1/30/2018

SINOPSIS My Golden Life Episode 42 PART 3

SINOPSIS My Golden Life Episode 42 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 42 Part 2
Ji Ho sudah mulai berjualan lagi. Seorang pembeli bertanya apakah ada warna lain untuk model baju yang ia inginkan. Ji Ho bilang hanya tinggal satu, dan itu cocok untuknya. Pelanggan menggerutu kalau warna hijau tidak sesuai dengan warna kulitnya. Ia tidak jadi membeli.


Seo Hyun datang dan Ji Ho langsung mengungkapkan kekesalannya karena Seo Hyun datang terlambat, padahal ia sudah berjanji akan membawa baju-baju Ji Soo.


Seo Hyun bilang ia tidak bisa membawa baju-baju itu, karena pemiliknya kembali lagi.Ji Ho merasa heran. Lalu Seo Hyun menceritakan semua yang ia dengar di rumah sebelumnya.


Ji Ho sangat terkejut saat mengetahui kalau Do Kyung pergi dari rumah karena Ji An. Seo Hyun juga tidak mempercayainya, tapi ia mendengarnya sendiri. Tiba-tiba seseorang hampir menabrak Seo Hyun, dan Ji Ho mencegahnya dengan memegang bahu Seo Hyun.


Seo Hyun terperangah, lalu mereka berdua saling bertatapan. Suasana mendadak menjadi canggung. Ji Ho melepaskan bahu Seo Hyun dan menyuruhnya pergi. Ji Ho bilang keadaan sedang darurat, sehingga mereka tidak mungkin berteman. Ji Ho tidak mau keluarnya Seo Hyun melihatnya bersamanya.


Seo Hyun mengerti, tapi tetap saja dia sedih karena Ji Ho mendorongnya pergi seperti itu.


Sekretaris Yoo menunjukkan foto-foto pabrik yang sedang dilelang. Sekretaris Yoo menginformasikan bahwa kapasitas ruangnya besar dan dekat dari pusat perkayuan di Seoul, dan pabrik itu baru tutup tiba bulan sebelumnya.


Do Kyung meminta Sekretaris Yoo untuk menghubungi manajer pabrik sebelumnya.


Pak Choi meminta istrinya agar membiarkan Ji Soo melakukan apa yang diinginkannya. Ibu No menolak. Pak Choi bertanya apakah istrinya itu ingin kehilangan semua anaknya. Pak Choi pikir sekarang mereka harus memperlakukan Do Kyung dan Ji Soo dengan cara yang berbeda.


Ibu No: “Ayah akan membawa Do Kyung kembali. Dan aku akan membawa pulang Ji Soo.”
Pak Choi: “Tidak, kau tidak akan bisa membawanya kembali. Kau tidak punya hak untuk membawanya pulang. Eun Seok sekarang adalah Seo Ji Soo. Dia bukan Choi Eun Seok. Jika kau ingin memaksa Ji Soo kembali, kau harus mengajukan hak asuh terhadap Ji Soo. Lalu itu akan menyebar di masyarakat. Apa kau yakin akan melakukan itu?”


Pak Choi mengatakan banyaknya kemungkinan negatif bagi keluarganya jika hal itu sampai terjadi. Pak Choi bilang ia tidak akan tinggal diam, jika Ibu No tetap memaksa Ji Soo. “Aku mohon padamu, Myung Hee.”


Bu Min ada di kantor real estate dan menanyakan tentang bangunan yang digunakan sebagai toko roti Bos Kang dan café Hee.


Do Kyung berpikir sejenak, lalu memantap hatinya untuk menjalankan mobilnya menuju ke suatu tempat.


Ji An menyelesaikan semua pekerjaannya lebih awal, jadi dia akan pulang lebih awal. Bos workshop mengizinkannya.


Ji An pulang ke rumah kos sambil membawa barang belanjaan. Ia terkejut melihat Do Kyung sudah ada disana. Do Kyung bilang ia akan mengantarkan Ji An pulang ke rumahnya.


