2/20/2018

SINOPSIS Cross Episode 6 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 6 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 6 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 6 Part 2

Dalam sel tahanannya, Hyung-bum terus muntah-muntah. Tak lama kemudian, datang sipir yang mengajaknya pergi ke ruang kesehatan untuk diperiksa.


Diam-diam, dia sempat mengambil sebuah pulpen *berisi pisau tajam*, tang dia sembunyikan di dalam gulungan handuk.


Ketika bertemu dengan In-kyu, Hyung-bum bersikap tenang. Dia menjelaskan kondisinya agak membaik, rasa gatal serta frekuensi mual-muntahnya telah berkurang. Namun dia mengeluhkan, pembengkakan di kakinya yang dirasa belum ada perubahan.


Maka In-kyu jongkok dihadapan Hyung-bum untuk memeriksanya. Namun pada momen itullah, Hyung-bum melancarkan aksi brutalnya yang ingin mencelakai In-kyu. Awalnya, dia memeriksa bekas luka di kepala In-kyu yang seketika membuat In-kyu kaget..

“Kenapa aku baru menyadarinya sekarang..” ujar Hyung-bum, “Kau belum berubah sedikit pun!” teriaknya yang langsung mengarahkan pulpen yang dia bawa tepat ke kepala In-kyu.


In-kyu berhasil menghindar, dan mematahkan pergerakan Hyung-bum. Namun Hyung-bum sendiri, malah tertawa: “Aku telah tertipu! Aku mempercayaimu yang ternyata adalah musuhku!”

“Kuduga, kau tak pernah membayangkan kalau kita akan bertemu dengan cara seperti ini!”

“Tapi apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau telah tertangkap basah!”

“Aku tak peduli! Badanmu telah rusak dan kau bisa mati kapan pun karena obat yang kuberikan! Kau tak punya piihan lain, selain datang padaku! Memohon diselamatkan.. atau memohon untuk dibunuh karena kesakitan!”

“Kalau begitu, akan kuberitahu dunia.. bahwa kau adalah dokter yang membunuh pasiennya!”


“Kalau aku meninggalkan tempat ini, kau akan mati dalam waktu kurang dari satu bulan! Karena hanya aku, yang tahu caranya mengobati penyakitmu!”

“Aku pun mengetahui sesuatu yang tidak kau tahu tentang ayahmu! Dia datang menemuiku, mengatakan dia butuh uang untuk kedua anaknya! Dia bilang dia tak punya uang untuk operasi putrinya, tapi putranya minta dibelikan sepatu! Kau tahu hal apa yang sangat lucu? Ayahmua datang padaku, dia berlutut di hadapanku.. memohonku untuk menyelamatkannya!”


Mendengar semua perkataan Hyun-bum, sontak membuat emosi In-kyu bergejolak, “Diam kau bangsat!” teriaknya hingga terdengar oleh petuga penjara yang kemudian bergegas datang dan memisahkan mereka.


Bak mempermainkan perasaannya, Hyung-bum sengaja menirukan cara ayahnya In-kyu memohon kepadanya. In-kyu benar-benar marah.. namun petugas penjara berhasil menahannya~


In-kyu dipanggil keruangan kalapas, dia mendapatkan peringatan atas tindakannya barusan. Karena apa pun yang terjadi, petugas dilarang melakukan kekerasan pada tahanan. Jika sampai terjadi hal fatal, maka kalapas yang harus bertanggung jawab. Sementara, sebentar lagi masa jabatannya berakhir, dan beliau tak ingin ada masalah apa pun yang terjadi.


Fakta mengenai ayahnya yang diungkapkan Hyung-bum, membuat In-kyu teringat momen di masa lalu..


Kala itu, ayahnya hendak membelikan sepatu KW dari toko pinggiran. Tetapi In-kyu terlihat enggan, dan malah terus melihat toko sepatu ber-merk di sebrang jalan.

“Nak.. ayah akan membelikanmu sepatu darisana di lain waktu..”

“Ayah selalu mengatakan hal yang sama!”


Ketika ayahnya menelpon pembeli organ, In-kyu melihatnya dan mendengarnya. Namun sepertinya, dia memilih untuk tak melakukan apa pun. Dan ketika ayahnay datang dengan membawa sepatu baru In-kyu tersenyum bahagia, tanpa mempersoalkan darimana ayahnya mendapatkan uang..


Ketika Hyung-bum melihat In-kyu lewat.. sengaja, dia menarik Sung-ho dan menunjukkannya dihadapan In-kyu, seakan menjadikannya sebagai ‘ancaman’


Dokter Go mendatangi lapas, kebetulan ini memang saatnya In-kyu untuk pulang. 


Suster yang berjaga, sempat memperbincangkan tingakh In-kyu tadi siang, namun suster kepala mengatakn bahwa In-kyu pasti punya alasannya tersendiri.


Ketika In-kyu berjalan keluar, dokter Go langsung menghampirinya dan menyuruhnya masuk ke mobil.


