2/15/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 3 PART 3

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 3 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 3 Part 2

Du-shik hendak mandi.. namun dia dibuat kaget, ketika melihat badan Jun-ki yang benar-benar bersih, “Hyung.. kau kemanakan semuanya?”


“Kemana’kan apanya?! Kau hanya berimajinasi?!” ujar Jun-ki dengan gugup


Mereka pun membicarakan hal ini di tengah rumah, mereka tak mengerti dengan jalan pikiran Du-shik yang rela melaukan apa pun demi sebuah film, “Memangnya, kali ini nama peran mu apa?”

“Perenang 8!” jawab Jun-ki dengan sangat antusias

“Aigoo.. kamu bahkan tak punya nama, pastinya kamu tak punya ialog sedikit pun..” komen Seo-jin

“Heh! Ini peran yang penting! Bahkan sampai ada, perenang nomor 28!” tegas Du-shik


Tibat-tiba ponsel Jun-ki berdering, ada telpon masuk dari pacarnya yang bernama Ji-soo yang mengajaknya untuk makan bersama dengan ibunya besok.

Jun-ki sangat bahagia, dia bilang... Ji-soo merupakan wanita pertama yang membuat hantungnya berdegup sekencang ini, hingga dirinya benar-benar ingin menjali hubungan serius dengannya.


Keceplosan, Jun-ki bertanya pada Dong-gu, “Apa kamu merasakan hal yang sama ketika pacaran dengan Soo-ah?”

“Hmm.. ya.. gitu deh..” jawab Dong-gu dengan lirih


Menyendiri.. Dong-gu masih mencoba untuk menghapus foto Soo-ah di ponselnya. Dan lagi-lagi.. muncul Yoona yang lansgung duduk disampingnya dan mencba untuk menyemangatinya, “Aku telah mempersiapkan sesuatu untukmu..” ucapnya

“Apa itu?” tanya Dong-gu


Ternyata.. Yoona telah menyiapkan sebuah lagu rap yang katanya untuk menghibur, namun justru malah membuat Dong-gu bergidik geli, hingga berlari kabur meninggalkannya~


Esok paginya.. mereka sarapan bersama, kecuali Jun-ki yang telah berangkat untuk makan bersama Ji-soo dan calon ibu mertuanya.


Yoona yang tengah cuci piring, lagi-lagi bernyanyi rap yang tentunya membuat yang lain muak mendengarnya. Seo-jin menyesal karena telah menjadi orang yang menyemangati Yoona,

“Bermimpi boleh saja.. tapi dia terlalu buruk..” ujar Dong-gu yang kemudian menyuruh Seo-jin untuk segera menyadarkan Yoona

“Duh.. caranya bagaimana? Dia terlalu serius dengan hobinya ini..” keluh Seo-jin

“Pokoknya cari cara.. sebelum dia melakukan sesuatu yang tak terduga~” tukas Dong-gu


Acara makan Jun-ki dengan Ji-soo, terbilang sukses karena ibunya JI-soo terlihat begitu menyukai Jun-ki. Sayangnya ibu harus pergi ditengah acara karena ada keperluan penting~


Tak lama kemudian, datanglah adiknya Ji-soo yang bernama Ji-min. Sangat mengejutkan, karena Ji-min adalah wanita yang melakukan waxing pada Jun-ki..

“Kalian suah kena satu sama lain?” tanya Ji-soo

“Ah.. eonni.. kemarin, dia datang ke tempatku untuk di waxing..” jawab Ji-min dengan kikuk


Ji-soo tak mempermasalahkannya, lagipula Jun-ki melakukannya karena tuntutan pekerjaan. Namun yang membuatnya marah, adalah ketika mengetahui bahwa Ji-min yang melakukan waxing tersebut..


Ji-soo berjalan pergi, “Aku bahwkan belum pernah emnggenggam tanganmu, tapi adikku sudah melihat semuanya..”

