2/08/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 2 PART 2

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 2 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 2 Part 1

Tak kuat menahan mules, Dong-gu berlari keluar untuk mencari toilet umum. Beberapa kali dia berpapasan dengan orang yang meliriknya aneh, namun dia tak terlalu memperdulikan hal tersebut..


Sempat berhasil menemukan toilet umum,.. namun yang satunya ada orang dan satunya lagi rusak. Terpaksa, dia pun melanjutakn pencariannya.  


Ketika melewati sebuah gang, tak sengaja dia berpapasan dengan Soo-ah. Spontan, Dong-gu memintanya untuk mau mendengar penjelasan darinya, “Kumohon 1 menit saja..”

“Baiklah, 1 menit saja.. mau mengatakan apa kepadaku??”


Sejujurnya, Dong-gu sangat ingin BAB.. dia meminta Soo-ah untuk menunggunya disini sebentar saja. Tapi karena Soo-ah tak mau menunggu, terpaksa Dong-gu berbicara dengan gaya ‘cacingan’ karena harus menahan rasa ingin BAB-nya.


“Soo-ah yaaa... aku salah, aku minta maaf..” ucap Dong-gu
“Maaf karena apa?” tanya Soo-ah
“Semuanya..” jawab Dong-gu
“Semuanya tuh apa aja? Sebutkan satu-persatu!” pinta Soo-ah


Dalam kondisinya sekarang, Dong-gu tak bisa berpikir dengan jernih.. dia kesulitan untuk mengingat kesalahan apasa saja yang telah dia peruat. Perlahan dia pun menyebut hal yang dia ingat, “Menjual cincin..”
“Apa lagi..”
“Tidak bertanggung jawab..”
“Apa lagi..”

Tak kuat menahannya, tak sengaja Dong-gu kentut dan bunyinya sangat keras. Tentu saja, hal itu membuat Soo-ah kesal.. dia berjalan pergi, tapi Dong-gu tak menahannya karena sibuk menahan kentutnya,


“Hah! Sekarang, kau bahkan tak mau manahan kepergianku.. pokoknya kita benar-benar putus! Jangan ganggu aku lagi..”


Sedih, tapi apa boleh buat.. sekarang keinginan terbesar Dong-gu hanyalah untuk BAB. Dia pun berlari hingga akhirnya menemukan sebuah toilet portable.


Dia langsung masuk kedalamnya.. tapi ternyata, itu bukan untuk umum melainkan hanya sebatas pajangan untuk dijual. Sekarang perutnya memang terasa lega, namun dia mesti menanggung malu yang teramat sangat. Apalagi, secara tiba-tiba muncul Yoona yang melihatnya..


Sebagai bentuk tanggung jawabnya, Dong-gu terpaksa membeli toilet portable yang kemudian dia simpan dalam rumahnya. Penghuni yang lain protes,, mengatakkan kalau benda itu tak ada gunanya. Namun dengan gaya bicara yang sok bijak, Dong-gu menjelaskan bahwa benda ini pasti akan sangat berguna...


Tak sengaja, Yoona menjatuhkan piala satu-satunya milik Dong-gu.. yang lain mengira Dong-gu akan marah besar. Tapi ternyata, Dong-gu bersikap sebaliknya, “Tak apa.. manusia memang seringkali membuat kesalahan..” ucapnya 

“Kau ini kenapa? Sebelumnay kau marah besar, samapi menyuruh Yoona mengemasi barang-barangnya..”

“Ah.. itu hanya untuk menggertaknya. Karena mulai dari sekarang, aku akan membantunya dalam segala hal..” ungkap Dong-gu yang kemudian meminta Yoona untuk melupakan segala hal yang telah terjadi..


Saling bertatap mata, Dong-gu dan Yoona seakan berbicara lewat telepati. Dong-gu memintanya untuk menjaga rahasia memalukannya hingga mati dan Yoona setuju akan hal tersebut~


Keesokan harinya, Jun-ki berangkat ke lokasi syuting dengan menaiki bus.. karena dompetnya masih ditahan, maka dia membayar menggunakan uang receh. Sangat ribet memang, apalagi uang recehnya berhatuhan dilantai..


