2/26/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 5 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 5 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 4 Part 3

Geng Waikiki berusaha keras membangunkan Seo-jin, yang telah berhari-hari hanya berbaring dalam kamarnya. Yoona memanggilnya dengan lembut, namun Seo-jin tak menunjukkan reaksi apa pun..

Jun-ki: “Dasar cengeng! Salah kamu sendiri.. kenapa menampar wajah pria itu dengan daging!”

Du-shik: “Katanya pria itu melecehkannya secara seksual..”

Jun-ki: “Tetap saja, bagaimana bisa kamu sampai menamparnya! Terlebih menggunakan daging?!”


Sontak Seo-jin bangun dan berteriak kesal. Kondisinya sangat lusuh.. wajahnya kotor, karena belum cukuran.

“Cukur dulu kumismu! Kalau ada tamu yang lihat bagaimana!” celoteh Jun-ki


Seketika, suasana berubah jadi mellow... sambil terisak, Seo-jin mengatakan bahwa perusahaan itu adalah perusahaan impiannya. “Bisa-bisanya kamu membentakku.. ketika aku butuh disemangati..” keluhnya

“Hmm.. anu.. maaf.. jangan menangis, kamu akan mendapatkan pekerjaan itu lain kali..” ucap Jun-ki

“Lupakan saja. Lagipula siapa yang mau mempekerjakan perempuan galak yang pemarah sepertiku ini.. Aku menyerah..” papar Seo-jin


Mendengar kata menyerah, memuat Dong-gu marah, “Kang Seo-jin! Dasar Bodoh! Kamu pikir masuk akal untuk menyerah pada saat ini? Jangan mempermalukan keluarga Kang~”

“Aku memang bodoh!” teriak Seo-jin dengan histeris


Sikap Dong-gu, membuatnya jadi sasaran kekesalan yang lainnya, “Aishh.. kamu ini, kalau bicara lihat dulu situasi!”


Beberapa hari berlalu dan kondisi Soo-jn masih sama saja, “Aduh.. bagiamana caranya aku bisa membuat dia tersenyum lagi yaa” keluh Dong-gu, “Aha.. dia suka ceker ayam, jadi haruskah aku membelinya untuk makan malam nanti..”

Yoona yang jalan disampingnya, berkomentar: “Hal yang dia butuhkan sekarang, bukan ceker ayam. Dia butuh dukungan emosional yang tulus..”

“Dukungan emosional? Semacam ‘Penderitaan itu anugerah untuk Kaum Muda’? Aihh.. mengatakannya saja, terlalu menggelikan.. Bukankah begitu Yoona-ssi???” tanya Dong-gu, tapi ketika menengok kesamping Yoona telah menghilang~


Ternyata, Yoona tengah asyik memerhatikan sebuah toko roti, “Waw.. kira-kira berapa biaya untuk membuka toko seperti ini yaa?” gumamnya

“Yang jelas, biayanya mahal. Kenapa? Kau ingin membuka toko roti? Kamu ingin menjadi koki kue? Ehhh.. impian yang terlalu tinggi..” sahut Dong-gu

“Memangnya aku bilang apa? Aku hanya bicara pada diirku sendiri. Emmangnya tidak boleh? Kamu sangat payah dalam membaca suasanya!” tukas Yoona


“Aku cuman mengatakan satu kalimat! Kenapa kamu marah!” keluh Dong-gu

“Kapan aku marah?! Aku tidak pernah marah!” sanggah Yoona dengan mata melotot dan nada suara tinggi

“Sekarang! Kamu sedang marah padaku!” jelas Dong-gu

“kapa? Enggak kok.. aku enggak marah?!” sanggah Yoona


Perdebatan merereka, baru terhenti ketika terdengar klakson mobil milik Jun-ki yang baru saja dibelinya. Jun-ki bertanya, mereka sedang apa disana, lalu menyebut mereka seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar..

“Apasih! Mobil apaan itu?” tanya Dong-gu

“Sebentar lagi, aku akan membintangi drama.. Jadi, aku membeli ini.” Jawab Dong-gu

“Dih.. perannya saja tidak besar.. Kenapa harus beli mobil..” celoteh Dong-gu

“Diam dan ikut saja denganku.. biar kuantar pulang~” ajaknya


Mobil jadul itu,, Jun-ki beri nama Rebecca, “Walah penampilannya begini, tapi Rebecca adalah mobil yang hebat!” tegasnya dengan penuh keyakinan


Tapi.. baru saja dinyalakan, mesinnya tiba-tiba mati lagi. Dong-gu bertanya, “Apa ini? Mesinnya mogok?”

