1/08/2018

SINOPSIS Money Plower Episode 12 PART 2

SINOPSIS Money Plower Episode 12 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Puji
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Money Plower Episode 12 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Money Plower Episode 13 Part 1

Presdir Jang puas dengan apa yang terjadi pada Anggota Kongres Na. Yeo Cheon mengatakan kalau Anggota Kongres Na sudah mundur dari posisinya sebelum mendaftar menjadi kandidat, oleh karenanya, dia tak punya hak khusus untuk bebas dari penahanan.

Presdir Jang kira Pimpinan Jang bisa ditahan selama beberapa hari karena dia sudah tua. Sementara Nyonya Jung, dia akan menghabiskan musim dinginnya di penjara. Presdir Jang meminta Pak Woo untuk menemani dia menemui Nyonya Jung.


Dengan begini, Presdir Jang yakin kalau Nyonya Jung tak akan bermimpi menjadikan Boo Cheon sebagai Presdir karena proyek Cheong A akan gagal. Ia sungguh senang dengan kinerja anaknya. Bagaimana dia membujuk Ajudan Yang untuk bersaksi? Dia kelihatannya sangat loyal.

“Kakek benar, Ayah. Segalanya mungkin dengan uang. Orang yang membahas hati nurani dan moralitas tidak akan puas dengan uang.”


Pimpinan Jang, Nyonya Jung dan Pil Joo melakukan pertemuan. Nyonya Jung mengatakan kalau Pil Joo sudah melaporkan pencurian mobil setelah berita Anggota Kongres Na tayang di TV. Setidaknya, mereka masih bisa menyelamatkan dana mereka.

Pimpinan Jang bertanya pada Pil Joo, apa dia bisa memastikan kalau Jaksa tidak akan bisa menemukan keterkaitan mereka? Pil Joo cukup yakin. Kecuali bukti yang membuktikan kalau Anggota Kongres Na mengambil uang itu, tak ada bukti lainnya.

Sementara ini, Anggota Kongres Na belum mengakui pernyataan Ajudan Yang dan belum memberikan kesaksian apapun. Tapi hal itu tak akan bertahan lama. Selama jaksa mengamatinya, mereka harus bisa mengestimasi jumlah uang dan menciptakan situasi yang tepat kemudian mempertanggungjawabkannya. Itulah cara yang tepat untuk sekarang.

“Lalu, kau akan melakukan apa untuk mengalihkan tanggung jawab?” tanya Pimpinan Jang.

“Aku akan segera memulainya.”


Pimpinan Jang menyuruh Nyonya Jung untuk menjaga Mo Hyun. Nyonya Jung mengatakan kalau dia sudah mengantar dia ke rumah ibunya. Ibunya pasti akan sangat membutuhkannya.
Pimpinan Jang mengernyit, bukankah seharusnya Mo Hyun yang sangat membutuhkan bantuan saat ini? Dia kan sedang hamil. Hanya cicit yang bisa ia harapkan dari pernikahan mereka.


Saat keluar dari ruang pertemuan, Mo Hyun langsung menghampiri Pil Joo. Pil Joo heran melihat kedatangannya kesana. Mo Hyun mengatakan kalau ia ingin bertemu Ayahnya tapi Ayahnya menolak kunjungannya.


Di ruang interogasi, Anggota Kongres Na masih terus diam. Jaksa yang menginterogasinya menyuruh dia untuk memberikan kesaksian. Kalau dia tetap bungkam, mungkin mereka akan membuat laporan sesuai klaim mereka dan hakim pasti akan menentangnya.


Tiba-tiba seseorang masuk membisikkan sesuatu. Petugas yang menginterogasi Anggota Kongres Na pun akhirnya keluar. Mo Hyun dan Pil Joo masuk kesana. Pil Joo memberikan isyarat pada orang yang memonitor mereka untuk meninggalkan ruangannya dulu.

Mo Hyun meminta penjelasan ayahnya atas dana yang katanya ia dapatkan dari Cheong A. Anggota Kongres Na menegaskan kalau ia tak menerima dana, Ajudannya sudah disuap oleh Kandidat Hwang. Kebenaran akan segera terungkap, dia meminta Mo Hyun untuk menunggu saja.

