1/31/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 1 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 1 BAGIAN 1


#1 – Awan Hujan


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Teaser Part 3

“Apa kau ingat pepatah terkenal dari drama ‘Architecture 101’?”


“Kita adalah cinta pertama seseorang.”


“Kau, dan kalian juga.”


“Di masa-masa itu, kita adalah anak laki-laki dan perempuan yang sedang jatuh cinta.”


“Dan kita bisa saja menjadi cinta pertama bagi seseorang.”


“Halo pendengar Mi Nu’s Happy jam 6 sore, hari ini…”


Anggota tim siaran sebuah stasiun radio terlihat sibuk, termasuk penyiar yang ada di dalam studio.


Mereka ternyata sedang kesulitan menghubungi Mi Nu, penyiar yang sebenarnya. Mereka panik karena Mi Nu belum datang dan tidak menjawab ponselnya.


Seorang anggota tim memberitahu kalau ada pesan dari pendengar yang ingin mengebom kantor mereka.


Penyiar itu lalu memperkenalkan diri sebagai co-writer (penulis pembantu) bernama Song Geu Rim yang akan membuka acara untuk menggantikan Mi Nu yang sedang terjebak macet.


Geu Rim lalu menunjukkan ponselnya ke timnya dan memberitahu kalau Mi Nu menghubunginya. Tim menyuruhnya untuk menjawab telepon Mi Nu secara on-air. Geu Rim kemudian memberitahu penggemar, bahwa mereka akan bicara melalui telepon dengan Mi Nu.


“Aku tidak mau siaran! Berhenti menghubungiku! Sudah kubilang, aku tidak mau melakukan itu lagi!” teriak Mi Nu.


Tim bertambah pusing.


Keheningan terjadi selama 7 detik. Dan terjadilah kecelakaan penyiaran.


Geu Rim tertawa garing. “Kejutan! Mi Nu yang sangat tampan memang suka membuat lelucon. Wah.. dia pasti sedang menyiapkan kejutan untuk kita.” Geu Rim berusaha menguasai keadaan. Dan akhirnya lagu pertama diputar.


“Brengsek kau, Mi Nuuuuu!”  teriak seorang (yang aku lihat dari teaser, pria ini adalah produser acaranya)


Geu Rim menggaruk-garuk rambutnya yang keriting.


Pria bernama Kang menyebut tim Geu Rim bodoh dan memarahi mereka. Pria itu bilang tim mereka adalah yang terburuk. “Kalian tidak mendapat pendengar. Pergi saja!” teriaknya. Pak Kang memarahi produser yang tidak dapat mengontrol penyiarnya dengan baik.


“Kau pikir kau DJ? Kenapa kau selalu ada di depan mikrofon?” tanya Pak Kang pada Geu Rim. Geu Rim meminta maaf, karena mereka belum bisa menghubungi Mi Nu.


Pak Kang bilang mereka tidak perlu minta maaf dan menyuruh mereka pergi saja. Ia bilang mereka selalu merusak siaran langsung setiap empat hari. Ia bilang sudah tidak bisa mempercayai mereka lagi. “Apa yang akan kalian lakukan untuk acara besok? Bagaimana? Bagaimana?!” tanya Pak Kang.


Geu Rim menarik napas dan berkata bahwa ia akan membawa Mi Nu apapun yang terjadi. Ia bilang ia lebih tahu keberadaan Mi Nu dibandingkan manajernya sendiri. Geu Rim bahkan rela dipecat jika ia tidak berhasil membawa Mi Nu. 


Geu Rim menelepo sambil memainkan bubble wrap. Ia kesal karena manajer Mi Nu tidak tahu keberadaan artisnya. Manajer bilang ia juga tidak akan memperbarui kontrak dengan Mi Nu lagi. Ia sudah tidak peduli pada Mi Nu dan menutup teleponnya. Geu Rim bertambah kesal. Lalu Nona La masuk.


Teman Geu Rim berbisik dan bilang Nona La pasti sedang kesal, karena ia mengecat kukunya dengan warna hitam. Nona La adalah penulis utama. Ia menyindir Geu Rim yang tidak bisa menulis, itulah mengapa ia tidak pernah menyuruh Geu Rim menulis naskah.


Nona La bilang bahwa tugas Geu Rim adalah bertanggung jawab atas DJ dan mencari bintang tamu. Setelah mengatakan itu, ia lalu keluar lagi.


