2/15/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 4 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 4 Part 1

Jun-ki menemui ayahnya, dia mengungkapkan perasaannya yang terbebani karena bantuan yang diterimanya. Dia bilang, dia hanya ingin mendapatkan pekerjaan karena usahanya sendiri.

Sementara sang ayah, mengungkapkan bahwa dirinya hanya ingin membantu karena Jun-ki adalah anak satu-satunya. Melihat tayangan di channel home shopping, membuatnya tak tega dengan hidup Jun-ki yang keliahtannya sangat sukses, “Jadi apa salahnya jika aku membantumu?”

“Karena anda adalah Lee Deok Hwa.. aktor hebat sekaligus ayah yang sangat ku hormati..” jawab Jun-ki


Ayahnya faham, dia pun mempersilahkan Jun-ki untuk berjuang dengan usahanya sendiri. Tapi dia penasaran akan satu hal, “Kenapa.. dia tayangan itu, kamus mengenakan CD berwarna pink? Kamu ini seorang laki-laki..”

“Hmm.. pink itu seksi..” jawab Jun-ki

Ayah mengajaknya makan bersama, namun Jun-ki menolak, “Masih ada pekerjaan yang harus kuseselesaikan..” ucapnya

Melihat kepergian Jun-ki, sang ayah tersenyum.. “Aku telah membesarkan seorang putra yang sangat baik~” ujarnya


Jun-ki meminta maaf pada seluruh kru.. sutradara mengatakan kalau ini bukan kesalahannya. Namun Jun-ki, tetap meminta maaf, lalu pamit pergi. Kim Hee Ja berada disana, dia tak berkomentar tapi dia tersenyum melihatnya~

Via telepon, Dong-gu minta maaf pada keluarga yang pestanya jadi ‘kacau’ hari ini. Syukurlah, karena sepertinya nenek yang tadi pingsan dan syok telah sadar dan mau memafkaannya.


Dong-gu memarahi Yoona karena tingkahnya yang terbilang ceroboh. Yoona minta maaf, dia bilang dirinya hanya ingin mengambil foto Sol yang mengenakan pakaian bagus. Karena selama ini, sebagai seorang ibu, dirinya tak bisa melakukan hal semacam itu, untuk membahagiakan Sol~


Jun-ki menjadi model channel home shopping ‘lagi’. Kali ini, produk yang dijual semacam kalibrator yang membantu seseorang membentuk senyuman lebar.


Ketika tengah menggunakan benda tersebut, Jun-ki diharuskan bercerita mengenai keuntungan yang didapatkannya. Hal itu sangat sulit, karena rahangnya tersangga, alhasil.. selama dia berbicara.. air liur terus menetes membasahi kaos-nya.


Setelah acaranya selesai, dia hanya bisa menggerutu di dalam toilet. Dia takut, kejadian hari ini kembali viral di internet dan membuatnya menjadi bahan candaan.


Tiba-tiba, ponselnya berdering. Seseorang menelpon untuk mengajaknya rapat. Di pun segera mendatangi tempat yang diminta.. Ternyata, dia ditawari bermain dalam drama pagi, katanya ada seseornag yang merekomendasikan Jun-ki..

“Siapa itu? siapa yang merekomendaikanku?” tanya Juun-ki dengan kesal


“Aku..” ucap seseorang yang berjalan ke arahnya, yang ternyata adalah Kim Hee Ja. Katanya Choi PD sedang mencari aktor baru yang tampan dan berkabat, Hee Ja bilang.. Jun-ki memang tidak tampan tapi dia cukup berbakat.


Yoona terharu.. karena geng Waikiki membuatkan pesta ultah 100 hari untuk Sol. Ternyata ini semua adalah idenya Dong-gu. Yoona menangis, mengucapkan terimakasih.. namun dia sedih karena tak ada cake.


Tak lama kemudian, datanglah Jun-ki yang membawa sekotak cake dan sebotol wine. Dengan bangganya dia bercerita, kalau dirinya telah di-casting dalam drama pagi.. dengan peran sebagai supir pemeran utama..

