2/15/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 4 PART 1

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 3 Part 3

Jun-ki menjadi model celana jeans dalam sebuah acara home shopping. Dia harus menuruti seluruh intruksi dari presenter. Dia menggerakan bagian bokong kesana-kemari untuk menunjukkan kelenturan bahan jeans.


Namun.. nasib sial menimpanya, ketika si presenter ingin membuktikan kekuatan jahitan jeans, dia mendorong pundak Jun-ki hingga badannya membongkok dan bersamaan dengan itu jahitan bagian bokongnya robek cukup besar hingga membuat CD-nya kelihatan. Jelas.. Jun-ki sangat malu, tapi dia tak bsia berteriak atau mengatakan apapun karena ini adalah siaran langsung.


Seo-jin khusuk berdoa menggunakan berbagai macam mantra. Yoona datang, dia bertanya, “Kamu sedang apa?”


“Eonni... aku baru saja mengirim CV ke 25 perusahaan. Kuharap, kali ini aku berhasil?!?!” ucapnya

“Iya semoga berhasil..” jawab Yoona yang kemudian tertarik pada drama saeguk yang tengah ditayangkan di TV.

Yoona: “Wah.. dia aktor yang sangat hebat. Siapa yah namanya? Lee.. Lee..???”

Seo-jin: “Maksudmu, Deok Hwa ahjussi?”

Yoona: “Kamu kenal dengannya?”

Seo-jin: “Iya lah.. dia’kan ayahnya Jun-ki oppa..”

Yoona: “Hah?! Serius?! Berarti, aku bisa minta tantangannya dengan bantuan Jun-ki?!?!”

Seo-jin: “Jangan.. karena, Jun-ki oppa tidak suka kalau ada orang yang membahas ayahnya dihadapannya~~”

Yoona: “Kenapa?”


Jun-ki muncul, sontak Seo-jin serta Yoona diam tak melanjutkan obrolan mereka. Justru, hal itu yang membuat Jun-ki berprasangka buruk, “Kalian? Sedang menjelek-jelekanku?!”

“Tidak.. aku tidak melakukannya..” sanggah Seo-jin


Kemudian datanglah Du-shik, yang dengan hebohnya mengatakan kalau saat ini Jun-ki sangat terkenal. Karena di internet, banyak sekali orang-orang yang mengedit meme dari kejadian ketika celana Jun-ki robek di tayangan home shopping.


“Hyung.. mereka memberimu julukan ‘pink boy’ (karena CD-nya warna pink)..” ujar Du-shik

“Pink boy apaan?!?!?!?! Mereka ini rajin-rajin banget, bikin foto semacam ini?!” keluh Jun-ki yang sangat kesal sekaligs malu.


Tiba-tiba, ponsel Jun-ki berdering.. dengan wajah yang penuh ketidakpercayaan, dia mengatakan bahwa  dirinya telah di-casting dalam sebuah film. Dia berpikiran, mungkin karena penampilannya di home shopping cukup ‘berkesan’ (?)


Jun-ki bertermu dengan pihak produksi, dia langsung diberi skenario serta jadwal syuting. Jun-ki heran, kenapa diirnya lulus casting, bahkan tanpa audisi? Apakah dirinya telah ditipu?

Pihak Produksi memberikan penjelasan bahwa ini adalah produksi film sungguhan. Film ini, mengisahkan cerita seorang ibu yang membalaskan dendamnya pada penculik anaknya. Jun-ki berperan sebagai komplotan penculik, jadi akan punya dialog (meskipun dikit) dan juga adegan dengan pemeran utama yaitu Kim Hee Ja yang merupakan aktris kenamaan di Korea.


Yoona membuat begitu banyak muffin, hingga membuat Du-shik sempat mengeluh, kalau dirinya bosan dan ingin memakan makanan berat. Tetapi Seo-jin berbisik memintanya untuk tidak rewel, “Makan saja, daripada dia kembali menjadi penyanyi rap lagi..”


