2/21/2018

SINOPSIS Cross Episode 7 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 7 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 7 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 8 Part 1

Pulang ke apartemennya, In-kyu lansung merebahkan diri di tempat tidur..


Dia mimpi buruk, dalam mimpinya In-kyu kecil berjaln di hutan yang gelap seorang diri. Dia berteriak mencari-cari ayah dan adiknya, tapi dia malah bertemu dengan Hyung-bum..


In-kyu berlari kabur, sampai dia sempat jatuh dan berguling ke dasar jurang.. namun Hyung-bum terus mengejarnya, dan malah 


In-kyu baru terbangun, ketika terdengar suara dokter Go yang menggedor pintu apartemennya.


Setelah dibukakan pintu, dokter Go masuk. Dia tak mengatakan apapun, dan langsung memeriksa seisi ruangan, beserta kulkas yang isinya kosong tak ada apa pun.

“Istirahatlah..” pintanya yang kemudian pergi keluar


Ternyata, dokter Go pergi ke minimarket untuk memberli beberapa makanan. Dia menelpon Ji-in, yang kebetulan baru selesai kerja dan akan pulang, “Bawakan cairan infus beserta peralatannya..”

“Kemana?”

“Nanti aku sms-kan alamatnya...”


Dokter Go memasukkan belanjaannya kedalam kulkas sementara In-kyu sendiri, telah tertidur dengan lelap.


Tak lama kemudian, Ji-in menelpon.. dia telah ada di depan, “Ini rumah siapa?” tanyanya

“Masuk saja..”


Melihat In-kyu, spontan Ji-in berkomentar, “Ah.. harusnya beritahu kalau dia orangnya..”

“Kalau kuberitahu, kamu pasti tak akan datang..”


Ketika melihat wajah In-kyu yang babak belur, Ji-in khawatir dia pun bertanya: “Apa yang sebenarnya orang ini lakukan.. kenapa dia sering sekali terluka seperti ini?”

“Entahlah.. aku pun tak tahu..” jawab dokter Go


Beberapa saat kemudian, alat infus telah dipasang. Ji-in melihat ayahnya yang begitu mencemaskan In-kyu, dia pun mengatakan: “Kalau sangat peduli padanya, ayah tinggal saja bersama dengannya”

“Kalau ada di posisiku, bukankah kamu juga akan mengkhawatirkannya? Lihat saja wajahnya..”


In-kyu menggingil, maka dokter Go meminta Ji-in untuk mengambilkan selimut. 


Ketika mengambilnya dalam lemari, tak sengaja Ji-in menarik selembar foto Kim Hyung-bum.. dia hanya memerhatikannya lalu menaruhnya kembali karena tak mengenal siapa orang pada foto tersebut.


Dalam perjalanan pulang, dia pun bertanya-tanya, siapa dan kenapa foto tersebut ditaruh disana. 


Tapi kemudian, tak sengaja dia melihat LCD di gedung memajang foto yang baru saja dilihatnya yang ternyata merupakan seorang buronan yang kabur dri penjara~


In-kyu terbangun dari tidurnya, dokter Go lansgung memintanya untuk berhenti mengejar Kim Hyung-bum,

“Tidak! Ini baru permulaannya!”

“Memang sangat sulit untuk menyerah? Haruskah kamu balas dendam supaya bisa tenang?”

“Kalau berada di posisiku, apa kau akan menyerah? Kalau ayahmu mati ditangan bedebah itu?!”
“Ayahmu pasti tak ingin melihatmu hidup seperti ini! Dia pasti berharap kau menjalani hidupmu dengan normal. Bukannya, mengejar bebedah itu...”


In-kyu bangkit, menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan hanya untuk membalaskan dendam ayahnya, “Aku telah melangkah terlalu jauh dan tak mungkin untuk kembali lagi!”

“Pikirkan ini baik-baik.. sekarang kau terlihat sangat menyedihkan, dan ketika kau berhasil membalaskan dendam-mu, justru hidupmu akan semakin terlihat sengsara..” papar dokter Go


Sesaat setelah dokter Go pergi, In-kyu menerima telpon dari RS Sunrim yang memberitahukannya bahwa pasien Lee Gil Sang telah sadar.


Segera, In-kyu pergi menuju Rumah Sakit. Dia menemui Gil-sang di ruang ICU, dan langsung mengatakan: “Kau pasti mengenal Kim hyung-bum?! Orang yang membuatmu terbaring seperti ini.. kemarin, dia telah melarikan diri dari penjara!”

Mendengarnya, sontak membuat Gil-sang nampak terkejut. In-kyu bertanya, dimanakah kemungkinan Hyung-bum berada?


