongres Na gagal menjadi Presiden.

Pil Joo memastikan kalau hal itu tidak akan terjadi. Dia sudah punya rencana B. Nyonya Jung mempercayainya, kalau memang dia membutuhkan bantuan untuk rencana B-nya, dia akan membantunya.


Pintu ruang pertemuan Nyonya Jung dan Pil Joo terbuka. Pimpinan Jang masuk dengan sangat amat marah. Bagaimana bisa Pil Joo mengatakan kalau Boo Cheon tak punya wanita lain disampinganya? Bagaimana juga Nyonya Jung mendidik anaknya!

Nyonya Jung dan Pil Joo memohon maaf atas kesalahan mereka. Pimpinan Jang memperingatkan supaya mereka keluar dari Cheong A kalau sampai Anggota Kongres Na tahu akan hal ini. Nyonya Jung berkata kalau Mo Hyun sudah mengetahuinya. Pimpinan Jang terbelalak kaget.


Mo Hyun masuk ke ruangan mereka dan menjelaskan, “Aku sudah memberi tahu wanita itu bahwa aku akan menerima putranya sebagai keluarga Jang.”

“Itu tidak akan terjadi! Jika kita terus menerima anak dari luar, Cheong A yang telah kudirikan akan runtuh dalam semalam!”


Disaat yang sama, Anggota Kongres Na menerima kiriman yang berisi foto-foto Boo Cheon menggendong seorang anak. Kiriman itu juga menyertakan bukti medis yang menunjukkan kalau Mo Hyun mengalami keguguran berulang kali.

Anggota Kongres Na sungguh murka, dia ingin menemui Boo Cheon sekarang juga. Asistennya, Sang Do menghalanginya. Dia yakin Mo Hyun sengaja tak memberitahukan hal ini supaya beliau bisa fokus pada pemilihan.

Lebih baik, mereka jangan memberitahukan hal ini pada istrinya dan Doo Hyun. Saat menerima dana terakhir pemilu, dia bebas melakukan apapun yang dia inginkan. Asistennya meminta dia sabar sampai saat itu. Kemarahan Anggota Kongres Na yang meletup-letup pun perlahan mereda.


Nyonya Jung cemas kalau sampai Ketua Na tahu akan hal ini. Dia pasti akan meminta Mo Hyun kembali dan menuntut supaya keduanya bercerai. Bisa-bisa, mereka tak mendapatkan ganjaran setelah membiayainya pemilu. Dia harus menyingkirkan Seo Won sebelum pemilu.

Pil Joo bangkit, ia menawarkan diri untuk menanganinya. Namun, Nyonya Jung tidak memperbolehkan dia. Dia yang akan menanganinya sendiri. Ia merasa kalau Pil Joo membantu Seo Won selama ini. Apakah dia spesial untuknya?

“Tidak seperti itu.” ujar Pil Joo.

“Aku tak membutuhkan jawabanmu.”


Boo Cheon masuk ke ruangan. Ia bertanya apa yang ingin Ibunya bicarakan. Nyonya Jung mempertanyakan alasan Boo Cheon membawa Ha Jung menemui Pimpinan Jang. Boo Cheon mengatakan kalau Cheong A berusaha menyingkirkan putranya.

Nyonya Jung berjalan menghampiri Boo Cheon dan menjambak rambutnya, “Cheong A masih berada di tangan kakekmu. Bagaimana jika sesuatu terjadi karena tindakanmu malam ini? Jika kehilangan Cheong A, kita bertiga akan mati.”

Boo Cheon frustasi. Sekeras apapun Pil Joo dan Ibunya menghalangi dia, tapi dia tetap akan membuat Ha Jung menjadi anaknya.


Boo Cheon berjalan lesu masuk ke kamarnya. Mo Hyun sudah menunggu kepulangannya. Dengan suara dingin, ia ingin menyelesaikan masalah mereka. hubungan mereka memang tidak akan bisa kembali seperti dulu. Tapi seharusnya, dia memberitahunya sebelum menunjukkan Ha Jung pada Kakek.

Boo Cheon meminta maaf, dia punya alasan sendiri. Mo Hyun meminta Boo Cheon untuk mempertimbangkan perasaannya juga. Dia selalu terlambat mengetahui, lalu akhirnya terkejut dan terluka.

