2/06/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 1 PART 1

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 1 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

KUMPULAN LINK || SINOPSIS Eulachacha Waikiki / Laughter in Waikiki

Diawali dengan cuplikan adegan suasana pesisir pantai yang kelihatannya sangat menyenangkan. 


Scene langsung berpindah kedalam sebuah penginapan, bernama ‘Waikiki‘.. suasananya sangat hening, barang berserakan dimana-mana pokoknya tempat itu terlihat seperti kapal pecah.


Di ruang tengah, ada dua orang lelaki yang masih tertidur lelap.. sepertinya mereka terlalu banyak minum alkohol kemarin malam. Bong Du-shik (Son Seung Won), berbaring di sofa sambil memeluk sekaleng bir, tak sengaja badannya menindih sewadah odol.. yang otomatis membuat isinya keluar.. terjatuh tepat ke dalam mulut Kang Dong-gu (Kim Jung Hyun) yang tengah terbaring disampingnya..


Spontan, Dong-gu terbangun.. dalam kondisi sempoyongan, dia berjalan ke dapur lalu menenggak sebotol air, yang ternyata terdapat ikan-ikan kecil didalamnya. Dia tak terkejut.. dengan santainya, dia mengeluarkan ikan dari dalam mulutnya, lalu dia masukkan lagi kedalam botol tersebut~
Terdengar ponselnya berdering.. dia cari-cari ponselnya dimana dan ternyata ada dibawah taplak meja.  Mendengar apa yang dibicarakan penelpon, seketika membuat Dong-gu tersadar sepenuhnya.. 


Di pagi hari ini, dia mendapat kabar buruk..  aliran air dihentikan, karena mereka belum membayar tagihan bulan ini, “Hftt?! Mana mungkin aku menjalankan bisnis kalau begini caranya..” 


Du-shik terbangun, dia tanya “Ada apa? Berisik sekali!”

“Mereka menghentikan aliran air karena kita belum bayar tagihan!”

“Kapan?”

“Sekarang..”


Tak lama kemudian, muncullah Jun-ki (Lee Yi Kyung), dia berjalan menuruni tangga dalam kondisi wajah yang tertutup busa shampo. Dia marah-marah, mengira kalau teman-temannya itu sedang menjahilinya.

Dong-gu: “Jahil apaan.. disini tak ada air karena kita belum bayar tagihan!”

Jun-ki: “Aahhhh! Bukannya sudah kubilang, kau harus bayar tagihan tepat waktu?”

Dong-gu: “Kita belum bayar, karena kita enggak punya uang..”

Jun-ki: “Memangnya seberapa mahal tagihan air?!”

Dong-gu: “420 dolar..”

Jun-ki: “Wah mahal juga.. tapi tetap  saja, kau itu ‘kan CEO-nya, masa enggak punya 420 dolar?!”


Mendengar perkataan Jun-ki, seketika membuat Dong-gu kesal.. dan terjadilah perdebatan diantara mereka. Dong-gu bilang, kalau bukan karena idenya Jun-ki, hidupnya tak akan se-sengsara ini..

Jadi.... Pada awalnya mereka bertiga membuka penginapan Waikiki dengan harapan bisa menarik banyak pengunjung dari China.. yang menghasilkan banyak uang yang nantinya bisa digunakkan untuk biaya produksi film sendiri.

Namun impian mereka sirna, setelah munculnya issue THAAD ( Terminal High Altitude Area Defense / Pertahanan Rudal Berbasis Darat ) yang membuat China secara tegas melakukan pemboikotan dan pembatasan seluruh bisnis dengan Korsel, dari mulai ranah hiburan hingga pariwisata..


Berniat melerai perdebatan, Du-shik pun meminta Dong-gu untuk berpikir positif. Tetapi kalimat itu, jutru membuat Dong-gu makin kesal, “Positif apaan?? Memangnya, semua ini terjadi karena sikapku yang negatif. Sudahlah, aku memang salah.. kenapa aku menjalankan bisnis dengan dua orang idiot seperti kalian..”


Mendengarnya, membuat Du-shik ‘sedih’.. matanya sudah berkaca-kaca, namun Jun-ki langsung menghiburnya. Dia melepas handuknya lalu menari-nari konyol dihadapan Du-shik *ooopppssss*


Sembari menggerutu, Dong-gu merapikan salah satu kamar.. tiba-tiba terdengar suara bayi. Dia melirik sekeliling, namun tak ada siapapun disana. 


Tetapi , suara itu terus terdengar. Maka dia pun mendekati sumber suara tersebut.. dan betapa kagetnya dia, karena ternyata ada bayi sungguhan, “Aaaaaahhhhhh....” teriaknya


Datanglah Jun-ki dan Du-shik.. mereka bertiga menghampiri bayi itu. Beberapa saat, mereka hanya menganggapnya sebagai mainan saja. Akan tetapi, setelah ‘dipencet-pencet’, bayinya bergerak.. dan tersadarlah mereka, kalau bayi dihadapannya itu, benar-benar nyata..