“Tuh.. peran kecil lagi..” komen Du-shik


Mereka pun memulai pestanya, berkumpul bersama.. meniup lilin dan berfoto. Namun lagi-lagi.. Yoona mengeluh, kali ini dia minta cincin *salah satu benda yang harus ada di perayaan 100 hari bayi*


Dihadapan yang lainnya, Jun-ki mempraktekkan gaya supir dalam dua versi. Dia bertanya, mana yang lebih bagus?


Namun yang lainnya menganggap keduanya sama saja. Jun-ki kesal, “Kalian ini, tak mengerti akting sama-sekali..” ujarnya yang kemudian beranya, “Haruskah aku bertanya langsung pada supi yang asli?”

“Duhh.. dialogmu cuman 3 baris. Untuk apa survey segala..” celetuk Seo-jin

“Biar saja.. biarkan sia melakukana pa yang dia inginkan..” ujar Du-shik


Tiba-tiba, Yoona datang dengan memabwa sebuah oven, “Aku emenmukannya di jalan, jadi aku memabwanya kesini..” ungkapnya

“Oven? Kenapa eonni membuthkannya?” tanya Seo-jin

“Kamu bilang, aku bisa menjual kue buatanku.. kurasa, aku ingin melakukannya..” jawab Yoona

Dong-gu mengizinkannya, asalkan Yoona tetap menyelesaikan tugasnya untuk merawat penginapan ini dengan baik. 


Yoona setuju, dia pun membawa ovennya ke dapur, namun tak sengaja.. dia menabrak cermin hingga membuatnya pecah~


Sesaat kemudian, mereka kembali berkumpul.. sekarang saatnya untuk mengecek hasil seleksi kerja Seo-jin. Ada pesan masuk dari salah satu perusahaan.. Seo-jin terlalu gugup hingga dia tak berni melihatnya. Maka, dia pun meminta bantuan Jun-ki..


Betapa bahagianya mereka, ketika mengetahui kalau Seo-jin lolos seleksi administrasi dan selanjutnya harus ikut wawancara~


Tapi tiba-tiba, asap serta bau gosong membuat mereka panik. Ternyata.. kue yang tengah dipanggang Yoona telah hangus. Panik, Yoona memutar tombol di oe=ven namun tak berfungsi, spontan Dong-gu lansung mencabut kabelnya..


“Duh.. sepertinya, timer oven ini rusak. Kenapa benda seperti ini dibuang?!” celoteh Yoona

“Yaiyalah! Barang ini dibuang karena sudah rusak!” tukas Dong-gu yang kemudian berteriak, memarahi Yoona yang hampir membuat rumah mereka kebakaran.


Semuanya kecuali Yoona yang tengah membersihkan dapur, berkumpul dan bermain truth or dare. Setelah diputar, ujung botol mengarah pada Jun-ki, akibatnya dia mesti menjawab sebuah pertanyaan..


Seo-jin mengacungkan tangan, dia bertanya “Kapan dan Dimana, ciuman pertamanya Jun-ki?”

Sempat berpikir sejenak, lalu dengan penuh gairah Jun-ki menceritakan ciuman pertamanya ketika kelas 2 SD, di perosotan dengan seorang perempuan yang lebih tua darinya yang bernama Seo-yeon

“Aish.. menjijikan~” komen Seo-jin


Datanglah Yoona yang membawa sepirng buah-buahan. Dong-gu masih bersikap ketus padanya, “Sudah kau bersihkan dapur? Baunya? Debunya bagaimana?!”

“Oppa.. jangan terlalu kasar pada eonni..” pinta Seo-jin

Jun-ki mengajak Yoona untuk ikut bermain dengan mereka. Awalnya Yoona ragu, tapi pada akhirnya dia setuju. Dan sangat kebetulan, karena ketika botol diputar, ujungnya lansgung mengarah pada Yoona.

