2/03/2018

SINOPSIS Cross Episode 1 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 1 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 1 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 2 Part 1

Setelah mengetahui apa yang terjadi di masa lalu, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan utama In-kyu datang ke lapas ini, adalah untuk membalasakan dendamnya pada Hyung-bum.. 

“Hari ini, kau berjalan keluar dalam kondisi sehat.. tapi lain kali, kau akan merangkak dan memohon padaku untuk membunuhmu! Karena dengan obat yang kuberikan.. mungkin perlahan, tubuhmu akan hancur”


Di ruang operasi, seluruh luka pasien telah selesai dijahit. Tapi tekanan darah serta tanda vital lainnya, masih belum stabil. Dokter  Go berpendapat, selain karena kehilangan darah cukup banyak juga karena pasien ini sebelumnya diberi obat dengan dosis yang terlalu tinggi yang menyebabkan kerusahan organ makin parah. Untuk sekarang, mereka perlu mendaftarkannya ke KONOS (Pusat Transplanasi Organ) karena pasein tak akan bertahan hidup kalau dibiarkan seperti itu.

“Tapi dok, aakah penjahat ini memelukan tranplantasi?”

“Bukankah, penjahat juga manusia..”


Sambil jalan, Dokter Go menelpon seseroang: “Profesor, apakah dokter residen itu telah berhenti? Kapan dan kalau boleh tahu, kemana dia pindah?”


Masuk kedalam ruangannya, Dokter Go langsung mencaritahu seputar lapas Shingwang yang merupakan asal pasien barusan dikirim. Ternyata.. lapas tersebut, memang baru saja membuka lowongan pekerjaan untuk tim medis, “Jadi dia pergi kesana..”


Kondisi Pak Kongres masih tak sadarkan diri.. sekarang, Dokter Lee hanya memberikan tindakan berupa hemodialisis atau biasa disebut cuci darah. Untuk pemulihan.. maka perlu dilakukan transplantasi hati dan juga jantung.


Saat ini, skor MELD (untuk mengurur tingkat keparahan hati) -nya adalah 37. Son sajang, tiba-tiba mengusulkan suaya mereka menaikkan skor-nya.. karena hanya dengan cara tersebut, merka bisa  mendaftarkannya ke KONOS untuk mendapat donor..


Dokter Lee mengatakan tidak bisa, tapi Direktur Lee manyanggahnya dan memastikan kalau hal itu sangat memungkinkan untuk dilakukan.

Meskipun berhubungan sebagai ayah dan anak, tetapi sikap mereka bertolak belakang. Dokter Lee ingin mengikuti aturan.. namun sang ayah menyuruhnya menuruti perintahnya saja, karena untuk bisa naik ke posisi atas, memang diperlukan pengorbanan harga diri..


Si istri pejabat, membuat keributan di gedung pusat transpalntasi organ. Dia mengomeli petugas disana, dan mempertanyakan kapankah suaminya yang pejabat itu.. akan mendapatkan donor organn. 


Tak lama kemudian, datangalah Go Ji-in (Jeon So Min).. dia tak merasa terintimidasi dengan jabatan ahjumma itu. Dia malah balik mengomelinya, menyuruhnya untuk tidak bersikap seenakanya.. “Kalau memang istri pejabat, seharusnya tahu aturan dan tidak membuat keributan! Kalau memang sudah ada donornya, pasti kami akan menghubungi anda!”


Bu pejabat marah, dia merasa haraga diirnya direndahkan.. perdebatan pun tak terelakan. Untunglah datang Son Sajang dan Direktur Lee, mereka mencoba memberi penjelasan kalau Ji-in itu baru kerja disini setelah sebelumnya sekolah diluar negeri..


Tak mau keributan makin membesar, maka Ji-in diseret pergi menjauh dari tempat ini..


Selanjutnya, bu pejabat diajak berdiskusi dengan Son Sajang dan Direktur Lee.. ternyata, meskipun teah didaftarkan, tapi masih banyak aseian lainnya yang lebih darurat dan akan menerima donor lebih awal. Sekarang, pilihansatu-satunya adalah mendapatkan donor dari keluarga..

Diretur Lee menjelaskan prosesnya, karena ini donor hati maka terjamin aman untuk pendonor dan penerima. Karena hati, merupakan satu-satunya organ yang bisa tumbuh lagi.


Bu pejabat menolak, dia tak mau anak-ankanya menjadi pendonor, “Nanti ada bekas luka ditubuh mereka.. pokoknya tidak boleh!”

“Kalau kerabat lainnya bagaimana?”

“Mereka musuhku! Mereka semua tak berguna. Kami bahkan belum pernah bicara dengan mereka sejak lama..”


In-kyu pulang ke apartemennya.. disana dia tinggal seorang diri. Dia membuka lemarinya, yang ternyata.. terdapat catatan penitng mengenai orang-orang yang terlibat dalam kematian ayahnya, terutama yang bergaitan dengan transplantasi organ.


