2/14/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 3 PART 2

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 3 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 3 Part 1

Ketika Tae-hyun dengan ‘nikmatnya’ sedang mengupil, datanglah Seo-jin yang langsung memukul tangannya dan menegurkan. Hal tersebut membuat Tae-hyun jadi kesal, “Memangnya dosa besar jika aku mengupil?”

“Sunbae.. karena kebiasaanmu ini, kamu jadi sering mimisan. Kebiasaanmu ini, tidak bersih dan tidak enak dilihat..” ujar Seo-jin


Mendengarnya, membuat Tae-hyun balik menyindir.. dengan menyebut kalau kumis Soo-jin pun tak enak dilihat, “Aku bisa menerima hal itu.. tapi kenapa kamu tak bisa menerima kebiasaanku?!”

“Kita ini berbeda.. aku terlahir seperti ini dan yang kamu lakukan itu, adalah kebiasaan..” tegas Seo-jin

“Lah.. mau bagaimana lagi, aku pun terlahir dengan kondisi banyak upilnya..” ujar Tae-hyun


Tae-hyun sampai bertanya pada pengunjung kafe yang lain, “Pilih mana? Wanita berkumis? Atau Pria yang hobinya ngupil?”

“Sunbae! Kau membuatku malu!” teriak Seo-jin

“Malu?! Aku juga malu.. karena melihat kumis-mu tumbuh.. dan ketikan menciummu, rasanya menjijikan.. bahkan sampai aku harus mengoleskan lip balm setiap kali aku pulang kerumah!” ungkap Tae-hyun

Kondisi makin memanas, maka perdebatan saling umpat dan sindir-menyindir pun tak terelakkan. Tae-hyun menyebut Seo-jin sebagai ‘Manusia Serigala daari Huamdong!’ dan Seo-jin menyebut Tae-hyun sebagai ‘Upil dari Wangshimi’. Pada akhirnya kata putus terucap dari kedua bibir mereka~


Ketika Soo-ah pulang, Yoona masih menunggunya dan memohon padanya untuk menemui Dong-gu. Namun keputusan Soo-ah masih sama.

“Dong-gu yang menyuruhmu?” tanya Soo-ah

“Bukan..” jawab Yoona

“Lantas, kenapa kamu berusaha seperti ini?” tanya Soo-ah

“Karena aku pernah merasakan, bagaimana rasanya berpisah dengan orang yang dcicintai tanpa sempat mengucapkan kalimat perpisahan dengan benar..” jawab Yoona


Namun Soo-ah tetap menolak, hingga membuat Yoona berbuat nekat. Dia merebut tas Soo-ah, llau berlalri pergi.. dan otomatis, itu membuat Soo-ah mesti berlari mengejarnya~


Dong-gu tengah bergulat dengan pikirannya sendiri.. dia kesal karena menguping pembicaraan Du-shik yang spertinya akan mengaturkan kencan buta untuk Min-ah di hari Jum’at. Namun di sisi lain dia pun kesal pada diirnya yang terlihat sangat labil.


Tapi kemudian, Dong-gu menghampiri Du-shik dan Min-ah.. dia bertanya apa Min-ah punya kartu nama? Untuk digunakkan mencongkel sisa makanan di giginya *iyuhhhh*

Du-shik memberikan kartu nama miliknya, tapi Dong-gu ‘kekeh’ ingin minta kartu nama milik Min-ah.. 


Setelah Min-ah memberikannya, Dong-gu berjalan pergi.. “Aish.. ideku berjalan dengan sangat mulus..” ucapnya dengan pede


Akhirnya.. setelah saling mengejar lumayan jauh, Soo-ah setuju untuk bertemu dengan Dong-gu asalkan tas-nya di kembalikan. Mereka hendak berjalan menuju penginapan..


