2/01/2018

SINOPSIS Just Between Lovers Episode 16 PART 3

SINOPSIS Just Between Lovers Episode 16 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Just Between Lovers Episode 16 Part 2
Jae Young membujuk dakter senior itu untuk mengrubah pikirannya dan mau negoperasi Sang Man. Tapi dia masih keberatan.
“Lihat. Donor memiliki kelainan bentuk pada arteri dan bahkan saluran empedu ini kasus yang sulit dioperasi.”
“Aku akan meyakinkannya. Setidaknya anda bisa membedahnya dulu. Saat anda membedahnya, mungkin lebih ringan dari tampaknya.”
“Jika Ahn Sang Man setuju tentu bisa kita lanjutkan. Meskipun begitu, bagaimana jika ia menderita stenosis saluran empedu dan komplikasi? Lalu apa yang akan kau lakukan?”
“Anda akan melakukannya, bukan?”
“Yaa! Resikonya tinggi. Sementara ini kita lanjutkan saja perawatan....”
Dokter itu belum selesai bicara, Jae Young langsung keluar dari ruangannya.


Di luar, Jae Young terkejut saat Gang Doo mencegatnya.
“Mau ke mana?”
“Kenapa kembali?”
“Mau ke Sang Man? Mau apa menemuinya?”
“Apa lagi? Memintanya bersiap operasi.”


Gang Doo memegang tangan Jae Young saat dia akan pergi, dan memintanya untuk menghentikan semua usahanya.
“Hentikan apa?”
“Kau... Sang Man juga... Sudah berbuat banyak.”
“Berbuat apa? Apa yang kulakukan? Apa yang kulakukan untuk Oppa?”
“Banyak. Banyak sekali. Sudah cukup.”
Jae Young lalu menangisa dan Gang Doo memeluknya.


Yoo Jin datang ke kantor Joo Won. Joo Won berterima kasih padanya karena mau menerima semua karyawannya setelah dia menutup kantornya. Lalu Yoo Jin menyerahkan berkas bertuliskan “Proposal Kompetensi Desain Perpustakaan Kota Moksan.”
“Akan ada proposal untuk pemilihan disain Perpustakaan Kota Moksan bulan depan.”
“Ini kenapa diberikan ke aku?”
“Sekarang Cheongyu dan Seo Won tidak perlu bekerjasama lagi. Aku belum pernah melihat arsitek lain sebaik dirimu. Sudah kubilang sebelumnya. Mari pertahankan hubungan kerja, bukan hubungan pribadi.”
“Tidak. Menurutku proyek ini bukan untukku. Di saat memperkecil kantorku, aku ingin mengerjakan proyek yang ingin kukerjakan.”
“Tetap saja, proyek ini....”
“Lalu... hubungan kita pada dasarnya pribadi. Ibuku adalah ibumu juga.”
Lalu mereka berdua tersenyum.


Seo Joo Won mengamati seluruh ruangan kantor yang sudah dikosongkan.


Joo Won melihat So Mi masih berada di ruangannya, dan bertanya kenapa dia belum pergi.
“Aku tidak pergi. Sekecil apapun kantornya, anda tetap butuh pegawai penjualan. Aku pandai dalam penjualan. Aku juga bisa mendesain dan sudah bisa membuat model.”
“Terima kasih. Aku bersyukur pada niatmu, tapi So Mi ssi juga bisa besar di Cheongyu. Jangan khawatir. Sampai ketemu lagi.”
Joo Won tersenyum lalu pergi.


So Mi mengamati Seo Joo Won sampai dia tidak terlihat. Lalu bergumam dengan malu-malu “Tetap keren sampai akhir.”