Disana dengan sangat rinci, In-kyu telah menuliskan rencana.. beberapa jenis obat, yang telah dia atur sedemikian rupa  untuk membuat Hyung-bum akan mati secara perlahan..


Esok harinya In-kyu pergi kerja ke lapas, elewati lapangan Hyung-bum melambaikan tangan pdadanya. Dia pun hendak membalasnya dengan lambaian tangan pula etapi muncul Dokter Kepala yang langsung menahannya dan memintanya untuk mengabaikan semua ha terjadi disini, jangan terlalu dekat dengan siapapun dan jangan melakukan hal nekat seperti kemarin, “Aku tak suka keributan!” tegasnya


In-kyu memeriksa seorang pasien yang telah berusia tua, In-kyu menyarankan supara pria itu tak bekerja berlebihan, mengingat kondisinya yang telah lemah. Tetapi pria itu menjelaskan, kalau dirinya tak bisa melakukan apapun selain bekerja. Menegtahui bahwa usianya tak akan lama lagi, dia ingin meninggalkan sesuatu untuk putrinya. Meskipun tak banyak, tapi dia ingin meninggalkan warisan untuk putrinya itu..


Tiba-tiba ada telpon dari RS Goil, yang mengabarkan bahwa salah satu pasien dari lapas yang bernama Park Sung Pil telah berada dalam kondisi kritis, dan hanya bisa hidup dengan bantuan alat.


Mendengar hal tersebut, seluruh orang yang ada dalam ruang medis langsung ke kasur yang tersimpan di pojok kiri, “Padahal dia orang yang baik..”

Karena kondisinya tak mungkin terselamatkan, dan Park Sung Pil telah mendaftarkan diir di KONOS, maka tim medis bergegas pergi ke RS untuk mengurus semuanya.


In-kyu bertanya pada Dokter Kepala yang biasa dipanggil Dokter Baek, “Apakah kita telah mendapatkan persetujuan dari keluarganya?”

“Persetujuan... hahah (tertawa)”


Suster pun menjealskan kalau keluarga telah memberikan persetujuan dan menyerahkan semuanya pada pihak KONOS. Dokter Baek menambahkan, “Pria itu ditahann karena tak memiliki uang 1,5 juta won. anaka-anaknya bahkan tak mau membayarkan hutangnya, mana mungkin mereka peduli padanya..”


Malam hari, para dokter dari RS tengah menghabiskan waktunya untuk sekedar minum di kedai. Bersamaan dengan itu, KONOS mendapatkan pemberitahuan mengenai ketersediaan pendonor di RS Goil..


Ji-in menghubungi Dokter Hong.. dan memita bantuannya untuk melakukan operasi transplantasi. Kebetulan.. dokter Hong tengah berada  di kedai bersama dengan para dokter lainnya, dia pun menceritakan sosok penndonor yang diketahui sebagai salah satu tahanan dari lapas Shingwang.


Meddengar nama lapas itu, seketika membuat Dokter Go bangkit dan mengatakan bahwa dirinya akan menangani transplatasi tersebut..


Sesampainya di Rumah Sakit, Ji-in kaget melihat kedatangan Dokter Go, yang tak lain adalah ayahnya sendiri, “Ayah.. kenapa ayah yang datang..”

“Kenapa? Memangnya tak boleh?”


Sepanjang perjalanan, Ji-in menawarkan untuk memebeli makanan karena dia tahu kalau ayahnya itu pasti belum makan, tatapi sang ayah menolaknya..

“Aku juga belum makan..” ucap Ji-in

“Kalau begitu, makanlah ketika operasi pengangkatan dilakukan. Kamu ‘kan tak melakukan apapun...” ujar Dokter Go

“Apa aku ini anak kandung ayah..” keluh Ji-in

“Sudah ayah bilang, makanlah kalau belum makan. Kenapa? Ada yang salah memangnya?” tanya Dokter Go

“Apa aku bicara pada diriku sendiri? Aku bicara begitu, karena aku ingin kita makan bersama..” jawab Ji-in


“Semasa hidup, ayah tahu apa yang ibu katakan? Katanya, ayah tak akan berccerai jika ayah memperlakukanku selayaknya pasiesn ayah. Pikirkanlah saat-saat itu, pikirkan mendiang ibu dan juga aku..” tututr Ji-in


Sesampainya di RS Goil, Dokter Go langsung berjalan menghampiri In-kyu.. dia bahkan, meminta izin pada Dokter Baek untuk menjadikan In-kyu sebagai asistennya. In-kyu menolak, dengan alasan dirinya datang kesini untuk mengantar pasien.