Anggota Kongres Na menyudahi perbincangan mereka. Dia menyuruh Pil Joo untuk tidak membawa Mo Hyun kesana lagi.


Setelah ribut-ribut Anggota Kongres Na mendapatkan dana dari Cheong A. Sekarang, media ribut meliput berita tentang Pak Woo yang mengaku kalau dia disuruh oleh Presdir Jang untuk memberikan dana pada Anggota Kongres Na.


Yeo Cheon masuk keruangan ayahnya dengan tergesa-gesa. Bagaimana bisa Pak Woo mengkhianati mereka?


Boo Cheon, Nyonya Jung dan Pil Joo tengah menyaksikan berita yang sama. Pil Joo menyalahkan Presdir Jang yang sudah membuat gara-gara lebih dulu. Boo Cheon tak menyangka Ibunya membiarkan Pil Joo menjatuhkan pamannya. 

Pil Joo berkata kalau Pak Woo akan mengaku sebagai perantara yang mengantarkan dana Presdir Jang pada Anggota Kongres Na.

Flashback


Pil Joo menemui Nyonya Jung dan memberitahukan hubungan Pak Woo dan Presdir Jang tidaklah terlalu baik saat ini. Ia berencana menyuruh Pak Woo untuk jatuh bersama dengan Presdir Jang. Bukankah sebelumnya Nyonya Jung menyuruhnya meminta bantuan kalau dia membutuhkannya?

Nyonya Jung sudah paham, “berapa yang kau butuhkan?”

“Cukup banyak.”


Setelah mendapatkan dananya, Pil Joo menemui Pak Woo dan membuat kesepakatan. Dia akan membayarnya dua kali lipat, yang perlu Pak Woo lakukan hanyalah di penjara selama dua bulan.

Pil Joo kemudian memberikan buku catatan. Dia sudah memperhitungkan semuanya dan menyiapkan skenario agar semua pengakuannya tidak timpang satu sama lain. Pak Woo sungguh kagum dengan kemampuan Pil Joo, dia bahkan sampai menyiapkan semua itu.
Flashback End


Boo Cheon masih belum bisa yakin Pak Woo bisa menjaga rahasia ini sampai akhir. Pil Joo cukup yakin karena Pak Woo memang lebih suka kalau Boo Cheon yang menjadi pimpinan di Cheong A.

Ditengah pembicaraan mereka, pelayan masuk dan memberitahukan kalau Pimpinan Jang memanggil mereka semua.


Pimpinan Jang bertanya bukti apa saja yang diserahkan Pak Woo pada kejaksaan. Pil Joo menunjukkan catatan yang sebelumnya ia berikan pada Pak Woo. Pimpinan Jang meminta salinan buku yang diberikan Pak Woo pada jaksa.

Pil Joo berkata kalau ia bisa menyalin semuanya. Yeo Cheon sangat marah mengetahui Pil Joo menjebak Ayahnya dan menarik krah bajunya. Nyonya Jung memperingatkan Yeo Cheon untuk menjaga sikapnya.

Nyonya Jung menjelaskan alasannya melakukan semua ini. ini karena Yeo Cheon dan Presdir Jang yang sudah mencoba menggagalkan proyek Cheong A yang sudah mereka rencanakan susah payah. Jadi, mereka yang harus bertanggungjawab atas semua ini.

Presdir Jang mengutarakan keberatannya, dia memang sudah menentang proyek itu sejak awal. Dia melakukannya demi kesuksesan Cheong A. Nyonya Jung terkejut, jadi dia tak suka saat Anggota Kongres Na memberikan persetujuan?

“Kau benar. Semua orang yang mengenalku akan tahu itu. Kami tidak punya alasan untuk menjelaskannya.”


Bukan Bu, sela Boo Cheon. Pamannya tidak suka karena dirinya yang akan menjadi pimpinan Cheong A. Dia tahu kalau akar permasalahannya adalah dirinya. Tapi dia menegaskan, ia adalah pimpinan ketiga yang akan menggantikan Presdir Jang.

Presdir Jang menegaskan kalau menjadi pimpinan tidak segampang itu. Dia belum mendapatkan pengakuan mereka. Boo Cheon masih terlalu banyak mendapatkan bantuan dari Pil Joo.