“Aku tak tahu..”

“Kau harus memberitahuku, jika ingin Kim Hyung-bum ditemukan!”

“Aku benar-benar tak tahu..”

“Ditempat ini, tak ada seorang pun yang bisa menyelamatkanmu!”


Di waktu bersamaan, kita melihat si broker yang menyamar sebagaiperawat.. dia sengaja menukar obat yang akan diberikan untuk Gil-sang. Dokter Go berjalan melewatinya, tapi tak curiga kepadanya~


Gil-sang teringat momen terkahirnya disaat bertemu dengan Hyung-bum, “VIP” ucapnya, “Hyung-bum yang kukenal, pasti akan mencari VIP”

“Siapa VIP yang kau maksud?”

“Klien kita, dalam insiden Palmunsan (tempat ayahnya Im-kyu ditemukan tewas mengenaskan)..”


Belum sempat menggali informasi lebih lanjut, tiba-tiba datang dokter Go yang lansgung menyeret In-kyu keluar. Pada waktu bersamaan, suster beserta si broker masuk kedalam ruang ICU untuk memberikan obat.


Dokter Go mengira In-kyu akan membunuh Gil-sang. Tetapi In-kyu berusaha menjelaskan, kalau dirinya tak berniat melakukan hal seperti itu,

“Lalu kenapa kau ada disana! Kwtika selama ini, kau tak pernah tertarik padanya?!”

“Ada suatu hal yang mesti kudengar darinya!”

“Aku.. melarangmu memasuki ICU!“

“Memangnya, aku tak bisa mengunjungi pasien!”

“Aku bertanggung jawab atas keeselamatan pasienku!”

“Aku akan pergi, setelah mendengar apa yang seharusnya di  katakan padaku!”


Suster menyuntikan obat, dan seketika itu juga.. Lee Gil-sang mengalami kejang. Dokter Go dipanggil masuk, sementara In-kyu diseret pergi oleh petuga keamanan.


Karena kondisi Gil-sang tiba-tiba memburuk, maka dokter melakukan resusitasi. Baik itu secara manual atau pun dengan alat, hasilnya sama saja.. 


In-kyu yang tengah memerhatikan dari balik jendela, tiba-tiba menerima telpon dari nomor tersembunyi, yakni Hyung-bum yang langsung berkata: “Aigoo.. kasihan sekali bedebah itu.. padahal dia sempat lolos dari kematian.. ”

“Pasti kau yang melakukannya?!”

“Kau penasaran’kan? Tentang siapa orang yang telah meminta kami membedah perut ayahmu dan mengambil ginjalnya. Hanya bedebah itu yang mengetahuinya, tapi sekarang apa yang akan kau lakukan? Karena dia sudah mati..”


Ketika telponnya ditutup, In-kyu melihat sosok si broker yang baru saja keluar dari ICU wajah yang tersenyum penuh kemenangan.


In-kyu mengejar  si broker hingga keluar RS.. bahkan dia sempat tertabrak mobil. Namun dia tak menghiraukan kondisinya, dan terus berlari mengejarnya..


Karena tak ada perubahan apa pun, dan tim dokter telah berusama semaksimal mungkin. Pada akhirnya, dokter Go menyatakan paseian telah meninggal dunia pada pukul 9:47 malam~


SI broker pun berhasil kabur karena ada sebuah mobil yang menjemputnya. Ditempat lain, terlihat Hyung-bum yang tertawa puas.. sementara In-kyu, hanya bisa berteriak kesal.. melampiaskan amarah dan kekesalannya~

KOMENTAR:

Duhhh, makin panas ajaaaa. Pas mau bersambung, alurnya cepet banget. Kirain, Gil-sang bakal dikasih hidup rada panjang.. eh ternyata, cuman beberapa detik dari sadar.. terus langsung ‘tetott’

Dan enggak nyangka juga, kalau Sung-ho beneran mati. Jadi pelajaran juga sih, penyakit diabet itu yang bahaya tuh kalau udah komplikasi. Makanya mesti dijaga banget pola makan dan obatnya. 

Dokter Baek marah sama In-kyu, menurutku hal yang wajar.. tapi pada dasarnya dia sendiri pun salah. Anaknya sampai dipenjara, mungkin karena sebagai ayah dia lalai mendidik anaknya.. atau karena apa pun itu. Dalam insiden ini, pokoknya bukan kesalahan individu semata.

Dan tentang VIP.. kemungkinan dia staff di RS Sunrim, atau pun pejabat tinggi di pemerintahan? Entahlah.. belum banyak klu yang disodorin, jadi kita pantengin aja terus ceritanya bakalan begimana~~~
Advertisement


EmoticonEmoticon