2/22/2018

SINOPSIS Cross Episode 8 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 8 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 7 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 8 Part 2

Setelah mengumumkan jam kematian Lee Gil Sang, dokter bertanya pada suster, apakah ada orang lain yang mengunjungi pasien ini selain In-kyu?


Suster menjawab tidak ada, maka dokter Go lansgung teringat perkataan In-kyu yang pernah menegaskan bahwa dia inginmembunuh Gil-sang dengan tangannya sendiri.


In-kyu berjalan memasuki RS, di lorong dia berpapasan dengan dokter GO. Mereka sempat diam saling menatap, namuan kemudian dokter Go melewatinya begitu saja.


In-kyu agak heran, tapi dia terus melanjutkan langkahnya menuju ICU.. dan betapa kagetnya dia, ketika melihat ada jenazah ditutup kain putih yang dibawa keluar dari ruangan.


Dokter Go memeriksa rekaman CCTV, di waktu mendekati kematian Lee Gil Sang. Setelah diputar beberapa kali hasilnya tak ada yang mencurigakan, dan hanya ada In-kyu yang datang kesana, itu pun sepertinya hanya mengobrol.


Dokter Go menelpon In-kyu, menyuruhnya untuk datang ke ruangannya,


Tanpa basa-basi, dokter Go lansgung meminta In-kyu untuk jujur kepadanya, “Apa yang telah kau lakukan pada Lee Gil Sang?”

“Aku tak melakukan apa pun..”

“Lantas kenapa, kondisinya memburuk setelah kau mengunjunginya! Sebelumnya dia dalam kondisi yang stabil!”

“Semuanya perbuatan Hyung-bum! Kim Hyung Bum Yang membunuhnya!”

“Tempat ini adalah RS dan bedebah itu sedang dalam pelarian! Kau bilang, seorang buronan datang ke RS hanya untuk membunuh Lee Gil Sang? Ke tempat yang banyak terpasang kamera CCTV?!”

“Aku melihatnya dengan mataku sendiri!”

“SADARLAH, Kang In-kyu!!!!”

“Lagipula, aku tak berharap kau mempercacyai perkataanku!”


In-kyu berjalan pergi, tapi kemudian dokter Go mengatakan: “Kalau memang perkataanmu benar adanya, maka sekarang kau telah berada di dalam genggaman Kim Hyung-bum!”


In-kyu: “Aku tak peduli!  Yang penting aku bisa menangkapnya!”

dr. GO: “Semakin kau menggila untuk balas dendam, semakin menyenangkan untuk bedebah itu! karena dia rasa, dia bisa mengontrolmu sesukanya. Sekarang kau belum punya kemampuan mengambil keputusan yang baik...”

In-kyu: “Tunggu dan lihat saja, sampai aku menyelesaikan semuanya! Tentang siapa yang mengontrol siapa!”


Di sebuah kedai, dokter Go minum dengan rekan sekaligus dokter yang memeriksanya. Dia bertanya, “Bagaimana caranya kau membesarkan 3 orang anak? Aku kagum padamu..”

“Aku tidak membesarkan mereka, istriku yang melakukannya..”

“Aku benar-benar tak tahu, bagaimana caranya memenangkan hati anakku..”

“Kenapa? Ji-in membuatmu kesulitan?”

“Ji-in tak pernah melakukan hal semacam itu. Justru aku yang membuat hidupnya susah..”

“Kalau kau merasa seperti ini karena penyakitmu, aku bisa membnatu untuk memberitahu mereka..”

“Ah.. lupakan masalah itu dan minum saja..”

“Ji-in harus mempersiapkan dirinya secara mental. Tak lama lagi, mungkin tangan dan kakimu akan mengalami kelumpuhan yang membuatmu tak bisa berjalan dengan benar..”

“Aighh.. kau ini, membuatku kehilangan selera makan saja. Malam ini, kau yang bayar!”


“Hft.. beritahu dia secepat mungkin, sebelum kondisimu makin parah. Kaua mengerti, maksudku’kan..” pinta sang dokter


In-kyu menyusun kembali strateginya, ditambah ada nama baru yaitu ‘VIP’. Hyung-bum bilang, Lee Gil-sang mengenal siapa VIP tersebut, dan Lee Gil Sang bilang Hyung-bum pasti akan mencari VIP,


“Jika aku menemukan VIP maka aku bisa menangkap Lee Hyung-bum!”


