2/28/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 6 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 6 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 5 Part 3

Lagi-lagi, Jun-ki mempromosikan dirinya dengan cara yang unik dihadapan para sutradara. Dia berakting sebagai panglima tentara Jepang yang gagah dan memiliki banyak bekas luka tembakan di tubuhnya. Namun sutradara, bersikap acuh dan menyuruhnya untuk menaruh CV-nya di meja saja.


Kebetulan, mereka memang tengah mencari aktor. Jun-ki bersemangat dan siap melakoni peran apa pun. Namun, ketika mendengar bahwa peran yang ditawarkan adalah peran pengganti untuk adegan ranjang, dia menolak tawaran tersebut..


Ketika bersiap-siap untuk pergi, Jun-ki menguping obrolan mereka yang menyebut nama aktris Shin Soo-jung. Sontak, itu membuatnya bersemangat dan langsung berubah pikiran, tanpa ragu dia pun menyanggupi peran tersebut.


Demi perannya, Jun-ki mempersiapkan diri.. salah satunya dengan merawat kulitnya. Dia minta bantuan Du-shik untuk menmbalurkan lotion ke seluruh bagian tubuhnya dan Du-shik bersemangat melakukannya, karena dia dijanjikan tanda tangan Shin Soo-jung.


Tak lama kemudian, Seo-jin pulang.. dia pun geli sendiri melihat itingkah Jun-ji, “Dia ngapain sih?”

Yoona menjelaskan bahwa Jun-ki ada projek fil, sebagai peran pengganti adegan ranjang. Mendengarnya membuat Seo-jin makin jijik, “Tak kusangka, kamu menerima peran semacam itu..”


Jun-ki membela dirinya, mengatakan bahwa peran ini bukalah peran biasa karena diirnya memiliki kesempatan emas untuk melakoni adegan ranjang dengan aktris ternama, pujaan para pria, yakni Shin Soo-jung...


Yoona pamit, karena harus berangkat kursus. Kali ini, Dong-gu bersikap sangat baik padanya, dia menasehatinya, perhatian tentang ini dan itu.. serta memberikan sebuah catatan berisi nomor bur, nama halte, dan lokasi tempat kursus.

“Terimakasih Dong-gu ssi.. Aku berangkat..” 

“Hati-hati dijalan..” 

“Iya..” 

“Hati-hati ada mobil..”

“Iya..”


Sambil tersneyum, Dong-gu melambaikan tangannya pada Yoona. Dan segala sikapnya itu, membuat geng Waikiki menatapnya heran.

“Ada apa apa ini? Kejadian barusan seperti kegiatan rutin pasangan pengantin baru di pagi hari...?” komen Jun-ki

“Heeh.. kamu bahkan sampai mencatatkan penunjuk jalan. Aku mencium sesuatu yang mencurigakan..” ujar Seo-jin

“Apa? Apanya yang mencurigakan?! Aku hanya khawatir, dia akan merepotkanku lagi jika tersesat!” tukas Dong-gu yang kemudian berjalan pergi


Ketika hanya sendirian, Dong-gu lagi-lagi bertanya pada dirinya sendiri, “Apanya yang aneh? Itu ’kan cuman rasa simpati.. apa aku salah karena bersikap terlalu baik?”


Di tempat kursusnya, Yoona bertemu dengan sorang pria yang sangat perhatian dan bersikap baik padanya.


Bahkan, pria itu sampai mengantarnya pulang. Kebetulan, Dong-gu dan Jun-ki yang baru kembali dari membeli popok, masih berdiri di depan rumah dan melihat kedatangan Yoona.


Mereka penasaran dan bertanya ini-itu, tetapi Dong-gu sikapnya sangat ketus dan terkesan tak suka akan hal ini,

“Kamu kenapa? Keliahatannya kesal sekali..” tanya Jun-ki

“Siapa? Aku? Aku tak suka melihatnya terus merepotkan orang lain! Sudah kubilang, merepotkan dan berhutang budi~” jelas Dong-gu

“Bisa jadi kebiasaan? Aku mengerti, akan kuingat!” tukas Yoona


Du-shik memberikan skenario yang telah dia tulis. Namun sutradara berkomentar, kalau dirinya ingin sesuatu yang lebih ‘liar’. Maka dia pun memberikan Du-shik sebuah kasest film erotis yang bisa dijadikan referensinya untuk menulis.


Sutradara mempertemukan Jun-ki dengan aktor utama, yakni Kim Woo-sung... untuk menyamakan warna rambut serta kulit mereka.


