2/07/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 1 PART 3

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 1 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 1 Part 2

Ternyata, si bayi dibawa kabur oleh Han Yoona (Jung In Sun) yang tak lain, merupakan ibu kadung daripada bayi tersebut.

Sekarang, Yoona telah berada di penginapan Waikiki. Disana, dia terus menangis, menyesali apa yang telah dia lakukan pada banyinya yang bernama Sol..

 “Buat apa melakukan hal yang pada akhirnya kau tangisi..” komen Dong-gu dengan ketusnya

“Kau ini, jaga omonganmu!” tukas Jun-ki yang kemudian mencoba untuk menenangkan Yoona, meskipun dia masih coba-coba bertingkah modus, “Mau kupinjamkan pundakku (untuk bersandar)..”

“Ehh.. dasar, bisa-bisanya kau bertingkah seperti itu dalam kondisi seperti ini..” celoteh Dong-gu


Du-shik bertanya pada Yoona, mengenai tempat tinggalnya, keberadaan ayah Sol, serta alasan Yoona yang sempat meninggalkan Sol. Namun bukannya memberikan jawaban, Yoona malah menangis..

Dong-gu yang kesal, sontak dia berkata: “Jangan menangis dan katakanlah sesuatu! Setidaknya supaya kita bisa mengantarmu pulang!”

Jun-ki membela Yoona, dia berteriak dan malah memarahi Dong-gu: “Heh! Dia pasti punya alasannya sendiri! Berhenti memojokannya!”


Sadar diri, kalau keberadaannya merepotkan... maka Yoona pun pamit. Akan tetapi, Du-shik dan Jun-ki melarangnya pergi, dan memintanya untuk menginap disini saja. Bagamana pun juga, sekarang sudah terlalu malam..

“Apa yang kalian bicarakan! Disini tak ada kamar kosong lagi!” tegas Dong-gu

“Masih ada kamar Seo-jin.. semalaman dia ada di perpustakaan dan baru pulang besok pagi..” sanggah Du-shik


Dong-gu mengalah.. dia menuruti keinginan kedua sahabatnya itu. Dia pun memilih menyendiri, di ayunan sambil menatap cincin coouple dalam genggaman tangannya~


Disaat semua orang telah tertidur.. Seo-jin (Go Won Hee) pulang. Entah karena dia terlalu mabuk atau mengantuk.. tapi jalannya sempoyongan, bahkan sampai menabrak tembok. 


Setelah masuk kamar, dia  melepaskan kaosnya lalu berbaring di kasur. Akan tetapi, dia lansgung terperanjat kaget ketika menyadari bahwa ada orang lain yang tidur disampingnya..


Spontan, dia berteriak “maling”.. dan itu membuat trio waikiki datang sambil membawa peralatan ‘perang’-nya masing-masing.. 

Kehebohan tak berlangsung lama, mereka sadar kalau Seo-jin sekedar salah faham. Untuk menjelaskan semuanya, mereka pun duduk bersama di ruang tengah..


Seo-jin bisa memahami kondisi Yoona, tapi dia berbisik pada kakaknyam yaitu Dong-gu, emngeaskan kalau diirnya tak bisa tidur sekamar dengan orang yang baru dia kenal..


“Aku sudah melarangnya tidur disini, tapi mereka yang memaksa..” jawab Dong-gu

“Kalau begitu, suruh dia tidur di kamar lain!” ujar Seo-jin

“Tak ada kamar kosong, semuanya penuh..” ungkapp Dong-gu

“Lah ‘kok bisa? Bagaimana caranya?” tanya Seo-jin

“Ceritanya panjang---” jawab Dong-gu


Mau tak mau, pada akhirnya Seo-jin tidur sekamar dengan Yoona. Sepanjang malam, kita melihat tingkahnya yang tak bisa diam ditempat, dia bergerak kesana-sini, memeluk Yoona, dia mengerok bahkan sampai kentut...


Pagi hari pun tiba, Yoona terbangun.. tapi dia tak bisa bergerak karena posisi Seo-jin yang mengekang badannya. Ketika Seo-jin bangun, dia langsung kaget sendiri, “Apa semalam aku melakukan sesuatu? Kenapa eonni tidak membangunkanku?”