Datanglah Jun-ki.. yang dengan bangganya bercerita mengenai perannya dalam film ini. Meskipun pada akhirnya akan dibuh oleh karakter utama, tapi dia sangat antusias karena bisa bertemu dengan Kim Hee Ja.

Du-shik memanfaatkan kesempatan ini, dia mengajak semuanya untuk mengadakan pesta makan-makan daging. Tetapi, Jun-ki menolak, dia bilang dia hanya ingin fokus berlatih akting dan menghafal dialognya,


Alhasil.. dengan sangat amat terpaksa, Du-shik harus lanjut menghabiskan muffin di hadapannya~


Hari syuting pun tiba, dengan penuh antusian Jun-ki menyapa sutradara dan bercerita bahwa dirinya telah berlatih seminggu penuh, sampai dirinya tak sempat tidur.


Tak lama kemudian, Kim Hee Ja datang. Jun-ki menyapanyam namun dia diabaikan.. namun sutradara memberikan penjelasan,, kalau Kim Hee Ja sedang mendalami perannya, “Dia tak makan.. dia pun tak pulang ke rumahnya..”

“Wah.. pantas saja, dia disebut aktris terhebat di Korea..” ujar Jun-ki


Sebelumnya ada latihan terlebih dahulu, adegannya adalah ketika Kim Hee Ja bertemu dengan Jun-ki yang berperan sebagai komplotan penculik anaknya, karena tak bisa menahan amarah, pada akhirnya Kim Hee Ja akan membunuh Jun-ki.


Latihan berlangsung sangat intens, bahkan Jun-ki sampai bergidik ketakutan karena dia hampir mati. Kim Hee Ja menamparnya dan melemparinya dengan benda-benda sungguhan.


Sutradara bercerita bahwa akibat dari sikap Kim Hee Ja yang sangat menghayati peran.. aktor yang sebelumnya berada pada posisi Jun-ki, harus dirawat di RS dan butuh waktu 4 minggu untuk masa pemulihannya.


Berikutnya, giliran sesi syuting yang sesungguhnya.. dari awal, Jun-ki benar-benar gemetar ketakutan. Dan kejadian saat latihan pun terulang kembali, justru lebih parah berkali-kali lipat. Tak hanya dilempari barang-barang keras, Jun-ki pun harus menahan rasa sakit karena dipukuli menggunakan tongkat baseball~


Dong-gu menceritakan pengalamannya ketika bekerja sebagai fotgrafer di acara pesta perayaan ultah 100 hari bayi. Dia mengeluh.. mengatakan semua orang terlahir dengan sifat jahat..

“Oppa.. kamu ta kboleh mengatakan hal seperti itu pada bayi..” ujar Seoo-jin

“Kamu tak tahu, bertapa sulitnya menghadapi bayi yang sedang rewel?!” keluh Dong-gu


“Apanya yang susah? Gampang kok..” ucap Yoona yang kemudian mempraktekan beebrapa caya yang terbukti berhasil membuat Sol tertawa sekikian. Dong-gu takjub dan dia pun sampai menuliskan tips-tips yang diajarkan Yoona.


Tak lama kemudian, Jun-ki pulang.. dalam kondisi wajah yang babak belur serta hidung yang disumpel karena mimisan. Meskipun kesakitan, namun dia bilang dirinya baik-baik saja, karena ini hanyalah akting..


Tiba-tiba, Jun-ki diam.. tak bergerak atau mengatakan apa pun. Seo-jin panik, “Dia tidur? Dia masih bernafas ‘kan?”

Jun-ki bangun, tapi dia mengatakan hal-hal aneh.. setelah itu dia tidur lagi.. lalu bangun dan melakukan hal sama berulang kali. Mereka yang meliahtnya, hanya bisa keheranan akan tingkahnya.


Esok hari, Ju-ki harus melanjutkan syutingnya.. kali ini, adegan Kim Hee Ja menangis histeris setelah membunuh Jun-ki karena masih belum menemukan anaknya.. dalam adegn tersbeut, Jun-ki tak boleh bergerak sedikit pun karena  ceritanya, dia telah mati~


Syuting pun dimulai.. semuanya berjalan lancar, hingga disaat Kim Hee Ja menangis, gumpalan ingusnya terjatuh tepat kedalam mulut Jun-ki yang tengah menganga.. Jun-ki merasa ‘jijik’, tapi tak bisa bergerak demi menyelesaikan syutingnya.