Hyung-bum tak bisa tidur dengan nyenyak, karena dia terus batuk-batuk, “Han-shik! Han-shik! Han-shik!” teriaknya dan masuklah si Broker (Finally, tahu namanya..) serta rekannya.

“Dimana dokter Hwang?” tanyanya

“Aa..aa.. ku seudah menghubunginya, tapi dia belum datang..”

“Cepat panggil dia sekarang juga!”


Di RS, dokter Go dipanggil mengahap Son Sajang. Disana dia ditanyai terkait, kematian pasien Lee Gil-sang yang sebelumnya sempat menerima donor ginjal. Pada saat pelaksaannya dulu, Son Sajang tak memberikan izin maka sepatutnya dokter Go merawat pasien itu dengan benar. Bertanggung jawab merawat paseian tersebut dengan benar.


Pihak RS menganggap insiden kemarin, bukanlah kecelakaan medis. Karean secara kasat mata, tidak ada kesalahan dengan obat serta alat yang digunakan ke tubuh pasiesn.. meskipun demikian, dokter Go tetap harus menerima tindakan disipliner.


Ketika dokter Go meninggalkan ruangan, masuklah Presdir Choi dari Grup Hanwoong yang mendapatkan sambutan begitu hangat dari Son sajang.


Ketika Ji-in berjalan di lobby, dia terus mendengar para perawat mempergunjingkan kejadian tempo hari yang disangkut-pautkan dengan nama ayahnya.


Sengaja, dia pun berteriak memanggil nama sang ayah yang kebetulan berjalan tak jauh darinya. Reaksi para perawat senada, seketika mereka diam dan buru-buru berjalan pergi~


Ji-in menghampiri ayahnya, lalu berkata: “Jangan cemberut, dan berdiri lah dengan tegak. Nanti yang melihatmu, akan menganggapmu sebagai pasien juga..”


Presdir Choi, memuji keberhasilan Son Sajang ayng telah menyelamatkan hidup Kongress Noh, “Sedari awal, mestinya aku menyerahkan penanganan putriku kepada anda..”

“Memangnya, putri anda sakit apa?”


Presdir Choi menjelaskan, bahwa putrinya mengidap Diabetes sedai remaja. Sekarang kondisinya sangat buruk dan membutuhkan transpalantasi.

“Namun.. sekarang ini, sangat sulit untuk mendapatkan donor..” ujar Son Sajang

“Kami telah memiliki anggota keluarga yang bersedia mendonorkan ginjal. Masalahnya.. kami belum menemukan donor pankreas-nya.. maka dari itu, kami butuh bantuan anda~”


Direktur Lee meminta purtanya, yakni dokter Lee untuk bisa mengambil kesempatan menjadi dokter utama dalam operasi translanplantasi dua organ pada putri presdir Choi dari Grup Hanwoong.

Dokter Lee menolak, dengan alasan dirinya belum cukup mahir untuk melakukannya. Terlebih, karena sebelumnya dia telah membuat kesalahan, “Lebih baik.. dokter Go saja yang melakukannya..”

“Tapi ini kesempatan emas untukmu!”

“Bagaimana kalau nantinya, kesempatan itu malah berubah menjadi rabun?!”

“Kau ini memang bodoh! Makanaya kau tak bisa memenangkan hatin Yeon-hee (dokter Son). Jika memang hal itu terlalu sulit, setidaknya manfaatkanlah kesempatan ini!”


Di kafe, doket Lee duduk sendirian. Dokter Son menghampirinya dan mengajaknya minum kopi bersama, namun dokter Lee menolak dan malah pergi meninggalkannya begitu saja~


Hyung-bum melakukan terapi alternatif untuk mengobati kondisinya. Orang yang yang memberikan pengobatan, ternyata seorang tunanetra yang sering disebut sebagai dokter Hwang.


Dokter Hawng sendiri, mengatakan bahwa kondisi ogran Hyung-bum telah rusak, “Livermu rusak, maka ginjalmu pun akan rusak.. dan setelah itu, giliran jangtungmu yang akan rusak..” ucapnya
Advertisement


EmoticonEmoticon