Setelah ‘fase kaget’-nya terlewati, sekarang mereka duduk memerhatikan bayi itu dan bertanya-tanya, mengapa dia bisa ada di tempat ini? Apakah dia bayinya tamu?

Du-shik: “Tapi sudah lama tak ada tamu yang datang, makanya tadi malam kita minum sebanyak itu..”

Jun-ki: “Mungkin saja, bayi ini datang saat kalian mabuk..”

Dong-gu: “Iyakah? Aku tak ingat apapun.. Heh, bukannya kamu (Jun-ki) tidak mabuk, kamu tak ingat apa yang terjadi tadi malam?”

Jun-ki: “Aku tidur lebih awal.. ada syuting hari ini..”


Berikutnya, mereka membuka tas yang tersimpan disamping si bayi.. setelah dikeluarkan seluruh isinya, tak ada benda berharga atau kontak dan hanya ada mainan serta peralatan mengurus bayi.

“Apa jangan-jangan dia sengaja dibuang oleh orangtuanya..”

“Eits.. mana ada, orangtua yang tega membuang bayi sekecil ini..”


Tiba-tiba, bayinya menangis... mereka bingung dan juga panik. Kenapa? Apa dia lapar? Apa popok-nya sudah penuh? 


Dong-gu mengecek -nya sendiri dan ternyata.. si bayi menangis karena dia BAB. Makin heboh-lah mereka, karena bingung harus bagaimana~~


Kemudian, Dong-gu mengenakan sarung tangan dia bersiap-siap untuk mengganti popok.. tapi, baru juga dibuka malah langsung dia tutup lagi. Dengan gugup dia berkata: “Ba.. Bayi.. ini perempuan. Aku tak yakin, apa aku boleh mengganti popoknya..” 


Spontan, Jun-ki memukul kepala Dong-gu dan berteriak menegaskan: “Cepat ganti popoknya, tak perlu memikirkan sopan-santun, seperti itu!!!!!”

Dengan sangat hektik.. akhirnya mereka berhasil mengganti popok si bayi.. Dong-gu bernafas lega, “Tidak sesulit yang dibayangkan” ujarnya


Tapi tiba--tiba, terdengar suara ‘poop...’ yang menandakan kalau si bayi BAB lagi. Apalah daya, mereka pun mesti menggantikan popoknya lagi...


Beberapa saat berlalu.. wajah Dong-gu terlihat begitu lemas, dia menggendong si bayi yang menangis tak henti-henti, “Aku sudah memberimu makan, bahkan berkali-kali menggantikan popopmu.. tapi kenapa kamu terus menangis. Haruskah kita membawanya ke kantor polisi?”

Jun-ki: “Bagaimana kalau ternyata, tamu kita menitipkan bayinya disini karena dia ingin jalan-jalan sebentar?”

Du-shik: “Iya.. tunggu saja dulu, setidaknya seharian ini..”

Dong-gu: “Kita tak punya air.. tak ada tamu.. dan malah punya bayi. Kenapa semua ini harus terjadi kepadaku..”


Dong-gu berdiri, dia berniat meregangkan otot pinggangnya.. tapi ternyata, hal itu membuat si bayi berhenti menangis dan langsung tertawa. Ketika Dong-gu duduk.. si bayi kembali menangis. Alhasil, Dong-gu mesti terus berdiri sambil menekuk-nekuk lututnya. Dia mengeluh badannya pegal, dia minta kedua temannya melakukan ini secara bergantian...


Sontak, Jun-ki langsung pamit.. dia beralasan ada syuting dengan aktor Park Sung-wong, jadinya harus datang lebih awal untuk mempelajari naskah. Du-shik pun ikutan pamit, dengan alasan kalau dirinya harus pergi bekerja paruh waktu...


Setelah ditinggal seorang diri, ponsel Dong-gu berdering.. dia ditelpon oleh seseorang bernama Soo-ah yang mengajaknya bertemu~


Ternyata, Soo-ah merupakan kekasih Dong-gu, dia bekerja sebagai seorang model. Disela-sela pemotretannya, dia mendapatkan sms dari bank yang berisi pemberitahuan terkait tagihan pinjaman yang harus dia bayar..


Tak lama kemudian, Dong-gu datang dan tentunya sambil menggendong si bayi. Soo-ah bertanya, itu bayinya siapa? Dong-gu ingn menjelaskan tapi ceritanya terlalu panjang.

Soo-ah tersenyum, “Semangat!” ucapnya. Dong-gu meraih tangan Soo-ah lalu berkata: “Kamulah alasan untukku tetap bertahan hidup seperti ini. Eh ngomong-ngomong, kenapa kamu memintaku datang kesini?”