Tetapi betapa bahagianya dia.. ketika manyadari bahwa ada ‘makhluk sejenis’ yang juga menumpangii bis ini. Dengan tatapan penuh rasa haru, mereka saling memberi semangat untuk satu sama lain..


Di rumah, Yoona tak sengaja memergoki Seo-jin yang tengah mencukur kumisnya. Ternyata itulah, yang menjadi sebab Jun-ki memanggilnya ‘chewbakka’


Dengan lesu, Seo-jin bercerita.. pada awalnya, dia mencukur bulu di bagian atas bibir hanya untuk lucu-lucuan mengikuti ayah dan kakaknya. Tapi ternyata.. hal itu membuat bulu kumisnya semakin lebat. 

“Tak masalah.. kamu masih bisa mencukurnya sesekali..” komen Yoona

“Tidak bisa sesekali.. karena jika aku tak mencukurnya setengah hari saja.. wajahku bisa terlihat seperti gelandangan..” keluh Seo-jin


Kesedihannya seketika berubah jadi kebahagiaan, ketika dia menerima telpon dari temannya yang mengebari bahwa Tae-hyun sunbae akan adatang ke kampus.. segera, dia pun bergegas pergi..


Menurut penjelasan Jun-ki, Tae-hyun sunbae merupkaan pria yang disukai Seo-jin sejak lama, “Beruntungnya dia karena bisa berkencan dalam suasana seperti ini..”

“Mereka tidak berkencan.. Seo-jin tak berani mengutarakan perasaannya. Dia itu sebenarnya, tak panda salam hal percintaan..” komen Du-shik

“Ah.. kau ini, mengomentari kisah cinta orang lain.. padahal sendirinya, belum pernah pacaran..” tukas  Jun-ki


Tiba-tiba, datang Dong-gu yang lansgung menggerutu memarahi Yoona yang lupa untuk memberli roti serta susu untuk sarapan para tamu. Segera, Yoona pun pergi untuk berbelanja..


“Jangan terlalu keras kepadanya... dia sudah berusaha..” ujar Du-shik

“Heh.. berusaha apanya. Tunggu saja, kurasa sebentara lagi dia akan membuat kesalahan..” tutur Dong-gu


Dan benar saja, karena tak lama setelahnya.. Yoona kembali dengan alasan lupa membawa kantong belanjaannya. Dia pun pergi, tapi kembali lagi dengan alasan lupa membawa dompetnya.. 

Beberapa saat kemudian, dia kembali lagi dan bertanya: “Supermarketnya dimana?”


Akhirnya, Dong-gu sendiri yang mengentar Yoona ke supermarket. Disana dia menggerutu memarahinya yang masih tak ingat jalan, meskipun telah berulangkali datang kesini.

“Jangan khawatir, kuyakin kali ini aku ingat jalannya..” ucap Yoona

“Justru keyakinanmu yang membuatku merasa ragu..” ujar Dong-gu


Yoona tertarik untuk membeli mainan anak yang tengah di diskon. Tapi, dia ragu karena harganya masih terlalu mahal.. Dong-gu yang baik hati, mengizinkannya untuk membeli satu mainan saja.


Ketika tengah berjalan sendirian, tak sengaja Dong-gu bertemu dengan Soo-ah bersama dengan pacar barunya,

“Dia temanku...” ucap Soo-ah

“Teman?! Aku hanya temanmu?!” keluh Dong-gu yang llanjut bertanya, “Pria itu siapa?”

Memperkenalkan dirinya sendiri, pria itu memberikan kartu namanya.. dia adalah Lee  Yoon-suk yang merupakan pemiik salah satu restoran Thailand di sekitar sini.


Ketika Yoona menghampirinya, Dong-gu langsung merangkulnya dan memperkenalkan dia sebagai kekasih barunya.

“Dia pacarmu? Kamu telah berkencan dengan orang lain secepat ini?”

“Kamu pun bisa berkencan dengannya.. jadi kenapa aku tidak?”

