1/07/2018

SINOPSIS Money Plower Episode 12 PART 1

SINOPSIS Money Plower Episode 12 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Puji
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Money Plower Episode 11 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Money Plower Episode 12 Part 2

Pil Joo menunjukkan ponselnya yang sebenarnya tidak senang menelepon siapapun. Ia mengancam akan memberitahu Boo Cheon kalau sampai Nyonya Jung tahu identitasnya yang sebenarnya.

“Kang Pil Joo adalah Jang Eun Cheon?” tanya Pil Joo dengan nada mengancam.

Sekretaris Oh menggeleng, bukan. Dia berjanji akan melapor pada Nyonya Jung kalau dia tidak menemukan Jang Eun Cheon. Tidak mau, Pil Joo sudah muak dengan upayanya menemukan Jang Eun Cheon. Sekretaris Oh harus menemukan ‘Jang Eun Cheon’ untuk diserahkan pada Nyonya Jung.


Sekretaris Oh bingung bagaimana caranya melakukan itu. Pil Joo tidak mau tahu, tidak akan seru kalau dia memberitahukan caranya. Sebenarnya, dia ingin membunuh Sekretaris Oh atas apa yang ia lakukan pada Kyung Cheon dan Ibunya sampai digosipkan gila. Tapi, ia tidak akan melakukannya demi Boo Cheon.


Pil Joo pun mengungkit kembali apa yang ia dengar dari pembicaraan Sekretaris Oh dan Nyonya Jung. Sekretaris Oh memohon pada Nyonya Jung agar mengijinkannya menghadiri upacara pernikahan Boo Cheon. Setidaknya, sekali saja ia ingin bertindak layaknya seorang Ayah.

Pil Joo menyuruh Sekretaris Oh untuk sesegera mungkin menemukan Eun Cheon. Ia menyerahkan ponselnya kemudian menyuruh Sekretaris Oh menerima telepon dari Nyonya Jung.


Pil Joo pergi menemui Nyonya Jung. Nyonya Jung cemas menunggu kabar dari Sekretaris Oh. Dia sepertinya sudah menemukan Eun Cheon, tapi kenapa dia mematikan ponselnya tiba-tiba. Nyonya Jung kemudian melihat tangan Pil Joo yang terluka, bekas luka ditangan kirinya yang disebabkan Sekretaris Oh. Kali ini siapa yang melakukannya?

“Aku terluka karena kecerobohanku.”

“Siapa yang kali ini kamu lindungi?” cecar Nyonya Jung.


Belum sempat menjawab, Sekretaris Oh datang kesana. Dia mengabarkan kalau ia sudah menemukan Jang Eun Cheon. Dia mengalami kematian yang tak diketahui. Nyonya Jung kelihatan lega mendengarnya, dia menyuruh Sekretaris Oh melakukan pemeriksaan yang teliti.

Baik, jawab Sekretaris Oh. Dia akan mengajukan tes DNA. Nyonya Jung berkata pada Pil Joo kalau dia akan mengadakan upacara kematian untuk Eun Cheon. Ia ingin agar arwahnya tenang disana.


Siangnya, Pil Joo memberikan rambutnya pada Sekretaris Oh untuk dilakukan tes DNA. Sekretaris Oh bertanya, apakah Direktur Jang Boo Cheon tahu kalau dia bukanlah anggota keluarga Jang? Dia penasaran, apakah ia akan mencari ayah kandungnya?

“Dia tidak ingin mencarinya karena siapa pun ayahnya, dia yakin tidak ada yang lebih baik daripada Wakil Presdir Jang.”

Sekretaris Oh meringis getir, dibandingkan Wakil Presdir Jang Soo Man, dia memang tidak ada apa-apanya.


Sekretaris Oh berpapasan dengan Boo Cheon. Dia menyapanya yang tidak biasa-biasanya berangkat begitu pagi. Boo Cheon mengatakan kalau dia ada rapat. Sekretaris Oh terus menatapnya dengan tatapan penuh kelembutan. Boo Cheon heran, memangnya ada apa?

Tidak apa-apa, Sekretaris Oh hanya merasa kalau pakaian yang ia gunakan sangat tipis. Boo Cheon rasa bukan dia yang pakaiannya terlalu tipis, Sekretaris Oh-lah yang harusnya menggunakan pakaian yang lebih tebal.


Nyonya Jung ditemani oleh Pil Joo dan Sekretaris Oh melakukan upacara kecil-kecilan untuk kematian Eun Cheon.


