2/26/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 5 PART 3

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 5 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 5 Part 2

Di malam hari... Yoona dan Dong-gu, sama-sama berbaring dalam selimutnya. Yoona minta maaf,, dia merasa bersalah karena telah menularkan penyakit flu-nya pada Dong-gu,


Dong-gu: “Yoona sssi... boleh aku memberimu saran?”

Yoona: “Iya kenapa?”

Dong-gu: “Kamu itu, terlalu banyak merepotkan orang lain. Entah sengaja atau tidak, tapi kamu benar-benar menyusahkan orang lain.. itu tidak baik, nanti jadi kebiasaan. Aku hanya mencemaskanmu, tolong jangan diambil hati”

Yoona: “Tentu saja tidak... lain kali aku akan lebih berhati-hati..”

Dong-gu: “Eih. Akupaling tidak suka merepotkan orang lain. Aku sungguh tak bisa memahamimu.. Astaga, bagaimana bisa kamu bertingkah seperti itu..”


Karena mengetahui bahwa wanita yang dia marahi adalah penulis Kwon, maka Jun-ki sengaja mengajaknya makan malam.. meskipun dia korban, tapi dia yang meminta maaf karena takut kata-katanya terlalu keras hingga menyakiti perasaannya.

“Ah.. tidak kok.. tidak sama-sekali..” ucap Penulis Kwon

Demi memberikan kesan yang meyakinkan, Jun-ki sampai berbohong dengan mengatakan kalau pagi ini pikirannya sedang kacau, karena salah satu temannya meninggal, “Namanya Kang Dong-gu.. dan kami sudah seperti saudara..” ungkapnya sambil menangis *buaya*

Jun-ki juga menunjukkan sikap yang sangat baik dan perhatian. Dia memotongkan steak, kemudian meminta pelayan mengambilkan selimut untuk penulis Kwon yang nampak kedinginan.


Sebelum berpisah pulang, iba-tiba penulis Kwon bertanya kepadanya: “Kamu sudah punya pacar?”

“Hah? Pacar? Tidak ada..” jawab Jun-ki


Pulang kerumah, Jun-ki pun bercerita bahwa dia akhirnya memacari Penulis Kwon, “Kalau kutolak.. dia bisa dendam padaku. Aku hanya kan kencan dengannya saat syuting drama saja~”

“Hfftt.. kau terjebak masalah lagi..” komen Seo-jin


Du-shik memberi makan malam untuk Dong-gu dan Yoona.. saking takut tertular, dia hanya menyimpanya di luar tenda kemudian mengetuk pintu untuk memberi tanda pada mereka.


“Aish.. memangnya kami inibinatang!? Ini waktunya makan dan kami bukan tahanan yang diperlakukan seperti itu!” keluh Dong-gu


Diluar udara sangat dingin, Yoona menawarkan diri untuk mengambilkan makanan. Tapi Dong-gu ingin melakukannya sendiri.


Namun insiden terjadi.. kaki Dong-gu mengait pada tali tenda yang membuatnya terjatuh, hingga punggungnya terasa begitu sakit dan dia tak bisa berdiri sendri..


Beberapa saat kemudian, dia telah kembali masuk dalam tenda dan hanya bsia berbaring disamping piring makanannya. Sementara Yoona dengan lahap menikmati makanannya, Dong-gu terlihat begitu menyedihkan karena sulituntuk menyuapkan sendok nasi ke mulutnya..


Yoona menawarkan diri untuk menyuapinya.. namun Dong-gu menolak, dengan alasan dirinya tak seperti Yoona yang hobbinya merepotkan orang lain..

Namun lama-kelamaan, Dong-gu jengah dengan kondisinya, “Kalau kamu mau menyuapiku.. boleh deh..”

Seakan ingin balas dendam, yoona berkomentar: “Tadi kamu bilang tidak mau merepotkan, jadi aku tak akan membuatmu merepotkanku..”


Tapi karena lapar, rasa gengsi mesti dibuang jauh-jauh. Dong-gu minta disuapi dan Yoona melakukannya.. 


Hari makin larut.. Yoona telah tertidur pulas, namun Dong-gu terbangun karena kebelet pipis. Dia kesulitan karena tak bisa bangun sendiri.. dia mencoba sebisanya, tapi malah terpeleset bantal yang membuat tangannya terkilir..


Sontak, Yoona bangun.. “Aigoo.. Dong-gu ssii.. mau kemana malam begini?”

“Ingin cari udara segar..” kilah Dong-gu


Tapi karena tak kuat menahan rasa ingin kencing, akhirnya dengan berat hati.. Dong-gu minta bantuan Yoona. 


Dia dibopong menuju pispot, kemudian menyuuh Yoona untuk kembali kedalam tenda.. 