“Hmm.. pekerjaannya apa?”


Dong-gu bingung untuk menjawabnya, tapi tak sengaja dia melihat mainan dokter di tangan Yoona, spontan dia pun menyebut Yoona berprofesi sebagai dokter bedah saraf.

Yon-suk mengusulkan supaya mereka mengobrol lebih lanjut, sambil menikmati kopi di restorannya. Tapi Dong-gu menolak, dengan alasan pacaranya yang berprofesi sebagai ‘dokter’ itu, sedang sibuk sekali, 


“Mungkin dilain waktu saja..” ucapnya yang kemudian buru-buru pergi.


Sesamppainya di rumah, Dong-gu menceritakan semuanya pada Jun-ki dan Don-suk. Reaksi mereka berbeda.. Du-shik menganggap ini semua adalah akhir hubungan antara Soo-ah dan Dong-gu, tapip Jun-ki berpendapat sebaliknya, “Kau bisa menjadiakan ini sebagai kesempatan untuk membuatnya kembali padamu. Tunggu saja sebentar lagi, dia pasti akan mengirim pesan untukmu..”


Dan benar saja.. Soo-ah memang mengirim sms yang isinya: “Senang bertemu denganmu.. pacarmu cantik juga..”


Jun-ki mengartikan itu, sebagai bentuk sikap Soo-ah yang kini tengah ‘goyah’. Setelah melihat Dong-gu berpacaran dengan seorang ‘dokter’, mungkin Soo-ah bertanya-tanya, ‘apakah Dong-gu memilik sesuatu yang tak diketahuinya?’, ‘apakah aku bersalah karena telah putus dengannya?’ 

“Jika kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan cerdik, maka kamu bisa balikan dengan Soo-ah..” ujar Jun-ki

“Tapi, bagaimana caranya?” tanya Dong-gu

Jun-ki memintanya untuk datang ke restoran pacaranya Soo-ah dengan membawa Yoona. Disanalah, mereka bisa menjalankan taktik untuk membuat Soo-ah menyesali keputusannya hingga membuatnya ingin kembali pada Dong-gu..


Yoona tak mau melakukan ini, karena dia tak mengerti apapun. Namun Dong-gu memohon padanya, “Kalau kamu emmbantuku, maka aku akan melupakan segala kesalahanmu..”

“Ah.. baiklah..” jawab Yoona


Di kampunya, Seo-jin tengah berdandan.. dia menunggu kedatangan Tae-hyun sunbae yang katanya akan tiba agak sore karena ada wawancara, tetapi pada juniornya Seo-jin bersikeras menyembunyikan niatannya itu, “Aku datang kesini bukan untuk bertemu dengan Tae-hyun sunbe, kok...”


Dong-gu telah berganti, mengenakan setelah pakaian rapi, “Kalau berdandan.. aku terlihat mirip Gong-yoo ‘kan..” ucapnya

“Gong-yoo, apaan! Pokoknya, lakukan segala hal sesuai rencanaku, maka semuanya akan berjalan dengan lancar...” ujar Jun-ki

“Tapi.. ketika aku mendengarkanmu, biasanya segala sesuatu berakhir buruk. Aku pun tak yakin, kali ini akan berjalan dengan lancar..” tukas Dong-gu

“Percayalah padaku! Karena lelemahan terbesarmu, adalah kamu tak bisa percaya pada orang lain!” tegas Jun-ki


Beberapa saat kemudian, Yoona yang telan berdandan rapi keluar dari kamarnya. Melihatnya, membuat trio waikiki, terpukau hingga tak mampu berkomentar apa-apa..

“Apakah aku terlihat aneh? Sudah lama aku tidak menggunakan riasan..” ujar Yoona

“Cantik.. kamu sangat cantik..” ucap Du-shik


Setelah Dong-gu dan Yoona berjalan pergi, Jun-ki dan Du-shik berteriak memberinya semangat. dan bersamaan dengan itu, Sol malah BAB.. 

Du-shik minta Jun-ki gantian memangkunya, tapi dia menolak dan malah berjalan pergi~
Comments


EmoticonEmoticon