2/20/2018

SINOPSIS Cross Episode 5 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 5 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 5 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 5 Part 3

Si broker mengobrak-abrik seisi kamar In-kyu, hingga akhirnya berhasil menemukan papan rahasia yang memuat berbagai hal mengenai Hyung-bum serta bisnis penjualan organ ilegal. Ternyata In-kyu masih menyimpannya dalam lemari, namun ditutupi oleh selembar kertas yang berwarna mirip dengan kayu lemarinya.


Dia pun menemukan, foto keluarga In-kyu yang lengkap bersama dengan sang ayah. Seketika, dia kaget.. karena dia mengenal ayah In-kyu sebagai salah satu orang yang menjual organ padanya.


Segala bukti yang dia temukan, menguatkan fakta bahwa In-kyu sengaja mendekati mereka untuk balas dendam. Dan sekarang ini, Hyung-bum berada pada posisi yang paling bahaya..


Hyung-bum sendiri.. tengah kesakitan dalam sel tahanannya. Dia terus batuk, bahkan sampai mengeluarkan darah. Dia berteriak memanggil sipir penjaga, tetapi tak ada yang meresponnya.


Akhirnya, In-kyu berhasil menyelesaikan tugasnya yakni menjahit beberapa saluran disekitar liver. Tim berterimakasih padanya, dan mengambil alih tindakan berikutnya yang hanya tinggal menutup sayatan melintang di perut pasien.


In-kyu berjalan pergi.. namun baru beberapa langkah saja, dia langsung pingsan, terkapar tak sadarkan diri~


Beberapa saat kemudian, kita melihatnya telah berbaring di ruang rawat. Ji-in berniat membersihkan luka di sikut In-kyu,, tapi tiba-tiba datang dokter Go, “Dia kenapa?” tanyanya


“Dokter Ha bilang, dia terlalu kelelahan..” jawab Ji-in, “Wajar saja sih, karena dia melakukan CPR selama lebih dari 30 menit..” tambahnya


Dokter Go melihat luka di sikut In-kyu, lalu bertanya: “Kau yang melakukannya?”

“Aku akan mengganti balutannya..” jawab Ji-in

“Harusnya dijahit, bagaimana kalau dia mengalami infeksi dan tangannya harus diamputasi..” ujar dokter Go

“Tadi kondisinya darurat..” jelas Ji-in

“Bawakan perasalatan jahit..” pinta dokter Go


Dengan telaten, dokter Go menjahit luka In-kyu ditemani Ji-in yang menajdi asistennya.


Madam Noh bahagia karena mendapat kabar mengenai operasi Kongres Noh yang berjalan lancar. Apalagi, banyak orang yang memujinya.. karena dianggap berhasil mendidik putra yang berbakti, hingga bersedia mendonorkan organnya *yakin berbakti? wkwkwk*


Ternyata.. gadis yang diselamatkan In-kyu, bernama Ji-young. Dia telah masuk daftar orang hilang, dan orangtuanya sangat mengkhawatirkannya. Melihat putrinya yang masih tak sadarkan diri, mereka pun meminta penjelasan dari dokter Son,


“Ketika tiba disini, dia menunjukkan gejala keracunan. Tapi, kami telah melakukan detoksifikasi terhadapnya.. dan sekarang kondisinya telah stabil” jelas dokter Son, yang kemudian mengungkapkan adanya ketidaknormalan pada kondisi Ji-young...


Orangtua Ji-young telah mengetahui hal tersbeut. Sejak lama, Ji-young mengidap leukimia yang pengobatannya tidak ditanggung oleh asuransi. Sepertinya, Ji-young mendengar perdebatan orangtuanya mengenai biaya, makanya dia kabur. Karena sempat.. Ji-young bertanya, apakah jika dirinya mati maka orangtuanya tak akan memperdebatkan masalah uang seperti itu?


Detektif bertanya pada dokter Son, “Apakah ada tanda-tanda tindak kekerasan, saat anak itu tiba di RS?”

“Tidak ada..” jawab dokter Son

“Lalu, bagaimana kondisinya ketika dia ditemukan?” tanya detektif


Sebelum memberikan jawabannya, Dokter Son bertanya pada orangtua Ji-young, “Apa putri anda membawa obatnya ketika dia pergi dari rumah?”

“Tidak..”

“Kemungkinan besar, dia mengalami syok karena tidak meminum obatnya..” ungkap dokter Son

“Tapi.. bukannya, tadi anda menyebutkan kalau dia mengalami keracuran?” tanya ibunya Ji-young, yang seketika membuat dokter Son bingung mesti menjawab apa dan detektif langsung minta dipertemukan dengan dokter yang membawa Ji-young ke RS.


In-kyu sendirii, baru sadar.. Ji-in memintanya untuk tetap beristirahat, setidaknya sampai cairan infusnya habis. Tetapi In-kyu malah bertanya sekarang jam berapa?

“Jam 10.05 pagi..” jawab Ji-in


Bergegas, In-kyu meepas infusnya dan berjalan pergi, mengabaikan permintaan Ji-in. Namun langkahnya terhenti karena detektif polisi menghampirinya dan memitanya untuk ikut ke kantor polisi,

“Berikan kartu nama anda, dan aku akan pergi kesana di lain waktu.. sekarang, ada urusan penting yang harus kuselesaikan” ujar In-kyu

“Haruskah aku memberikan surat perintah penangkapan?” tanya si detektif


Ji-in menelpon ayahnya, untuk memberitahukan kondisi sekarang, “Ayah.. dokter Kang dibawa ke kantor polisi..”

