1/07/2018

SINOPSIS Nothing to Lose Episode 28 PART 2

SINOPSIS Nothing to Lose Episode 28 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Nothing to Lose Episode 28 Part 1
Hakim Oh sedang berbicara dengan Eui Hyun dan Jung Joo, dia mengeluhkan tentang sidang Do Jin Myung yang dilimpahkan kepada panelnya.
“Semua kasus ini ditugaskan kepada panel kita? Memangnya cuma kita satu-satunya panel di departemen hukum kriminal? Tentu saja aku mengakui kalau panel kita memiliki kemampuan. Tapi ini terlalu banyak, bagaimana bisa mereka menugaskan semua kasus ini kepada kita? Ini membuat aku gila. Sejujurnya, aku merasa tidak nyaman mengambil kasus Profesor Yoo. Jadi aku meminta kepala hakim untuk menggabungkan kasus ini... Dengan kasus Kim Joo Hyung, yang mereka tangani. Tapi dia langsung menolakku. Hakim Lee, kau pasti lebih merasa tidak nyaman dengan ini. Apa kau berencana untuk mundur?”


“Kalau itu yang anda mau, aku mengijinkannya.”
“Tidak, tidak, maksudku itu akan berat bagimu secara emosional. Aku bukannya menyarankan kau mundur. Apa kau percaya diri... Kau bisa membuat keputusan yang adil dan mengenyampingkan perasaan pribadimu?”
“Menurutku, cukup adil kalau panel kita yang menangani kasus ini... Karena sudah ditugaskan ke panel kita.”
“Aku setuju. Kalau kita mundur dan membuat panel lain mengambil kasusnya, mungkin akan membangkitkan kecurigaan.”
“Kalau begitu, mari kita lakukan. Mari kita ambil kasus ini.”


Hakim Oh mengambil sebuah amplop lalu memberikannya pada Jung Joo.
“Oh, benar, Kang Sun Young... Mengirimkan surat kepada kita. Kenapa tidak kalian baca?”

Di dalam ruangannya, Jung Joo membaca surat dari Kang Sun Young.
“Hakim yang terhormat, selamat tahun baru. Aku tahu aku melakukan tindakan yang tidak terpuji. Tapi berkat pertolonganmu, aku bisa memasakkan sup kue beras untuk anakku di tahun baru. Aku sangat bahagia. Di kegelapan yang sunyi, aku tidak punya pilihan kecuali melakukan pelanggaran hukum pada keluargaku. Terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk menyesali kejahatanku sebagai seorang ibu... Yang bisa membantu anakku tetap hidup.”
Di bagian bawah surat itu, Ji Sun juga menuliskan pesannya.
“Hakim yang cantik dan ganteng, aku memakai jepit rambut yang cantik. Aku akan sembuh... Dan menjadi hakim yang keren seperti kalian. Dari Ji Sun.”


Setelah selesai membaca surat, Eui Hyun berbicara pada Jung Joo.
“Mundur adalah cara yang bisa kau ambil kalau kau tidak percaya diri. Akan tetapi, prinsip kita tegas, menghadapi kebenaran daripada mundur adalah salah satu cara juga.”
Jung Joo hanya diam dengan wajah sedih mendengar ucapan Eui Hyun.


Han Joon datang ke penjara untuk menemui ibunya, tapi sipir mengatakan Prof Yoo menolak bertemu Han Joon.
“Nyonya Yoo Myung Hee menolak pengunjung.”
“Kumohon, bisakah kau bertanya padanya sekali lagi?”
“Dia tahu kau akan bilang begitu. Dia bilang, dia akan menemuimu di pengadilan.”


Jung Joo sedang merapikan jubahnya, sambil berbicara dengan Eui Hyun.
“Hakim Sa. Yang membantumu memakaikan jubahmu di persidangan pertamamu itu adalah...”


Eui Hyun lalu berbalik lalu keduanya saling berhadapan.
“Ayahku membantuku.”
“Apa kau berada di panel yang sama dengan ayahmu?”
“Tidak. Dia datang ke ruanganku dan meminta ijin pada ketua. Tapi kenapa kau bertanya... Pada persidangan pertamamu...” Eui Hyun tidak melanjutkan kata-katanya.
“Ya. Profesor Yoo yang membantuku memasangkan jubahku.”


Flashback. Prof Yoo membantu Jung Joo memakai jubah pada sidang pertamanya.
“Aku mau menjadi hakim yang akan membuat ratu keadilan menangis. Yah, aku tidak percaya diri, tapi aku akan berusaha. Aku menghormatimu.” Jung Joo berbicara dengan bersemangat karena dia sangat bahagia. Lalu Jung Joo memeluk Prof Yoo.


Eui Hyun berusaha memberi semangat pada Jung Joo dalam sidang kali ini.
“Kau bisa melakukannya dengan baik, sampai kau bisa membuat... Ratu keadilan menangis kan?”
Jung Joo mengangguk lalu mereka berdua tersenyum.

Hakim Oh membuka sidang pembunuhan Kim Ga Yong oleh Prof Yoo. Hakim Oh menanyakan nama terdakwa tapi terdakwa tidak menjawab. Dia hanya diam dengan tatapan kosong. Setelah bertanya untuk ketiga kalinya, terdakwa bisa menjawab pertanyaan hakim Oh.
“Ya. Namaku Yoo Myung Hee.” Prof Yoo menjawab dengan kepala menunduk.