Geu Rim mencoba menghubungi Mi Nu lagi. Sementara Geu Rim kebingungan, temannya malah terus tersenyum di depan laptopnya. Geu Rim bertanya apa yang temannya itu lakukan. Temannya bilang ada berita yang terus muncul di halaman utama.


Geu Rim membaca artikelnya dan itu adalah tentang aktor bernama Ji Soo Ho yang melakukan konferensi pers untuk drama barunya berjudul ‘Rainy Day’. Geu Rim menggerutu, kalau senyum Soo Ho palsu.


Karena teleponnya tidak juga terhubung, Geu Rim mengambil tasnya dan bertekad untuk menemukan Mi Nu.


Geu Rim masuk ke sebuah gedung mewah dan terlihat ada banner drama ‘Rainy Day’, tapi ia tidak menyadarinya. 


Geu Rim lalu menunggu pintu lift terbuka sambil melihat postingan Mi Nu yang sedang bersenang-senang. “Hari ini, aku akan membuatnya hancur berkeping-keping.”


Di dalam salah satu ruangan di gedung itu, Soo Ho sedang melakukan konferensi pers untuk drama terbarunya. Salah satu reporter bertanya apa alasan Soo Ho yang seorang pemilih pada akhirnya memilih ikut serta dalam drama itu.


Soo Ho bilang akhir-akhir ini ia lebih fokus pada film, dan sekarang ia ingin lebih dekat dengan penggemarnya. Ditambah lagi drama itu akan menyelesaikan keseluruhan syuting sebelum akhirnya ditayangkan.


Reporter: “Apa kau yakin ini bukan karena JH yang memproduksi dramanya? Ibumu, Nam Joo Ha, adalah CEO JH Entertainment. Aku yakin ibumu punya pengaruh.”
Soo Ho: “Benar, itu mempengaruhi keputusanku. Semua keuntungan dari drama ini akan disumbangkan untuk pengobatan leukemia. CEO sudah berjanji padaku.”


Di ruangan yang berbeda, di gedung yang sama, beberapa orang meneriakkan nama Song Geu Rim. Geu Rim mempertontonkan keahliannya membuka tutup botol dan menyajikan untuk para tamu yang ada disana.


Mi Nu yang sudah mulai mabuk juga ada disana. Mi Nu bilang ia melakukan itu semua agar Mi Nu berjanji akan datang besok.


Geu Rim: “Jika kau tidak datang, aku akan memburumu dan membunuhmu. Mengerti?!”
Mi Nu: “Ya, baiklah.”


Geu Rim keluar untuk menerima telepon dari Nona La. Geu Rim berbohong bahwa Mi Nu menangis dan meminta maaf. Pintu lift terbuka, dan orang yang sedang menunggu lift menyapa Soo Ho yang ada di dalamnya. Geu Rim masih menerima telepon dan tidak melihat Soo Ho.


Soo Ho melihat Geu Rim, dan terlihat terkejut. Ia terus menatapnya. Saat pintu lift tertutup, Soo Ho membukanya lagi.


Pria: “Apa kau mengenalnya?”
Soo Ho: “Tidak, kupikir ia ingin masuk ke dalam lift.”


Dan pintu lift tertutup lagi.


Soo Ho bersama orang tuanya sedang berada di restora untuk merayakan ulang tahun ibunya. Mereka tampak bahagia. Seorang pengunjung restoran, mengambil foto mereka bertiga.


Para pengunjung kagum melihat Soo Ho dan ayahnya berlomba memberikan hadiah yang terbaik untuk ibunya.


Geu Rim membawa Mi Nu yang sudah mabuk berat ke dalam lift. Ia menghubungi temannya yang sudah menunggu di area parkir. “Mi Nu brengsek. Tidak bisakah kau bangun? Hey!”


Mi Nu berkata bahwa ia akan melakukan yang terbaik untuk siaran radionya. Sambil mabuk, bahkan dia berkata bahwa akan melakukan siaran itu bersama Geu Rim selamanya. Pintu lift kemudian terbuka.


Soo Ho terdiam sejenak saat melihat Geu Rim, lalu masuk ke dalam lift.


“Apa? Tidak mungkin. Ini Ji Soo Ho. Apa itu benar dia? Dia sombong sekali,” kata Geu Rim sambil terus memperhatikan Soo Ho. “Aku rasa dia tidak mengingatku. Haruskah aku mencoba merekrutnya sebagai tamu?” batin Geu Rim lagi.