Namun syukurlah.. karena aktingnya itu mendapatkan pujian dari sutradara maupun Kim Hee Ja. Jun-ki bahagia, tapi dia buru-buru pergi ke toilet..


Kim Hee Ja bertanya pada sutradara, “Darimana anda menemukan aktor seperti dia?”

“Hmmm.. aku mengenalnya dari~~”


Dalam toilet, Jun-ki membersikan mulutnya. Dia tak habis fikir, kenapa syutingnya mesti se-menjijikan ini, tapi tak apa.. karena pengorbanannya itu menghasilkan pujian positif untuknya.


Dalam pekerjaannya, lagi-lagi Dong-gu diminta untuk mebuat bayi tertawa. Dia mempraktekan apa yang telah diajarkan Yoona, tapi di bayi malah menangis makin keras.


Alhasil, Dong-gu memanggil Yoona untuk datang kesini dan anehnya, Yoona berhasil membuat bayi benama Jang-gun itu tertawa hanya dalam sekali coba.


Ibunya Jang-gun sakit peru, maka suami mengajaknya periksa ke RS. Tapi mereka bingung, karena sebentar lagi neneknya Jang-gun akan tiba. Yoona meminta mereka untuk pergi saja, dan Jang-gun biar diurus olehnya.

“Bolehkah kami melakukannya.. kalau begitu, tolong gantikan pakaian Jang-gun..” pinta ibunya Jang-gun yang kemudian pergi meninggalkan acara.


Dong-gu ingin pergi ke toilet, dia pun meminta Yoona untuk menjaga Jang-gu sendirian. Disaat Yoona, hendak menggantikan pakaian Jang-gun, dia takjub dengan pakainnya yang sangat bagus, “Andaikan Sol bisa memakinya~”


Syuting telah rampung, saatnya tim untuk makan-makan bersama. Jun-ki antusian untuk ikut, namun Kim Hee Ja terlihat begitu sinis padanya. 


Ketika sutradara bertanya “Ada apa?”, Kim Hee Ja mengatakan bahwa dirinya membenci orang yang mendapatkan pekerjaan karena latar belakang keluarganya *ternyata, Jun-ki dapet  peran atas rekomendasi ayahnya, Lee Deok Hwa*


Jun-ki tak mengetahui hal tersebut, mendengarnya membuat dia kaget sekaligus marah~


Yoona memakaikan pakaian Jang-gu pada Sol. Dia pun memotretnya dengan riang, tak lama kemudian Dong-gu datang, dia kaget melihat tingkah Yoona yang sangat nekat, “Bagaimana.. kalau klienku muncul dan melihatnya...”


Dan tiba-tiba.. neneknya Jang-gun datang. Dia mengira Sol sebagai cucunya, dan dengan antusias bercerita mengenai sulitnya mendapatkan seorang cucu laki-laki.

Dong-gu serta Yoona panik, mereka kebingungan mencari cara untuk mengambil Sol. Akan tetapi nenek terus ingin memanggu ‘cucunya’, hingga terdengar sua Sol yang BAB.


Nenek bersikeras ingin menggantikan popoknya, Dong-gu dan Yoona melarangnya dengan berbagai macam alasan. Tapi nenek tetap ingin melakukannya..


Suasana pun menjadi sangat ‘dramatis’ karena terjadi perdebatan antara Dong-gu yang melarang dengan Nenek yang bersikukuh untuk melakukannya sendiri. Namun seberapa keras usaha Dong-gu, pada akhirnya dia kalah.. badannya didorong dan dia jatuh terkapar..

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS


Nenek lanjut membuka popok bayi, dan betapa kagetnya dia ketika melihat bayi tersebut adalah perempuan. Saking kagetnya, nenek sampai pingsan~


Comments


EmoticonEmoticon