“Apa? Kok bisa?”

“Entahlah, aku pun tak mengerti..”

“Baiklah, aku akan segera menyusulnya kesana,..”


Dokter Lee memimpin sebuah rapat. Beberapa dokter, mengungkapkan kondisi dokter Go yang dirasa agak aneh belakangan ini. Waktu operasinya makin lamban, ditambah lagi kejadian ‘bile leak’, yang untungnya dapat segera ditangani oleh dokter Kang. 

Ada yang menganggap itu hanya sebatas dugaan mereka saja, namun adapula dokter yang percaya bahwasanya memang ada yang salah dengan kondisi dokter Go.


Son sajang berdiskusi dengan staff-nya, mengenai evaluai pelayanan RS yang akan dilakukan minggu ini. Jika mendapatkan nilai bagus, maka RS akan terpilih kedalam daftar kompleks medikal terfavorit di tingkat nasional. 

Sayangnya, sikap dokter Go yang selalu menangani pasien dengan harapan hidup rendah, membuat skor tingkat keberhasilan pelayanan medis agak kurang bagus. Tapi untunglah, mereka bisa mencetak skor tinggi dalam hal sistem pendukung RS.


Di kantor polisi, In-kyu memilih untuk merahasiakan fakta mengenai penjualan organ ilegal. Dia hanya memberikan pernyataan, kalau dirinya tak sengaja menemukan Ji-young dalam perjalanannya menuju RS Sunrim.

Namun detektif meragukan alibinya, karena rumah In-kyu sangat jauh dari TKP dan jalur yang dia ambil, bukanlah jalur utama menuju RS Sunrim.


Ketika In-kyu tak mampu memberikan penjelasan lebih lanjut, datanglah dokter Go. Dia menunjukkan berkas jadwal dan daftar dokter yang harus melakukan operasi pada hari itu, termasuk In-kyu. Dan mengenai jalan yang In-kyu tempuh, dokter Go menjelaskan bahwa In-kyu tak memiliki mobil pribadi, makanya dia melewati jalan itu untuk menuju halte bis.


Penjelasan itu, membuat In-kyu diperbolehkan untuk pulang. Tak lupa, detektif minta maaf karena merasa pertanyaannya cukup menyudutkan. Maklum saja, karena belakangan ini kasus orang hilang sangatlah marak. Maka para detektif, benar-benar berusaha untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.


Dokter Go mengajak In-kyu pulang bersama dengannya. Tetapi In-kyu menolak, dengan alasan ada urusan lain. 

“Naiklah ke mobil, aku akan mengantarmu..” ujar dokter Go


Dalam perjalanan, dokter Go mencecar In-kyu dengan banyak pertanyaan: “Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa kau terluka? Apakah ada hubungannya dengan Hyung-bum? Aku mendengar semuanya dari dokter Son.. bahwa gadis yang kamu bawa, mengalami keracunan obat anestesi.. apa zat-nya ‘halothane’? Obat anestesi yang ditemukan pada tubuh ayahmu?bagaimana kamu menemukan gadis itu?”

“Aku mendatangi lokasi black-market (terjemah: pasar hitam -> lokasi jual organ ilegal) secara langsung” jawab In-kyu

“Kau sudah tidak waras? Kau bisa tertangkap!” tegas dokter Go

“Kim Hyung Bum, masih aktif dalam bisnis penjualan organ. Dia memanfaatkan bawahannya, dan menjalankan aksinya dengan cara yang makin brutal!” papar In-kyu


Dokter Go menepikan mobilnya, dia meminta In-kyu untuk menghentikan tindakan gilanya dan menyerahkan kasus ini untuk ditangani oleh pihak polisi saja.

“Aku harus menangkapnya, atau akan banyak korban lain yang berakhir seperti ayahku!” tegas In-kyu

“Kau pun ada dalam posisi berbahaya!” tukas dokter Go

“Kalau aku takut akan hal seperti itu, maka aku tak akan bertindak seauh ini!” jelas In-kyu

“Kalau tak mau menghentikan tindakanmu itu, maka aku akan mengamcam untuk mencabut lisensimu sebagai dokter! Atau meminta dokter kepala untuk memecatmu! Jadi keluarlah dari sana, dan bekerja dibawah arahanku!” papar dokter Go


“Aku tidak mau! Selama aku belum menemukan siapa dalang dibalik semua ini, aku tak akan pernah keluar dari penjara itu!” tegas In-kyu yang kemudian turun dari mobil dan melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan taksi.


Si broker serta rekannya bingung mencari cara untuk memberitahukan yang sebenarnya pada Hyung-bum. Mereka tak bisa menggunakan cara biasa seperti mengirim surat, atau mengunjunginya kesana, karena takutnya telah ada polisi yang mengincar mereka. Setelah berpikir lumayan lama, akhirnya terpikirlah ide untuk mengirim orbituari (surat berisi beita duka)..


In-kyu tiba di lapas, dia bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi. Suster menjelaskan bahwa tadi pagi, tahanan  4713 (Hyung-bum) ingin bertemu dengan In-kyu, karena keluhan penyakitnya.


Untuk memastikan semuanya, In-kyu menghubungi petugas penjara, dia bertanya apakah Hyung-bum menerima surat, atau ada orang yang mengunjunginya? Mendengar jawaban tak ada, In-kyu meyakini, bahwa Hyun-bum belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi, maka dia pun meminta Hyung-bum untuk dibawa keruangannya.
Advertisement


EmoticonEmoticon