Dia mengajaknya minum bersama di sebuah kedai. In-kyu bersikap dingin dan terkesan mengabaikannya.

“Kapan kau berencana meninggalkan tempat itu?”

“Aku tak akan pergi..”

“Kau benar-benar.. akan membunuh Kim Hyung Bum?”


In-kyu tak ingin menjawabnya, dan mengatakan kalau mereka tak ada kepentingan untuk minum bersama seperti ini. Tapi sesaat kemudian, In-kyu menceritakan apa yang Hyung-bum katakan tentang ayahnya siang tadi,

“Makanya kubilang, kau harus pergi darisana. Karena semakin dekat dengannya, maka kau lah yang makin menderita..”

“Aku membenci Kim Hyung-bum yang telah membunuh ayahku. Tapi sekarang, aku lebih membenci diriku sendiri!”

“Aku pun sering membendi diriku sendiri.. kau tahu kenapa? Karena aku tak bisa menjalani hisup sesuai dengan apa yang kuinginkan.. coba pikirkan lagi, kenapa kau ingin menjadi seorang dokter? Kamu mengambil jalan ini, karena kau ingin mengobati In-joo dan menolong orang yang membutuhkanmu.. bukan untuk membalaskan dendam ayahmu..”


Selanjutnya, dokter Go menjelaskan tentang putrinya. Dulu, In-kyu sempat bertanya tentang hal tersebut.. tapi dokter Go hanya menjelaskan bahwa dirinya berbuat banyak kesalahan makanya putri serta istrinya pergi ke Amerika.


Dokter Go memberitahukan bahwa Ji-in adalah putrinya. Dia pun meminta In-kyu untuk makan malam bersamanya dan juga Ji-in.

“Tak ada alasan untukku datang kesana..”

“Apa kalian... sangat membenciku? Mendapatkan hati anak-anakku, lebih sulit daripada melakukan operasi. Kamu dan Ji-in sama saja..”

“Perlakukanlah dia dengan baik, untuk membayar waktu kalian yang dulu hilang..”


Kemudian, In-kyu pamit meninggalkan dokter Go sendirian~


Diruangannya, kalapas terus memuji In-kyu dihadapan dokter Baek. Karena berita mengenai operasi Gyu-sang sampai masuk koran.. dan tentunya berdampak positif untuk citra lapas. 

Saking bangganya, mereka sampai berniat untuk mengadakan sebuah perayaan khusus untuk In-kyu. Dokter Baek tak berkomentar apa pun, dia hanya menyetujui segala hal yang diucapkan kalapas.


Ketika memeriksa putranya, dokter Baek mendapati kondisinya yang makin memburuk. Tapi lagi-lagu, Sung-ho berbohong dan tak mau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.. dia hanya minta maaf pada ayahnya..

“Besok aku akan memerikmsamu lagi, dan jika gula darahmu belum turun, kamu akan berada dalam masalah besar!” tegas dokter Baek


Gyu-sang telah diizinkan keluar RS, yang berarti dia harus kembali ke lapas. Ji-in mengeluh, bagaimana kalau dirinya rindu pada Gyu-sang?

“Kunjungi aku di lapas.. dan jangan lupa bawakan makanan..” jawabnya sambil tersenyum

“Makanan apa yang anda suka?”

“Aku hanya bercanda.. kalau kamu mau menjengukku saja, aku sudah sangat berterimakasih..”


Sipir datang dan mengajaknya pergi. Gyu-sang bertanya, apakah dirinay tak bisa melihat wajah putrinya sekali saja.. setidaknya sekalian lewat..

“Tidak bisa!”

“Kuharap.. aku bisa melihatnya, meskipun dari kejauhan.. sku harus melihatnya, supaya aku bisa merasa tenang..”


Ketika Gyu-sang hendak dibawa pergi, Ji-in menahannya, “Tunggu dulu.. ada berkas yang belum anda tandatangani dan aku lupa untuk memberikannya.. tunggu sebentar, aku akan mengambilnya..”


Ji-in menemui In-kyu.. awalnya In-kyu ingin menghindar, namun karena ini tentang Gyu-sang, maka dia pun bersedia berbicara dengannya.


“Apakah Gyu-sang benar-benar pergi tanpa diperbolehkan untuk melihat putrinya?” 

“Memang seperti itu aturannya..”

“Kenapa?”


“Karena peraturannya sama.. mau dia berada di dalam atau pun di luar penjara. Diperbolehkan jika seseorang mengunjunginya, tapi seorang tahanan dilarang mengunjungi orang lain..”

“Tapi apakah kita harus membiarkannya pergi begitu saja.. ketika mereka berdekatan seperti ini?”

“Kenapa kamu sangat mempedulikannya. Padahal dia bukan siapa-siapa untukmu..” 


“Karena aku memahami perasaannya. Aku tahu, betapa beratnya perasaan ketika merindukan seseorang..”


In-kyu meraih tangan Ji-in, kemudian mengajaknya berjalan pergi~
Advertisement

1 comments:

Semangat unnie... 😍😍😍


EmoticonEmoticon