1/09/2018

SINOPSIS Two Cops Episode 15 PART 2

SINOPSIS Two Cops Episode 15 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Chriselda
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 15 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 16 Part 1

Si Pacar duduk di toilet dengan gelisah memikirkan ucapan Dong Tak. 


Saat itu pula, Detektif Park dan Detektif Lee juga berada disana. Keduanya berbincang mengenai TKP yang tak memiliki CCTV maupun rekaman dasbor mobil. Mereka tak bisa memastikan klaim Dong Tak maupun si pacar.

Detektif Park tak ambil pusing, toh katanya dia mau mengaku. Detektif Lee masih belum yakin, mereka belum pernah menangkap seseorang tanpa adanya bukti langsung. Mendengar pembicaraan mereka berdua, Si Pacar pun tersenyum licik.


Kembali di interogasi, Kapten Yoo bertanya apakah benar dia memang melakukan kekerasan pada pacarnya. Si Pacar dengan polos mengatakan kalau dia tak melakukan apapun, pacarnya terluka karena dirampok. Kapten Yoo kaget, bukankah dia katanya akan membuat pengakuan?

Dengan tanpa dosa, Si Pacar beralasan kalau dia cuma takut karena Detektif Galak menginterogasinya. Dong Tak yang mendengar omongan Si Pacar pun marah, apa yang kau katakan?!

Kapten Yoo tak bisa berbuat apa-apa, mereka tak mungkin bisa menahannya tanpa memiliki bukti langsung. Dong Tak kesal karena mereka tak punya banyak waktu lagi untuk menahannya.

“Apa yang terjadi di toilet? Dia sangat berubah setelah keluar darisana.” Heran Kapten Yoo. Detektif Park dan Detektif Lee pun seketika menyadari kesalannya. Kapten Yoo mengatakan pada Dong Tak kalau mereka cuma punya satu cara sekarang, yaitu menunggu pengakuan korban.


Dong Tak berniat membeli minuman. Namun Ji Ahn menyodorkan sebotol minuman padanya lebih dulu. Apa yang harus mereka lakukan sekarang? Mereka tak punya banyak bukti untuk menangkapnya.

Dong Tak yakin kalau ia akan menemukan sebuah cara. Ji Ahn pun percaya pada Dong Tak. Seharusnya, dia bisa menemukan bukti lain yang lebih kuat daripada hanya meminta sebuah kesepakatan. Dong Tak tersenyum kecil, Ji Ahn seharusnya menjadi Detektif saja. Dia memang jago meliput berita, tapi dia lebih jago lagi dalam melakukan penyelidikan.


Ji Ahn menenggak minumannya dari botol. Dong Tak memperhatikan dia, dan seketika ia terpesona padanya. Dong Tak gugup lantas menenggak minumannya pula, Ji Ahn juga sama terpesonanya.

Ia menggerakkan kakinya menghilangkan rasa gugup. Dong Tak bertanya, apakah ada tanah disepatunya. Ji Ahn mengelak. Ia memastikan, tapi, benarkah tidak ada hal yang ingin ia katakan?

“Haruskah aku mengatakan sesuatu?” Dong Tak gugup.

“Kalau bibir seorang wanita dan pria bersentuhan...”


Detektif Lee tiba-tiba datang memberitahu kalau Kapten Yoo mencari Dong Tak. Dong Tak buru-buru pergi darisana. Ji Ahn cemberut sedih, “Apa cuma aku saja yang merasa tengah melayang?”


Dong Tak berjalan menuju ke lobi rumah sakit. Untuk saat ini, hanya kesaksian tersangka saja yang bisa membuatnya ditahan. Dong Tak ingat kalau Soo Chang katanya melihat arwah Min Ah. Mengingat hal itu, ia bergegas untuk menemui Soo Chang secepat mungkin.


Bong Sook sedang merawat Soo Chang sambil terkantuk-kantuk. Soo Chang duduk disampingnya memperhatikan. Dong Tak masuk kesana, “Kau bilang kau melihat wanita itu, bukan?” tanyanya pada Soo Chang.

Bong Sook kebingungan. Dia menyuruh Dong Tak untuk keluar. Dia tak mau kalau kakaknya sadar dan melihat dia disana. Dong Tak tidak memperdulikan Bong Sook dan menyuruh Soo Chang keluar.

Bong Sook kepedean, “Apa aku seseorang yang bisa datang dan pergi jika dipanggil? Aku bukan pesuruh..”


Dong Tak keluar ruang rawat Soo Chang. Bong Sook mengikutinya, katanya dia disuruh keluar, kenapa sekarang malah meninggalkannya. Dong Tak berkata kalau dia tidak mengajaknya keluar.