Boo Cheon terkekeh, “Kang Pil Joo memilihku, bukan Yeo Cheon. Itulah keahlianku, Paman Jang. Paman Jang. Andai ayahku, Wakil Ketua Jang, tidak wafat begitu cepat, dia pasti menjadi pimpinan. Maka aku tidak harus bersaing melawan Yeo Cheon.”

“Apa maksudmu?”

Saat kecil, Boo Cheon tahu kalau ada seseorang yang berusaha melepas masker oksigen ayahnya. Ia sempat berfikiran kalau Presdir Jang yang melakukannya. Presdir Jang mendelik, merasa dituduh. Nyonya Jung menyuruh anaknya meminta maaf.

“Semoga aku salah, paman. sekalipun mertuaku gagal menjadi presiden, aku pasti akan membangun Menara Cheong A untuk Kakek.”


Pil Joo memberitahukan kalau kejaksaan akan segera menjemput Presdir Jang. Dia sudah membangkang pada orangtuanya selama ini. jadi, ia harap Presdir Jang bisa menurut kali ini. Dia akan menghabiskan musim dinginnya di penjara sampai musim semi tiba.

Pimpinan Jang tidak yakin, mana mungkin Anggota Kongres Na akan mengaku kalau Presdir Jang yang memberikan uang. 

Flashback


Saat menemui Anggota Kongres Na, Pil Joo menunjukkan layar ponselnya pada Anggota Kongres Na. Disana tertulis supaya Anggota Kongres Na mengaku mendapatkan uang dari Presdir Jang.
Flashback End


Pil Joo menerangkan kalau Anggota Kongres Na sebentar lagi akan melakukan konferensi pers dan mengatakan kalau Presdir Na yang sudah memberikan sogokan. Yeo Cheon membentak Pil Joo dengan kesalnya.

“Salah satu anggota keluarga harus bertanggung jawab atas situasi ini. Jika dilihat dari sikapmu, kau berpikir kakekmu yang harus ditahan, bukan ayahmu?”

Kontan Yeo Cheon tak bisa mengatakan apa-apa lagi. Pimpinan Jang menyuruh Pil Joo memindahkan Anggota Kongres Na ke rumah sakit sebelum mengadakan konferensi pers. Baik, Pil Joo mengerti.


Seo Won membaca berita di internet sambil senyum-senyum. Ha Jung ingin Ibunya memperlihatkan apa yang tengah ia baca, ia kelihatan sangat asyik. Seo Won tersenyum, bukankah putranya ingin tinggal bersama ayahnya dirumah yang besar?

Tentu saja, Ha Jung pernah melihat rumahnya yang sangat besar dan nyaman. Seo Won tersenyum mengusap puncak kepala anaknya.


Anggota Kongres Na dipindahkan ke rumah sakit. Para reporter mengerubutinya untuk bisa meliput berita terbaru.


Esok paginya, Pimpinan Jang menjenguk Anggota Kongres Na di rumah sakit. Dia membawakan novel karya Yoon Dong Ju. Bagaimana beliau bisa tahu kalau dia menyukai novelnya?

Pimpinan Jang mengaku kalau dia melihatnya di koran. Dia sangat suka membaca buku karena dalam sebuah cerita, ada namanya klimaks dan endingnya. Begitupula dengan kehidupan seseorang. Saat sudah mengembara layaknya kiambang, mereka akan mencapai batas akhir. Anggota Kongres Na mengernyit mendengar ucapan Pimpinan Jang.

“Jika kau sendiri yang menentukan akhir hidupmu, namamu akan hidup dalam sejarah sebagai orang yang menjalani hidup tanpa dikendalikan orang lain.” Ujar Pimpinan Jang sambil tertawa.


Mo Hyun dan Ibunya datang menjenguk Anggota Kongres Na. Tapi Pimpinan Jang masih ada disana. Pil Joo meminta mereka untuk menunggu sebentar.


Tak lama kemudian, Pimpinan Jang keluar. Pimpinan Jang melihat Mo Hyun, dia menasehatinya supaya tidak terlalu banyak jalan-jalan. Tidak akan baik untuk bayinya. Mo Hyun diam melirik ke arah Pil Joo. Pil Joo pun hanya menunduk saja.

Ibu Mo Hyun menenangkan, dia akan menjaga putrinya.