Dengan santainya, Soo-ah berkata: “Kita putus..”

Dong-gu kaget: “Apa? Ka.. kamu ingin putus? Kenapa?” tanyanya

“Yaaa. Kita putus aja-lah..”

“Kenapa? Alasannya apa?”

“Butuh waktu lebih dari 4 hari, kalau aku harus menjelaskan semuanya padamu... jadi, kita putus aja..”

“Jelaskan padaku kenapa! Aku ingin mendengarnya, meskipun itu sangat panjang...”


“Iyakah? Kalau begitu biar kujelaskan.. pertama, karena kamu terlalu kekanakan, kedua.. kamu tidak kompeten, ketiga.. aku tak bisa melihat masa depan yang cerah kalau bersama denganmu,..” papar Soo-ah, yang kemudian menambahkan begitu banyak alasan hingga ketika sampai di angka 99, Dong-gu tak kuat mendengarnya dan menyuruhnya berhenti..

“Wahh.. bagaimana bisa kau bertahan denganku selama ini? Pernahkah kamu mencintaiku?”

“Cinta? Tentu saja.. tapi cinta, bukan hal yang bisa membuat hubungan terus berjalan..”

“Wanita matre..”

“Aku bukan wannita matre.. kamu saja yang sikapnya kekanakan. Pokoknya, terimakasih atas seluruh kenangan indahnya...”


Soo-ah melepas cincin couple-nya, tak mau kalah Dong-gu juga melakukan hal yang sama, bahkan dia sampai melemparnya, “Terserah kamu mau ngapain! Terimakasih juga, karena selama ini kamu bersedia jalan dengan pria payah sepertiku... semoga kamu bisa hidup dengan baik..” ucapnya ketus


Berpindah ke lokasi syuting.. Jun-ki memperkenalkan dirinya pada aktor Park Sung Woong. Dia melakukannya dengan sangat soopan.. lalu Park Sung Woong meresponnya dengan menunjuk-nunjuk kearah wajahnya.. Jun-ki bingung, maksudnya apa? Dia melirik sekeliling, namun tak ada yang memberitahunya..


Alhasil, Pak Sung Woong berdiri dan berjalan meninggalkannya begitu saja. Jun-ki bertanya pada salah satu kru, “Tadi maksudnya apa?”


Kru menjelaskan kalau Park Sung Woong menyukai matanya Jun-ki, “Kau ini lemot sekali.. masa yang begitu saja, tidak mengerti. Hati-hati yaa, Park Sung Woong itu, jarang berbicara tapi dia membenci orang yang tak bisa memahaminya..”


Jun-ki menggerutu kesal, “Bagaimana bisa aku mengerti maksudnya..”. tapi kemudian, dia tersenyum sendiri, “Mungkin itu yang dinamakan karisma..” tukasnya


Syuting-pun dimulai.. tetapi setelah kamera ON, Park Sung Woong tak mau melakukan adegannya. Dia menatap kedepan dan menunjuk kearah Jun-ki.. tak cukup sekali, bahkan sampai tiga kali. 

Jun-ki kebingungan, dia tak tahu maksudnya apa.. dan melihatnya, membuat Park Sung Woong langsung berjalan pergi tanpa menyelesaikan adegannya.


Jun-ki bertanya, “Kali ini, aku salah apa?”

“Sung Woong sunbae menyuruhmu untuk mundur satu langkah! Kenapa kau tak memahaminya? Dia terus menunjuk ke arahmu, bahkan sampai tiga kali!”

“Kukira dia menyukai mataku..”

“Maknanya berbeda sesuai situasi! Kau ini benar-benar lemot!!!”


Dalam perjalanan pulang, Jun-ki berpapasan dengan Du-shik yang tengah asyik makan kimbap dari minimarket tempatnya bekerja, “Hyung.. mau makan ini? Tenang saja.. tanggal kadaluarsanya, baru 4 hari kemarin..”

“Kau makan sendiri.. supaya sehat dan umurmu panjang....”

“Wajahmu kenapa? Kelihatannya kesal.. Ohiya, bukannya hari ini, kau syuting dengan Park Sung Woong? Bagaimana? Bukankah dia sangat berkarisma..”

“Iya.. memang berkarisma.. tapi dia itu agak aneh..”

“Aneh kenapa?”

“Dia tak mau bicara, tapi dia membenci orang yang tak memahaminya..”


Jun-ki memperagakan apa yang dilakukan Park Sung Woong padanya, tapi ternyata.. Du-shik dengan mudahnya bisa memahami hal tersebut.

“Kok bisa kau mengerti semuanya?” tanya Jun-ki

“Hyung.. kau saja yang lemot..” tukas Du-shik
Comments


EmoticonEmoticon