“Ji-soo yaa.. itu pekerjaannya..” ungkap Jun-ki

“Tetap saja, aku merasa tak nyaman karenanya.. biarkan aku sendiri, aku ingin pulang saja..” ucap Ji-soo yang berjalan meniggalkan Jun-ki yang hanya bisa bersedih meratapi nasibnya~


Dong-gu menemani sunbae-nya, mejadi fotografer di acara pesta. Meskipun demikian dirinya menegaskan bahwa dia tetap akan memperjuangkan mimpinya untuk menjadi sutradara film~


Ketika tengah mempersiapkan alat, Dong-gu ditegur oleh empunya acara, “Kau hanya akan diam saja dan membiarkan anakku menangis? Biasanya, fotografer lain bisa membuatnya tertawa..”

“Aku ini, fotografer.. bukan komedian..” ujar Dong-gu


Temannya datang, dia memarahi Dong-gu dan mengatakan bahwa dalam pekerjaannya, mereka memang diharuskan untuk bsia membuat bayi atau anak-anak tertawa.


Dia mempraktekan aranya, yaitu dengan mengeluarkan mainan dalam tas, kemudian bertingkah konyol hingga membuat si bayi tertawa cekikikan. Dia pun meminta Dong-gu untuk melakukan hal serupa, “Kamu tahu.. mencari uang tidaklah mudah~”


Seo-jin baru saja memasak ramen.. tiba-tiba, Yoona datang, dia ingin meminjam laptopnya untuk mendaftarkan diri dalam acara ‘Show Me The Money’ (perlombaan rap paling ‘hitz’ di Korea)

Seo-ji kaget, “Eonni, bukankah ini terlalu cepat?”

“Aku ingin mendengarkan komentar dari penyanyi profesional..” jawab Yoona dengan bangga


Seo-jin tersenyum, dia minta maaf lalu mengatakan, “Eonni.. lagu rap-mu sangat buruk! Kurasa semua orang bisa menyanyi seperti mu. Aku pun bisa..”

Ketika melakukannya, ternyata Seo-jin bahkan bisa bernyanyi rap berkali-kali lipat lebih bagus daripada Yoona,

“Kenapa kamu tak mengatakan hal ini dari kemarin?” tanya Yoona

“Eonni.. maaf.. aku tak ingin melukai perasaanmu..” jawab Seo-jin

“Tak apa.. tak usah memperdulikanku..” ucap Yoona dengan lirih


Jun-ki pulang, dia melihat ramen Seo-jin dan ingin minta.. namun Seo-jin menolak, maka mereka pun berebut. 


Hingga tak sengaja, ramen tersebut malah tumpah.. dan kuah panasnya meresap kedalam celana Jun-ki...


Jun-ki mengerang kesakitan, dia pun segera dibawa ke RS. Namun, dokter disana yang kebetulan masih ‘pemula’, merasa canggung untuk memeriksanya.


Alhasil, mereka terpaksa memanggil profesor.. yang ternyata adalah ibunya Ji-soo. Jun-ki malu sekaligus panik, sampai-sampai dia bilang kalau kondisinya baik-baik saja dan diirnya ingin pulang saja.


Tetapi sebagai seroang dokter, ibunya Ji-soo meminta Jun-ki untuk tak merasa malu padanya. Jung-ki heboh sendiri, berusaha melarikan diri.. tapi pada akhirnya, dia hanya bisa berbaring pasrah menerima pengobatan yang dilakukan padanya~


Beberapa saat berlalu, sekarang Jun-ki telah berbaring di bilik rawat. Karena Ji-soo datang, maka ibunya dan Seo-jin pamit pergi..


Ji-soo malu, dia minta putus dari Jun-ki.. alasannya? Karena adik dan ibunya telah melihat ‘hal terpenting’ dari badan Jun-ki sementara dirinya tak pernah sekali pun~


Jun-ki sedih, dia tak terima dan ingin minta maaf.. dia berniat mengejar Ji-soo, tapi karena ‘anu’-nya masih nyeri, dia tak sanggup berdiri dan hanya bisa ngesot hingga merangkak~


Dong-gu berusaha bertingkah konyol, namun bayi itu malah menangis makin keras.


