2/11/2018

SINOPSIS Cross Episode 3 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 3 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 3 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 3 Part 3

Son sajang menerima laporan mengenai pasien dan bayinya yang berhasil diselamatkan. Hal tersebut, membuat mereka kebingungan.. dari mana lagi mereka bisa mendapatkan donor untuk Kongres Noh?

“Dia masih punya anak.. hanya itu lah satu-satunya cara..” ujar Son Sajang


Di ruang operasi, Dokter Go akan melakukan pembuangan beberapa bagian liver yang telah mengalami kerusakan parah. Dia pun meminta bantuan In-kyu untuk melakukanya, “Kita lihat.. seberapa hebat dirimu, hingga orang-orang di Univ. Myung-in menyebutmu ‘Hawk eye’..“ ucapnya


Tanpa berkomentar apapun, In-kyu maju.. dia bersedia membantu, bahkan tanpa perlu menggunaan lupe (kacamata pembesar). 


Beberapa saat penangangan dilakukan, kemampuan In-kyu membuat yang lainnya takjub. Dokter Go, kemudian memberitahukan bahwa In-kyu adalah Dokter ‘6 juta dolar’ yang melakukan operasi pada pasien ruptur aorta dari lapas..

Istri Kongres Noh marah besar.. dia tak mau putranya menjadi pendonor. Meskippun telah dijelaskan, bahwa operasi tranplantasi ini tidak berbahaya bagi kedua belah pihak.. namun dia tetap menolak dan malah menegaskan bahwa untuk kedepannya, dia tak akan lagi membantu RS Sunrim..

Kali ini, Son sajang tak mau kalah.. dia pun, menyinggung perihal keterlibatan Kongres Noh dalam ‘korupsi’ dana penelitian yang dialirkan pemerintah ke RS ini. Mendengarnya, Madam Noh tak bisa berkomentar apapun dan lansgung beranjak pergi..

“Semakin banyak yang perlu dia sembunyikan.. maka dia akan semakin loyal..” ujar Son sajang


Operasi berjalan dengan lancar, namun bagian hati yang masih bisa diselamatkan terlalu kecil, hingga pasien beresiko tinggi mengalami hepatic failure (gagal hati). Untuk itu, Dokter Go mengintruksikan Ji-in untuk segera mencari pendonor dari keluarga pasien.


Dokter Son menghampiri In-kyu, dia bertanya apakah sebelumnya mereka pernah bertemu?

Karena In-kyu tak menjawab dan malah menatpnya saja, maka Doker Son lanjut bertanya: “Kudengar sebelumnya kamu bekerja di RS Univ. Myun-in? Sekarang kamu bekerja di RS mana?”

“Aku bekerja di lapas..” jawab In-kyu

“Oh.. dokter umum. Berarti, kemungkinan aku bertemu denganmu di RS Univ. Myung-in.. temanku banyak yang bekerja disana, jadi aku sering datang kesana..”


In-kyu berjalan pergi.. Dokter Son mengejarnya dan memuji kemampuan bedahnya yang sangat hebat. Namun In-kyu tak berkomentar apapun. Dari pintu belakang, muncul Dokter Lee.. lalu In-kyu memilih untuk pergi..


Dokter Lee menemani Dokter Son minum kopi.. dia pun bertanya, apakah Dokter Son dekat dengan dokter barusan? Ada hubungan apa diantara mereka?

Dokter Son agak tidak fokus.. karena terus memikirkan jantungnya yang berdegup kencang ketika melihat In-kyu. Dia pun menjawab dengan singkat, mengatakan kalau dirinya tak mengenal In-kyu dan tak ada hubungan apapun diantara mereka.


Pada akhirnya, Madam Noh menuruti saran Son sajang. Dia memaksa putranya untuk menjadi pendonor.. namun hal itu tidaklah mudah, karena anaknya menolak, “Aku tidak mau! Kenapa tidak ibu saja yang melakukannya!”