“Ayo.” Ajak Dong Tak pada arwah Soo Chang.

Bong Sook bingung, “kita mau pergi kemana?”

Dong Tak kesal dengan kecerewetan Bong Sook. Aggashi, dia bukan mengajaknya, tapi mengajak.. dia menunjuk ke arah arwah Soo Chang yang tak bisa dilihat Bong Sook. Frustasi, Dong Tak menyuruh Bong Sook untuk tetap diam disana.


Aggashi? Bong Sook memperhatikan Dong Tak dengan bingung. Ia yakin kalau polisi itu menyukainya.


Dong Tak dan Soo Chang pergi ke ruang rawat Min Ah. Soo Chang membenarkan kalau ia memang melihat arwah Min Ah. Setiap kali menemuinya, ia selalu menangis. Itu membuatnya kasihan.

Dong Tak ingin bertemu dengan arwah Min Ah, ia meminta bantuan Soo Chang. Tanpa pikir panjang, Soo Chang menolaknya.


Soo Chang menggerutu sebal saat meninggalkan ruang rawat Min Ah. Dia masih kesal karena Dong Tak mencium Ji Ahn. Ji Ahn tak tahu kalau ia selalu keluar masuk tubuhnya. Yang disukai Ji Ahn itu dirinya dengan wajah Dong Tak, bukan Dong Tak dengan wajahnya.

Dong Tak mengejar Soo Chang, “Apa kau tidak punya perasaan? Dia memukul wanita.”


Mereka berkeliling untuk menemukan arwah Min Ah. Dia berada di taman dekat rumah sakit. Soo Chang gemetaran saat mencoba berbicara dengannya. Ia menjelaskan kalau dirinya bukanlah orang yang jahat. Detektif dihadapannya ingin menangkap pacarnya. Apa benar kalau dia yang sudah membuatnya koma?

Min Ah diam seribu bahasa. Soo Chang bingung soalnya Min Ah tak mau bicara apa-apa. Dong Tak menyuruhnya untuk bicara lagi, dia meminta agar Min Ah bisa segera sadar dari komanya.


Min Ah masih terus diam dan meninggalkan mereka. Soo Chang hanya mendesis bingung. Dong Tak bertanya dimana posisi Min Ah sekarang. Soo Chang mengerjainya dan mengatakan kalau Min Ah masih duduk disampingnya.


Dong Tak membujuk Min Ah untuk segera sadar. Ia akan menangkap pacarnya. Soo Chang merenges geli melihat Dong Tak bicara sendiri. Dong Tak curiga, apa benar kalau dia ada disana?

Soo Chang bohong mengatakan kalau Min Ah sekarang menangis karena dia. Dong Tak jadi bingung dan membatalkan acara marah-marahnya. Wkwkwk.. Soo Chang kembali tersenyum-senyum geli sendiri.


Ji Ahn melakukan penelusuran dengan menanyai tetangga Min Ah. Tetangga Min Ah mengatakan kalau ia sering mendengar suara keributan dan Nona itu sering memar. Ji Ahn mengernyit, kenapa dia tak melaporkannya?

Ibu itu pikir, itu bukan menjadi urusannya.


Dia kemudian menanyai petugas polisi sekitar tempat tinggal Min Ah. Petugas itu mengatakan kalau Min Ah pernah sering berkeliaran didepan kantor. Dia seolah ingin mengadukan sesuatu tapi ia langsung pergi ketika didekati.


Ji Ahn duduk di dipan mengistirahatkan diri. Ia tiba-tiba bisa melihat bayangan Min Ah yang sedang berjalan sedih sembari mengusap air matanya.


Soo Chang masih terus menggerutu. Dia belum terbiasa untuk bertemu dengan roh. Sungguh mengerikan. Dong Tak tiba-tiba menyuruh Soo Chang untuk merasuk ke tubuhnya. Wanita itu sebelumnya pernah menemui dia, dia ingin memberitahunya sesuatu. Mungkin kalau bisa berbicara dengannya secara pribadi, dia tak akan takut. Dengarkan ceritanya, lalu yakinkan ia untuk bangun.

Soo Chang bingung, bagaimana caranya dia meninggalkan tubuh Dong Tak?

“Kau kan sudah tahu, itu menggunakan darahmu. Donorkan darah atau benturkan saja kepalamu.”


Soo Chang merasuk dalam tubuh Dong Tak. Dia kemudian mandi dan menatap pantulan didirinya dengan cermin. Ia memakai minyak rambut. Pria butuh rambut yang sehat, ujarnya.
Comments


EmoticonEmoticon