2/26/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 5 PART 2

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 5 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 5 Part 1

Dalam perjalanan, Du-shik berpapasan dengan Sun-wo serta ayahnya yang kebetulan akan pergi makan diluar. Sangat beruntung, karena ternyata Sun-woo belum membaca pesan darinya, karena ponselnya tertinggal dirumah.


“Kalau merea pergi makan diluar.. berarti rumahnya kosong..” gumam Du-shik


Jun-ki membawa Seo-jin berkendara ke sebuah padang ilalalang, “Ada sesuau yang ingin oppa katakan padamu..” ujarnya

“Apa? Apalagi? Kenapa semua orang ingi mengatakan sesuatu padaku!?”

“Seo-jin aaa.... Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya dari segalanya~”

“... melainkan posisimu yang tengah berada di bawah!” tukas Seo-jin

“Lah.. darimana kamu mengetahui kalimat itu?” tanya Jun-ki heran

“Iyalah.. karena semua orang mengatakan hal itu padaku! Kalian ini kenapa sih? Bersekongkol?” keluh Seo-jin kesal


“Berarti kamu belum mengerti.. Seo-jin-aa.. tatap ilalang itu, yangmerunduk saat angin bertiup, tapi tak pernah jatuh..” ungkap Du-shik

“Terus kenapa?”

“Maksudku, jika kamu bertahan dari angin yang kini bertiup.. kamu akan bangkit lagi, sebagaimana ilalang itu.. kamu akan menjadi bunga yang mekar dengan indahnya..” jelas Jun-ki, “Paham maksuku ‘kan?”

“Baiklah, ayo kita pulang..” pinta Seo-jin

“wah, sepertinya kamu terhibur dengan perkataan oppa ini..” ucap Jun-ki dengan bangga

“Iya aku sangat terhibur.. kumohon sekarang kita pulang..” ucap Seo-jin dengan wajah kesal


Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba selembar koran terbang dan jatuh tepat menutupi kaca depan mobil. Jun-ji agak hektik, karena wiper-nya rusak, maka koran itu mesti diambil dengan tangan secara manual. Dia meminta Seo-jin untuk melakukannya...


Namun terjadilah insiden yang sangat menjengkelkan.. tangan Seo-jin yang melepas koran, malah terjepit pada kaca mobil yang macet.. tak bisa dinaikan atau diturunkan lagi..

“Oppa! Mingggir dulu sebentar!”

“Tidak bisa! Dibelakang ada tronton!”


Tak jauh dari tempat mereka berada, terlihat sepadang kekasihh yang tengah bertengkar. Si cowok selingkuh, dan si cewek hanya bsai menangis marah..

“Yasudah.. tampar saja aku, supaya kita bisa putus dengan cara yang adil dan baik..” ujar si cowok

Sayangnya, si cewek tak berani melakukan hal tersebut dan malah terus menangis..


Kebetulan, yang sangat amat hebat.. karena tak lama kemudian, tangan Seo-jin yang masih melambai keluar.. secara tak sengaja, menampar pipi pira itu dengan sangat keras~


Du-shik tiba di apartemen bosnya, dia tergesa-gesa menuju kamar yang berada di lantai atas. Bahkan dia tak segan, untuk berlari menaiki tangga karena menunggu lift dirasa terlalu lama.


Sebelumnya, dia pernah menaruh cucian disana. makanya dia tahu passcode kamar tersebut.


Dia berhasil masuk kamar dan menemukan ponsel Sun-woo. Tapi bersamaan dengan itu, terdengar suara pintu yang terbuka..


Sun-woo dan ayahnya pulang lagi, karena dompetnya ketinggalan. Du-shik bersembunyi dalam lemari, sementara Sunn-woo dan ayahnya masuk ke kamar itu.. dia melihat ponselnya, karena penasaran dengan isi pesan yang dikirim Du-shik..

“Aigoo.. ini apa..” ucap Sun-woo yang kaget ketika melihat video-video erotis yang dikirim Du-shik

“Apa ini? Dasar mesum.. dia ini pria gila..” gerutu Pak Kim


Tapi Sun-woo berpendapat lain, “Tidak ayah.. Du-shik oppa, tidak melakukan hal seperti ini.. dia berbudi tinggi dan polos..” ucapnya

“Kenapa kamu terus-terusan membelanya? Jangan bilang, kamu menyukainya?!”

“Ahmm.. aku belum suka padanya...”

