2/01/2018

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 39 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 39 BAGIAN 1


#39 – Kenapa Kau Tidak Membunuhku?


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 38 Part 2

Ketua Gook mengecek brankas di bawah meja kantornya. Ia tidak menemukan pistolnya disana. Ia sudah tahu kalau Il Seung akan mengambil pistol itu. “Pada akhirnya, dia akan berakhir dengan dibunuh oleh putranya sendiri,” kata Ketua Gook sambil tersenyum puas.


Pengacara An datang dan Ketua Gook berterima kasih padanya karena berkat Pengacara An, ia tidak perlu melakukan konferensi pers itu. Pengacara An menduga Il Seung membawa Manajer Lee untuk membunuhnya.


Man. Lee: “Kau menginginkan nyawaku? Bunuhlah aku. Kau harus melakukan apa yang kau inginkan.”
Il Seung: “Tentu saja. Sebelum itu, ada yang harus kau lakukan. Ibuku. Kenapa kau membunuh Choi Yeon Mi? Jawab aku.”
Man. Lee: “Dia adalah kesalahan dan rintangan terbesarku. AKu tidak akan berhasil jika dia masih berkeliaran.”


Il Seung bilang itu adalah keberhasilan palsu, karena Manajer Lee mendapatkan itu semua dengan cara membunuh banyak orang. “Apa kau tahu apa yang ibuku katakan tentangmu? Dia bilang kau adalah pria berhati hangat.
Flashback..


Yeon Mi mengajarkan Jong Sam kecil bagaimana cara menulis kata ‘ayah’.


“Ayahmu adalah pria yang berhati hangat,” kata Yeon Mi saat itu. “Itulah kenapa ibu sangat menyukainya.”


Manajer Lee diam saja. Il Seung bilang ibunya pergi karena tahu Manajer Lee berusaha membunuhnya, tapi tetap mengatakan hal itu. “Bagaimana bisa kau membunuh orang yang sebaik itu?” tanya Il Seung. Manajer Lee mulai berkata bahwa seharusnya Yeon Mi tidak melahirkan Il Seung.


Il Seung: “Lalu kenapa kau tidak membunuhku ketika aku lahir?! Kenapa kau melibatkanku dalam kehidupanmu?!”
Man. Lee: “Karena aku tidak tahu! Aku baru tahu saat kau menyebutkan nama ibumu. Aku pikir Pak Cha sudah membunuhmu!”


Manajer Lee tidak menjawab saat Il Seung bertanya apakah itu alasannya menyuruh Pak Kwak untuk membunuh Il Seung, yang akhirnya berakibat buruk pada Chul Gi.


Tim Kejahatan Tersembunyi masih melakukan pencarian terhadap Il Seung dan Manajer Lee. Sesan Kim bertanya pendapat yang lain apakah Il Seung benar-benar akan membunuh Manajer Lee.


“Sangat mungkin. Lee Kwang Ho memerintahkan Pak Kwak untuk membunuhnya. Dan Detektif Kang terluka,” kata Sersan Kwon. Sersan Kim berpikir sebaliknya, menurut Il Seung hanya akan mengancam Manajer Lee saja.


Jin Young setuju dengan Sersan Kwon, karena Manajer Lee sudah membunuh ibu Il Seung. Jin Young juga memberitahu bahwa semula Ketua Gook akan mengadakan konferensi pers untuk membeberkan kejahatan Manajer Lee.


Inspektur Park mengeluh, harusnya Jin Young mengatakannya sejak awal. Jin Young lalu menerima kabar dari Kantor Polisi tentang lokasi terakhir mobil Manajer Lee. Karena perjalanan menuju lokasi Il Seung masih 20 menit, inspektur meminta Sersan Kim agar menghubungi Polisi lokal dan  memulai pencarian tanpa memberitahu siapa korban dan tersangkanya.


Il Seung bertanya apa yang sebenarnya Manajer Lee lindungi sekeras itu. “Untuk menjadi presiden, kau membunuh ibuku, Jin Jung Gil dan Hong Mi Ok. Dan untuk melindungi uang 100 milyar dollar, kau membunuh Oh Il Seung dan Ddak Ji. Lalu kau berusaha membunuhku, karena aku menghalangi jalanmu. Dan untuk menutupi itu semua, kau membunuh lebih banyak orang,” kata Il Seung.


Man. Lee: “Bukan hanya melindungi, aku harus membuatnya tumbuh, membuatnya lebih besar.”
Il Seung: “Uang? Kekuasan? Kau sudah punya itu lebih dari cukup bukan? Uangmu tidak akan habis sepanjang hidupmu. Kekuasaanmu dapat menutupi semua kejahatanmu. Kau punya itu semua. Semua itu akan hilang begitu kau mati. Apa yang akan kau lakukan dengan itu semua?! Katakan padaku. Apa yang akan kau lakukan dengan kekuasaan dan uang kotor itu?!”
Man. Lee: “Republik Korea. Aku harus membuat negara ini berada dalam genggamanku lagi, jadi negara ini dapat hidup!”


