1/31/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 1 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 1 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 1 Part 1

Seorang yang menyebut dirinya sebagai manajer Soo Ho sudah menunggunya di area parkir. Ia bilang walaupun Soo Ho, tidak memintanya, menunggu dan mengantar Soo Ho pulang adalah tugasnya sebagai manajer. Sepertinya hubungan diantara keduanya tidak baik.


Soo Ho bilang ia akan pulang sendiri. Besok ia juga akan berangkat rapat sendiri, jadi mereka bertemu di kantor saja bukan di depan rumahnya. Soo Ho lalu menjalankan mobilnya dna pulang sendiri.


Sang manajer menatap kepergian Soo Ho dengan sedih.


Soo Ho sampai di rumahnya yang besar dan mewah.


Soo Ho menaiki anak tangga di dalam rumahnya.


Terlihat Soo Ho sedang berlari, namun di pengejar berhasil menghadangnya.


“Scene apa ini? Oh ya ini scene 57 dari film Shawow tahun lalu. Seseorang tolong bilang ‘cut’. “


Soo Ho terbangun dari tidurnya dengan gelisah. Ia bermimpi buruk.


Soo Ho duduk dan berkata, “Cut.” Terlihat ada botol berisi obat di meja samping tempat tidurnya. Sepertinya itu obat anti depresi.


Nona La dan produser yang baru saja membaca artikel negatif tentang Mi Nu terlihat sangat stres. Geu Rim lalu datang membawakan obat migrain yang katanya paling manjur untuk Nona La. Geu Rim juga sudah menuliskan beberapa kalimat yang mungkin berguna untuk siaran mereka. Untuk produser, Geu Rim memberikan daftar lagu yang sesuai dengan cuaca saat itu.


Produser: “Dimana Mi Nu? JIka dia tidak muncul untuk siaran permintaan maaf hari ini. Aku harus berhenti dan menggoreng ayam.”
Geu Rim: “Aku yakin Mi Nu akan stand by dua jam kedepan.”
Produser: “Si brengsek itu…”


Geu Rim memberikan naskah kepada Nona La. Menurut Nona La, tidak penting apa yang bintang tamu pakai atau bagaimana model rambut mereka. Geu Rim bilang itu untuk menggambarkan kepada pendengar apa yang mereka tidak bisa lihat. “Saat langit yang biru berubah menjadi merah. Kenapa tidak kau sebutkan saja waktunya?!” teriak Nona La.


Geu Rim bilang penulis radio harus membantu pendengar untuk menggambarkan keadaan. Nona La lalu mengingatkan bahwa Geu Rim belum menjadi penulis radio. Nona La hanya menyuruhnya untuk mengecek Mi Nu. Geu Rim kecewa, tapi dia tetap tersenyum.


“Aku lapar. Belikan aku sandwich,” suruh Nona La sambil mengembalikan naskah Geu Rim.


Setelah membeli sandwich, Geu Rim mengomel kenapa Nona La selalu makan saat menulis.


Seorang berpenampilan nyentrik, masuk ke dalam gedung. Semua orang melihatnya dengan heran dan menghindari berdekatan dengannya.


Pria nyentrik itu melihat Geu Rim yang akan memakan sandwich-nya. Ia mengambil sandwich itu dan memasukkannya ke mulutnya sendiri. “Namaste,” sapa pria itu, lalu kembali berjalan.


Geu Rim melihat pria itu dengan terkejut. Lalu datang kedua temannya, “Benar kan? Benar? Itu dia kan?” Pria berkacamata menyebut pria itu kutu yang tidak berguna.


“Direktur Produksi Lee Gang?” tanya Drought memastikan. 


Kang Hee Suk, manajer stasiun radio terkejut dengan kedatangan Lee Gang ke ruangannya. Lee Gang masuk tanpa permisi dan duduk di meja Manajer Kang.


