2/17/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 4 PART 3

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 4 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 4 Part 2

Yoona membuat stan sederhana, di pinggir taman dimana banyak orang berlalu lalang. Berkali-kali dia berteriak untuk menarik pembeli namun tak ada yang meliriknya sekali pun..


Tiba-tiba, Dong-gu datang... dia bilang dirinya ‘tak sengaja’ lewat. Tapi bukannya membantu, dia malah menyepelekan usaha Yoona dengan mengatakan kalimat-kalimat menyakitkan yang membuat Yoona sampai menangnis.


Spontan, orang-orang jadi melihat ke arahnya.. seakan mereka menyalahkan Dong-gu. Merasa malu, akhirnya Dong-gu menyatakan bahwa dirinya akan membantu asalkan Yona berhenti menangis~

“Benarkan?” tanya Yoona

“Iya..” jawab Dong-gu dengan setengah hati


Jun-ki dan Du-shik telah sampai di alamat yang diberikan Kim Jun Sung. Disana, cukup banyak pekerja karena tengah ada projek konstruksi. Jun-ki bertanya pada mandor yang bertugas, “Bisakah saya bertemu dengan yang namanya Kim Jun Sung?”


Dipanggilkan lah Jun-sung yang ternyata tengah berdiri di dekatnya. Jun-sung pun bertanya, ada perlu apa mereka? Jun-ki menyebutkan bahwa ada hal penting yang mesti dibicarakan..


Namun.. belum sempat mengatakannya tiba-tiba datang seorang wanita yang memanggil Jun-sung dengan sebutan ‘sayang’. Jun-ki serta Du-shik kaget.. mereka bingung mesti melanjutkan ceritanya atau tidak..

“Tadi, kalian bilang ada yang dibicarakan.. Apa yaa?” tanya Jun-sung


Spontan, Jun-ki malah menyatakan kalau mereka ingin mencari pekerjaan paruh waktu. Mandoor menedengarnya dan kebetulan, memang dia tengah mencari pekerja paruh waktu~

Du-shik menyeret Jun-ki, “Apa yang barusan kau katakan! Kenapa, jadi pekerja patuh waktu?!?!?!!?” keluhnya


Mereka berniat pergi kabur, namun pak mandor menahannya dan langsung menjewer kuping Jun-ki kedalam membawanya ke dalam lokasi konstruksi~


Alhasil, dengan sangat terpaksa, mereka mesti melakukan pekerjaan berat, mengangkkut batu bata ke lantai atas yang tentunya sangat melelahkan.


Seo-jin sangat sibuk, dia berusaha keras untuk mengeringkan kemeja putihnya. Namun tiba-tiba, seorang tamu (bule yang numpahin kopi) mengetuk pintu kamarnya, untuk meminta handuk. 


Dengan ketus, Seo-jin menyuruhnya untuk mengambil handuk tersebut di tempat yang telash disediakan. Dan karena tak ada seorang pun disini, dia memintanya untuk menjaga penginapan.


Setelah itu, Seo-jin masuk kembali ke kamarnya, dia mengambil tas dan mengenakan jas-nya dan langsung pergi, meninggalkan kemeja putih yang masih tergantung. 


Dong-gu tak banyak membantu Yoona.. kelihatannya dia terlalu ‘gengsi’ untuk berteiak  menjajakkan muffin di pinggir jalanan. Dia pun bertanya pada Yoona, “Kenapa kamu memilih cara hidup yang sulit? Kenapa kamu membesarkan Sol sendirian, tanpa memberitahu ayahnya?”

Yoona menjawab bahwa dirinya tak ingin, Sol menjadi alasan untuknya bersatu kembali dengan sang mantan, “Sol adalah putriku, jadi aku ingin membesarkannya dengan usahaku sendiri..”


Mendengar pemaparan Yoona, seketika membuat Dong-gu jadi semangat untuk menjual muffin-nya.


Tapi tiba-tiba, datanglah dua orang pria berseragam yang bertanya pada Yoona, “Darimana anda mendapatkan izin untuk berjualan di tempat ini?”

“Dong-gu yang memberiku izin..” jawab Yoona dengan polosnya, dan Dong-gu pun mengiyakannya dengan bangga~


Sesi wawancara kerja yang dihadiri Seo-jin diadakan di sebuah kesai (agak tidak biasa memang). Pewawancara meminta calon pekerja untuk bersikap senyaman mungkin, “Kalian boleh melepas jas-nya..”