Il Seung mendapatkan jawabannya dan menyebut Manajer Lee gila. Il Seung menodongkan lagi pistolnya ke arah Manajer Lee.


Dan melepaskan tembakannya.


Tim Inspektur Park masih menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian Il Seung. Mereka belum berhasil. Mereka menduga Ketua Gook tahu dimana mereka berada. Inspektur Park meminta timnya untuk menghubungi Asisten Ki.


Setelah memastikan mereka tidak akan menyakiti Ketua Gook, Asisten Ki mulai mau diajak bekerja sama. “Dimana lokasinya? Persimpangan Youngsun. Itu tempat yang aku katakan pada Il Seung sebelumnya. Ya. Alamatnya….” Asisten Ki lalu berlari.


Pistol Il Seung masih mengeluarkan asap.


Manajer Lee menutupi matanya karena ketakutan.


Il Seung lalu menjatuhkan pistolnya dan pergi. Tapi Manajer Lee mengambil pistol itu dan menodongkannya kepada Il Seung. “Kau bodoh,” kata Manajer Lee. “Itulah kenapa kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku. Kau harus menyingkirkan semua orang yang menyebabkan masalah. Jika kau membiarkan mereka hidup, kau akan kehilangan nyawamu.”


Il Seung menoleh ke belakang dan berkata bahwa itulah alasan Manajer Lee membunuh semua orang. Dengan langkah perlahan, Il Seung berjalan mendekati Manajer Lee. Manajer Lee mengakui semua pembunuhan yang ia lakukan.


Il Seung berkata, “Apa kau pikir aku tidak membunuhmu karena kau adalah ayahku? Aku tidak mengenalmu. Aku menyelamatkanmu, karena aku berbeda. Aku berbeda denganmu. Ini kesempatan terakhirmu. Aku tidak akan membiarkanmu mati sebagai penjahat egois. Aku membiarkanmu hidup untuk memberikan kesempatan agar kau hidup seperti seorang manusia. Jadi letakkan itu dan pergilah.”


Manajer Lee berkata bahwa dia tidak akan mengubah pikirannya. Ia tidak akan melepaskan kesempatan untuk bisa menang.


Tim Inspektur Park tiba di alamat yang diberikan oleh Asisten Ki. Mereka masuk dan mencari di dalam gedung.


Jin Young melihat Il Seung yang sedang duduk di kursi. “Hey!” teriak Jin Young lalu berlari ke arah Il Seung.


Jin Young: “Apa kau baik-baik saja?”
Sersan Kwon: “Kami sangat khawatir.”
Ins. Park: “Apa kau sungguh baik-baik saja?”
Il Seung: “Ya.”


Inspektur Park menanyakan keberadaan Manajer Lee. “Dia pergi. Dia baru saja pergi,” jawab Il Seung.
Flashback..


Manajer Lee tetap menarik pelatuk pistolnya, namun ternyata pelurunya kosong. Il Seung lalu menggenggam pistol itu.


“Akulah yang menang. Kau mengakui semuanya,” kata Il Seung. Il Seung menunjukkan jam tangannya.


Man. Lee: “Apa yang akan kau lakukan dengan itu?!”
Il Seung: “Kau akan lihat apa yang akan kulakukan dengan ini. Kau bisa pergi sekarang.”


“Tangkap dia,” kata Inspektur Park sambil berjalan pergi. Sersan Kwon membantu Il Seung berdiir dan membawanya pergi.


Di ruang interogasi, Inspektur Park bertanya alasan Il Seung menculik Manajer Lee. “Aku benar-benar ingin membunuhnya. Aku juga ingin tahu kebenarannya,” jawab Il Seung jujur.


Inspektur Park bilang ia mengerti kenapa Il Seung melakukan itu, tapi dia menyayangkan perbuatannya yang gegabah. Il Seung bilang ia tidak punya pilihan, dan ia khawatir akan semakin banyak orang yang terluka. “Tapi tetap saja, kau tidak boleh berusaha membunuhnya,” kata inspektur. “Aku tahu dia musuhmu, tapi dia tetap ayahmu.”


Il Seung bilang itu malah membuat alasannya untuk membunuh Manajer Lee semakin kuat. “Jika aku membunuhnya sendiri, orang akan semakin sadar betapa buruknya Lee Kwang Ho. AKu tidak pernah tahu wajahnya hingga sekarang, tapi dia tetap ayahku.”


Inspektur Park memuji Il Seung karena dia sudah melewatinya dengan baik. Inspektur bilang karena tidak ada yang terluka dan tidak ada yang melapor, ia akan membebaskan Il Seung dengan peringatan.


Il Seung: “Tapi tetap saja…”
Ins. Park: “Jangan berdebat denganku. Aku belum menyetujui surat pengunduran dirimu. Saat ini kau sedang cuti. Jadi lakukan tugasmu sebagai Polisi. Berhenti membuatku marah. Ayo pergi. Kau mungkin gagal membunuhnya, tapi kau tetap harus menangkapnya. Itu perintah. Ayo.” [crstl]

Comments


EmoticonEmoticon