Ji An bilang ia belum bisa pulang, karena ada Ji Soo disana. Do Kyung bilang Ji Soo adalah adiknya, jadi dia yang akan menjaganya. Do Kyung mengingatkan bahwa Ji An sudah memberitahu kakek kalau dia akan pindah, dan Do Kyung tidak mau kakek salah paham dan menyalahkan Ji An lagi. “Tapi Ji Soo… Aku sudah membelikannya makanan untuk beberapa hari kedepan.”


Do Kyung berjanji akan memberitahu Ji Soo tentang itu. Ji An lalu menerima telepon dari ayahnya yang mengajaknya bertemu sepulang kerja. Ji An bilang ia akan pulang ke rumah dan meminta ayah menunggunya disana.


Ji An melihat mobil Do Kyung dengan khawatir. Do Kyung bilang mobilnya mati dalam perjalanan pulang tadi dan mengajak Ji An naik bus. Mengetahui hal itu, Ji An bilang ia akan pulang sendiri saja.


“Biarkan aku menjadi oppa-mu sekali saja dan mengantarkanmu pulang,” kata Do Kyung sambil berjalan membawa koper Ji An pergi. Ji An menyusulnya.


Di dalam bus sangat penuh penumpang.


Bus mengerem mendadak dan Do Kyung menahan tubuh Ji An agar tidak terjatuh.


Mereka berada sangat berdekatan dan suasana menjadi canggung.


Mereka turun dari bus. Do Kyung tidak percaya dia kembali ke lingkungan itu lagi. Padahal jika dia kesana lagi, dia bisa menjadi hewan. Ji An tertawa dan bertanya kenapa Do Kyung kembali lagi, padadal Do Kyung bilang tidak mau bertemu dengannya lagi.


Mereka berhenti dan disitulah tepatnya Do Kyung dulu berkata kalau Ji An adalah orang yang keras kepala. Mereka tertawa,
Flashback..


Do Kyung berlari dari Ji An, tapi ternyata Ji An malah sudah ada di depannya. Ia bertanya kenapa Ji An bisa secepat itu. Ji An bilang ia tinggal di daerah itu. JI An juga berpura-pura kalau dia menghubungi Polisi.


Do Kyung kembali berjalan dan berkata bahwa sejak kecelakaan itu, dia menjalani hari-hari yang menyenangkan bersama Ji An. Saat itu, dia tidak berpikir kalau dia akan merindukan masa-masa itu.


Ji An tertegun saat Do Kyung mengajaknya pergi ke mini market favorit Ji An untuk membeli minuman perpisahan.


Mereka minum bersama di depan mini market. Ji An minum dengan cepat, namun Do Kyung minum dengan perlahan. Ketika minuman mereka habis, Ji An mengajaknya pulang. Tapi, Do Kyung bilang ia kedinginan, jadi butuh kopi panas. Ji An menatapnya dengan heran.


Mereka masuk ke dalam untuk membeli kopi. Do Kyung melihat gelas kopinya sudah kosong. Ia melihat ke arah Ji An yang terlihat sedang melamun. Do Kyung belum mau berpisah dari Ji An.


Pemilik mini market lalu datang memberikan roti promosi gratis, karena sudah lamaia tidak bertemu Ji An. Ji An mengucapkan terima kasih dan memberikan satu untuk Do Kyung.


Mereka makan bersama dan bisa menghabiskan waktu bersama lebih lama.


Roti sudah habis dan mereka kembali terdiam. Do Kyung sudah tidak bisa membuat alasan lagi.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Ji An. Mereka saling memperlambat langkah mereka. Mereka sama-sama tidak mau berpisah. 


Mereka sudah sampai dan Ji An meminta kopornya. “Seberapa lambat pun kita berjalan, akhirnya kita sampai juga,” kata Do Kyung. “Aku menikmati hidup bersamamu selama sebulan ini.”


