1/29/2018

SINOPSIS My Golden Life Episode 41 PART 3

SINOPSIS My Golden Life Episode 41 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 41 Part 2
Ayah memutuskan pulang ke rumahnya, karena Ji Soo mau datang. Ji Soo menyapa orang tuanya dan menanyakan kabar mereka.


Ayah dan ibu tampak sangat senang. “Selamat datang kembali,” sambut ayah. Ji Soo berkata bahwa tidak ada yang berubah disana. Ayah lalu mengajaknya duduk.


Ibu masih tidak percaya, kalau Ji Soo ada disana.


“Aku akan sekolah keluar negeri. Jadi aku datang untuk mengucapkan selamat tinggal,” kata Ji Soo. Ayah dan ibu terkejut. Ji Soo bilang ia akan pergi ke Prancis untuk belajar membuat roti. Ibu bertanya kapan Ji Soo akan pergi. “Tidak lama lagi,” jawabnya. Ji Soo lalu meminta izin agar bisa tidur bersama mereka.

Ji Soo tidur bersama ayah dan ibu. Matanya berkaca-kaca.


Ji Soo mengingat saat ibu menegurnya karena nilainya tidak juga naik, padahal ibu sudah memanggilkan guru privat untuknya. Tapi ayah tidak mempermasalahkan nilai Ji Soo dan berusaha menjelaskan kepada istrinya bahwa setiap orang punya keistimewaan masing-masing.


Ayah yakin Ji Soo hanya belum menemukan apa yang ingin ia pelajari, dan saat Ji Soo menemukannya ia akan terus mempelajarinya walaupun mereka melarangnya. Ji Soo lalu memeluk ayah karena membelanya.


Ji Soo berterima kasih karena selama ini ayah dan ibu membesarkannya seperti anak kandung mereka sendiri.


Ayah menahan kesedihannya, dengan memejamkan matanya. Ibu bangun dan mengatakan bahwa saat dulu Ibu No datang ia merasa sangat ketakutan jika harus kehilangan putrinya. Ibu tidak ingin mengirimkan Ji An ataupun Ji Soo pada mereka.


“Dia berteriak padaku dan mendesak agar mengatakan siapa putrinya. Aku mengirim Ji An karena dia pernah berada di Kantor Polisi karena berkelahi. Kau akan tinggal bersama kami tanpa mengeluh. Kau akan bahagia,” jelas ibu.


Ji Soo mengingat saat wajah Ji An penuh luka, karena berkelahi.


Ji Soo menangis. Ia masih mendengarkan penjelasan bahwa ibu sama sekali tidak pernah berpikir kalau Ji Soo bukanlah putrinya. Ibu kembali meminta maaf. “Aku mengerti, ibu,” kata Ji An sambil memegang tangan ibu.


Ayah membalikkan badannya, karena tidak sanggup menahan tangisnya lagi. Ibu menghapus air mata di pipi Ji Soo dan ikut menangis.


Hyuk tidak bisa tidur. Ia memikirkan Ji Soo.


Ibu terbangun masih dalam keadaan menangis. Ibu kemudian sadar bahwa Ji Soo tidak ada di sampingnya.


Ibu bangkit dari tidurnya dan kesedihannya semakin dalam.


Pak Choi mengucapkan perpisahan kepada Ji Soo dan berkata bahwa dia tidak bisa mengantarnya karena harus rapat bersama kakek. Ji Soo mengerti. Pak Choi berjanji akan segera mengunjungi Ji Soo di Prancis.


Ji Soo harap ayahnya selalu menjaga kesehatannya.


Paman melaporkan bahwa mereka akan membangun MJ resort di Spanyol, Italia, dan Jerman secara serentak. Paman menawarkan diri untuk melakukan perjanjiannya. Tapi kakek bilang Do Kyung-lah yang harus melakukan itu.


Paman bertanya berapa lama lagi mereka harus menunggu. “Kirim istrimu. Sampai Do Kyung kembali, buatlah itu terlihat seperti liburan,” kata kakek. Paman bilang ia tidak bisa mengirimkan istrinya sendirian. Paman meminta agar kakek mementingkan perusahaan.


Kakek menatap Pak Choi yang sedari tadi tidak berkata apa-apa.


Ji Ho mentraktir Ji An makan sebagai tanda terima kasih atas anting yang Ji An berikan padanya. Ji Ho bilang, kalau para pembeli sangat menyukai barang gratis. Ia bilang itu bukan hanya karena baju Seo Hyun. Baju yang ia beli di pasar pun terjual habis.


Ji An mengingatkan agar Ji Ho tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan Seo Hyun, karena itu akan membuat Ji Soo terkena masalah.


Ji Ho: “Ji Soo Noona? Tidak, dia baik-baik saja sebagai seorang pemberontak.”
Ji An: “Tidak mungkin.”
Ji Ho: “Ji Soo melawan mereka ketika dia marah. Apa itu saat ulang tahu perusahaan? Dia melarikan diri.”


