2/04/2018

SINOPSIS Cross Episode 2 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 2 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 2 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 3 Part 1

Hasil voting, menunjukkan suara seri... 13 orang membela Dokter Godan 13 orang memilih sebaliknya, tetapi ada 2 orang yang tidak memberikan suaranya..


Berlum tuntas rapat ini, masuklah seorang perawat yang meminta bantuan Dokter Go, dia menjelaskan kondisi yang terjadi.. dan seketika itu pula, Dokter Go lansgung berlari menuju ruang operasi..


Disana, suasananya sangat hektik.. orang-orang panik, karena kondisi vital  pasien yang makin memburuk, bahkan sampai perlu dilakukan resusitasi.

Dengan tangan yang masih bergetar, Dokter Lee berteriak meminta suster untuk memberikan pisau bedah kepadanya.. suster nampak ragu dan bersamaan dengan itu, datanglah Dokter Go. 


Melihat kedatangannya, seketika membuat anggota tim lainnya benafas lega, mereka kembali bersemangat dengan harapan bisa membbuat kondisi pasien kembali normal.


Dengan cekatan, Dokter Go menemukan pembuluh darah yang robek dan langdung menjahitanya.. dia menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu singkat, pada momen jahitannya beres maka perlahan tekanan darah pun naik, diikuti tanda vital lainnya menuju angka normal.


Sekarang, semuanya bisa benafas lega.. mereka tersenyum, takjub pada kemampuan Dokter Go..


Dokter Go sendiri, agak bingung.. kenapa Dokter Lee membuat kesalahan besar hingga merobek pembuluh darah yang sangat penting..


Dalam lapas, seorang pasien terus melirik kearah kasur tempat mendiang rekannya dulu terbaring. Suster bertanya: “Anda merindukannya?”

“Bukan rindu.. tapi aku iri.. karena dia tak ditahan lagi ditempat ini..” 

“Kalau begitu mau saya antar mencari udara segara diluar?” 

“Tidak usah.. anda sibuk. Lagipula, kemana pun aku pergi.. lokasinya tetap dalam penjara..”

“Jangan terlalu sedih.. rekan anda telah pergi ke tempat yang indah..”

“Bukankah dia mendonorkan organnya? Bisakah aku melakukannya juga?”


Mendengar pertanyaan itu, suster langsung menelpon Ji-in selaku perwakilan dari KONOS dan memintanya datang kesini untuk memberikan penjelasan pada pasien..


Dokter Go menegur Dokter Lee, karena tindakannya barusan bisa berkibat fatal, “Kau hampir membunuh 2 orang.. pendonor dan penerimanya..”

Dokter Lee tak bisa membelas diirnya sendiri, dia pun menyembunyikan tangan kanannya yang terlihat masih gemetaran..


Seorang diri, Dokter Lee duduk di halaman RS. Dia merenung teringat kejadian yang sepertinya menjadi penyebab kondisi tangan kanannya seperti sekarang..


Dulu.. Dokter Son terlibat perdebatan dengan salah seorang keluarga pasien yang marah-marah tanpa sebab jelas. Dokter Son bisa melawannya, tetapi pria itu tak mau kalah.. diam-diam, dia hendak memukulnya dengan botol kaca..


Tepat saat itu, muncullah Dokter Lee yang melindunginya hingga membuat tangannya yang terpukul.
“Oppa.. oppa.. kamu baik-baik saja?”


Terlihat jelas, darah yang mengalir deras di tangan Dokter Lee, yang hingga sekarang masih meninggalkan bekas luka yang lumayan besar.


Ji-in telah tiba di lapas.. dia memberikan penjelasan pada pasien bernama Baek Gyu Sang. Jadi, kalau nanti pasien mengalami mati batang otak, maka dia bisa mendonorkan organ vitalnya.. karena dalam kondisi seperti itu, apapun tindakan medis.. pasien biasanya hanya bertahan selama 2 minggu hingga jantungnya berhenti berdetak. Tapi, apabila, pasien meninggal secara normal (dimulai dari jantung yang berhenti berdetak) maka dia tak bisa mendonorkan organ vitalnya karena semua organnya pun ikut mati detik itu juga. Meskipun demikian, pasieen masih bisa mendnorkan kornea matanya..