“Ibu sangat ingin melakukannya, tapi mereka bilang tidak bisa!”

Anaknya yang bernama In-sung itu, bahkan sampai berlutut minta ibunya tak memaksa, “Bu aku belum menikah.. ibu pun tahu kalau aku takut disuntik..”


Ibu menyingkapkan lengan jaket putranya yang terdapat tatto bertuliskan ‘In-sung ❤ Yoo-mi’.. Ins-ung menjelaskan, dia berani melakukan hal ini karena ‘cinta’

“Hah? Cinta?! Kau bahkan mentatto nama pacarpu yang baru kau kencani semala satu bulan, tapi kau tak bisa melakukan hal ini untuk ayahmu yang membesarkanmu!”

“Memangnya, apa yang telah ayah lakukan untukku?”


Mendengar pertanyaan itu, sontak membuat Madam Noh tak bisa menahan untuk tidak berkata kasar.. dia menyebutkan satu per-satu hal yang telah dilakukan ayah untuk putranya yang sangat berandal ini dan terkahir, Madam Noh menghantam kepala In-sung menggunakan dompetnya yang bertabur banyak berlian..


In-kyu berganti pakaian... Ponselnya berdering, karena ada notifikasi pemberitahuan mengenai pergerakan pada kamera pengintai yang sebelumnya sengaja dia simpan dalam kamarnya.


Ji-in terlihat gusar.. dia bertanya pada rekannya, apa yang harus dilakukan kalau pendonor ditahan dalam penjara?

“Hmm.. pertama-tama, kamu harus menghubungi pihak lapas tentunya..”


Tak lama kemudian, In-kyu keluar dari ruang ganti. Ji-in berteriak memanggilnya, namun In-kyu terus berjalan begitu saja.. terpaksa, Ji-in berlari mengejarnya hingga masuk kedalam lift.

“Kau tak mendengarku memanggilmu! Sepertinya hanya matamu yang bagus, tapi tidak dengan telingamu!” keluh Ji-in yang kemudian mengatakan bahwa dirinya punya pertanyaan, namun In-kyu hanya diam dan tak meresponnya,


Ji-in: “Heh! Kubilang aku punya pertanyaan untukmu!”

In-kyu: “Silahkan katakan.. terlingaku tidak seburuk itu.. aku masih bisa mendengarmu..” 

Ji-in: “Kalau Baek Gyung Seo butuh donor liver, bisakah Baek Gyusang mendonorkan miliknya?”

In-kyu: “Memang suaminya tak bisa melakukannya?”

Ji-in: “Hmmm.. tidak begitu juga.. aku hanya penasaran saja..”

In-kyu: “Kalau kamu punya banyak waktu luang sepert ini,.. bukankah lebih baik, kamu bicarakan dulu dengan suaminya?”

Ji-in: “Aku juga tahu!”

In-kyu: “Kalau tahu, kenapa kamu ada disini?”

Ji-in: “Aku mau ke lantai satu, keruang IGD utuk menemuinya sekarang!..... beritahu aku yang sebenarnya”

In-kyu: “Tentang apa?”

Ji-in: “Bagaimana kamu kenal dengan Dokter Go?”

In-kyu: “Pertanyaan itu lagi!”

Ji-in: “Kalian tidak sekedar saling mengenal saja ‘kan?”


In-kyu tak mau menjabnya dan malah menatap Ji-in, dan itu membuat Ji-in bertanya, “Kenapa melihatku seperti itu?”

“Karena kamu terlihat menyedihkan..”

“Menyedihkan? Wah.. kalau kamu tahu siapa aku, pasti kamu tak akan bisa bertingkah angkuh seperti ini!”

“Jangan beritahu apapun, karena aku tak tertarik sama sekali..”


Sikap In-kyu membuat Ji-in benar-benar kesal, dia sampai menekan tombol darutrat dengan niat ‘menyusahkan’ In-kyu. Namun ternyata.. pintu lift terbuka dan mereka telah sampai di lantai 1. Alhasil In-kyu berjalan pergi begitu saja.. tanpa mempedulikan teriakan Ji-in yang terus memanggilnya..


