1/30/2018

SINOPSIS My Golden Life Episode 42 PART 1

SINOPSIS My Golden Life Episode 43 BAGIAN 1


#42 – Itu Tidak Benar


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 41 Part 3
Ji Soo menyambut uluran tangan Hyuk dan berlari masuk ke mobilnya. Hyuk mengendarai mobilnya. Ibu No menyuruh Supir Lee untuk menangkap mereka, namun sudah terlambat.


Ji An mengingatkan Hyuk agar mengambil jalan yang pintas yang sebelumnya mereka bicarakan. Hyuk mengerti.


Ibu No melihat Do Kyung dari belakang, “Beraninya kalian.” Sayangnya mobil Do Kyung mogok. Para Polisi pun keburu datang menghadang mereka. Ji An juga sudah tidak bisa lewat.


Ibu No menyuruh mereka menangkap Ji An, karena ini adalah penculikan. Tapi Bu Min bilang tidak bisa, karena saat ini status putrinya adalah Seo Ji Soo.


Do Kyung dan Ji An diperiksa di Kantor Polisi. Mereka berakting sedemikian hingga, dan pura-pura tidak saling mengenal. Do Kyung bilang ia sedang mengejar mobil ibunya, sedangkan Ji An sedang mengejar mobil Do Kyung yang menyerempet mobilnya. Detektif mendapat laporan dari atasannya agar membebaskan mereka.


Di luar, Do Kyung bertanya bagaimana dia akan membayar perbaikan mobil Ji An.


Ji An mengingat saat dulu dia tidak sengaja menabrak mobil Do Kyung.


Mereka tertawa, karena sama-sama masih ingat pertemuan pertama mereka.


Tidak jauh dari sana, Ibu No memperhatikan keakraban mereka.


Dalam perjalanan menuju mobil, Do Kyung dan Ji An membahas kejadian kecelakaan dulu itu. Ji An bilang ia tidak pernah meminta potongan biaya kerugian pada Do Kyung dan Do Kyung mengakuinya.  Do Kyung juga meminta maaf, karena dulu melaporkan perkelahian Ji An dengan Ha Jung dan kesalahan-kesalahan lainnya. Ji An bilang semua yang terjadi adalah pilihannya sendiri. Mereka tersenyum bersama.


Ibu No masih memperhatikan mereka dari dalam mobil.
Flashback..


Ibu No muda tampak menunggu seseorang di sebuah bioskop.


Pak CHoi: “Apa kau yang meletakkan dua tiket film di mejaku?”
Ibu No: “Aku harus membayar untuk insiden muntah dulu.”
Pak CHoi: “Jadi kau membelikan dua tiket film?”
Ibu No: “Ya.”


Pak Choi: “Bagaimana jika aku pergi bersama orang lain?”
Ibu No: “Bukankah sudah sangat jelas kalau orang itu adalah aku?”
Pak Choi: “Kenapa?”
Ibu No: “Apa maksudmu? Apa maksudnya adalah banyak wanita yang akan melakukan itu untukmu?”


Mereka lalu sama-sama tersipu.


Ibu No melihat Do Kyung dan Ji An sepertinya dirinya saat muda dulu. Bu Min menyadarkan lamunan Ibu No dengan mengatakan bahwa semuanya sudah siap. Ibu No lalu menyuruh supir menjalankan mobilnya.


Merasa keadaan sudah aman, Hyuk menghentikan mobilnya.


Ji Soo masih berusaha mengatur napasnya, lalu mengatakan bahwa ia harus kembali kepada ibunya. Ji Soo minta diantarkan kembali ke bandara. Hyuk memegang tangannya untuk menenangkannya dan mengingatkan bahwa Ji Soo sendiri-lah yang membuka pintu dan menerima uluran tangannya. Ji Soo bilang saat itu dia sedang bingung dan tidak menyadari apa yang sedang ia perbuat.


“Tidak. Kau terlihat bahagia ketika melihatku,” kata Hyuk yakin. Ji Soo mengelak dan tetap meminta Hyuk agar mengantarnya kembali ke bandara. Hyuk menggenggam erat tangan Ji Soo.


Ji Soo bertanya bagaimana mereka semua bisa tahu tentang kepergiannya. Hyuk bilang mereka semua langsung datang untuk Ji soo saat mengetahui kabar itu. Hyuk bilang ia tidak bisa membiarkan Ji Soo pergi seperti itu. “Tidak, kami bertiga tidak ingin kau pergi.”


Ji Soo: “Termasuk kau?”
Hyuk: “Sepertinya begitu.”


Do Kyung menghubungi seseorang untuk mengurus mobilnya yang mogok. Ji An juga bicara dengan Hyuk melalui telepon yang mengabarkan bahwa ia akan membawa Ji Soo ke rumah kos Yong Gook. Ji An bilang mereka akan menyusun rencana berikutnya setelah mendengar pendapat Ji Soo. 


Beberapa penjaga turun di depan rumah ayah Ji An.


Beberapa orang lagi berjaga di depan toko roti Bos Kang.


Ada juga 4 orang di depan café  Hee. Hee melihat para penjaga itu dengan ketakutan.


Yong Gook memanggil Polisi dan mengatakan bahwa ada orang yang parkir secara ilegal di depan rumahnya. Para penjaga itu memutuskan untuk pergi. Tak lama berselang, mobil Hyuk datang.


Yong Gook yang sedang mengobrol bersama Polisi kenalannya, mengedipkan matanya pada Hyuk. Hyuk lalu membawa Ji Soo masuk ke dalam rumah kos.