Ketika melepas jas miliknya, Seo-jin kaget bukan main.. dia tersadar kalau sekarang dirinya hanya mengenakan pakaian dalam dan kemejanya tertinggal di kamar. 

Dia mencoba untuk bersikap tenang, dan mengatakan dirinya tak ingin melepas jas dengan alasan kedinginan.


Tak lama kemudian, masuklah seorang pelayan yang hendang menghidangkan daging. Tak segaja, dia menumpahkan semangkok daging ke jas-nya Seo-jin dan itu membuatnya kebasahan.

Pelayan menawarkan diri untuk mencuci jas tersebut,, tapi Seo-jin memohon mengatakan bahwa dirinya bisa membersihkan jas tersebut dengan tangannya sendiri~


Hari telah sore, kini saatnay para pekerja untuk pulang. Namun sebelumnya, mereka mendapatkan upahnya masing-masing..

Jun-ki senang, karena upahnya lumayan banyak. tetapi Du-shik masih mempermasalahkan tujuan utaman mereka datang kemari.

“Btw.. pacarnya sudah pergi. Jadi haruskah kita meberitahukannya sekarang?” tanya Jun-ki

“Kamu gila?! Pria itu akan segera menikah, kalau misalkan kita memberitahukan bahwa Yoona melahirkan anaknya.. maka pernikahannya pasti akan batal !!!” ujar Du-shik


Dan ternyata.. Jun-sung berdiri di dekat mereka dan mendengar semuanya, “Barusan kalian bilang apa? Benarkah, Yoona melahirkan anakku???”


Seo-jin dibuat kesal, karena si pewawancara yang merupakan seorang pria, terus saja melemparkan candaan yang terkesan ‘melecehkan’ perempuan. 


Dia pun pamit ke toilet, disana dia mengumpat meluapkan kekesalannya. Tapi dia mencoba untuk menenangkan diri, menahan semuanya karena dirinya sangat ingin mendapatkan pekerjaan.


Ketika kembali ke ruangan, langkahnya terhenti di depan pintu.. Dia menguping pembiraaan si pewawancara yang mengajak seorang pelamar kerja untuk minum dengannya. tetapi, si pelamar kerja.. bebepa kali menolak, dengan alasan sudah ada janji lain.


Seo-jin tak terima, dia pun masuk dan dengan ketusnya memarahi si pewawancara. Namun, si pewawancara tak mau kalah, dia balik memarahinya bahkan menatangnya, “Tanpar saja aku kalau berani..”


Tak disangka, Seo-jin langsung mengambil potongan daging besar dan menamparkannay dengan sangat keras ke wajah pria itu. 


Yang mengejutkan.. adalah reaksi perempuan yang tadi ‘dilecehkan’. Bukannya berterimakasih, tapi dia malah memarahi Seo-jin, “Apa yang kamu lakukan?! Kalau sampai aku tidak diterima dalam pekerjaan ini, memang kamu mau bertanggung jawab?!”


Dia pun bergegas mengambil tissue dan membantu membersihkan pakaian si pewawancara dan meminta maaf padanya~ *Hffff... ironi....*


Dirumah, Du-shik dan Jun-ki terduduk lesau. Mereka bertanya-tanya, apakah yang dilakukannya hari ini adalah perbuatan yang salah?

Jun-ki menyalahkan Du-shik, karena dia yang membongkar semuanya. namun Du-shik tak mau disalahkan dan merasa mereka berdua yang telah melakukannya.


Tiba-tiba, datanglah Dong-gu serta Yoona. Mereka agak keheranan dengan sikap Jun-ki dan Du-shik, namun tak begitu mempermasalahkannya.

“Yoona, bukannya kamu menjual muffin? Bagaimana? Sukses?” tanya Jun-ki


Dong-gu menjelaskan, kalau ternyata.. seluruh dagangan Yna disita petugas keamanan. Jadi, bukannya untung tapi mereka malah rugi karenaharus membayar uang denda.

Yoona sedih, tapi tak bisa berbuat apa pun. Karena sekarang sudah saatnya makan malam, Yoona akan masak makanan, tapi sebelumnya dia akan menaruh Sol di kamar, karena Sol telah tertidur pulas.