In-kyu pulang dan memeriksa rekaman di gadgetnya.. dia pun teringat obrolannya dengan Hyung-bum, dari beberapa hari yang lalu.


Ternyata.. In-kyu memang telah menduga hal ini akan terjadi dan dia sengaja menaruh barang-barang seperti berkas dan lain-lain.. serta membersihkan isi lemarinya.


Di lapas, Hyung-bum dikunjungi oleh si broker. Mereka mendiskusikan identitas In-kyu yang cukup menarik... terutama mengenai hutangnya. Meskipun mereka agak curiga dengan pilihan In-kyu yang secara tiba-tiba mengundurkan diri dari RS Univ.Myung-in, namun mereka berniat untuk memanfaatkan Inkyu setidaknya sekali saja untuk bisa dijadikan ‘kartu tersembunyi’ di kemudian hari..

“Yeon-jang bagaimana?” tanya Hyung-bum

“Aku sedang mencarinya..”


Ji-in berbicara dengan suami Baek Gyung Seo, dia memaparkan kondisi istri serta bayinya yang berhasil selamat. Namun Gyung-seo membutuh donor liver.. sang suami bersedia melakukannya, tapi sayang kondisi livernya kurang baik.

Sang suami menurutkan, bahwa isitrinya merupakan anak tunggal, yang tak memiliki kaka atau pun adik. Ibu mertuanya telah meninggal.. dan yang tersisa hanyalah ayah mertuanya, yaitu Baek Gyu-sang yang sekarang tengah ditahan dalam lapas.


Jin-in melaporkan hal ini pada Dokter Go. Dia pun diminta untuk bergegas menyiapkan donor karena kondisi pasien yang makin hari, makin memburuk.


Maka Ji-in menelpon In-kyu untuk menanyakan prosedurnya seperti apa. Namun In-kyu bersikap sangat dingin dan terlihat apatis.. dia tak berkomentar apapun dan malah menutup telponnya..


Padahal setelahnya, In-kyu langsung menelpon dokter Baek. Dia menanyakan bagaimana caranya supaya Gyu-sang bisa menjadi pendonor?

Tetapi dokter Baek bersikap acuh, dia meminta In-kyu untuk tidak melakukan hal semacam ini, “Sudah kubilang.. cukup diam seakan kau tak melihhat atau mendengar apapun..”

In-kyu menegaskan bahwa pasien dalam kondisi kritis dan sangat membutuhkan donor dari Gyusan, “Kalau hal sepertit ini terjadi pada putramu, apakah kau akan bersikap seperti ini?!”

“Tidak.. putraku tak akan mengalami hal seperti ini!”


Kebetulan, putra dokter Baek tengah berada di ruangannya untuk ‘konsultasi’. Karena sipir telah menjemputnya, Dokter Baek tak lupa meminta putranya itu untuk rutin minum obat, serta menajuhi makanan manis seperti coklat dan permen.


Teringat pada In-kyu, maka Dokter Baek segera meminta suster untuk memanggilkan Hyung-bum supaya datang ke ruangannya.


Tak lama kemudian, Hyung-bum datang.. dokter Baek mengambil darahnya dengan alasan diminta oleh In-kyu, “Kau tahu.. dokter Kang sangat tertarik padamu. Saat istirahat, dia sering melihat catatan medismu, dan sepertinya dia pun melihat catatan kriminal-mu. Kau kira, kenapa dia sebegitu tertariknya padamu?”


Hyung-bum malah bertanya balik, “Kau melakukan ini, bukan atas permintaan dokter Kang ‘kan?!”

“Seharusnya  kau cari alasan, mengapa dia sangat tertarik padamu!”

“Tapi kau juga, sepertinya sangat tertarik padakku. Benar ‘kan?!”
Advertisement


EmoticonEmoticon