Tapi tiba-tiba, muncul Dong-gu yang berjalan dari sebrang jalan. Berkat kartu nama yang didapatkannya, dia punya kesempatan untuk menelpon Min-ah.. dengan riang, dia menelponnya dan memperkenalkan diri sebagai pria yang barusan kencan buta dengannya~


Soo-ah dan Yoona menguping pembicaraannya, “Wuah.. kamu baru saja kencan buta? Katanya kamu ingin bertemu dengan Soo-ah..” celoteh Yoona

“Soo-ah yaa.. ini salah faham..” ucap Dong-gu

“Kita bicara berdua..” ajak Doo-ah


Dong-gu masih berusaha menjelaskan kalau kejadian barusan, hanya salah faham. Tetapi Soo-ah malah meminta Dong-gu untuk tidak meminta maaf padanya.

“Jangan seperti ini,.. harusnya kamu marah padaku!” keluh Dong-gu yang kemudian berlutut dan mengatakan bahwa dirinya akan memperlakukan Soo-ah 100 kali lebih baik daripada pria yang menjadi pacarnya sekarang.


Soo-ah tersenyum.. dia mengatakan, kalau selama ini Dong-gu telah memperlakukannya dengan sangat baik, “Aku yang salah.. aku yang berubah..” ucapnya yang kemudian memaparkan, bahwa sekarang dirinya telah bahagia dengan Yoon-seok.


Terakhir, Soo-ah mengutarakan permintaan maaf serta terimakasih karena Dong-gu telah mencintainya selama ini. Dia pun memeluk Dong-gu kemudian berjalan pergi meninggalkan Dong-gu yang hanya bisa menangis pilu~


Bak dalam film laga, Jun-ki berjalan memasuki ruangan gelap dan mengucapkan dialog dramatis sambil menodongkan sebuah pistol..


Tapi ternyata, dia hanya memasuki kantor perusahaan produksi film untuk memberikan CV-nya...


Seo-jin berkomentar, kalau tingkah Jun-ki itu tak ada gunanya dan hanya buang-buang kertas. Merasa kesal, Jun-ki balik menyindir Seo-jin, “Heh! Dasar manusia serigala dari Huamdong!”


Dong-gu muncul dan melerai mereka, dia duduk sambil membawa kamera di tangannya. Jun-ki bertanya, kamera itu untuk apa?

“Ah.. aku akan membantu Tae-hyun sunabe.. aku ignin mencari uang..” jawab Dong-gu

“Uang? Kamu kenapa? Ada sesuatu yang terjadi padamu?” tanya Jun-ki


“Aku.. memutuskan untuk melepaskan Soo-ah. Lagipula, dia telah bersama dengan pria yang jauh lebih baik daripadaku~” jawab Dong-gu yang kemudian memaparkan, bahwa targetnya pada tahun ini adalah untuk memproduksi film buatan mereka, “Jun-ki jangan lupa terus latih akting-mu dan Du-shik, jangan lupa kerjakan naskahnya..”


Melihat semangat Dong-gu, spontan membuat suasana terasa begitu positif. Bahkan, Sol yang masih bayi.. sampai ikutan tersenyum karenanya~


Dalam kamar, Yoona bertanya pada Seo-jin, “Cita-citamu apa?”

“Menjadi reporter..” jawab Seo-jin yang kemudian memaparkan kalau itu cita-citanya dari kecil, tapi sampai sekarang di selalu gagal untuk meraihnya.

“Aku iri padamu..” ucap Yoona

“Kenapa iri? Memangnya eonni tak punya cita-cita?” tanya Seo-jin

“Ada... tapi dengan kondisi ku yang sekarang, sepertinya tidak mungkin..” jawab Yoona


Mencoba untuk menyemangatinya, Seo-jin menceritakan kisah hidup J.K Rowling.. yaitu penulis cerita Harry Potter yang juga merupakan ibu tunggal dengan penghasilan kecil, bahkan sempat tidak memiliki cukup uang untuk membeli susu bayi. Seo-jin menyebut, kalau latar belakang keluarga.. uang.. atau status.. hanyallah alasan untu orang-orang ‘pemalas’

“Jadi eonni.. cita-cita mu apa?” tanya Seo-jin

“Aku... sebenarnya... aku ingin menjai penyanyi rap..” jawab Yoona

“Eonn, bisa nge-rap?” tanya Seo-jin

“Mau kutunjukkan?” jawab Yoona yang ekmudian, dengan penuh semangat bernyanyi rap, tapi ternyata dia tak memiliki bakat sedikit pun.