“Kalau begitu... Seseorang akan bisa melihat dunia luar menggunakan mataku. Aku dipidana seumur hidup, kurasa aku tak akan pernah bisa melihat dunia luar lagi. Baguslah.. setidaknya aku bisa melihat dunia, meskipun dalam tubuh orang lain..” ucap Gyu-sang

“Anda melakukan tindakan yang baik.. kalau berubah pikiran, anada bisa membatalkannya kapan pun..” jelas Ji-in


In-kyu yang juga berada disana, mendengar pembicaraan mereka lalu bertanya: “Apakah anda telah meminta persetujuan dari keluarga?”


In-kyu: “Pengangkatan organ, meninggalkan bekas luka yang cukup besar.. mungkin mudah untuk menandatangi surat persetujuan untukmu, tapi keluarga yang ditinggalkan bisa merasa tersakiti..”

Ji-in: “Anda bisa membatalkannya, kalau memang keluarga anda tidak setuju..”


Meskippun sempat diam, Gyu-sang lalu berkometar.. menagtkaan kalau pada akhirnya, setelah mati.. tubuhnya akan membuasuk atau dibakar dan menjadi abu, “Jadi siapa yang peduli jika terdapat luka ditubuhku?”

“Tetap saja.. anda harus mempertimbangkan perasaan keluarga yang anda tinggalkan..” tukas In-kyu


Gyu-sang mengeluarkan selembar foto, “Ini adalah putriku dan anak ini adalah cucuku..” ucapnya, “Sekarang, dia sedang mengandung anaknya yang kedua..” tambahnya yang kemudian meminta In-kyu untuk melihat foto tersebut..


“Ada pepatah mengatakan.. kalau orangtua berbuat salah, maka anak akan menanggung konsekuensinya. Bukankah berarti, aku harus berbuat kebaikan sebelum aku pergi? Karena hanya itulah cara, supaya mereka tak perlu menebus dosa-dosaku.. dan meskipun dalam tubuh orang lain, mungkin aku akan bertemu dengannya sekali saja.. meskipun itu hanya kebetulan.. itulah alasan mengapa aku ingin menjadi pendonor. Karena aku ingin melihatnya (cucunya), setidaknya sekali saja..”


Suster menjelaskan, kalau anak kecil.. dialarang menjenguk di lapas. Gyu-sang pun bercerita, kalau hari ini.. putrinya akan datang kesini dan pada saat itu, dirinya akan meminta izin padanya dan memintanya untuk tidak bersedih..

Dengan senyuman, dia pun menandatangani surat persetujuan sebagai pendnor~


Diluar, JI-in berbicara empat mata dengan IN-kyu.. dia mempertanyaan sikapnya barusan. Sebagai seorang dokter, seharusnya In-kyu tak menatakan hal semacam itu,

“Aku hanya memberikannya penjelasan..”

“Iya.. keluarga pasien memang akan terluka, tapi mereka akan memiliki kebanggananya tersendiri.. anda ini, bicara seperti keluarga anada menjadi pendono saja..”


Ji-in berjalan pergi, tapi langkahnya terhenti karena In-kyu berkata: “Satu-satunya adikku.. mendonorkan organnya sebagai pasien mati batang otak. Tannpa persetujuanku, dan hanya disetujui oleh ayah angkat kami..”


Merasa bersalah, Ji-in bimbang.. apakah dirinya harus minta maaf atau tidak? Karena pikirannya terbebani, dia pun menawarkan tumpangan pada In-kyu, “Naiklah.. aku minta maaf karena kejadian tadi..”