Namun malam harinya, Nyonya Jung masih saja mengalami mimpi buruk. Tengah malam, ia terbangun dengan ketakutan dan memegangi lehernya. Bahkan saat sudah mati pun, ia merasa kalau Jang Eun Cheon masih terus mengganggunya.


Pil Joo dan Young Go membawa abu Kyung Cheon untuk dipendam. Pil Joo sedikit terisak meninggalkan Kyung Cheon disana, ia pasti akan kedinginan. Pil Joo meremas kalung digenggamannya dengan tatapan tajam, penuh dendam.


Pimpinan Jang dan Anggota Kongres Na mengadakan jamuan makan. Mereka menonton video kampanye Anggota Kongres Na. Pimpinan Jang pun terus menghujaninya dengan pujian. Beruntung sekali cucunya nanti, dia akan lahir dan kakeknya adalah seorang presiden.

Kontan suasanan menjadi tegang. Pimpinan Jang bertanya pada Nyonya Jung, kapan cicitnya akan lahir? Nyonya Jang menjawab kalau cucunya akan lahir pada April tahun depan. 


Ditengah acara makan mereka, Pil Joo keluar darisana. Anggota Kongres Na pun berjalan mengikutinya. Mereka berdua memeriksa uang yang ada di mobil box Kue Beras Maru. Setelah memastikan uangnya, Pil Joo dan Anggota Kongres Na bersalaman untuk memantapkan transaksi mereka.

Pil Joo meminta maaf sudah menyuruh Anggota Kongres Na untuk memeriksa uangnya sendiri. Ia melakukannya supaya bisa merekam transaksi ini di CCTV jalan. Anggota Kongres Na tidak mempermasalahkannya, simpan saja filenya dengan baik. Mungkin dia bisa berubah pikiran dan tidak menyetujui pembangunan menara Cheong A. 

“Mungkin, kau juga terekam.” Ujar Anggota Kongres Na.


Keduanya kembali ke tempat makan. Yeo Cheon terus saja memeriksa jamnya. Saat ia rasa waktunya sudah tepat, ia mengajak Pimpinan Jang untuk menonton TV. Pimpinan Jang mempersilahkannya, mereka harus menonton berita tentang Anggota Kongres Na.

Namun betapa terkejutnya mereka, di TV disiarkan berita tentang aliran dana kampanye Anggota Kongres Na berasal dari sebuah perusahaan ternama. Blue House akan bertindak dan melakukan penyelidikan tertutup pada Anggota Kongres Na.

Semua orang terkejut mendengar itu kecuali Yeo Cheon dan Presdir Jang yang sepertinya merencanakan semua ini.


Pil Joo menghubungi Young Do untuk meminta penjelasan. Young Do juga tak begitu mengetahuinya. Blue House sepertinya memang akan bertindak karena Anggota Kongres Na banyak sekali melobi orang.


Media sudah berkerumun didepan gedung Anggota Kongres Na. Anggota Kongres Na panik dan menghubungi Young Go supaya bisa disambungkan dengan Pil Joo. Pil Joo pun bergegas untuk pergi ke kantornya. Dia akan mencari kesempatan untuk bisa bertemu dengannya.


Namun disaat itu pula, Mo Hyun datang kesana untuk meminta penjelasan dari Ayahnya. Pil Joo menahan Mo Hyun agar tidak pergi kesana dulu. Ia menutup wajah Mo Hyun agar media tidak memotretnya.

Disaat yang sama, Anggota Kongres Na dibawa keluar oleh Kejaksaan. Mo Hyun membeku melihat ayahnya di bawa ke kantor kejaksaan.


Pil Joo mengantar Mo Hyun ke rumah Ibunya. Mo Hyun meminta penjelasan pada Pil Joo. Apakah benar ayahnya menerima sokongan dana ilegal karena dia menikah dengan Boo Cheon? 

Ia ingin tahu kebenarannya agar ia bisa menolong ayahnya. Pil Joo memilih bungkam, dia tidak akan mengatakan apapun sampai Anggota Kongres Na mengatakannya.


Boo Cheon juga datang ke rumah Ibu Mo Hyun. Melihat mereka tengah berdua, Boo Cheon kelihatan cemburu. Dia menyuruh Pil Joo untuk lebih dulu, ia yang akan mengantar istrinya masuk.


Boo Cheon menggenggam tangan Mo Hyun. Dia tahu kalau dia bukan suami yang baik. Tapi, setidaknya akan lebih baik kalau dia menggenggam tangannya saat ini. Mo Hyun terdiam, ia mengikuti saja saran Boo Cheon dan berjalan menaiki tangga dengan menggandeng tangannya.

“Terimakasih.” Ucap Boo Cheon tulus.
Comments


EmoticonEmoticon