Mi Nu semakin tidak sadarkan diri dan meletakkan kepalanya di bahu Geu Rim. Geu Rim menyuruhnya bangun, tapi Mi Nu terlalu mabuk. Mi Nu bilang ia akan melakukan  apapun untuk Geu Rim.


Soo Ho menoleh ke arah mereka. Ia menggunakan jarinya untuk mendorong kepala Mi Nu menjauh dari dada Geu Rim. Lalu Geu Rim berterima kasih dengan canggung.


Soo Ha: “Kang Mi Nu sepertinya sangat mabuk.”
Geu Rim: “Ya, sangat sulit untuk bekerja bersama DJ yang suka minum. Aku co-writer untuk Mi Nu’s Happy jam 6 sore. Aku bekerja untuk acara radio. Aku tidak percaya bisa bertemu denganmu. Ji Soo Ho, bersediakah kau menjadi tamu di acara kami?”


Soo Ho merasa terhormat dan bertanya apa nama acaranya. “Sepertinya menyenangkan. Apa aku bisa membawa penulis ke hotel juga? Aku tidak pernah kesini bersama seorang penulis sebelumnya,” kata Soo Ho lalu keluar dari lift.


“Apa? Apa yang dia katakan? Apa yang brengsek itu bilang?!”


Di pantry, Geu Rim menirukan ekspresi dan kata-kata Soo Ho di depan sahabat-sahabatnya.


Julukan: Rain Cloud (awan hujan), si  tidak beruntung.


Julukan: Tornado, si pemarah.


Julukan: Drought (kemarau), si tidak populer.


Drought tidak mempercayai Ge Rim, karena seorang temannya yang bekerja di lokasi syuting, sangat memuji Ji Soo Ho. Drought menduga Geu Rim hanya salah dengar. Tornado lalu bertanya kemana Monsoon (angin musim). Drought bilang kalau Monsoon sepertinya tidak akan datang, karena tadi sedang bicara dengan penulis utamanya di telepon.


Geu Rim yakin kalau dia tidak salah dengar omongan Soo Ho.


Tornado: “Mungkin kau tidak salah dengar. Rumornya mungkin benar.”
Geu Rim: “Apa itu?”
Tornado: “Mantan pacarnya ayahnya sepupunya saudara perempuannya suaminya temanku adalah seorang reporter. Ini yang aku dengar. Keluarga Ji Soo Ho seluruhnya adalah sandiwara.”
Geu Rim: “Sandiwara?”


“Jika Inggris punya keluarga Beckham, Korea punya keluarga Soo Ho.”


“Nam Joo Ha adalah panutan setiap wanita.”


“Apapun yang dia katakan, membuat para pria rendah diri. Suami yang berbakti, Ji Yoon Seok.”


“Dan yang paling penting, putra mereka seorang aktor terkenal, Ji Soo Ho. Dia memenangkan semua penghargaan yang ada”


“Tapi, mereka bilang semuanya hanya sandiwara.”


“Ji Yoon Seok, bermain-main dengan para artis muda.”


Ibu Soo Ha membuang semua hadiah ulang tahun yang ia terima dari putra dan suaminya. Asistennya juga mengabarkan tentang sang suami yang baru saja masuk hotel.


“Nam Joo Ha terobsesi dengan produk bermerk ternama.”


Ibu Soo Ha menyuruh asistennya agar mengirimkan champagne terbaik untuk suaminya.


Drought tidak percaya. Tornado bilang kenyataannya bisa lebih buruk lagi. Geu Rim lalu mengingatkan mereka ketika 4 tahun lalu saat perayaan donasi oleh JH Entertainment, Soo Ho menyandungnya dan membuatnya jatuh. 

Soo Ho: “Maaf, kakiku terlalu panjang.”
Geu Rim: “Bukankah kau melakukannya dengan sengaja?”
Soo Ho: “Tentu tidak. Kau harus memperhatikan tujuanmu.”


Geu Rim kesal dan meremas kaleng minumannya yang sudah kosong. Menurut Drought, Soo Ho tidak mengenali Geu Rim sebagai gadis 4 tahun lalu, dan kejadian tadi hanya kebetulan. Geu Rim bertanya-tanya apakah ia pernah membuat kesalahan pada Soo Ho. “Mungkin saja,” kata Tornado. [crstl]


Advertisement

3 comments

ditunggu kelanjutannya author

Kanjut kkdi tunggu sinopsis y selalu

Pemeran nona la siapa ya?


EmoticonEmoticon