“Supaya tidak kau sesali, kenapa tidak masuk saja? Aku kemari untuk menemuimu.. aku merasa, inilah saatu-satunya cara untukku bisa bertemu denganmu”


Operasi dimulai, hanya In-kyu dan Dokter Go yang mengerjakan pengangkatan organ. Smentara yang lainnya, berdiri memerhatikan dari luar. Dokter Baek berbincang dengan suster, dia merasa In-kyu dan Dokter Go telah saling kenal, “Hubungan Guru-murid? Senior-junior? Yang jelas, nampaknya merak tidak akur..”


Sambil operasi berjalan, Dokter Go mengevaluasi kinerja In-kyu dalam mengoperasi pasien yang tertusuk pecahan kaca, dia memberikan pujian dan juga komentar pedas, “Kau terlalu banyak menyuntikkan obat.. dan itu memperparah kondisi liver-nya. Sekarang dia terbaring koma..”

In-kyu: “Aku menanganinya dengan sempurna..”

Dokter Go: “Tidak...”

In-kyu: “Aku telah melakukan yang terbaik yang bisa kulakukan saat itu”

Dokter Go: “Upaya terbaik yang dilakukan oleh dokter tak berbakat adalah racun untuk pasiennya. Kalau kau mau jadi dokter sejati, belajarlah padaku”

In-kyu: “Tidak perlu..”

Dokter Go: “Kenapa? Karena Kim Hyung Bum?”

In-kyu: “Aku berbeda dengan dokter lain. Aku tidak menjadi dokter untuk menyelamatkan seseorang, melainkan untuk membunuh seseorang.. demi membalaskan dendamku!”

Dokter Go: “Haruskah kau menghancurkan hidupmu karaena sebuah dendam?”

In-kyu: “Hidupku telah berakhir.. setelah ayahku dan In-joo meninggal...”

[ Flashback ]


Dulu.. Dokter Go membuat organ tubuh In-joo di donorkan tanpa seizin In-kyu. Dokter Go beralasan, bahwa In-joo telah meninggal tapi setidaknya biarkan, organnya hidup dalam tubuh orang lain. Dia meminta In-kyu yang bercita-cita menjadi dokter, untuk berpikir rasional layaknya seorang dokter sesungguhnya..


In-kyu: “Kalau In-joo adalah putri anda, akankah anda mengatakan hal seperti ini?! Karena anda adalah orang asing.. karena anda adalah ayah angkatku! Kami menganggap anda seperti ayah kandung kami..”

Dokter Go: “Aku pun, menganggap kalian seperti anak kandungku sendiri..”

In-kyu: “Lantas, bagaimana bisa.. anda meninggalkan luka yang sama pada In-joo dengan luka yang juga terdapat pada tubuh mendiang ayah kami! Anda tahu betul, bagaimana ayah kami meninggal!”

[ Flashback end ]


In-kyu: “Aku baru mengetahuinya ketika kuliah.. bahwa seluruh keluargaku memiliki golongan darah yang langka”

Dokter Go: “Berarti kau tahu, kenapa aku tak punya pillihan selain melakukan operasi itu?”

In-kyu: “Tentu saja, aku tahu dengan sangat baik. alasan anda buru-buru melakukan operasi, dan juga motif anda mengadopsi kami.. Penyakit gantrointestinal langka dengan golongan darah langka, pengaplikasian dari transplantasi organ lambung.. aku yakin, anda membuthkan In-joo untuk mendapatkan kembali reputasi anda, setelah dipecat dari Rumah Sakit Hanguk!”

Dokter Go: “Kang In Kyu!”

In-kyu: “Aku tidak bisa memaafkan orang yang membunuh ayahku! Dan juga tak bisa, memafkan anda yang telah melakukan hal itu kepada In-joo! Aku akan membalas dendam dengan cara yang paling kejam dan paling menyakitkan.. aku akan pastikan untuk melakukannya  dengan tanganku sendiri!!”

KOMENTAR :

Episode perdana yang keren dan intens bangett.. semua misteri kayaknya udah terkupas bagian luarnya. Kita  tinggal ngikutin, gimana caranya In-kyu membalaskan dendamnya..

Meskipun, masih belum pasti.. apakah Dokter Go mendonorkan lambung In-joo untuk alasan kepentingannya sendiri atau bukan.. *Hmm.. dan ini pertama kalinya, au denger lambung didonorkan? Emang bisa yaa? Cari informasinya di google, wkwk*

Dan si Hyung-bum pun, kita belum tahu komplotannya siapa. Karena yang namanya jual beli organ, gak mungkin dia kerjain sendirian.

Anyway, drama ini bagus.. buat yang hobi nonton drama medis, plot-nya berkualitas. Kayaknya bakal ada kisah ‘cinta’, tapi enggak terlalu dominan sih~~
Advertisement

1 comments:

Aku suka banget drama genre kayak gini,, semangat nulisnya kak....


EmoticonEmoticon