Malang nasib Jun-ki, karena ternyata berat badan Woo-sung turun drastis, dari 71 kg menjadi 60 kg. Sementara Jun-ki, berat badannya masih tetap di angka 71 kg,

“Wah.. kita harus mencari aktor pengganti yang lebih kurus..” ungkap Sutradara

Tanpa pikir panjang, Jun-ki menyatakan bahwa dirinya sanggup untuk menurunkan berat badan sebanyak 10 kg, dalam waktu seminggu.


Geng Waikiki, mengomentari tingkah Jun-i yang terbilang sangat nekat. Tetapi Jun-ki kekeh menyatakan bahwa dirinya akan melakukan apa pun demi adegan ranjangnya dengan Shin Soo-jung.


Tiba-tiba bel berbunyi.. dan datanglah pria teman kursus Yoona yang namanya Lee Sang-yeon. Dia membawakan donat buatannya sendiri, dan sikapnya sangat ramah pada semua orang.


Jun-ki iseng menggodanya, dengan bertanya: “Kamu tertarik pasa Yoona, bukan?”

Tak disangka, Sang-yeon langsung mengiyakan hal tersebut, bahkan sampai meminta Yoona untuk tidak terbebani dengan perasaannya tersebut. 


Sontak, itu membuat semua orang terdiam menatapnya. Merasa malu.. Sang-yeon izin ke toilet. Dia pun pergi meninggalkan geng Waikiki yang langsung berbincang tentangnya.


Semuanya setuju, menganggap Sang-yeon sebagai pria yang baik dan mendukung hubungannya dengan Yoona. Tapi tidak halnya dengan Dong-gu, “Kalian ini.. baru bertemu dengannya sekali, mana bisa menyebutnya sebagai orang baik! Yoona-ssi, kamu harus berhati-hati padanya!” ujarnya ketus

“Memangnya siapa kamu, sampai berkata seperti itu padanya..” komen Jun-ki

“Aku cuman khawatir.. itu saja. Aku tak ingin ada pria aneh yang mengganggu hidupnya!” tegas Dong-gu


Tak sengaja, Jun-ki menjatuhkan donat ke celana Dong-gu. Maka, Dong-gu pergi ke toilet untuk membersihkannya,


Dia kaget, karena melihat Sang-yeon tengah mengendus bahkan sampai menjilat sikat giigi milik Yoona.


Berusaha bersikap tenang, Sang-yeon menjelaskan bahwa dirinya hanya ingin sikat gigi.

“Kamu bisa minta sikat gigi pada kami, kenapa memakai milik Yoona?” cecar Dong-gu

Sang-yeon pura-pura tidak tahu, padahal tertulis jelas disana kalau sikat gigi tersebut punya Yoona. Hal tersebut, membuat Dong-gu benar-benar heran dan menaruh curiga padanya.


Setelah Sang-yeon pulang, geng Waikiki berkumpul. Mayoritas memuji sosok Sang-yeon, tapi Dong-gu menceritakan kejadian barusan yang menurutnya sangat janggal..

“Memangnya, apa masalahnya menggunakan sikat gigi punya orang lain? Aku juga sering menggunakan punyamu..” celetuk Jun-ki, “Punyaku sangat kaku, mulutku jadi sering berdarah..” tambahnya

“Astaga! Menjijikan! Ah pokonya, aku benar-benar tidak menyukainya! Dia pria yang aneh!” tegas Dong-gu

“Kamu lebih aneh.. apa kamu cemburu, karena dia dekat dengan Yoona?” cecar Jun-ki

“Tadi pagi, oppa bahkan menuliskan petunjuk arah untuk Yoona. Jangan-jangan.. oppa suka menyukainya?” tanya Seo-jin


Dengan kikuk, Dong-gu menyanggah segala pertanyaan yang ditujukan padanya, dia pun berjalan pergi sambil berkata: “Memangnya, kalau mengkhawatirkan seorang wanita.. berarti aku suka padanya?! Itu artinya aku pria yang baik, tahu!”


Melupakan sikap Dong-gu yang aneh, Jun-ki fokus pada program menurutkan berat badan yang mesti dia jalani. Dia binugng, caranya bagaimana?

