2/21/2018

SINOPSIS Cross Episode 6 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 6 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 6 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 7 Part 1

Saatnya Gyu-sang untuk pergi meninggalkan RS. Sipir membuka pintu depan, tetapi In-kyu bilang dirinya telah meminta mobil untuk menunggu di pintu belakang.


Semua pasien memerhatikan Gyu-sang dengan tatapan aneh, mungkin karena seragam tahanannya. Tetapi Gyu-sang sendiri tak merasa terusik, dia hanya diam.. terduduk lesu.. menghadapi kenyataan bahwa dirinya tak bisa melihat wajah putrinya sekali pun~


Tiba-tiba, In-kyu menghentikan kursi roda di sepan sebuah ruangan, dia kemudian mengetuk jendelanya dan dari dalam Ji-in membuka tirai. Ternyata.. itu adalah ruangan tempat putri Gyu-sang dirawat. 


Melihatnya, spontan membuat perasaan haru serta bahagia bercampur menjadi satu. Gyu-sang dan putrinya tak mengatakan apa pun, tapi tatapan mata mereka seakan menjelaskan seluruh isi perasaannya.


Sedihnya, momen itu berlangsung sangat singkat, karena sipir telah memanggilnya. In-kyu lanjut mendorong kursi roda, meninggalkan ruangan tersebut. 


Berada dalam suasana barusan, membuat Ji-in sampai berkaca-kaca karena terhatu~


Badan Sung-ho meriang.. bisa jadi, karena dia tak mengonsumsi obatnya dan malah memberikannya pada Hyung-bum. Dan fatalnya.. dalam kondisi seperti itu, Hyung-bum terus memberikannya begitu banyak makanan manis.


Gyu-sang sampai di lapas. Kepada In-kyu dia mengucapkan terimakasih, “Dokter Kang.. anda dokter yang sangat baik” tambahnya


Kondisi Sung-ho semakin memberuk, dari meriang.. sekarang menjadi nyeri perut yang tak tertahankan, hingga kemudian tak sadarkan diri.. terjatuh.. dan mulai kejang..


Tak lama kemudian, datanglah beberapa petugas lapas yang bergegas membawanya ke ruang periksa.


Bel darurat dinyalakan, anggota tim medis bergegas membawanya kedalam ruangan untuk melakukan pemeriksaan. 


Hingga kemudian, datanglah dokter Baek.. yang ketika mengetahui bahwa pasien di dalam adalah putranya, langsung merangsak masuk, berteriak mengatakan dirinya sendiri yang akan melakukan pemeriksaan. Namun dia terlalu panik, hingga tangannya bergetar tak mampu melakukan apa pun.


Suster memberitahukan denyut nadi pasien yang sangat lemah, sementara dokter Baek bellum bisa memeriksa apa pun karena perasaan paniknya yang terlalu berlebihan.

“Saya yang akan memeriksanya! Anda tunggu dulu diluar!” teriak In-kyu


Hasil tes gula darah, menunjukkan angka 500 yang dikategorikan sangat tinggi. Maka In-kyu meminta suser untuk menyuntikan beberapa obat, sementara dirinya melanjutkan pemeriksaan.


Di bagian mulut, In-kyu mencium aroma buah-buahan yang menjadi salah satu tanda kalau pasien telah mengalami DKA (Diabetic Ketoacidosis), yang bisa berakibat fatal jika tak segera ditangani.


Setelah ambulans tiba, dokter Baek serta In-kyu segera membawa pasien ke RS.


Petugas lapas menginterogasi Hyung-bum, terkait kejadian barusan. Namun Hyung-bum tak mau mengaku, dan kekeh mengatakan bahwa dirinya tak melakukan apa pun.


Ketika saat-nya kembali ke dalam sel, Hyung-bum minta dibawa ke ruang rawat karena mengeluhkan kondisi tubuhnya yang terus gatal-gatal, dan banyak ruam memerah di kulitnya. Petugas menolak, dengan alasan tak ada satu pun dokter yang berjaga disana~


Sesampainya di RS Sunrim, In-kyu melaporkan kondisi pasien. Dokter Son, sebagai dokter yang berjaga mengajukan beberapa pertanyaan seputar penyebab kondisi tersebut.


Sangat meyakini bahwa pasien mengalami DKA, dokter Baek malah membentak dokter Son dan menyuruhnya segera memanggil dokter penyakit dalam. Sementara In-kyu minta dipanggilnya dokter bedah saraf, karena curiga bagian otak pasien mengalami cedera karena terjatuh..

Namun, dokter Baek berteiak menegaskan bahwa dirinya tak butuh dokter bedah saraf dan hanya butuh dokter penyakit dalam, “Aku walinya! Jadi aku yang sangat mengetahui kondisinya!”


Beberapa saat kemudian, penanganan telah diberikan oleh dokter penyakit dalam. Sesuai dugaan, pasien memang mengalami DKA dan seteah asisdosis dilakukan, kemungkinan kondisinya akan kembali normal.


Hingga hari berubah malam.. Sung-ho masih belum sadar. Dokter Baek hanya bisa berdoa, menggenggam tangannya dengan erat..


Hyung-bum kolaps.. badannya kejang, dan dia muntah darah. Tim medis tak bisa melakukan penanganan karena tak ada dokter yang berjaga. Maka mereka pun menlepon ambulans untuk membawanya ke RS.


In-kyu memonitor kondisi Sung-ho.. dia merasakan ada yang janggal. Dia pun bertanya, apakah penganan yang diberikan telah sesuai dengan instruksi?


Dokter Son mengeceknya dan semuanya telah dilakukan sesuai instruksi. Maka baru tersadarlah mereka, bahwa kemungkinan besar ada masalah di otak pasien.


Bergegas, tim memanggil dokter bedah dan membawa pasien menuju ruang CT Scan.


Pada waktu yang bersamaan, ambulans yang membawa Hyung-bum tiba-tiba tertabrak di persimpangan jalan. 


Tak lama kemudian, datanglah mobil ambulans lain.. yang ternyata, hendak membawa Hyung-bum kabur..
Advertisement


EmoticonEmoticon