Karena tak enak hati.. akhirnya Seo-jin berbohong, dengan menyebut kemampuan rap Yoona lumayan bagus dan akan makin bagus jika terus dilatih.

“Kalau begitu.. haruskah aku lanjut mengerjar cita-citaku?” tanya Yoona

“Hmmm.. iya.. bolehlah..” jawab Seo-jin dengan ragu

“Seo-jin ssiii... terimakasih banyak. kalau bukan karena mu, aku mungkin sudah menyerah..” ucap Yoona dengan riangnya


Jun-ki tengah serius melakoni sebuah adegan peperangan untuk audisi sebuah film berjudul ‘Marine’. Tapi ternyata, dia salah pesepsi.. dia kira film-nya tentang pasukan militer khusus, tapi ternyata.. mengenai perenang olimpiade.

Sutradara menolaknya, dan menyuruhnya pulang saja. Namun Jun-ki terus memohon, dia rela tak dibayar.. asalkan dapat peran meskipun hanya figuran.

 “Baiklah.. sekarang lepas pakaianmu..” pinta si sutradara

“Apa?” tanya Jun-ki keheranan

“Iya lepas.. ini’kan film perenang, jadi aku ingin melihat tubuhmu..” jawab sutradara


Baru membuka beberapa kancing, sutradara lansgung menyuruhnya pergi saja. Dia melihat bulu dada Jun-ki yang lumayan lebat, dan menegaskan bahwa para perenang tak punya bulu dada sebanyak itu. Mereka sengaja mencukur semuanya supaya mempermudah geraknya dalam air.

Spontan, Jun-ki menyatakan bahwa dirinya rela memcukur seluruh rambut di tubuhnya, kecuali rambut di kepalanya..


Jun-ki mendatangi tempat waxing.. disana dia mellihat sebuah boneka tergeletak di kasur. Tak lama kemudian, masuklah perempuan yang akan melakukan waxing padanya.


Jun-ki kaget.. Namun perempuan itu memintanya tenang saja, “Tak usah malu.. sekarang, memang banyak pria yang melakukan waxing”


Disaat waxing-nya dimulai.. Jun-ki benar-benar kesakitan.. dia menggingit dan mencubit boneka disampinya, “Jadi ini.. alasan kepana ada boneka disini?!?!?!?!?” ujarnya


Ketika Seo-jin dan Du-hik tengah berbincang di ruang tengah, datanglah Yoona yang denganbangga mengatakan bahwa dirinya telah elesai menuliskan sebuah lagu.

“Lagu apa?” tanya Du-shik

“Hmmm... Yoona eonni.. dia bercita-cita menjadi seorang rapper..” jawab Seo-jin dengan gugup


“Haruskah aku menyanyikannya sekarang?” tanya Yoona yang kemudian meminta bantuan Du-shik untuk memutarkan lagu pengiring di ponselnya.


Namun ekspektasi tak susai realita.. sama seperti Seo-jin, Du-shik punya hanya bisa dibuat keheranan seetelah mendengarnya. Dia tak bisa menyebut nyanyian rap Yoona jelek, dan terpaksa dia ‘memujinya’

“Haruskah aku menyakinan lagu yang satu lagi?” tanya Yoona

“Tidak.. ah maksudku aku harus mandi..” ucap Du-shik


Seo-jin meraih tangannya, meminta Du-shik untuk tidak pergi meninggalkannya. Namun Du-shik tetap pergi, alhasil.. seorang diri, Seo-jin mesti mendengar nyanyian Yoona yang makin tak karuan antara nada dan liriknya~

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS


Comments


EmoticonEmoticon