Ji Ho bilang Ji Soo bahkan sudah berkencan dan hidup dengan baik. Ji An bertanya-tanya, kenapa Ji Soo melarikan diri dari acara ulang tahun perusahaan. Ji An merasa harusnya mereka melarang Ji Soo bekerja di toko roti setelah itu.


Ji An meminta agar Ji Ho mengecek Ji Soo saat pulang nanti.


Seo Hyun menerima telepon dari Ji Ho yang mengingatkannya bahwa mereka berjanji akan membeli baju bersama. Seo Hyun bilang ia tidak bisa pergi, karena kemungkinan ibunya akan langsung pulang ke rumah setelah mengantar Ji Soo ke bandara.


Ji Ho: “Apa Ji Soo akan pergi ke suatu tempat?”
Seo Hyun: “Kau tidak tahu? Dia akan pergi belajar keluar negeri.”
Ji Ho: “Dia belajar keluar negeri? Kenapa?”


Bu Min mengatakan bahwa sesampainya di bandara Prancis, Ji Soo akan diberi ponsel untuk digunakan disana. Jadi Bu Min meminta agar Ji Soo menyerahkan ponsel yang dimilikinya saat ini. Ji Soo menanyakan alasannya.


Ibu No lalu datang dan mengatakan bahwa akan lebih baik jika Ji Soo melupakan tentang kehidupannya di Korea. Ji Soo menurut. Ia menyerahkan ponselnya.


Seo Hyun melambaikan tangannya, “Unnie, jaga dirimu. Aku dan ibu akan mengunjungimu jika kami berbelanja kesana.”


Ayah sudah kembali berada di terminal bus. Sebelum naik, ayah menghubungi Ji An.


Ji An sangat senang karena ayah menghubunginya. Tapi ia sangat terkejut, saat mendengar kabar kalau Ji Soo akan pergi belajar ke Prancis. Ji An bertanya mengapa Ji Soo melakukan itu dengan tiba-tiba.


Ayah berkata bahwa Ji Soo bilang itu keinginannya sendiri, tapi ayah merasa aneh. Ayah bilang Ji Soo bahkan sangat takut jika bepergian bersama teman-temannya sendiri, jadi ayah merasa ada yang salah jika Ji Soo pergi ke Prancis sendirian.


Ji An berjanji akan menghubungi ayahnya jika sudah mendapatkan kabar. Baru saja menutup telepon dai ayah, Ji Ho meneleponnya. “Ya, Ji Ho,” jawab Ji An sambil berlari keluar. Bos workshop memandangnya dengan heran.


“Noona, Ji Soo pergi keluar negeri untuk belajar,” kata Ji Ho yang baru saja keluar dari toko roti. “Aku ada di toko roti, tapi dia sudah berhenti bekerja kemarin. Dan Seo Hyun bilang kalau dia ketahuan sedang berkencan.”


“Apa?” Ji An mengingat saat Ji Soo mengucapkan selamat tinggal padanya kemarin.


Ji Ho panik dan bertanya apa yang harus mereka lakukan.


Hyuk sedang melamun.


Ia mengingat betapa cintanya Ji Soo pada roti.


Hyuk berusaha mengabaikan perasaan itu dan mencoba menyibukkan dirinya dengan bekerja. Ia meminta asistennya untuk mengirimkan hasil penjualan bulanan.


Hyuk duduk dan membaca komentar di artikelnya. “Aku harap kau akan berkencan dengan seseorang yang dapat saling mengenal untuk waktu yang lama. Selamat tinggal untuk selamanya.”


“Apa yang Bread Pitt katakan? Kenapa seorang pria mengatakan itu,” gumam Hyuk.


Hyuk menyadari kalau selama ini Bread Pitt adalah Ji Soo. Ia lalu menghubungi ponsel Ji Soo, namun tidak aktif.


Ia lalu menerima telepo dari Ji An. “Ji An..”


“Hyuk, tolong aku. Aku butuh bantuanmu. Ji Soo akan pergi keluar negeri hari ini. Tapi aku rasa dia dipaksa,” kata Ji An panik.


“Apa?” Hyuk terkejut.


Do Kyung berkata bahwa dia akan memfokuskan usahanya pada sisa kayu untuk makanan hewan peliharaan. Do Kyung lalu menerima telepon dari Ji An.


Do Kyung: “Halo?”
Ji An: “Oppa, tolong aku.”
Do Kyung: “Ada apa? Katakan padaku?”
Ji An: “Kau ada dimana?”
Do Kyung: “Aku ada di cafe di Hongdae.”


Ji An mengatakan bahwa bisakah Do Kyung pergi ke bandara dan menghubunginya kembali.


Do Kyung bertanya ada apa, tapi Ji An sudah menutup teleponnya. Do Kyung lalu meminjam kunci mobil Sekretaris Yoo.