“Haduhhh... kamu benar-benar menyukainya. Bisa-bisanya, kamu suka pada orang seperti itu!”

“Aih.. apa peduli ayah! Sini kembalikan ponselku..”

Sun-woo menelpon Du-shik untuk memastikan kalau semuanya, tidak seperti yang ayahnya bayangkan. Tapi ketika menelponnya.. terdengar suara ponsel dari dalam lemari~


Dan ketika pintu lemarinya dibuka.. terlihat Du-shik yang tengah duduk jongkok didalam sana, “Bos, anda salah paham.. Sun-woo yaaa, ini kesalahpahaman.. biark kujelaskan..” ujar Du-shik


Berniat keluar darisana, Du-shik malah tak sengaja menarik bra milik Sun-woo, “Kenapa aku memegang benda ini..” keluhnya

“Dasar pria mesum!” teriak Pak Kim


Seo-jin diinterogasi polisi karena kesalahannya yang telah menampar pria tadi hingga pingsan. Du-shik membelanya, menjelaskan bahwa hal itu tak disangeja..

“Ceritamu, tak masuk akal..” komen polisi


Tak lama kemudian Dong-gu dan Yoona datang.. setelahnya, dalanglah Du-dhik yang idseret masuk sel tahanan. Susana pun menjadi sangat dramatis, Du-shik berlari memeluk Dong-gu, merengek.. memintanya menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seorang pria mesum..


Beberapa saat berlalu, mereka pun dibebaskan. Du-shik hanya dihukum, batasan jarak 100 meter dengan Sun-woo. Sementara untuk Seo-jin, entah hukuman apa yang diterimanya.. sepertinya sih denda..


Seo-jin begitu kesal, hingga tak sudi berbicara dengan mereka lagi karena tingkahnya belakangan ini yang sangat mengganggunya, “Aku tak  butuh semua itu! Aku hanya ingin dibiarkan sendiri!” tegasnya

Du-shik merasa bersalah, dia pun bertanya.. apa yang harus mereka lalkukan supaya Seo-jin mau memaafkannya, “Kalau disuruh mati.. aku akan mati disini sekarang juga. Bahkan, aku rela kamu suruh menari striptis disini.. Jadi, kamu minta apa?”


“Lakukanlah sekarang..” ucap Seo-jin

“Apa?” tanya Du-shik

“Menari striptis..” jawab Seo-jin

“Sekarang? Di udara sedingin ini..” keluh Du-shik

“Yausdah kalau tak mau..” uap Seo-jin yang kemudian berjalan pergi


Tapi kemudian, Du-shik berteriak.. mengatakan bahwa dirinya akan melakukan hal tersebut dia pun, mulai membuka bajunya.. kemudian Dong-gu serta Du-shik ikut membantunya.. mereka bertiga, menari striptis di tengah udara yang begitu dingin.. sambil berteriak mengatakn kata-kaa penyemangat..


Seo-jin merasa geli dengan tingkah mereka, namun pada akhirnya dia pun tertawa, “Cukup.. aku sudah merasa tenang. sekarangkenakan lagi pakaian kalian..” ucapnya


Bersamaan dengan itu, datanglah dua orang polisi. Tingkah mereka, tentu saja bisa dijadikan tindakan kriminal karena terbilang gila dan menganggu masyrakat umum.

Alhasil, mereka pun bergegas berlari pergi, meghindari kejaran polisi tersebut~


Esok harinya, Du-shik berniat menemui Sun-woo.. namun di tak bisa mendekatinya karena dibatasi jarak 100 meter. Dia pun berteriak dari kejauhan, meminta maaf dan bercerita bawha saat ini dirinya tengah menulis skenario untuk film erotis..

Namun tingkahnya sia-sia, karena jaraknya terlalu jauh dan Sun-woo tak bisa mendengar apa pun yang dia katakan~


Geng Waikiki sibuk bersih-bersih penginapan, karena akan ada rombongan turis yang menginap disana. tetapi Jun-ki malah asyik bersantai di ruang atas, alasannya karena dia harus menenangkan diri sebelum syuting perdananya.

Seo-jin kesal.. namun Dong-gu membela Jun-ki, “Biarkan saja.. itu projek besarnya yang pertama..”

Karena tamu yang datang cukup banyak, maka terpaksa.. kamarnya pun disewakan dan  mereka mesti tidur di tengah rumah bersama-sama.


Seo-jin menyadari, bahwa Yoona kelihatan lesu dan wajahnya pucat, “Kamu sakit?”