Moon Soo bertanya apakah ibunya bersungguh-sungguh akan pergi, apa sedang marah karena akan bercerai?
“Apa aneh jika aku bepergian? Ibu tidak bisa berhenti minum sendiri. Makanya ibu mencari bantuan. Sementara tempat ini diperbaiki, biarkan ibu memperbaiki diri. Aku harus sehat agar kau merasa nyaman.”
“Bukan melarikan diri karena aku?”
“Aku berusaha di sisimu untuk waktu yang lama. Hmm?
“Jangan berani muak padaku.”
“Tidak ada jari yang tidak sakit jika digigit. Tapi masing-masing memiliki sakit yang berbeda. Kau dan Yeon Soo berbeda. Tidak ada yang lebih berharga melebihi yang satunya. Mengerti? Saat di sana aku tidak bisa minum lagi. Haruskah aku minum sebotol sebelum pergi?”


Moon Soo melarang ibunya yang akan beranjak untuk mengambil minuman. Dia tidak memperbolehkan ibunya minum lagi, bahkan segelas pun.
Moon Soo lalu membaca pesan di ponselnya “Besok aku bisa bermain. Jae Yeong memberi izin.”


Gang Doo tersenyum saat mengamati Moon Soo yang sedang menunggunya. Dia sempat seperti akan pingsan, tapi dia menepuk pipinya sendiri agar tetap terjaga.


Gang Doo duduk di samping Moon Soo dan mengucapkan terima kasih, berkatnya dia sekarang mendadak mempunyai banyak uang. 
“Semua perbuatanmu begitu cantik. Kau lahir agar dicintai aku, ya?”
“Apaan sih...”
Moon Soo malu karena Gang Doo memeluknya, tapi Gang Doo memintanya untuk tetap diam.


Mereka berdua tidak punya ide untuk pergi kemana.
“Sudah kubilang, uangku banyak. Hari ini aku bisa membuang uang.”
Lalu Moon Soo bertanya apa yang ingin dilakukan Gang Doo di saat punya banyak uang. Gang Doo mengatakan dia ingin membayar hutangnya tapi dia sudah melunasinya, dan sekarang saatnya Moon Soo melakukan apapun yang diinginkannya.


Tiba-tiba Moon Soo berhenti di depan sebuah motel, Moon Soo bilang itu adalah tempat yang pernah diceritakan oleh So Mi. Tapi gang Doo tidak setuju, dia menjadi salah tingkah dan merasa canggung.
“Yaa, Yaa, Yaa!”
“Katamu aku boleh melakukan apa saja?”
“Anu, itu.. Yaa, kau... tempat itu...”
“Ayo masuk Aku tahu tempat apa itu. Makanya ayo masuk. Kita kebanyakan jalan. Kita istirahat saja. Apa? Aku cuma bilang istirahat sebentar. Kau punya pikiran aneh? Aku tidak akan melakukan apapun. Aku akan diam saja. Cuma tidur. Hmm?”


Gang Doo mengejar Moon Soo yang cemberut karena ngambek.
“Moon Soo. Moon Soo... Aku juga ingin denganmu. Kau kira mudah menahan diriku? Rasanya aku bisa gila.”
“Kenapa di tahan?”
“Kau tanya karena tidak tahu?”
“Sudahlah. Tahu begini, harusnya aku minta ke pulau saja. Agar kita ketinggalan kapal. Jangan ketawa! Meskipun sekarang kau memohon, aku tidak akan mau.”
“Tunggu. Mau makan sesuatu? Gurita? Kau suka gurita.”
“Lupakan!”
“Kau kenapa?”
Mata Moon Soo berkaca-kaca saat dia bicara “Kenapa cuma memikirkan dirimu sendiri? Ini pertama kalinya aku merasa serakah. Dan itu kau. Perduli apa dengan tanggung jawab? Aku suka padamu. Aku ingin memilikimu.”


Moon Soo dan Gang Doo berada di sebuah kamar hotel yang sangat mewah, Moon Soo pun dibuat kagum dengan kamar itu. Tapi dia juga merasa tidak enak, karena kamar itu terlalu mewah.


Lalu Gang Doo meminta Moon Soo untuk melihat sekeliling kamar.
“Gang Doo. Gang Doo, lihat sini. Di sini ada kamar lagi. Besar sekali.”
Lalu Moon Soo masuk ke kamar itu dan muncul lagi dengan membawa handuk besar menutupi tubuhnya.
“Gang Doo, handuknya besar sekali. Lebih besar dariku. Ketutupan semua kan?Menurutmu aku pakai baju atau tidak?”
Gang Doo langsung membuang wajahnya “Yaa, kau bisa kena masalah.”