“Wah. Enggak kok, kamu cuman kentut beberapa kali. Lagian enggak bau kok..” jawab Yoona yang seketika membuat Seo-jin hanya bisa tersenyum kikuk


Diluar orang-orang tengah sarapan, Seo-jin duduk bersama mereka dan mengeluhkan betapa dirinya merasa tidak nyaman karena kehadiran Yoona.

Bersamaan dengan itu, Yoona muncul.. dia mendengar semuanya, karena Seo-jin terus saja menggerutu meskipun Jun-ki telah memberinya kode untuk berhenti..


Suasana canggung pun lagi-lagi terjadi.. Yoona segera pamit, tapi Du-shik dan Jun-ki memintanya untuk tinggal lebih lama, karena mereka sama-sama tahu kalau Yoona tak memiliki tempat tinggal. Namun Yoona menolak, karena dia tetap ingin pergi..

“Setidaknya sarapan dulu disini...” ajak Jun-ki

“Tidak. saya tidak lapar..” ucap Yoona di bibir, namun perutnya berkata lain. Karena terdengar suara keroncongan yang cukup nyaring..


Beberapa saat kemudian, terlihat Yoona yang dengan lahap menikmati roti bakar dan susu buatan Jun-ki. Du-shik bertugas menjaga Sol, tapi tiba-tiba.. Sol menangis tak henti-henti..


Yoona melirik jam tangannya, dia pun menyadari kalau ini saatnya Sol untuk minum susu. Tanpa canggung, dia memberikan ASI.. dan spontan, hal itu membuat yang lainnya kaget. Mereka berjalan menjauh dan saling bertanya, “Dia ngapain?”


Karena ASI-nya tak keluar, Yoona kebingungan. Dia pun menceritakan hal itu pada mereka, “Sepertinya sususku mesti di pompa..” ujarnya

Dengan gugup mereka pun bertanya, pompa susu itu apa dan bagaimana caranya. Yoona menjelaskan bahwa pompa susu merupakan mesin yang digunakan untuk menyedot air susu, “Aku tak memiliknya, karena aku tak punya uang untuk membelinya..”

Tanpa pikir panjang, Jun-ki bilang dia akan membelikan mesin itu sekarang juga. Dong-gu pergi menemanina dan Du-shik pergi untuk bekerja. Seo-jin tak mau ditinggal sendirian, dia memohon untuk ikut bersama mereka, tapi Dong-gu melarangya.. karena masih ada tamu disini dan tak bisa ditinggal begitu saja..


Sampailah Jun-ki dan Dong-gu di toko peralatan bayi. Mereka pun  bingung sendiri dengan situasi yang baru saja terjadi..

“Hfftt.. setelah punya anak, seorang wanita tak merasa malu untuk memperlihatkan payudaranya dihadapan sembarang pria.. aku benar-benar kaget karenanya..” keluh Jun-ki


Kemudian mereka berpencar, untuk mencari yang namanya pompa susu..  Mata Dong-gu tertarik pada sebuah pakaian yang ada sleting di bagian pinggirnya, lalu muncullah seorang pelayan yang langsung memberikan penjelsan bahwa itu dirancang khusus untuk ibu menyusui~


Sementara Dong-gu, dia tertarik pada sebuah benda yang kelihatannya sepeti tissu halus, bahkan dia sempat menggunakannya untuk mengelap wajahnya, bak alas bedak. Pelayan tadi muncul lagi, dia memaparkan bahwa benda itu merupakan alat untuk mengganjal payudara.. setelah menyusui, kadang ASI-nya luber dan dengan alat itu, Ibu tak perlu kerepotan mencari lap disana-sini~


Dirumahnya, Seo-jin benar-benar merasa kikuk.. suasannya hening karena dia bingung harus berbuat apa. Atas inisitifnya sendiri, dia pun mengajak Yoona berbincang..


Seo-jin memuji kelucuan Sol, dia menyebut bulu matanya lebat, dan pipinya menggemaskan, “Hmmm... pangeran kita ini memang sangat tampan..” ucapnya

“Dia perempuan..” tukas Yoona

“Oh gitu yaa? Tapi dia kelihatan seperti pria.. tak apa-lah, sekarang lagi musimnya gaya tomboy..” ucap Seo-jin, “Ayahnya pasti sangat bahagia karena memiliknya..”