Manajer Kang: “Si gila Gang?”
Lee Gang: “Hhmmm.”
Manajer Kang: “Astaga.. astaga. Aku mengirimmu berlibur untuk mengubah kelakukanmu dan kau kembali dengan keadaan benar-benar gila.”


Lee Gang tertawa dan membuka kacamatanya. Ia diberitahu harus segera memulai acaranya. Dengan optimis, Lee Gang berkata bahwa dia akan mengatur stafnya. Manajer Kang berharap Lee Gang dapat meningkatkan rating stasiun radio mereka, karena akhir-akhir ini para bintang lebih banyak mengikuti variety show.


Manajer Kang memintanya menaikkan rating sampai 3 kali lipat, dan Lee Gang bilang ia akan menaikkannya sampai 5 kali lipat supaya nama Manajer Kang semakin terkenal. Lee Gang minta dibuatkan kopi, tapi Pak Kwang harus mengangkat ponselnya yang berdering.


“Halo? Ap..Ap..Apa?!” kata Manajer Kang terkejut.


Geu Rim masuk ke ruangannya dengan ceria sambil mengatakan kalau Lee Gang sudah kembali. Namun suasana sedang mencekam. Nona La bertanya dengan ketus kesepakatan apa yang Geu Rim buat bersama Mi Nu. Geu Rim bilang Mi Nu sudah berjanji akan datang dan dia sudah mengkonfirmasinya lagi.


Teman Geu Rim menunjukkan artikel internet tentang Mi Nu yang meninggalkan Korea. Mi Nu kemudian menghubungi ponsel Geu Rim.


“Noona, aku mendapat pencerahan. Aku tidak bisa terperangkap di Seoul dengan kamera kecil itu. Sekarang aku akan melepaskan nama Mi Nu yang menetas dari telur menjadi idola dan DJ, dan aku akan terbang tinggiii!” kata Mi Nu yang sudah berada di bandara.


“Hey! Mi NU!” teriak Geu Rim yang sepertinya akan menyusul Mi Nu. “Kau sebaiknya sudah menyiapkan peti matimu!” Dia mempercepat laju kendaraannya.


Di bandara, Mi Nu menikmati teriakan para penggemar yang datang untuk melarangnya pergi. Ia berjanji setelah lebih sukses, akan kembali kepada mereka.


Geu Rim sampai di bandara dan langsung memukul kepala Mi Nu dari belakang. Ia menarik jaketnya dan mengingatkan bahwa ia akan mengejar Mi Nu sampai ke ujung dunia, jika ia sampai merusak acaranya. Mi Nu berkata bahwa dia tidak mau membusuk di acara radio.


Geu Rim berkata Mi Nu harus menepati janjinya dan menariknya. Mi Nu melepaskannya dan betanya siapa yang akan mendengarkan acara radio bodoh seperti itu. Ia bilang acara radio itu hanya untuk batu loncatan setelah ia terkena masalah. Dan ia tidak bisa menghasilkan uang lewat acara radio itu.


“Hey! Bagimu itu mungkin bodoh, tapi bagiku itu adalah seluruh hidupku. Siapa kau sampai berani menyebutnya bodoh,” teriak Geu Rim. Ia juga berkata bahwa selama 2 tahun bekerja bersaa Mi Nu ia tidak pernah bisa menulis satu acara pun. “Karena aku selalu mencarimu! Dan menenangkanmu!”


Geu Rim berusaha menarik Mi Nu dan membawanya ke stasiun radio, tapi para penggemar Mi Nu menghalanginya. Geu Rim terjatuh dan berteriak kesal. Pesawat Mi Nu berangkat.


Geu Rim bertambah kesal, karena melihat postingan instagram Mi Nu dengan caption ‘Maaf, aku tidak bisa menepati janjiku, Noona, maksudku Nona Song Geu Rim’ .


“Bagaimana kau bisa benar-benar pergi?!” teriak Geu Rim pada ponselnya. Orang-orang yang ada di dekatnya menatapnya heran. “Hah! Sial!”