Sadar kalau suara kencingnya akan kedengaran, maka Dong-gu memencet tombol musik.. yang seketika membuat Yoona tersenyum karenanya.


Esok pagi, terlihat Jun-ki terbaring di sofa dalam kondisi ponsel yang maish menempel ditelinga dan kantung mata yang cukup besar..

Semalaman, penulis Kwon menelpon dan parahnya, hari ini dia ingin bertemu untuk melanjutkan ceritanya. Jun-ki tak bisa menolak.. karena takut kena masalah.


Tiba-tiba, sutradara menelponnya.. dia meminta Jun-ki mendatangi sebuah kedai. Meskipun hari masih sangat pagi, telah banyak alkohol yang dia mium.. alasannya, karena dia sedang patah hati, dia berseteru dengan pacarnya yang sepertinya punya selingkuhan.

“Sutradara.. aku baru tahu kalau anda punya pacar..” komen Jun-ki

“Sebenarnya ini rahasia, jangan bilang siapa pun. Pacarku adalah Penuli Kwon..”


Sontak, jawaban itu membuat Jun-ki benar-benar kaget. Terlebih, karena sutradara terlihat begitu emosi dan mengeaskan bahwa dirinya akan menghabisi siapa pun, pria yang menjadi perusak hubungannya ini!


Jun-ki curhat pada Du-shik dan Seo-jin. Dia bingung, mesti berbuat apa.. tapi tiba-tiba, penulis Kwon menelpon,, mengajaknya bertemu. Meskipun enggan, tapi Jun-ki tak bsia menolak dan langsung mengiyakan ajakan tersebut..


Melupakan derita Jun-ki, Du-shik beranya-tanya.. bagaimana konsisi Yoona, “Aku khawatir, Dong-gu bersikap kasar dan merepotkannya..”


Ternyata.. Dong-gu memang sangat amat mereporkan Yoona. Konidisi flu-nya bertambah parah, ditambah kondisi badannya yang sakit disana-sini hingga membuatnya tak bisa bangun.

Bagaikan ibunya, Yoona membantu mengeluarkan ingus Dong-gu hingga mencucikan wajahnya, “Begitu Sol tidak ada, aku malah mengurus bayi besar!” celotehnya


Jun-ki mengantar Penulis Kwon hingga ke depan apartemennya, namun penulis Kwon meminta Jun-ki untuk masuk.. sekedar minum teh dengannya. Jun-ki sempat menolak.. tapi akhirnya iikut masuk karena tak berani menolak terlalu keras.

Tanpa disa sadari, dari belakangnya telah ada sutradara yang terus mengawasinya dengan penuh amarah..


Baru masuk dan duduk sebentar, tiba-tiba bel berbnyi.. dan terlihat sutradara di depan pintu. Dia berteriak meminta Penulis Kwon keluar.. 


Suasana menjadi panik sekaligus hektik, Penulis Kwon baru memberitahu Junki bahwa diirnya masih punya pacara dan minta Jun-ki untuk tidak salah faham. Tapi Jun-ki telah mengetahui lebih dulu dan dia tak peduli~


Bergegas, Jun-ki mencari tempat sembunyi.. dia masuk ke dalam toilet dan mengunci dirinya dari dalam. Bersamaan dengan itu, sutradara berhasil masuk.. 


Dia mencari-cari selingkuhan pacarnya, hingga menemukannya dalam toilet. Namun Jun-ki segera menutupi wajahnya dengan handuk lalu berlari keluar secepat yang dia bisa~


Tapi di depan gedung, dia sempat terpleset.. hingga membuatnya tertangkap oleh sutradara..


Ketika identitasnya terbongkar, Jun-ki mencoba bersikap tenang dengan menjelaskan kejadian yang sebenarnya, “Ini salah faham.. dia duluan yang mengajakku berkencan. Dia bukan tipeku.. aku tak suka padanya..”


Penulis Kwon mendengar semua itu, dia pun kesal dan marah. Sekarang situasi Jun-ki benar-benar terjepit.. dia bingung mesti minta maaf kepada siapa~


Pulang kerumah, Jun-ki curhat pada Du-shik dan Seo-jin, “Kalian pikir, apa akku akan kehilangan peranku karena kejadian ini?”

“Eih.. mana mungkin.. dia’kan penulis profesional, dia tak akan balas dendam hanya karena hal seperti ini~” komen Du-shik

“Aku pasti akan baik-baik saja’kan?” tanya Jun-ki

“Gapapa.. tenang saja..” jawab Du-shik


Yoona mengkhawatirkan Dong-gu yang demamnya semakin tinggi. Namun, Dong-gu sendiri, mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.


Maka Yoona bersiap tidur, dia mematikan lampu besar dan hanya menyalaman lampu kecil untuk menerangi buku seputar kue yang tengah dia baca.