Tak lama kemudian, Jun-ki dan Du-shik dibuat benar-benar kaget karena Jun-sung datang, “Saya ingin bertemu dengan Han Yoona..” ucapnya


Kebetulan, Yoona keluar dari kamar.. ketika melihatnya, spontan Yoona memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’. Jun-sung lalu menarik tangannya dan mengajaknya mengobrol diluar~


Dong-gu heran, dia bertanya “Pria itu siapa?”. Dengan gugup Jun-ki serta Du-shik, menjelaskan bahwa dia adalah ayahnya Sol dan mereka lah yang menemuinya, maka pria itu datang kesini..


Mereka bertiga pun, mengintip Yoona dan Jun-sung yang tengah mengobrol di taman. Tak berbasa-basi, Jun-sung lansgung memberikan sebuah amplop (isinya uang dong) dan meminta Yoona untuk tidak mengganggu hidupnya, “Lagian, belum tentu ayah dari anak itu dalah aku..”


Mendengarnya, spontan membuat Dong-gu marah.. tanpa berpikir panjang, dia pun menghampiri Jun-sung dan lasngung menghajarnya.


Yoona panik, dia mencoba untuk melerai mereka, “Ini kenapa? Ada apa sebenarnya?!”

“Dia tak pantas disebut sebagai ayahnya Sol!” tegas Dong-gu

“Tunggu dulu.. ayahnya Sol?” tanya Yoona heran

Ternayata, semuanya merupakan kesalahfahaman. Yoona menegaskan, bahwa Jun-sung bukan ayahnya Sol dan hanya seorang pria yang pernah kencan buta dengannya.


Jun-ki lantas berata, “Kenapa kamu menyimpan nomor pria ini di ponselmu?”

“Supaya aku bisa menolak panggilan telpon darinya. Dia terus menelpon dan bilang ingin bertemu denganku, setelah dia mabuk berat..” papar Yoona

Du-shik bertanya pada Jun-sung, “Terus, kenapa sekarangan kamu mau bertemu dengan Yoona?”

“Di hari kencan buta kami.. aku pingsan tak sdarkan diri karena minum terlalu banyak. kukira, mungkin terjadi sesuatu di malam itu..” ungkap Jun-sung


Dong-gu yang merasa malu, mengajak semuanya untuk pulang saja. Tetapi Jun-sung menahannya, Kau sudah membuatku babak belur.. aku tak bisa diam saja“ ujarnya


Seo-jin duduk sendirian, menikmati beberapa kaleng bir sambil mengeluh.. meretapi nasibnya.. yang telah berbuat benar namun malah dianggap salah oleh orang-orang.


Nampaknya dia begitu mabuk, karena tan dia sadari.. dia berbicara dengan sebuah patung pria duduk yang tersimpan disampingnya. Kebetulan patung pria itu tak menggunakan celana, hal tersebut membuat Seo-jin serasa memiliki kawan, “Heh ahjussii.. kalau mau wawancara, setidaknya pakailah celana mu. Jangan sampai seperti ku, yang tidak mengenakan kemeja ku...”


Dong-gu duduk menonton TV sendirian, wajahnya babak belur, “Pria itu ternyata kuat juga..”celotehnya


Datanglah Yoona, yang membawakan sebutir terlur untuk menghilangkan memar di wajah Dong-gu. Yoona bertanya mengapa Dong-gu bertingkah seperti tadi?

“Karena perkataan pria itu membuatku kesal..”

“Jadi, kamu melakukannya untukku?”

“Untukmu apanya ?!”

Yoona berterimakasih, karena Dong-gu telah melakuan banyak hal untuknya, “Setelah tinggal disini, aku tidak kesepian lagi..” ucapnya


Karena ingin membantu, Yoona mencoba untuk mengambil telur dari tangan Dong-gu. Nnamun Dong-gu menolak, dia mengatakan bisa melakukannya sendiri. Namun Yoona tetap ingin melakukannya. Mereka pun bertebut telur tersebut.. yang malah membuat telur itu pecah tepat di wajah Dong-gu,


“Kubilang apa! Aku bisa melakukannya sendiri!” teriak Dong-gu


INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS

Bukannya minta maaf, kali ini Yoona malah balik membentaknya. Dia menyebut semuanya adalah salah Dong-gu sendiri, “Kau tahu.. kau telah banyak membuat hidupku kesulitan?!”


Alhasil, mereka berdua un terus berdebat sambil saling dorong kepala dengan jidat~~~ *how childish*

1 komentar

  1. Ayooo dong kaa lanjut sinopsisnyaa
    Fighting fighting unnie

    BalasHapus


EmoticonEmoticon