Pil Joo mengantar Pimpinan Jang sampai ke depan pintu kamarnya. Dia mengatakan kalau ia baru saja menyuruh Anggota Kongres Na untuk tidak mengatakan Presdir Jang –lah yang bertanggungjawab.

Tapi kalau bukan Presdir Jang, maka yang harus bertanggungjawab adalah Pimpinan Jang. Pil Joo menerangkan kalau seseorang yang mendapatkan keuntungan dari penyuapan ini harus bertanggungjawab. Pimpinan Jang tahu, makanya barusan dia membahas alternatif lain selain dirinya dan Presdir Jang. Dia sudah menyuruh Anggota Kongres Na untuk memilih saran siapa yang terbaik.


Pil Joo duduk memikirkan rencana selanjutnya. Tiba-tiba ia mendapatkan telepon dari Young Goo. Ia bergegas menemuinya dengan nafas tersengal-sengal karena berlari buru-buru menemuinya.

Young Goo menjelaskan kalau ada sebuah blog yang menyebarkan rumor jika pernikaha Boo Cheon dan Mo Hyun direncanakan kedua keluarga. Dia sudah coba menghapusnya dan meretasnya, tapi mereka berganti-ganti akun setiap kali ia menghapusnya.

Young Goo prihatin, “Mo Hyun pasti sudah cukup sedih karena perzinaan Boo Cheon. Jika tahu pernikahannya direncanakan sejak awal, dia akan benar-benar gila. Jika menjadi dia, aku mungkin sudah bunuh diri.”


Pil Joo teringat akan perbincangannya dengan Pimpinan Jang terakhir kali. Pimpinan Jang mengatakan kalau posisi mereka dan Anggota Kongres Na sama saja. Jadi, dia juga harus bungkam.

Pil Joo menyadari sesuatu dari ucapan Pimpinan Jang. Ia sungguh terkejut dan bergegas pergi ke suatu tempat.


Isteri Anggota Kongres Na menenangkan suaminya, jangan membuat masalah ini menjadikan dia kecil hati. Ia akan meninggalkan Mo Hyun disana untuk menemaninya. Anggota Kongres Na menatap istrinya dengan sayang, “Jaga kesehatanmu.”

“Pak Na Gi Chul, jangan mencemaskan aku. Kau tahu betapa kuatnya aku.”


Nyonya Na pergi dari sana. Tinggal Mo Hyun dan Ayahnya, sekali lagi, dia bertanya pada Ayahnya mengenai dana suap itu. apakah benar kalau ayahnya menerima dana tersebut?

Anggota Kongres Na tak punya pilihan lagi, ia mengakui kalau ia menerima dana tersebut. Dia meminta maaf pada Mo Hyun. Mo Hyun belum bisa menerima kenyataan pahit ini. Rupanya, Ayahnya ingin menggapai mimpinya menggunakan dana dari Cheong A. Dia masih belum bisa mengerti ayahnya. Ia masih belum bisa semudah itu memaafkannya.


Mo Hyun meninggalkan kamar Ayahnya dengan hati sedih. Anggota Kongres Na masih memikirkan kembali ucapan Pimpinan Jang. Dia berjanji akan menjaga Mo Hyun dan cicitnya. Ia akan mengurus masalah rumit tentang bunuh dirinya dan semua ini.


Pil Joo sampai ke rumah sakit sambil berlarian. Mo Hyun yang sedang duduk melamun melihatnya berlari seperti orang kalap. Ia jadi penasaran dan mengikutinya.


Sesampainya di kamar Anggota Kongres Na, kamarnya terkunci. Pil Joo berusaha mendobraknya, sampai pintu itu terbuka. Ia berjalan masuk ke ruang rawat Anggota Kongres Na yang kosong.

Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok Anggota Kongres Na. Sampai akhirnya, ia bisa melihat Anggota Kongres Na sudah gantung diri di kamar mandi. Bertepatan saat itu pula, Mo Hyun sampai kesana dan ingin melihat apa yang terjadi.

Pil Joo menahannya. Namun Mo Hyun sudah melihatnya lebih dulu. Pil Joo pun masuk ke kamar mandi berusaha menurunkan Anggota Kongres Na. Sementara Mo Hyun, dia meraung kebingungan melihatnya dari luar.
Comments


EmoticonEmoticon