“Gapapa.. aku bisa menyalakan mesinnya lagi..” ucap Jun-ki


Ketika Dong-gu hendak memakai sabuk pengaman, talinya malah macet dan robek, “Apa yang terjadi?” keluhnya heran

“Gapapa.. aku bisa menjahitya lagi..” ucap Jun-ki

Lalu, ketika hendak meraih pegangan diatap mobil.. pegangannya malah copot. Dan lagi-lagi, Jun-ki hanya mengatakan, “Gapapa...”

“Gapapa apanya! Aku mau turun!” tukas Dong-gu

Dan sialnya, gagang pintu mobil malah copot ketika dipegangnya, “Ini apa lagi?!” keluhnya kesal

“Memang tidak bisa dibuka dari dalam, hanya bisa dari luar. Eh tapi.. Gapapa tenang saja.. aku bisa keluar dan membukakaknnya...” papar Jun-ki dengan begitu tenang


“Apaan! Aku ingin keluar pokoknya!” tegas Dong-gu yang kemudian tak sengaja menyenggol dek mobil yang lagi-lagi lansgung rusak dan terlepas, “Benda apa ini! Memangnya ini mainan susun!”  celoteh Dong-gu yang pada akhirnya terpaksa pulang mengendarai Rebecca~


Sesampainya di rumah, hanya ada Du-shik yang lagi-lagi tengah memanipulasi jumlah pembaca novel online buatannnya dengan cara me-reload halaman internet berkali-kali tanpa henti, 

“Semua oranng melakukannya! Tapi kenapa punyaku peringkatnya tidak naik juga!?” keluh Du-shik

“Karena novelmumu itu tidak asyik dibaca!” ejek Jun-ki


“Kenapa tidak asyik? Du-shik itu’kan panda menulis..” bela Dong-gu


“Benarkah? Kamu pasri belum baca novelnya ya?.. Jadi begini, ada presiden yang diculik oleh Alien. Tapi entah mengapa, presiden bisa menembakkan laser dari tangan dan menghabisi seluruh alien. Dan tahu siapa presidennya? Dia presiden Amerika Serikat...”  papar Jun-ki

“Ada latar belakang rumit antara Bruce Lee yang ereinkarnasi menjadi presiden Amerika!” ujar Du-shik

“Memang masuk akal, jika  Bruce Lee menembakkan lser dari tangannya?!” tukas Jun-ki

“Oke. Baiklah.. Andai aku sukses, kamu tidak akan pernah menjadi bagian dari karyaku!” tegas Du-shik yang kemudian berjalan pergi~~


Tak sengaja, Jun-ki melihat sebuah buku yang tergeletak di meja. Judulnya, “Cerialah Anak Muda”.. dan dihalaman depan, tertulis kalimat ‘Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya dari segalanya, melainkan posisimu yang tengah berada di bawah..’

“Ini hanya omong kosong..” celoteh Jun-ki

“Menggelikan..” komen Dong-gu

“Apa penulisnya pikir, judul itu akan menyemangati..” gumam Yoona


Ketika berjalan menuju dapur untuk membuat ramen, Jun-ki dikagetkan oleh kemunculan Yoona yang terlihat seperti mayat hidup.. dia hanya berjalan lurus ke tooilet, tanpa mengatakan atau sekedar meunjukkan ekspresi apa pun~


Dong-gu bingung, “Adakah cara untuk membuatnya kembali normal?” keluhnya, yang kemudian meminta Yoona untuk mengajak Seo-jin jalan-jalan, sekedar mencari udara segar, “Kamu’kan bilang.. kalau yang dia butuhkan sekarang adalah dukungan emosianal yang tulus..”

“Denganku? Baiklah..” jawab Yoona


Dengan semangat yang membara, Du-shik membuat cerita disela-sela kesibukannya bekerja paruh waktu, “Tuggu saja! Aku akan perlihatkan bahwa aku bsia sukses, Lee Jun Ki!” tegasnya


Tiba-tiba, bosnya datang dan lansgung memerahinya dambil menjewer telinganya. Dia tak suka, melihat Du-shik yang sibuk melakukan pekerjaan lain pada jam kerjanya. 