“Kami sudah putus..” jawab Yoona

“Ah.. jadi ibu tunggal bukan hal yang buruk. Siapa peduli kalau dia tak punya ayah. Lagipula nenek dan kakeknya akan memberikan kasih saya yang berlipat ganda..” papar Seo-jin

“Mereka telah meninggal dalam kebakaran, saat aku berusia 2 tahun..” ungkap Yoona


Akhirnya, Seo-jin memilih untuk duduk menjauh.. dia mengirim pesan pada kakaknya, memintanya untuk segera pulang!!!


Dibantu oleh pelayan, Jun-ki dan Dong-gu akhirnya menemukan alat yang disebut pompa susu. Dengan penuh semangat, pelayan itu memberikan penjelasan yang sangat detail, tentang bagaimana caranya menggunakan pompa tersebut.. hal itu membuat Jun-ki dan Dong-gu yang ‘polos’, hanya bisa melongo mempehatikannya..


“Kumohon.. berhenti memberikan penjelasan.. pilihkan satu saja alatnya untuk kami..” ucap Dong-gu


Berjalan pulang, Dong-gu mengeluhkan betapa dirinya merasa kaget dengan suasana ini, “Haruskah kita mengkonsumsi obat penenang?”


Langkah mereka terhenti karena ada Soo-ah lewat di hadapannya. Dong-gu langsung bersembunyi di balik sebuah pilar, dan itu membuat Jun-ki keheranan, “Kau.. sedang apa disana?”

“Hah? Ini.. ada pilar.. temboknya sangat kuat..” jawab Dong-gu

“Yaiyalah pilar itu kuat, tak ada yang lembek!” tukas Jun-ki, “Heh, kalau kamu masih suka padanya.. kejarlah dia dan berlutut minta balikan dengannya..”

“Memangnya apa salahku? Sampai aku harus berlutut dihadapanya?”

“Tertangkap basah menjual cincin couple.. bukan hal yang mesti kau banggakan!”

“Hffttt! Kubilang jangan bahas itu lagi!”

“Jelas-jelas, kau terlihat menyesal!”

“Tidak! tidak!”

“Terserah.. jaga saja harga dirimu itu, tapi akibatnya kau akan hidup dalam penyesalan..”


Setelah terjebak dalam keraguan.. pada akhirnya, Dong-gu meberanikan diri untuk berlutut dihadapan Soo-ah. Tetapi bersamaan dengan itu, datanglah seorang lelaki bernama Yoon-seok yang sepertinya.. merupakan gebetan Soo-ah yang baru.


Takut kehadirannya diketahui, spontan Dong-gu menelungkupkan tubuhnya menghadap tanah. Tapi hal tersebut, malah membuatnya menjadi pusat perhatian..


Jun-ki telah sampai dirumah, dia langsung memberikan alat pompa pada Yoona. Tapi ternyata.. ada masalah lain, ternyata kelenjar mamae-nya mampet..


Jun-ki dan Seo-jin kebingungan, mereka tak tahu mesti berbuat apa.. namun mereka tak tega melihat Yoona yang meringis kesakitan. Katanya, mereka harus memanggil ahli yang bisa memijat payudara, tapi selain harganya mahal.. juga tak bisa dipanggil secara mendadak seperti ini.


Dong-gu masih tetap diam pada posisinya, hingga datanglah ambulance yang ditelpon oleh Yoon-seok. Petugas mencoba untuk mengangkatnya, namun Dong-gu bersikeras menahan dirinya sendiri, “Aishhh.. kalau ketahuan pasti sanga memalukan..” ujarnya


Bermodalkan nekat, dia bangkit lalu berlari kabur samil menutupi wajahnya dengan kaos yang dia kenakan..


Setelah berlari cukup lama, sialnya dia malah berputar dan kembali ke tempat semula. Menyadari hal tersesbut, Dong-gu lanjut berlari.. dan kali ini, dia terlalu burbu-buru hingga menabrak banyak benda dihadapannya..dari mulai kursi taman hingga pohon.. ketika jatuh, dia tak berhenti dan malah lanjut merangkak~


Setelah perdebaan yang cukup pelik dengan Jun-ki, akhirnya Seo-jin bersedia untuk menjadi orang yang membantu memijat payudara-nya Yoona~


Du-shik pulang, dia duduk di Sofa tengah rumah sambil menggerutu mengeluhkan nasib hidupnya. Tak sengaja, dia melihat mesin pompa susu yang tergeletak di meja..