“Tidak perlu.. aku bisa jalan..” jawab In-kyu

Dibelakangnya ada mobil lain yang akan keluar, maka Ji-i menyuruh IN-kyu untuk segera masuk dan ikut saja dengannya..


Sepanjang perjalanan, In-kyu terus memejamkan matanya. Ji-in bertanya: “Kamu tidur?”.. “Tidak”, lalu dia tanya lagi, “Kamu marah?”... “Aku tidak marah, aku menutup mata karena aku mabuk mobill..” 


Ji-in: “Bagaimana kamu bisa kenal dengan Dokter Go?”

In-kyu: “Kita hanya kenal satu sama lain”

Ji-in: “Iya bagaimana caranya?”

In-kyu: “Kita hanya bertemu di masa lalu, karena ukuran bumi ini yang sangat kecil..”


Satu keluarga kecil yang kelihatannya sangat bahagia, tengah mengendarai mobil mereka. Tetapi ada pengemudi ugal-ugalan yang dengan sengaja.. bertingkah seenaknya dan membuat mobil mereka harus mengerem mendadak dan melaju perlahan..


Mobil ugal-ugalan itu, dengan kecepatan tinggi mencoba untuk menyalip sebuah truk.. tapi naas, karena diarah berlawanan ada mobil lainnya.. dan akhirnya kecelakaan hebat pun tak terelakkan..


Kebetulan, mobil Ji-in lewat sana.. dia berteriak panik, sementara In-kyu segera membanting essetir hingga membuat mereka berdua bisa selamat.. meskipun In-kyu mengalami luka benturan di kepalanya, hingga terlihat darah mengair di pelipisnya..


Diluar, orang-orang berlarian menyelamatkan banyak korban yang terjebak dalam mobilnya. Keluarga kecil tadi.. keliahtannya mengalami luka parah. Suami dan istrinya tak sadarkan diri, sementara sang anak hanya bisa menangis, menjerit minta diselamatkan..


In-kyu berlari menghampiri mobil tersebut, dia begitu kaget karena menyadari bahwa mereka adalah orang-orang yang ada pada foto itu... mereka bertiga adalah keluarganya Gye-sang~~



KOMENTAR:

Episode 2-nya makin seruuuu!!!! Orang bilang, drama medis tanpa kecelakaan mobil kayaknya kurang lengkap.. 

Kalau dilihat dari masa lalunya, sebenernya In-kyu itu bukan orang yang jahat. Tapi keadaan yang bikin dia kayak begitu. Kebayang ‘kan, gimana caranya dia bertahan sendirian.. sampe berhasil lulus dari Universitas Kedokteran yang sangattttt berat, dan pastinya itu karena dia punya obsesi tinggi!

Karakter Ji-in (Jeon So Min) rasanya masih kurang kuat. Aku malah tertarik sama karakter Dokter Son (Yang Jin Sung), meskipun adegannya cuman dikittt. Tapi penasaran aja sama dia.. kayaknya di episode minggu depan scene dia lebih banyak..

Ohiyaa, mau koreksi beberapa hal. Di episode 1 aku tulis nama Gae-sang, padahal ternyata yang bener Gil-sang. Terus maaf yaa, kalau rada bingung soal organ yang di donor. Subtitle-nya juga labil.. awalnya ditulis ‘jantung’, di obrolan berikutnya jadi ‘ginjal’ kalau enggak ‘liver/hati’.. tapi so far, itu enggak terlalu penting sih...
Advertisement

4 comments

Keren mbak dramanya, semangat ya nulisnya

@tya iyaa sipp, ditunggu aja yaaa 😊😊😊

Semangat kak nulisnya.... 😄😄😄😄

@Mayya iya semangat kok. Sebenernya, drama ini tayang hari Senin-selasa tapi di hari itu, aku kebagian nulis Waikiki, jadi baru sempet nge-sinopsis drama ini di weekend. Heheheh, readers juga yang sabar nunggu yaaa~


EmoticonEmoticon