Moon Soo membuka handuknya, ternyata dia masih berpakaian lalu dia menuju ke tempat tidur.
“Kasurnya juga besar. Gang Doo, berbaring. Bisa sepuluh aku muat di sini. Besar. Iya kan? Ke sini.”


Gang Doo lalu berbaring di sebelah Moon Soo dan memeluknya.
“Kita tak perlu kasur sebesar ini, kan?” Moon Soo bertanya pada Gang Doo, dia hanya menjawab dengan kecupan di dahi Moon Soo.


Pada malam hari Gang Doo terbangun. Sebelum pergi, dia memandang Moon Soo yang masih terlelap.


Keesokan harinya Moon Soo bangun dan Gang Doo sudah tidak ada di kamar.


Moon Soo pergi menemui Jae Young, sepertinya Jae Young memberi berita buruk karena Jae Young menangis terisak-isak.
“Lalu bagaimana dengan Gang Doo? Di mana Gang Doo sekarang?”


Moon Soo menemukan Gang Doo sedang duduk di atap motel tempat tinggalnya. Moon Soo bertanya kenapa dia meninggalkannya. Gang Doo meminta maaf, dia bilang ada yang harus dilakukannya. Gang Doo bertanya kenapa Moon Soo melihatnya seperti itu, Moon Soo bilang dia dulu sering melirik Moon Soo saat duduk di sana.


Flashback. Moon Soo dan Gang Doo sedang membaca komik di atap. Gang Doo memperhatikan wajah Moon Soo lalu tersenyum sendiri.


“Kau senyum sendiri saat menatapku. Sejak itu kau mulai suka aku kan? Benar?”
“Bukan sejak itu. Jika itu di hitung... saat kau minum dan mabuk, dan pertama kali...”
“Aku mengecupmu lebih dulu.”
“Apa ini? Kau ingat semua? Kalau kau ingat, kau pura-pura lupa?”
“Hmm. Aku begitu karena malu. Karena cuma aku sendiri yang suka padamu.”
“Kau bodoh? Pada wanita yang tidak disukai... Mana mungkin seorang laki-laki memberikan bahunya semalaman? Kau cantik setengah mati. Mana mungkin semakin hari kau semakin cantik?”
“Karena kau terus menatapku, maka aku jadi semakin cantik. Oh iya. Aku ingin bertanya padamu. Meskipun aku tidak mengingatmu, kau mengingatku. Tapi kenapa kau tidak mencariku? Jika begitu, kita tidak perlu berputar-putar dan bisa bersama lebih lama.”
“Di sana gelap. Aku tidak menyangka kau secantik ini. Aku cinta padamu. Tidak banyak waktu tersisa buatku untuk mengatakan yang ingin kukatakan. Sekarang baru kupahami. Aku mencintaimu... Moon Soo...”


Mendengar perasaan Gang Doo yan tulus, Moon Soo jadi berkaca kaca.
“Aku membuatmu begitu menderita. Tapi masih menyukaiku? Kenapa?”
“Hanya karena... Kau perlu alasan? Buatku mencintaimu?”
“Tidak. Terima kasih.”


Gang Doo lalu bersandar di bahu Moon Soo sambil mendengarkannya berbicara.
“Dengarkan, Gang Doo. Aku terus berpikir sejak kapan aku mulai menyukaimu. Dalam kegelapan... saat mendengar suaramu pertama kali. Saat pertama kali... kau menyanyikan lagu aneh itu. Sepertinya saat itu, aku mulai menyukaimu. Kau dengar aku?”
Moon Soo menyadari Gang Doo tidak meresponnya. Dia sudah kehilangan kesadaran. Moon Soo menjadi panik dan menangis sejadinya.
“Kau dengar, Gang Doo? Kau dengar perkataanku? Kau bisa dengar suaraku? Gang Doo... Bagaimana ini.... Gang Doo... Bagaimana ini...”
Comments


EmoticonEmoticon