Ji An: “Aku juga.”
Do Kyung: “Seo Ji An. Apa kau tahu kenapa aku tidak menghentikanmu? Itu karena kau tidak bisa tersenyum di dekatku. Kau tersenyum di dekat Hyuk dan Yong Gook. Kau tersenyum di workshop dan kepada penghuni lain di rumah kos, tapi tidak padaku. Itulah kenapa aku tidak menghentikanmu.”


Ji An tersenyum. Do Kyung bilang ia tidak mau melihat Ji An tersenyum dengan terpaksa. Ji An bilang sungguh tersenyum. Do Kyung pun ikut tersenyum.


“Selamat tinggal. Jaga dirimu, Seo Ji An,” kata Do Kyung sambil mengacak-acak rambut Ji An.


Ji An menatap kepergian Do Kyung dengan sedih. Ia merapikan rambutnya dan menangis.


Ibu mengingat pesan ayah agar tidak memberitahu tentang keadaan kakek. Ibu lalu bertanya kenapa Ji An membawa kopor.


“Ibu. Ayah. Aku pindah. Aku ingin tinggal bersama kalian lagi,” kata Ji An sambil tersenyum. Ayah dan Ibu terkejut dan saling berpandangan.


Ji An merapikan pakaiannya ke dalam lemari, lalu ayah ikut masuk ke kamar. Ji An bertanya apakah ayah ingin tahu tentang Ji Soo. Ayah membenarkan, tapi yang ingin ia beritahu adalah kedatangan kakek ke rumah mereka. Ji An terkejut.


Ji An: “Untuk mencari Ji Soo?”
Ayah: “Tidak. Dia datang karena dirimu. Aku tahu kau orang yang bertanggung jawab…”
Ji An: “Apa ada yang terjadi? Apa dia berbuat kekerasan pada ayah dan ibu?”


Ayah menyangkal. Ayah bilang kakek hanya sedang mengkhawatirkan cucunya. Ayah menduga kalau kakek telah salah paham pada Do Kyung dan Ji An. Ji An membenarkan kalau kakek memang salah paham.


Ji An: “Tapi ayah, sejujurnya, aku memang menyukainya.”
Ayah: “Benarkah?”
Ji An: “Aku tidak bisa mengontrol perasaanku, jadi aku mulai menyukainya. Tapi kami tidak berkencan. Dia juga tahu itu. Itulah kenapa dia juga menyerah terhadapku. Sekarang karena aku sudah pulang ke rumah, kami tidak akan bertemu lagi.”


Ji An juga menceritakan kalau Do Kyung membantunya membatalkan kepergian Ji Soo keluar negeri. Mungkin karena itulah kakek salah paham.


Ternyata ayah baru tahu kalau Ji An menghalangi kepergian Ji Soo. Ji An bilang ceritanya panjang. Ji An mengajaknya ayahnya duduk dan mendengarkan ceritanya. Ayah menolak, karena ia tidak mau JI an menceritakan sesuatu yang menyakitkan baginya.


“Kenapa tidak? Aku sudah baik-baik saja sekarang,” kata Ji An. Ayah lalu bertanya apakah Ji Soo akan baik-baik saja. Ji An yakin begitu. Ia juga bilang kalau nanti mereka akan mengunjungi ayah di kampung halaman.


Ji Soo bertanya kenapa Ji Soo pulang ke rumah. Do Kyung bilang ibunya tahu kalau Ji An terlibat ketika menghalangi Ji Soo pergi. Do Kyung khawatir kalau ibunya ke rumah kos dan melihat Ji An disana.


Keesokan harinya, Ji Soo berangkat bekerja dan Hyuk mengantarnya sambil menggandeng tangannya. Ji Soo bilang ia sangat senang, begitu juga dengan Hyuk. Hyuk bertanya apakah tangan Ji Soo tidak dingin. “Tidak, tidak dingin,” jawab Ji Soo.


“Tanganku dingin,’ kata Hyuk sambil memasukkan tangan Ji Soo ke dalam saku jaketnya. “Mari kita lakukan ini.” Mereka tersenyum bahagia.


Di belakang mereka, para penjaga terus mengawasi.


Di toko roti, Bos Kang dan Hee saling menatap kebingungan.