Bu Min menginformasikan pada Ibu No bahwa Ji Soo ada di rumah kos. Ia bertanya apakah para penjaga perlu membawanya pulang. Ibu No bilang mereka tidak bisa terlibat dengan rumah kos.


Ji Soo memandang berkeliling. Hyuk memberitahu bahwa saat ini ada 7 orang yang tinggal disana termasuk Yong Gook. Ji Soo lemas dan hampir terjatuh.


Ji An datang dan Ji Soo memanggilnya unnie. Mereka kembali berpelukan setelah sekian lama. Ji Soo memeluk erat Ji An dan Ji An mengelus-elus pundak Ji Soo untuk menenangkannya.


Do Kyung merasa iri, “Astaga, kau sampai lupa pada oppa-mu.” Ji Soo tersenyum dan menyapa Do Kyung. Yong Gook lalu mengajak mereka bicara terlebih dulu.


Ji Soo bercerita bahwa Ibu No berkata padanya bahwa ia akan membuat kacau café dan toko roti. Hyuk bertanya kenapa Ji Soo langsung mengambil keputusan, padahal hal itu belum terjadi dan bisa saja hanya gertakan. Ji Soo bilang mereka serius, karena saat ia bilang tidak mau keluar negeri, mereka langsung memberhentikan ibu dari restoran


Ji Soo bilang ia masih merasa khawatir. Do Kyung bilang ia akan langsung menemui ibunya setelah berganti pakaian. Ji Soo bilang ia terkejut saat tahu Do Kyung juga tinggal disana.


Do Kyung belum menjawab, tapi Hyuk menyuruh Ji Soo untuk masuk ke kamar dan beristirahat. Hyuk memberitahu Ji  An, kalau Ji Soo hampir pingsan tadi. Ji An terkejut dan langsung mengajak Ji Soo ke kamar.


Do Kyung: “Ada apa denganmu? Bagaimana kau bisa menyukai Ji Soo setelah menyukai Ji An?”
Hyuk: “Ji An adalah cinta pertamaku, tapi sekarang aku menyukai Ji Soo.”
Do Kyung: “Aku tidak bisa percaya padamu. Kau ingin menjadi pacar adikku? Mimpi!”


Do Kyung lalu masuk ke kamarnya dengan kesal. Yong Gook menertawakan sikap DO Kyung. Hyuk mengatakan dengan suara agak keras bahwa dia dan Ji Soo sudah berpacaran. Yong Gook kembali tertawa dan berkata bahwa sekarang Hyuk berada dalam masalah besar.


Ji An mengajak Ji Soo ke kamar lamanya. Ji an bertanya kenapa Ji Soo berpura-pura bahagia tinggal disana. Tapi kemudian Ji An sadar bahwa dialah yang tidak memberikan kesempatan pada Ji Soo untuk menjelaskan.


Ji Soo: “Tapi, aku menamparmu. Padahal kau pasti berpikir bahwa hanya akulah yang dapat kau ajak bicara.”
Ji An: “Aku merasa dipermalukan, tapi hanya kaulah tempatku bersandar.”
Ji Soo: “Itulah kenapa kau ingin mengakhiri hidupmu.”
Ji An: “Bagaimana kau tahu?”


Ji Soo bercerita bahwa dalam perjalanan ke bandara, dia merasa seperti ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Saat itu Ji Soo berpikir bahwa itu adalah hati terakhirnya sebagai Ji Soo, dan setelah kembali ia akan menjadi Choi Eun Seok, dan itu membuatnya takut.


Hyuk juga pernah menceritakan tentang temannya yang mencoba bunuh diri di gunung.


Ji An bilang sekarang ia sudah baik-baik saja. “Maafkan aku,” kata Ji Soo. Ji An berkata dialah yang lebih minta maaf. Ji An mengatakan bahwa ia tidak akan pernah membenci Ji Soo, karena Ji Soo adalah belahan jiwanya. Mereka kemudian berpelukan.


Yong Gook berkata rumah kosnya kini berubah menjadi tempat persembunyian. Hyuk bertanya apa yang akan mereka lakukan. Do Kyung yakin kalau ibunya hanya menakut-nakuti Ji Soo. Hyuk juga berpikir begitu. Tapi Yong Gook berbeda, dia malah berpikir bahwa keadannya bisa menjadi lebih buruk daripada yang mereka bayangkan.


Ji An menyusul Do Kyung dan memaksa untuk ikut untuk menemui Ibu No dan meminta maaf. Do Kyung akhirnya memperbolehkan Ji An ikut.


Pak Choi: “Apa Ji Soo punya pacar?”
Ibu No: “Bagaimana dia bisa turun dari mobil seperti itu? Apa kau bisa mengerti dia? Dia adalah putri Grup Haesung. Aku mengirimnya kesana agar menjadi bagian dari Haesung.”
Pak Choi: “Bisakah kau lebih tenang sedikit? Ini bukan seperti dirimu yang biasanya.”


Ibu No bilang ia tidak bisa tenang. Ia malah bertambah kesal, karena Ji Soo melepaskan tangannya dan pergi.


Menurut Pak CHoi, jika Ji An dan Do Kyung ada disana, maka mereka pasti punya alasan yang bagus. Ibu No bilang itu tidak penting, karena sekarang mereka harus mendapatkan Ji Soo kembali. Bu Min mengetuk pintu mengabarkan kedatangan Do Kyung dan Ji An. [crstl]

1 komentar

  1. Terima kasih sinopsisnya miiin semangat lagiii yaaa nulisnya 😍😍😍

    BalasHapus


EmoticonEmoticon