Ketika mencari mainan yang lain, tak sengaja mikrofon jatuh ke kepalanya dan hal itulah yang membuat si bayi, tertawa cekikikan~


Alhasil, hinggga acaranya selesai Dong-gu mesti memukulkan mikrofon tersebut ke kepalanya sampai membuat jidatnya berdarah.


Geng waikiki berkumpul ditengah rumah. Seo-jin membalut luka di jidat kakanya, lalu Jun-ki meratapi nasibnya yang sangat sial, “Aku sedih karena putus dengan Ji-soo, dan aku depresi kalau memikiran sampai kapan lagi aku akan jadi figuran...”


Seo-jin mencoba menghiburnya,, dia menceritakan kisah para aktor terkenal yang dulunya hharus menjadi figuran dalam waktu yang sangat lama, dari mulai 10 bahkan sampai 20 tahun pun ada.

“Jadi. Katamu aku harus jadi figuran selama 20 tahun kedepan~” tukas Jun-ki

“Maksudku.. kalau terus berusaha mungkin oppa akan sesukses mereka. Meskipun selalu sial, tapi oppa memang hebat berakting..” papar Seo-jin yang seketika berhasil membuat Jun-ki tersenyum senang


“Iya.. semangat lah.. karena jika semangat, mungkin suatu hari nanti, kita mimpi kita akan menjadi kenyataan...” ucap Dong-gu

“Iyasih semangat.. tapi supaya semangat, bukanka kita harus makan? Aku lapar...” ujar Du-shik


Bersamaan dengan itu, datanglah Yoona dengan memabwa seloyang kue muffin, “Makan malamnya ini saja, karena aku malas belanja..” ucapnya ketus

“Eoni.. masih marah padaku?” tanya Seo-jin

“TIDAK! Aku sama sekali tidak marah! Aku baik-baik saja!” jawab Yoona 


Muffin buatan Yoona,, ternyata sangat enak dan semua orang menyukainya. Mereka pun sampai punya ide, supaya Yoona mejadi seorang chet kue saja..

“Benarkah? Rasanya benar-benar enak???” ujar Yoona dengan senyuman bahagia


Esok hari, adalah saatnya untuk syuting.. Jun-ki mendapatkan pujian dari sutradara karena badannya yang benar-benar bersih, tak ada bulu rambut yang tersisa sedikit pun.


Namun disampinya, ada aktor lain yang mendapatkan pujian lebih.. karena selain menghilangkan bulu di badannya dia pun sampai mencukur habis rambut di kepalanya.

Ketika diperhatikan, ternyata.. pria ini, adalah aktor figuran berkostum masusia biru yang ditemui Jun-ki saat naik bus~


Tak lama kemudian, aktor utamanya datang.. Sutradara protes, karena si aktor belum mencukur bulu dadanya. Namun dengan angkuh, si aktor bilang menjadi perenang hanyalah tuntutan peran sementara aslinya di bukan perenang, “Cuacanya sangat dingin.. bagaimana kalau aku flu karena kedinginan setelah mencukur bulu di tubuhku. Kalau tidak suka, silahkan cari aktor penggantiku..” ujarnya


Sutradara terpaksa menuruti permintaannya, tetapi kemudian.. si aktor merasa terganggu oleh penampilang Jun-ki serta pria botak yang menurutnya terlalu ‘bersih’. Takutnya.. mereka malah menyita perhatian penonton~


Akibatnya.. dengan sangat terpaksa... Jun-ki beserta si pria botak, berubah peran menjadi figuran yang berteriak memberika semangat dari bangku penonton.. disana terdapat banyak orang, dan wajah mereka pun jelas tak akan kelihatan~


Comments


EmoticonEmoticon