“Kalau kamu gabut, lebih baik simpan ini ke rumahku!” pinta si bos, yang kemudian memberikan sekresek baju kotor serta memberitahukan passcode rumahnya.

“Iya.. tapi kapan pekerja paruh waktu yang baru akan datang?” tanya Du-shik

“Sebentar lagi..” jawab si bos


Pintu terbuka, dan masuklah seorang wanita yang berhasil membuat Du-shik jatuh cinta pada pandangan pertama, hingga tak mampu berkata atau bekerdip sekali pun ketika menatapnya.

Namanya Kim Sun-woo, dan ternyata dia adalah putrinya si  bos, “Tolong ajari dia dengan baik..” pintanya


“Iya.. siap ayah..” celetuk Du-shik yang seketika membuat bos-nya kaget, “Barusan bilang apa’hah?” tanyanya

Sontak, Du-shik menegaskan bahwa dirinya tak mengatakan apa pun.


Berbeda dengan ayahnya, Sun-woo adalah tipe orang yang sangat ramah. Dia memperkenalkan dirinya pada Du-shik, lalu sangat antusias ketika mendengar Du-shik adalah seorang penulis, “Tapi oppa.. kamu menulis apa?” tanyanya

“Skenario..” jawab Du-shik, “Impianku adalah menulis ksiah cinta seperti “Love Letter” seperti Shunji Iwai..” tambahnya

“Wahh.. aku suka dilm itu... Begitu selesai, izinkan aku menjadi orang pertama yang membacanya..” pinta Sun-woo

“Hmm.. iya baiklah..” jawab Du-shik


“Janji yaa..” pinta Sun-woo

“Iya.. sayang..” ucap Du-shik dalam benaknya


Dirumah, Jun-ki dan Dong-gu menemani Sol menonton Baby Shark.. tak terhitung, berapa kali mereka mengulangnya, hingga membuat mereka begiu bosan,

“Aku benci dengan hiu..” keluh Dong-gu

“Heh.. sekarang saatnya onton UFC..” ujar Du-shik

Baru juga memegang remote TV, Sol langsung mengis.. alhasil, mereka tak jadi notn UFC dan lanjut menonton Baby Shark~


Tiba-tiba, terdengar suara aneh, dan masuklah Du-shik sambil terus memegangi dadanya yang berdegup kecang,

“Heh.. ini suara detak jantungmua!?” tanya Jun-ki

Du-shik tersenyum riang, dengan bangganya dia menceritakan bahwa diirnya sedang jatuh cinta, dengan anak bosnya yang sangat manis dan menggemaskan,


“Ah masa bodo..” komen Jun-ki, “Karena, makin manis dan menggemasakan, makan makin kecil kesempatanmu! Sadarlah!” tambahnya

“Kali ini berbeda.. sepertinya, dia benar-benar cinta kepadaku juga!” sanggah Du-shik


Tiba-tiba, ponselnya berdering.. ada telpon masuk dari sebuah perusahaan film~


Du-shik bergegas pergi ke tempat yang diminta. Disana, bos perusahaan mengungkapkan bahwa dirinya telah membca novel online karya Du-shik,

“Memangnya, cerita buatanku cukup menarik yaa?”

“Tidak.. ceritanya seperti sampah!”

“Lantas kenapa?”

“Tapi.. aku ingin membahas adegan ranjang di halaman empat episode tujuh pada novelmu yang berjudul, “Presiden adaah Bruce Lee”. Jika boleh, aku ingin menyebutmu genius erotis. Tepatnya, kamu adalah inkarnasi erotisme..”


Pada intinya, si bos meminta Su-shik untuk membuatkan skenario film rotis yang akan diproduksi olehnya. Du-shik menolak.. karena itu bukan genre yang dia sukai. Namun dengan sangat meyakinkan, si bos menyebutkan satu per-satu karya film serta penulis terkenal yang menciptakan film erotis berkualitas tinggi, “Bekerjasama-lah denganku.. dan kelak kita pergi ke Festival Cannes bersama-sama~”


Diluar udara sangat dingin, tapi Yoona mengajak Seo-jin jalan-jalan, “Eonni.. bisakah kita pulang saja~” keluh Seo-jin

“Tidak bisa! Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu..”

“Iya.. apa itu? Cepat, aku kedinginan..”

“Seo-jin aaa... Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya dari segalanya, melainkan posisimu yang tengah berada di bawah...”

“Maksudnya?”