“Minta bantuan Seo-jin saja.. dia diet sepanjang tahun..” ujar Du-sik

“Kalau aku membantumu, kamu mau memberiku apa?” tanya Seo-jin

“Pencukur edisi terbaru..” jawab Jun-ki

“Oke setuju! Tapi kamu harus mengikuti semua perintahku!” tegas Seo-jin


Du-shik mengunci kamarnya, lalu menonton film erotis dari sutradara.. tapi tiba-tiba, Dong-gu masuk. Dia pun mencecar Du-shik yang kelihatan sangat panik, “Jangan-jangan.. kamu nonton fil por#o?” tebaknya


“Ti... tidak.. apa maksudmu..” jawab Du-shik dengan gugup

“Ah iyaa.. kamu memang belum pernah menonton film yang seperti itu. Kamu ‘kan, pria yang sangat polos..” ucap Dong-gu yang kemuian bertanya pendapat Du-shik tentang Sang-yeon, “Bukankah dia pria yang aneh? Bukankah dia pria mesum?”


“Entahlah..” jawab Du-shik, yang kemudian berjalan pergi. Tapi sempat dia bertanya, “Apa pintu kamar ini rusak?”

“Iya, sudah lama rusak. memangnya kenapa?”

“Tidak.. tidak ada apa-apa..”


Du-shik lanjut menonton film itu dalam toilet dan dia pun mengunci pintunya. Tapi, tiba-tiba.. Dong-gu masuk dan dengan polosnya mengatakan, “Maaf.. aku tak tahu kamu ada di dalam..”

“Kenapa kamu tak mengetuk pintu dulu??” keluh Du-shik

“Maaf.. tapi kenapa kamu membawa laptopmu kesini?” tanya Dong-gu

“Aku? Aku mengerjakan skenario.. ide muncul saat aku bekerja di toilet..” jawab Du-shik dengan gugup

“Sungguh? Kalau begitu lanjutkan perkerjaanmu..” ucap Dong-gu


Tapi kemudian, lagi-lagi.. Dong-gu bertanya pendapat Du-shik tentang Sang-yeon, “Tadi kulihat, tak ada odol di sikat giginyanya.. mana ada orang yang sikat gigi tanpa odol?”

“Itu tidak aneh!” tukas Du-shik

“Benarkah?” keluh Dong-gu

Du-shik berjalan pergi, dan dia bertanya lagi: “Pintu ini, rusak juga?”

“Ya.. sudah lama rusak. Memangnya kenapa?”

“Kalau pintu kamar tamu?”

“Semua pintu rusak. Tidak ada pintu yang berfungsi di rumah ini..”


Mendengar pernyataan itu, seketika membuat Du-shik emosi dan berteriak, “Kalau bergitu segera perbaiki! Kenapa kamu membiarkan pintu yang rusak!”

“Bukan hanya aku pengelola tempat ini.. kenapa harus aku saja memperbaikinya..” gumam Dong-gu


Demi adegan ranjang dengan aktris Shin Soo-jung, Jun-i berusaha keras mengikuti pelatihan yang dibimbing oleh Seo-jin.. memang sangat berat dan melelahkan, tapi dia berusaha semampu yang dia bisa..


Dipagi hari, geng Waikiki berkumpul untuk sarapan. Du-shik tak ada, karena dia pergi bertemu dengan sutradara. Semuanya makan dengan lahap, tapi Jun-ki malah diam saja.. seperti mayat hidup..

“Meskipun diet, setidaknya kamu harus tetap makan.. kamu bisa  mati, kalau terus begitu..” ujar Dong-gu

“Aku baik-baik saja.. aku bisa bertahan, cukup dengan minum air putih..” ucap Jun-ki


Tapi Seo-jin melarangnya.. dia menyuruh Jun-ki untuk memilih, “Minum atau adegan ranjang?”

Tentu saja, Jun-ki memilih adegan ranjang, sampai dia rela  tak minum air putih sedikit pun.


Tak lama kemudian, Sang-yeon datang.. kali ini, dengan membawa sekotak pizza. Dong-gu maish bersikap ketus padanya, namun yang lain malah kegirangan menyambutnya.


Keitka semuanya menikmati pizza, Sang-yeon menunjukkan tingkah aneh. Dia seakan sengaja mengendus aroma rambut Yoona.. sayangnya, hanya Dong-gu yang melihat hal tersebut. Dong-gu memberitahu yang lain, tapi mereka tak begitu menghiraukannya.


Merasa kikuk, Sang-yeon izin berkelilling melihat-lihat isi penginapanan ini. Tapi sebelumnya, dia sempat menggunakan tissue untukmengelap bekas saus di bibir Yoona, dan anehnya.. dia sengaja menyimpan tissue tersebut di saku celananya.


Lagi-lagi, hanya Dong-gu yang melihatnya... dan ketika dia bercerita pada yang lain,, juga tak ada yang mempercayai perkataannya~
Advertisement


EmoticonEmoticon