Seo Hyun sedang merapikan barang-barangnya. Ia lalu menerima telepon dari Ji An. Ji An menanyakan waktu keberangkatan Ji Soo, tapi Seo Hyun tidak tahu.


Ji An mengancam, “Jika kau tidak memberitahuku, aku akan memberitahu ibumu kalau kau pergi bersama Ji Ho.” Seo Hyun panik.


Ji An pergi dengan menggunakan mobil workshop dan mengabarkan Hyuk bahwa Ji Soo bersama Ibu No. Mereka menduga kalau mobil mereka sudah masuk jalan tol menuju bandara. Mereka berdua mempercepat laju kendaraannya masing-masing.


Do Kyung juga mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Ji An sudah memberitahunya kalau Ji Soo akan pergi keluar negeri. Do Kyung bertekad ia tidak akan membiarkan itu terjadi, jika Ji Soo melakukannya dengan terpaksa.


Do Kyung heran kenapa Hyuk juga ada di tempat ia dan Ji An janji bertemu. 


Do Kyung bertanya kenapa Hyuk ada disana. Ji An bilang ia akan menjelaskannya nanti. Ia hanya menjelaskan rencananya untuk menghalangi mobil Ibu No. Mereka lalu kembali ke mobilnya masing-masing. 


Do Kyung terkejut saat Ji An memberitahunya lewat telepon bahwa Ji Soo berkencan dengan Hyuk. “Ibu mengancam Ji Soo? Apa katanya?”

Ji An tahu dari Seo Hyun bahwa Ji Soo harus pergi jika tidak ingin banyak orang terluka.


Melihat Ji Soo menangis, Ibu No mengatakan bahwa Ji Soo tidak perlu takut, karena banyak orang yang juga hidup sendirian di luar negeri.


Ibu No berkata bahwa saat Do Kyung pulang ke rumah, mereka semua akan mengunjungi Ji Soo di Prancis. Ji Soo baru ingat tentang Do Kyung. Ia meminta izin agar bisa menghubungi Do Kyung untuk mengucapkan perpisahan. Ibu No mengeluarkan ponselnya.


Do Kyung: “Ibu?”
Ji Soo: “Oppa, ini Ji Soo.”
Do Kyung: “Ya, Ji Soo.”
Ji Soo: “Aku dalam perjalanan ke bandara untuk sekolah ke luar negeri. Aku menelepon untuk mengucapkan selamat tinggal.”


Do Kyung menanyakan posisi Ji Soo, tapi Ji Soo tidak tahu. Ji Soo malah menyesali perbuatannya dan meminta maaf seolah ia bicara pada Ji An. Do Kyung tidak mengerti.


“Tolong sampaikan itu pada Ji An,” kata Ji Soo. Ibu No kemudian merebut ponselnya.


Do Kyung mensejajari mobil Ji An dan memberitahu kalau Ji Soo baru saja menghubunginya dna dia akan menceritakannya nanti. Do Kyung malah bertanya sejak kapan Ji Soo dan Hyuk berkencan. Ia sangat kesal. Ditambah mobil Hyuk juga datang, dan menyuruhnya mempercepat mobilnya. Do Kyung semakin kesal.


Do Kyung melihat mobil Ibu No di depannya. Ia memberitahukannya pada Ji An.


Ji An kemudian memberitahukan mobil Ibu No pada Hyuk, yang berada tidak jauh di depan mereka. Hyuk terus memperhatikan mobil itu.


Supir memberitahu kalau ada yang mengikuti mereka. Bu Min melihat kaca spion dan menyadari bahwa itu adalah truk dari workshop.


Ji Soo menoleh ke belakang dan melihat ada 3 mobil yang mengikutinya.


Ibu No meminta supir untuk mempercepat laju mobilnya dan Bu Min diminta menghubungi Polisi. Ji Soo kebingungan.


Mereka bertiga berhasil menghadang mobil Ibu No. Hyuk turun dari mobilnya dan berjalan menuju mobil Ibu No.


Hyuk membuka pintu mobil dan mengulurkan tangannya, “Ji Soo...”


Ji Soo akan keluar, tapi Ibu No memegang tangannya. Ji Soo  bingung.


“Ji Soo, ayo pergi,” ajak Hyuk.


Ji Soo menerima uluran tangan Hyuk dan menggenggamnya erat. Ia menghempaskan tangan ibunya dan keluar dari mobil.


Mereka berlari menuju mobil Hyuk. [crstl]

4 komentar

  1. Seruuunyyyaa.
    Hyuk membawa kabur Ji soo

    Thank you sinopsisnya

    BalasHapus
  2. Waduuh
    Tambah greget nih drama
    Penasaran selanjunya... trima kasih sinopsnya

    BalasHapus
  3. Nangis melulu baca sinopsisnya palagi pas jiso ketemu hyuk di kafe sediiiih...

    BalasHapus


EmoticonEmoticon