Yoona menunjuk seorang anak kecil yang tengah asyik bermain layang-layang, “Lihatlah.. dia terus jatuh dan mencoba hingga akhirnya behasil menerbangkan layangan itu yang sekarang terbang tinggi diatas langit.”

“Eonni bicara apa sih? Aku kedinginan...” keluh Seo-jin

“Lihatlah layangan itu.. sama seperti itu, kamu akan berhasil terbang tinggi, jika kamu terus mencoba tanpa henti..” ucap Yoona


Ketika Seo-jin melihatnya, bersamaan dengan itu layangan tersebut langsung terjatuh tepat ke wajahnya, hingga membuat dahinya berdarah..


Dirumah, Seo-jin mengurung diri dalam kamarnya ‘lagi’. Yoona merasa bersalah, dia minta maaf dan mengatakan akan mencoba menghiburnya lain kali..

“Tak usah, biar aku saja yang melakukannya! Lagian, menghibur dia doang, susahnya apa coba..” ujar Dong-gu


Besoknya.. tepat pukul 4 pagi, Dong-gu membangunkan Seo-jin. Dengan wajah yang bijak, dia mengajak Seo-jin untuk ke suatu tempat dengannya..

“Ah oppa.. aku masih ngantuk! Memangnya kita mau kemana..”


Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai dipunak bukit. Dong-gu bilang, ada yang ingin dia sampaikan pada Seo-jin,

“Apa?”


“Seo-jin aaa.. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya dari segalanya, melainkan posisimu yang tengah berada di bawah..” ucap Song-gu, sama seperti Yoona, “Matahari terbit dari Timur dan terbenam di Barat. Matahari melintasi separuh dunia setiap harinya..”

“Terus kenapa?”

“Jika terus berusaha, kamu akan bersinar seperti matahari kelak. Kamu mengerti?”

Tanpa perlu jawaban dari Seo-jin, Dong-gu lansgung, mengajaknya pulang sambil balapan menuruni bukit. Namun, baru juga beberpa langkah, terdengar teriakan Dong-gu yang ternyata jatuh menabrak batu.


Dengan sangat terpaksa.. Seo-jin menggendong Dong-gu yang sangat rewel dan terus menjerit kesakitan.


Kembali ke rumah, giliran Dong-gu yang merasa bersalah seperti Yoona kemarin.. Kini, merka berdua, sama-sama bingung, cara apa lagi yang mesti digunakan agar Yoona kembali seperti semula?


Kebetulan ada Jun-ki.. dia mengejek Dong-gu dan Yoona yang tak berhasil melakukan misi. Maka dengan penuh keyakinan, dia menyatakan bahwa dirinya pasti akan berhasil..


Jun-ki membangunkan Seo-jin, yang keliahtannya benar-benar kelelahan. Lehernya pun sampai dipasang koyo~

“Ada apa lagi?! Kenapa kalian teus menggangguku! Biarkan aku beristirahat!” keluh Seo-jin


“Ikutlah dengan oppa..” ucap Jun-ki, yang kemudian menyerat Seo-jin yang padahal benar-benar tidak ingin ikut dengannya, karena ingin tidur saja


Ketika Du-shik sedang asyik menonton video erotis, tiba-tiba ada pesan masuk dari Sun-woo yang membuatnya benar-benar girang.


Sun-woo: ‘Oppa~ Kamu sudah makan siang?’

Du-shik: ‘Sudah, makan siangku dengan spagetti..’

Sun-woo: ‘Wah.. sepertiya lezat. Aku suka spagetti juga..’

Du-shik: ‘Bagaimana, kalau kita makan spagetti bersama, lain kali?’

Sun-woo: ‘Sungguh? Aku mau banget..’


Tiba-tiba ada pesan masuk dari bos perusahaan film, yang memberitahukan bahwa dirinya telah membaca skenario awal buatan Du-shik,

Untuk menyesuaikan selera, Du-shik mengirimkan beberapa video erotis.. supaya bosnya bisa memilih, adegan mmana yang dia suka~


Namun petaka baginya,, karean Du-shik malah mengirim vidoe itu pada Sun-woo yang kebetulan, baru saja bertanya padanya tentang rekomendasi film yang menarik.


Du-shik panik bukan main, dia bingung mesti berbuat apa.. tapi kemudian, dia berlari peri sambil terus berharap Sun-woo belum dan bahkan tidak akan pernah membuka pesan yang barusan dikirimnya,
Advertisement


EmoticonEmoticon