Yoona berhasil menyelesaikan tugasnya.. hingga membuat seluruh badannya basah terkea cipratan ASI. Jun-ki ikut merasa lega, tapi tak sengaja dia keceplosan menyebut Seo-jin terlihat lebih tua daripada Yoona.


Mendengarnya, membuat Seo-jin kesal dan mereka pun berdebat lagi.. saling pukul hingga ke tengah rumah.Tapi betapa kagetnya mereka, ketika melihat Du-shik yang tengah asyik tiduran sambil memasngkang pompa susu di pinggangnya, semacam alat bekam.


“Heh! Apa yang kau lakukan!” bentak Jun-ki

“Apa? Memangnya aku berbuat apa?” tanya Du-shik

Jun-ki menghampirinya lalu memukul kepalanya, dan itu membuat Du-shik makin kebingungan, “APA SALAHKU?! Bukankah ini memang alat untuk memijat..”


“Heh! Pijat panya! Alat itu sangat mahal dan kau malah?!?!?!?!?!?!” teriak Junki sambil menyabut pompaan tersebut secara paksa..


Malam pun tiba, Dong-gu pulang dalam kondisi lusuh.. ketika ditanya kenapa, dia malam meminta mereka untuk tak bertanya apapun kepadanya..

“Kenapa suasananya sangat hening Para tamu kemana?” tanya Dong-gu

“Ahh.. mereka sedang pesat di rooptop..” jawab Du-sik

“Baguslah.. kalau perempuan dan bayi itu? Apa mereka sudah pergi?” tanya Dong-gu

“Hmm? Ah.. iya.. ya.. mereka sudah pergi..” jawab Du-shik


Jun-ki menyela pembicaraan, mengatakan kalau suasana rumah jadi terlalu hening. Seo-jin mengatakan hal serupa, “Aku khawatir.. eonni ‘kan, tak memiliki tempat yang mesti dia datangi..” tambahnya

“Iyaya... Mestinya, kita membiarkan dia untuk tinggal disini saja..” ucap Du-shik, “Kamu juga mengkhawatirkannya ‘kan, Dong-gu yaa?” 


Dong-gu merasakan ada yang janggal, “Apa yang kalian sembunyikan dariku?”

Dengan kikuk, mereka menjawab tidak ada. Tapi kemudian, terdengarlah suara tangisan bayi.

“Suara apa itu? Tangisan bayi?” tanya Dong-gu

“Aku tak mendengarnya..” ucap Jun-ki, Seo-jin dan Du-shik


Tiba-tiba keluarlah Yoona, dia memanggil Seo-jin mengatakan kalau ASI-nya mampet lagi, “Apa yang harus kulakukan?” tanyanya

Sontak suasana jadi hening, Dong-gu bertanya: “Kenapa dia masih ada disini? Kukira dia telah pergi..”

“Siapa? Wanita itu? Dia bukan Yoona.. dia orang lain...”


“Heh, kau kira aku ini bodoh..” teriak Dong-gu sambil mencekik leher Jun-ki. Mencoba bertahan, Jun-ki meminta Dong-gu untuk bersikap baik, “Kau tak kasihan padanya? Kita memang tak punya uang, tapi setidaknya kita punya rasa simpati..”

“Tidak aku tak punya hal semacam itu..” sanggah Dong-gu yang berniat untuk berlari menghampiri Yoona


Namun langkahnya dihadang oleh mereka yang dengan bersikeras, memohon padanya supaya Yoona diizinkan untuk tetap tinggal disini~~~



KOMENTAR :

Sejujurnya, sulit buat ngetik sinopsis ini karena banyak adegan komedi yang enggak bisa dijelasin pake kata-kata. Kalau nonton lansgung, pasti kalian capek karena kebanyakan ngakaknya.

Episode perdana, ceritanya sederhana.. beneran cuman pengenalan karakter aja. Belum ada konflik serius, mungkin cuman masalah hubungan Dong-gu sama Soo-ah, karena lihat preview episode 2 kayaknya Yoona udah dikasih izin buat tinggal bareng mereka..

2 komentar

  1. ngakak bgt bacanya...semangat nulis sinopsisnya yaaa

    BalasHapus
  2. @happy waaa, thank you.. sempet was-was, takutnya kalo ditulis ke sinopsis malah jadi gaje. Abis kalo ditonton lansgung ini kocak bange. Hahahah~

    BalasHapus


EmoticonEmoticon