Lalu Jaksa membacakan dakwaannya.
“Terdakwa Yoo Myung Hee menyaksikan suaminya, Do Jin Myung, memperkosa remaja Kim Ga Young di waduk Gwangdeok 10 tahun yang lalu. Untuk menutupi kejahatan suaminya, dia mencekik Kim Ga Young sampai mati. Karenanya, dia dituntut atas pembunuhan berdasarkan pasal 250 UU hukum pidana.”


Setelah mendengar dakwaan jaksa, hakim Oh meminta pengacara terdakwa untuk memberikan argumennya.
“Terdakwa menolak bertemu dengan aku, pembelanya....”
Sebelum pengacaranya selesai bicara, prof Yoo memberikan pernyataanya.
“Aku menerima semua tuntutan.”


Jaksa lalu memberikan bukti yang dimilikinya berupa hasil tes analisis.
“Ya yang mulia. Aku akan memanggil saksi sesuai dengan daftar saksi.”


Saat pengacara memberikan argumennya, lagi-lagi prof Yoo memotongnya.
“Karena aku tidak bisa bertemu dengan terdakwa...”
“Aku setuju dengan semua bukti yang diberikan oleh jaksa.”


“Karena terdakwa setuju, kami akan menerima buktinya. Kami sekarang akan memprosesnya.”
Setelah hakim Oh berbicara, jaksa melanjutkan dakwaannya.
“Ini termasuk pengakuan terdakwa selama dengar pendapat... Bahwa dia mencekik korban, Kim Ga Young, sampai mati. Juga termasuk celana dalam Kim Ga Young, yang diambilnya dari lokasi kejadian.”


Hakim Sa kemudian berbicara pada terdakwa.
“Suamimu, Do Jin Myung, menyatakan kalau dia memperkosa dan mencekik Kim Ga Young sampai mati. Waktu dia ditanyai, dia bilang kau salah karena trauma akibat menyaksikan perbuatannya.”
“Itu tidak benar. Aku yang membunuhnya.”
“Pernyataan dari dua orang yang berada di lokasi kejadian, berlawanan. Kalau terdakwa tidak memiliki komentar, kami akan memanggil Do Jin Myung, yang telah dipanggil kejaksaan sebagai saksi mereka.”


Hakim Seo sedang mendengarkan hakim Yoon yang membacakan berkas kasus sidang selanjutnya.
“Sidang ulang Choi Kyung Ho didengar pendapat permohonan sidang ulang, celana dalam Kim Ga Young yang ada DNA nya Do Jin Myung dimasukkan. Dia mengakui telah memperkosanya, dan telah didakwa. Dan juga, Profesor Yoo Myung Hee mengaku telah membunuh Kim Ga Young.”
Lalu hakim Jung juga menambahkan “Dengan mempertimbangkan semua bukti, Choi Kyung Ho ternyata tidak bersalah atas kasus pemerkosaan dan pembunuhan Kim Ga Young. Ternyata pelakunya adalah Do Jin Myung dan isterinya.”
Kemudian hakim Seo memberikan pendapatnya “Sidang pertama Do Jin Myung dan Yoo Myung Hee belum diputuskan. Terlebih lagi, karena mereka berdua bersikeras kalau merekalah pelakunya. Tidakkah pengakuan mereka kurang bisa dipercaya?”


Hakim Lee sedang bertanya pada Do Jin Myung untuk memberikan keterangan.
“Kau bersikeras membunuh Kim Ga Young. Kau juga bersikeras kalau kau tidak ingat. Tapi kau ingat mencekiknya sampai mati?”
“Itu benar. Bahkan kalau masyarakat menghakimi aku, aku akan menerimanya.”
Prof Yoo lalu berbicara “Aku membunuh Kim Ga Young. Do Jin Myung melakukan sumpah palsu. Aku akan memasukkan bukti analisa dari badan forensik. Yang membuktikan kalau tangan yang mencekik Kim Ga Young adalah tangan wanita.” 


Hakim Oh kemudian menanyakan dimana bukti tersebut.
“Anakku yang memilikinya.”
Prof Yoo menjawabnya lalu memandang Han Joon.


Flashback. Prof Yoo berbicara pada Han Joon sambil menyerahkan sebuah flashdisk.
“Kalau ayahmu... Terus bersikeras kalau dialah yang membunuh Kim Ga Young, berikan ini pada jaksa atau masukkan ke pengadilan.”


Hakim Oh bertanya pada Han Joon.
“Apa kau punya dokumen itu sekarang?”
Han Joon dengan mata berkaca-kaca berdiri lau berbicara. “Sesuai dengan keinginan terdakwa, saya akan memasukkanya sebagai bukti.”


“Terdakwa. Silahkan berikan pernyataan terakhirmu.”
Prof Yoo kemudian berdiri setelah mendengar ucapan Jung Joo.


Prof Yoo dengan sangat sedih memandang wajah suami lalu putranya.


Flashback. Prof Yoo masih berada di ruang tunggu sebelum sidang dimulai. Seorang sipir datang lalu menghampirinya. Prof Yoo memberikan sesuatu di tangan sipir itu.


Secara diam-diam, sipir itu masuk ke ruang sidang menuju kursi terdakwa. Membuka botol air mineral lalu memasukkan serbuk yang diberikan Prof Yoo kepadanya.


Sebelum Prof Yoo memberikan pernyataannya, dia mengambil botol air mineral di hadapannya lalu meminumnya. Dia diam beberapa saat untuk menguatkan dirinya.
“Atas perintah pengadilan, aku memberikan hukuman kepada Yoo Myung Hee, terdakwa, hukuman mati.”
Comments


EmoticonEmoticon