Masuk ke kantor, Nona La langsung melemparkan kertas ke wajah Geu Rim. Mereka sedang merapikan barang-barang di studio. Geu Rim tidak tahu harus berkata apa.


Dengan tim yang berbeda, terlihat seorang penyiar bernama Shin Soo Ah berkata bahwa dia akan mengisi acara Mi Nu’s Happy selama satu minggu kedepan. Geu Rim mengunjungi studio itu dan keluar lagi dengan sedih.


Geu Rim kembali ke meja kerjanya dan merapikan barang-barangnya. Ia mengambil naskah-naskahnya yang sudah masuk tempat sampah dan ada juga yang dijadikan alas makan. Ia merapikan naskahnya dan menatapnya dengan sedih.


Geu Rim membawa box berisi barang-barangnya dan duduk di luar gedung kantor. Ia mengambil naskah dan membacanya lagi.


Geu Rim: “Apa ini sangat tidak bagus?”
Lee Gang: “Ya.”


Setelah mengatakan itu, Lee Gang berlau begitu saja. Geu Rim heran dengan sikapnya yang aneh itu. “Ah, aku lupa menyapanya lagi,” kata Geu Rim. Ia lalu memasukkan lagi naskahnya ke dalam box. 


Geu Rim tersenyum saat melihat nama ibu di layar ponselnya. “Ya, ibu..”


Ibu Geu Rim yang merupakan tuna netra menceritakan dengan bangga pekerjaannya hari ini yang berjalan dengan baik. Geu Rim lalu memberitahu ibunya kalau ia dipecat dan menuangkan soju dengan asal-asalan. Ibu kemudian mencontohkan cara yang benar. Geu Rim tertawa.


Ibu: “Kau dipecat?”
Geu Rim: “Ibu, apa yang harus kulakukan sekarang?”
Ibu: “Apa lagi? Kau bisa bermain. Itu sangat bagus kan? Ah.. aku juga ingin dipecat.”
Geu Rim: “Hhm?”


Mereka lalu tertawa bersama. Ibu meyakinkan Geu Rim kalau dia sudah bekerja dengan baik dan sekarang waktunya untuk bermain.


Geu Rim: “Haruskah aku tidur atau semacamnya?”
Ibu: “Ya, tidurlah sampai punggungmu sakit.”


Setelah sekian lama, Geu Rim dan ibu akhirnya mendengarkan radio bersama-sama lagi. Mereka sudah tidak bisa melakukannya lagi, setelah Geu Rim bekerja sebagai penulis radio. Geu Rim bertanya apakah ibunya masih ingat saat mereka mendengarkan radio bersama setelah ibu menjalani operasi matanya.
Flashback..


Geu Rim muda berusaha menahan tangisnya. Ia berjanji pada ibunya bahwa ia akan menggambarkan apapun dengan baik sehingga ibunya tetap bisa melihat semua hal yang ada.


“Ibu.. langitnya mengikuti kita melalui jendela. Tapi, langit birunya berubah menjadi merah,” kata Geu Rim lalu menangis sambil tertawa di bahu ibunya.


Ibu bilang bahwa sejak itu ia bisa melihat apapun yang Geu Rim gambarkan untuknya. Ibu menggenggam tangan putrinya. “Geu Rim, gambarkan banyak hal indah selama kau hidup, oke? Seperti namamu. Ibu menceritakan bagaimana ia dan suaminya dulu mendapatkan nama itu.


Ge Rim kemudian berjanji jika sudah menjadi penulis utama, ia akan menggunakan kalimat, “Ini saatnya langit biru berubah menjadi merah. Pendengar, langit yang indah ada disamping kita”.


Ibu memuji kemudian memeluk Geu Rim erat. [crstl]

Advertisement

1 comments:

Cerita y unik bgt...makasi unni


EmoticonEmoticon