Boo Cheon ingin memberikan alasan atas keputusanya.. namun ia tidak jadi dan mengubahnya dan perkataan maaf lagi. Maafkan aku.


Sekretaris Oh bangun dari tidurnya. Ia masih terus mengingat ucapan Gwang Choon yang mengatakan kalau Pil Joo memiliki banyak rumor. Ada yang bilang kalau dia menggantikan seseorang yang sudah mati.


Nyonya Jung menelepon Sekretaris Oh. Sekretaris Oh berangkat menemuinya pagi-pagi buta. Nyonya Jung tengah minum-minum. Sambil menangis, ia memohon agar Sekretaris Oh bisa menemukan Jang Eun Cheon. Ia selalu bermimpi buruk karenanya. Ia ingin mimpi buruknya berakhir.


Sekretaris Oh kembali datang ke restoran disana. Gwang Choon yang melihatnya pun memberitahukan pada Young Goo. Dan Young Goo mengabarkan hal itu pada Pil Joo.


Sekretaris Oh mengajak pemilik restoran disana untuk ngobrol. Pemilik Restoran menceritakan kalau Jang Soo punya anak yang sakit dan katanya akan mati. Tapi kemudian, ada kabar yang mengatakan kalau anaknya lulus dari perguruan hukum.

Kemarin, Pil Joo datang kesana untuk membeli lilin untuk upacara kematian Ayahnya. Seorang Bibi nimbrung pembicaraan mereka, yang dia tahu, upacara kematian Jang Soo sudah lama berlalu. Jadi, dia melakukan upacara kematian untuk siapa?


Sekretaris Oh kemudian pergi ke rumah tua Pil Joo. Ia memperhatikan ruangan disana dan menemukan sebuah kotak yang tersimpan rapi. Ia membuka kotak itu dan didalamnya ada papan nama (untuk orang yang sudah meninggal) bertuliskan Kang Pil Joo.


Sekretaris Oh buru-buru menghubungi Nyonya Jung untuk memberitahukan penemuannya. Namun, tiba-tiba Pil Joo muncul disana menegurnya. Ia menghampiri Sekretaris Oh lalu mengambil ponsel dari genggamannya dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.

“Apakah kamu Jang Eun Cheon?”

“Ya.” Jawab Pil Joo.

“Baguslah. Berikan ponselnya. Eksekutif Jung akan bahagia saat mengetahui aku menemukan Jang Eun Cheon. Eksekutif Jung berjanji akan menjadikanmu saudara Direktur Jang agar dia tidak kesepian. Kenapa kamu merahasiakan dirimu dengan mengatakan Cha Tae Young adalah Jang Eun Cheon?”


Pil Joo menjawab dengan santai, “Kurasa kamu sudah mengetahui alasannya. Dia pembunuh yang membuang adikku, Kyung Cheon, ke sungai. Bagaimana mungkin aku memberitahunya bahwa aku adalah Jang Eun Cheon? Itu sama saja aku memohon agar dia membunuhku. Dia mencoba membunuhku lima tahun yang lalu. Aku hendak merahasiakan ini sampai akhir. Tapi aku tidak bisa merahasiakannya lagi karena kamu sangat menyebalkan terus mengikutiku ke mana-mana.”


Sekretaris Oh bertanya apakah Pil Joo akan membunuhnya. Pil Joo tersenyum, ia tak berniat melakukannya. Sekretaris Oh mengancam akan memberitahu Nyonya Jung. Pil Joo yakin Sekretaris Oh tak akan melakukan itu, karena dia menyuruhnya untuk tidak melakukannya.

Sekretaris Oh waspada, ia mengeluarkan pisau dan menyerang Pil Joo. Telapak tangan Pil Joo tergores. Namun ia tetap santai, ia mengambil ponselnya dan menelepon seseorang, “Boo Cheon. Aku tahu siapa ayah kandungmu. Kamu mau aku memberitahumu? Ayah kandumu adalah...”

Kontan Sekretaris Oh menjatuhkan pisaunya dan berlutut dihadapan Pil Joo, “Tidak..”
Comments


EmoticonEmoticon