Di depan mereka ternyata ada agen real estate yang mengatakan kalau wanita yang bersamanya itu sangat menyukai tempat itu dan akan membeli dengan harga dua kali lipat. Bos Kang terlihat kesal.


Ji Soo masuk ke toko roti dan memanggil Bos Kang dengan ceria.


Senyum Ji Soo menghilang saat melihat Bu Min ada disana. “Bu.. Bu Min..”


Pak Choi memeriksa daftar perkembangan usaha makanan dan minuman Haesung dan menemukan bahwa manajer restoran untuk cabang Sinchon, yang adalah ibu Ji An, sudah diganti.


Bawahannya bilang kalau itu adalah perintah dari Ibu No. Pak Choi menutup daftar itu, dan menyuruhnya keluar. Ia kemudian mendapat telepon dari Ji Soo.


“Ya, Ji Soo..” kata Pak Choi.


Pak Choi mengendarai mobilnya lalu berhenti di suatu tempat. Ia berteriak beberapa kali melepaskan amarahnya. Matanya tampak sedih.


“Ji Soo melihatmu?” tanya Ibu No di telepon. “Bagus. Aku akan menghubungimu lagi.” Ibu No menutup teleponnya ketika melihat suaminya datang.


Pak Choi bertanya apakah Ibu No membeli gedung tempat tinggal keluarga Hyuk. Ibu No bilang ia harus mengambil tindakan dan mengingatkan suaminya bahwa ia tidak akan menyerah terhadap Ji Soo.


Pak Choi: “Dan kau juga memberhentikan Yang Mi Jung?”
Ibu No: “Itu peringatanku untuk Seo Ji An.”


Pak CHoi berteriak bahwa ibu Ji An telah menyelamatkan hidup putri mereka. Ibu No meminta suaminya untuk mengatakan hal yang tidak beralasan.


Pak Choi: “Malam itu, jembatan itu tersapu badai. Jika Seo Tae Soo tidak menemukannya, Eun Seok akan terkena dan mati. Jo Soon Ok meninggalkannya disana dan tidak mengawasinya.”
Ibu No: “Apa maksudmu? Jo Soon Ok tidak mengawasinya? Bagaimana kau tahu?”
Pak Choi: “Tapi kau pikir Ji Soo tidak cukup baik? Dia tidak cukup berpendidikan? Dia tidak cukup baik untuk keluarga kita? Itulah yang kau pikirkan. Kau pikir Ji Soo kita kurang berkelas dan elegan.”


Ibu No meminta Pak Choi mengatakan tentang Jo Soon Ok lebih dulu. “Apa kau yang membawanya pergi?”


“Kau! No Myung Hee, kau! Kau pikir kau sangat berkelas dan elegan, tapi kau, No Myung Hee! Kau kehilangan putri kita, ketika kau pergi untuk bertemu dengan pria lain. Kau kehilangan Eun Seok.” [crstl]

7 komentar

  1. Trima kasih sinopsnya

    Kebelakang makin tegang

    BalasHapus
  2. Trima kasih sinopsnya

    Kebelakang makin tegang

    BalasHapus
  3. Udh tinggal beberapa part lg dan sangat menegangkan skali.. Terimakasih sinopsisnya,

    BalasHapus
  4. makasih updatenya,, makin banyak kejutan dibeberapa episode ini,, mulai dri tempat kos yg trnyata pemiliknya org yg berpengaruh juga buat haesung,, lalu skg alasan knp eun soek bisa hilang,, gak sabar nggu kelanjutannya,, semangat kk buat sinopnya,, walau udh ntn tp ttp nggu updte sinop

    BalasHapus
  5. Waaa... Makin seru! Ditunggu lanjutannya ya..

    BalasHapus
  6. Ga sabar nunggu minggu depan...penasaran.

    BalasHapus
  7. Omegattt 😱😱😱 kauuu No myung hee 😤😤 ahh pak choii kerenn 😍😍😘😘

    Ayo pak choi ..Sikat ratakan noo myung hee 😤😤

    BalasHapus


EmoticonEmoticon