“Eih.. kamu masih ingin menjadi koki kue~” komen Dong-gu

“Iya.. karena itulah impianku. Dan demi Sol, aku tak akan menyerah..” ucap Yoona

“Aigoo.. kamu memang keras kepala..” celoteh Dong-gu


Ponsel Dong-gu berdering, tapi ternyata.. itu hanya telpon dari orang yang menawarkan pinjaman uang. 


Tak sengaja, Yoona melihat foto wanita menggandeng tangan anak kecil, yang menjadi wallpaper ponselnya Dong-gu, “Dia siapa?” tanyanya

“Itu ibuku..”

“Wah... dia sangat cantik..”

“Tapi, kurasa, kamu tak pernah bercerita mengenai ibumu..”

“Dia sudah meninggal...”

“Ah, begitu rupanya. Kalau boleh tahu, ibumu orang yang seprti apa?”


Dong-gu bercerita bahwa ibunya keras kepala, arogan dan mudah marah, “Sama seprti kamu, jika sudah bertekad mengejar sesuatu, dia pantang menyerah. Aku sering dipukul saat masih kecil..”

“Dia pasti wanita yang galak..”

“Tapi hatinya lembut. Dia akan begadang merawatku dan mengolesi obat pada lukaku.. hahahah..”

“Kamu tidak merindukannya?”

“Tentu saja rindu.. aku sangat ingin bertemu dengannya, tapi tidak bisa sekarang...”


Keesokan paginya, Dong-gu terbangun dengan handuk kompresan yang masih tersimpan di dahinya, “Ini.. Apa jangan-jangan..” gumamnya sambil melirik Yoona yang terlelap tidur disampingnya


Tapi ketika Yoona bangun, Dong-gu kembali pura-pura tidur. Yoona memeriksa demam Dong-gu, sia beryukur karena suhunya telah menurun.


Tiba-tiba, perutnya terasa tidak nyaman. Yoona memastikan, Dong-gu benar-benar tertidur, dan setelah yakin.. ia pun langsung kentut cukup panjang, “Aih.. lega rasanya..”


Dong-gu tak bangun, namun dia tersenyum menahan tawa karenanya~


Merasa telah sembuh, maka mereka berdua kembali berkumpul bersama dengan yang lainnya. Kebetulan, pagi ini adalah saatnya drama Jun-ki tayang..

Semuanya antusias menonton, tapi Jun-ki sendiri kelihatan sangat malu. Dia ingin meindahkan channel, tapi dramanya terlanjur tayang~


Adegan pembuka, berawal di momen ketika Jun-ki mengantar bos-nya. Stelah sampai di tujuan, si bos memberinya permen..


Konyolnya, setelah memakan permen itu.. Jun-ki lansgung kejang dan meninggal.. hanya itu saja scene-nya~


“Wah.. sepertinya, penulis itu pendendam luar biasa. Bisa-bisanya dia menyingkirkan karakter sepertimu..” komen Seo-jin


Tak lama kemudian Dong-gu datang, “Barusan aku menonton dramanya di ponsel. Dia mati setelah makan permen.. permen apaan tuh? Permen mint?” ejeknya


Jun-ki bangkit, dia berteriak kesal: “Memangnya itu penting! Iya, itu memang permen mint, terus kenapa?!”

“Salahkan permen itu, kenapa kau melampiaskannya padaku..” ujar Dong-gu


Dong-gu memberikan brosur kursus koki kue untuk Yoona, dia pun menjelaskan bahwa pemerintah memberikan tunjangan khusus untuk ibu tunggal, “Besok kita pergi menari tempat kursus yang baus dan mendaftarkanmu disana..”


Terharu, Yoona langsung memeluk dan mengucapkan terimakasih pada Dong-gu yang seketika lansgung tersipu hingga pipinya memerah.


“Oppa.. kamu kenapa?” tanya Seo-jin

“Apaa? Kenapa apanya.. aku hanya merasa sesak. Lagian kenapa kamu memelukku? Dasar wanita aneh..” ujar Dong-gu dengan kikuk

“Lihat.. barusankamu tergagap. Ada apa? Jangan-jangan, kamu tertarik pada Yoona setelah menghabiskan beberapa hari bersamanya di rooftop?” komen Du-shik

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS

“Maksudmu apa?! Bukan begitu tahu!” tukas Dong-u yang langsung berjalan pergi


Menyendiri di kamar, Dong-gu bertanya pada dirinya sendiri: “Mana mungkin sih.. Aku.. tertarik padanya? Astaga.. kenapa aku mesti tersipu dihadapannya? Ah tidak mungkin.. mustahil aku suka padanya..”
Comments


EmoticonEmoticon