Kali ini, Seo-jin kembali mengangkat tangannya, “Aku punya pertanyaan untukmu..” ucapnya


“Eonni.. apa yang terjadi pada ayahnya Sol?” tanya Seoo-jin

“Kamu ini.. pertanyaan itu membuat Yoona tidak nyaman..” tukas Du-shik

“Tapi aku tahu.. kalian pun penasaran tentang hal ini, tapi tak ada yang berani menanyakannya..” ujar Seo-jin

“Tak apa.. lagipula tak ada yang perlu disembunyikan..” jawab Yoona


Yoona menceritakan kisahnya... dia menjadi yatim piatu sejak usia 2 tahun karena orangtuanya meninggal dalam insiden kebakaran. Lalu dia diasuh oleh kerabat, yang malah merebut uang asuransinya lalu mengirimnya ke apnti asuhan.. disana, Hyuna mendapatkan perlakuan kasar, makanya dia kabur dan bekerja paruh waktu. Pada saat itulah Yoona bertemu dengan ayahnya Sol yang memutuskannya, tanpa tahu kehamilan Yoona.

“Eonni.. kenapa kamu tidak memberitahunya?”

Belum sempat memberikan jawaban, terdengar suara tangis Sol.. maka Yooona segera pamit pergi meninggalkan mereka.


Kisah Yoona, membuat semuanya tersenyuh.. mereka kasihan dan meminta Dong-gu untuk tidak membentak dan memarahi Yoona secara kasar lagi.


Esok paginya, dengan antusias Seo-jin menujukkan setelan formalnya dihadapan Du-shik dan Jun-ki. Namun mereka malah mengejeknya, dengan menyebutnya tidak cocok mengenakan pakaian semacam itu..


Ketika Seo-jin berjalan menuju kamarnya, tak sengaja dia bertabrakan seorang bule yang merupakan salah satu tamu di penginapan. Segelas kopi tumpah pada kemaja putihnya, Seo-jin marah tapi bule itu hanya bisa mengatakan ‘sorry’

“Yausudah, ganti saja dengan kemeja lain..” ujar Du-shik

“Tak ada.. hanya ini satu-satunya kemeja yang cocok dengan jas ini..” jawab Seo-jin

“Sekarang, cepat cuci dan keringkan kemejanya, mumpung masih ada waktu..”


Di dapur Yoona tengah membungkus muffin buatannya yang ingin dia jual. Setelah beres, dia langsung berlari ke kamar karena Sol menangis.


Jun-ki dan Su-shik memeprhatikannya, mereka merasa iba dan ingin memberikan batuan..

“Bantuan apa? Tidak seperti.. kita bisa mencarikan suami untuknya saja..” celoteh Du-shik

Colehan itu, membuat Jun-ki punya ide, “Haruskah, kita mencari ayahnya Sol?”

“Gimana caranya?”


Tak sengaja, Jun-ki melirik ponsel Yoona. Dia pun melihat kontaknya demi mencari nomor seseorang yang dia kira sebagai ayahnya Sol. Ternyata.. disana, hanya ada dua nama lain selain nama mereka. Salah satunya adalah ‘Kim Jung Sung’


Untuk memastikannya, Jun-ki menelpon nomor tersebut. Du-shik agak ragu, dia rasa tingkah Jun-ki ini terlalu berlebihan. Namun selah dihubungi, Jung-sung mengakui bahwa dirinya pernah berkencan dengan Yoona.

Jun-ki mengaku bahwa dirinya adalah seorang pengirim paket, dia menelpon karena punya barang yang dikirimkan dari Yoona, tapi alamat Jung-sung terhapus oleh air hujan. Mendengar penjelasan tersebut, maka Jung-sung langsung memberitahukan alamat lengkapnya


Mereka pun bergegas pergi menuju alamat tersebut, Dong-gu bertanya meraka mau kemana? Namun mereka tak mau bercerita dan pergi begitu saja..

“Masalah apa lagi yang akan mereka timbulkan..” gumam Dong-gu


Yoona telah bersiap untuk pergi berdagang, tetapi Dong-gu agak menyangsikan keseriusannya, “Tidak semua orang bisa dagang loh..” ujarnya

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS

Yoona tetap nekat untuk pergi, bahkan dia bilang dia bisa sendiri tanpa bantuan Dong-gu.


Melihatnya membuat Dong-gu khawatir, tapi kemudian dia berkata: “Ah terserah dia.. aku tak mau perduli padanya~”
Advertisement


EmoticonEmoticon