“Hmm.. sepertinya begitu. Karena dari pagi, kondisiku begini~”


Setelah diperiksa dokter, ternyata Yoona menderita flu burung. Dokter bilang, dia bisa sembuh dengan cara minum obat dan istriahat cukup. Tapi masalahnya, penyakit itu sangat mudah menular..


Geng waikiki dibuat bingung.. Karena Yoona harus tidur di kamar terpisah, namun seluruh kamar disini telah disewakan.

“Haruskah kita menyewa kamar motel untuknya?” ujar Dong-gu

“Eitss.. teganya kamu menyurh seorang wanita untuk tinggal di motel sendirian..” tukas Jun-ki yang kini mengenakan masker muka

“Kalau peduli, mestinya kamu tidak lebay mengenakan hal seperti itu!” komen Dong-gu

“Aku bertingkah seperti ini, karena ada syuting penting.. aku tak bisa tertular penyakitnya!” tegas Jun-ki


Dong-gu punya ide.. dia sengaja membuatkan tenda di rooftop, yang bisa dijadikan tempat tidur Yoona di malam hari. Namun Su-hik dan Seo-jin, merasa kalau itu terlalu berlebihan, “Teganya, kamu menyuruh orang sakit tidur diluar seperti ini~”

“Terus mau gimana lagi? Membatalkan reservasi penginapan?”  tukas Dong-gu


“Aishh.. kalian ini kejam sekali..” komen Jun-ki

“Diam! Pergilah.. dasar berisik!” bentak Dong-gu


“Toiletnya bagaimana?” tanya Du-shik

“Ah iyaa.. aku lupa..” ujar Dong-gu.. yang tak lama kemudian membawakan pispot kecil,


“Heh.. kamu telah melanggar Hak Asasi Manusia-nya! Teganya kamu memaksa dia melakukan hal ini?!” komen Jun-ki

“Ini juga bukan keinginanku!” ujar Dong-gu

“Oppa dapat ini darimana?” tanya Seo-jin

“Kupinjam dari wanita di kedai Mi Dal..” jawab Dong-gu yang kemudian menjelaskan, bahwa di pispot itu ada tombol yang jika ditekan akan memutar sebuah lagu yang membuat rasa malu sedikit berkurang.


Terlepas dari segala kontroversi ketidaknyamanan, Yoona dengan lapang dada bersedia untuk tinggal di rooftop hingga penyakitnya sembuh, “Tolong jaga Sol baik-baik yaaa~” pintanya


Sembari menunggu tamu yang datang, Jun-ki mengomeli Dong-gu yang terkesan sangat arogan, dengan menyrbut Yoona sakit karena salahnya sendiri,

“Terus apa? Memangnya, dia sakit karena salah kita..” tukas Dong-gu


Tak lama kemudian rombongan tamunya datang, ketika yang lain emngantar mereka masuk.. Jun-ki melihat hidng Dong-gu yang berair dan ketika diisentuh, dahinya pun agak panas, “Kamu pilek.. demam juga.. jangan-jangan..”

“Ehh.. itu mustahil..”


Tapi ternyata, Dong-gu pun didiagnosa terkena flu burung. Terpaksa, dia harus tinggal bersama Yoona di rooftop..


“Kamu tertular dariku?” tanya Yoona

“Terus dari siapa lagi! Pdahal, aku ada kerjaan besok! Dasar menyebalkan!” ujar Dong-gu


Jun-ki  mengendarai Rebecca menuju lokasi syuitng. Sepanjang jalan, dia terus berlatih dilognya, tapi tiba-tiba sebuah mobil menabraknya dari belakang.


Kondisi bemper belakang Rebecca rusak berat,  Jun-ki marah-marah.. membentak wanita yang bilang kalau dirinya emmang baru belajar menyetir,

“Dasar! Kau ini.. calon pembuuh!” bentak Jun-ki yang kemudian, minta kartu nama wanita tersebut karena diirnya mesti buru-buru pergi menuju lokasi syuting.


Sesampainya di lokasi, dia menyapa sutradara dan menegaskan bahwa dirinya telah berlatih dengan keras. Sutradara hendak memperkenalkannya pada Penulis Kwon yang menulis skenario drama ini.


Namun betapa kaegtnya Jun-ki, karena ternyata.. Penulis Kwon adalah wanita yang menabraknya barusan~
Comments


EmoticonEmoticon