2/02/2018

SINOPSIS Just Between Lovers Episode 16 PART 4

SINOPSIS Just Between Lovers Episode 16 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Just Between Lovers Episode 16 Part 3
DRAMA SELANJUTNYA || SINOPSIS Should We Kiss First

Seluruh keluarga korban runtuhnya Mall S mendapat undangan peresmian taman memorial, termasuk Moon Soo.
“Upacara pembukaan taman memorial yang kami bangun sejak tahun lalu akan dilangsungkan pada tanggal 11 Desember 2018. Memorial itu didesain oleh orang yang menyaksikan jejak kecelakaan di masa lalu itu. Itu memiliki arti sejarah dan terulang kembali kecuali anda mengingatnya. Demi mengenang para korban dan menenangkan keluarga korban, kami mohon anda dapat hadir dalam upacara tersebut.”


Seo Joo Won datang ke sebuah workshop, dia mengajukan diri untuk bekerjasama untuk merenovasi rumah lama Kim Seon Woong. Pria yang menemuinya lalu memanggil managernya.


Orang yang dipanggil sebagai manager pun keluar, dan Seo Joo Won tercengan melihatnya. Dia dalah seorang wanita.


Seo Joo Won memberikan foto rumah itu, itu adalah rumah tua yang pernah didatanginya bersama Moon Soo. Rumah tersebut berusia sekitar 70 tahun, dan telah diabaikan selama 10 tahun
“Kemungkinan tidak ada material yang dapat dipulihkan. Tipe kayu apa yang ingin digunakan?” kata wanita itu sambil menagamati foto yang diberikan Joo Won.
“Aku juga sedang mempelajarinya. Menurutmu kayu seperti apa?”
“Harga satuannya bisa tinggi, tapi kayu pinus Oaksan pasti bagus.”
“Aku pernah mengerjakan pohon cemara douglas sebelumnya, tapi bengkok. Pohon pinus harusnya lebih keras, bukan?
“Jika itu masalahnya, kenapa tidak menggunakan besi dan semen? Kenapa harus kayu?” wanita itu tersenyum, menertawakan pemikiran Joo Won.
“Ya?”
“Karena kayu, tentunya akan retak dan berubah. Tentunya, tugas kami adalah membangun dengan pertimbangan hal tersebut.”


Wanita itu lalu beranjak akan pergi, Joo Won mengira dia meninggalkan Joo Won dan tidak melanjutkan diskusi mereka.
“Kau ingin belajar hanya dengan ngobrol di sini? Kita harus melihat langsung untuk tahu. Tidak pergi?”
Joo Won sepertinya gugup saat berbicara dengannya. Saat dia sudah pergi, Joo Won menghela nafas merasa lega lalu tersenyum.


Ma Ri terkejut melihat Jeong Yoo Taek duduk di depan barnya.


“Direktur?”
“Aku bukan direktur lagi. Hei, kau! Katamu istriku khawatir padaku. Kau bilang kami akan tua bersama.”
“Lalu kenapa?”
“Apa orang seperti itu menyerahkan surat cerai setelah aku di turunkan dari jabatan?”
“Aku tidak tertarik dengan urusan keluarga orang. Pergilah.”
“Yaa. Tanggung jawab.”
“Apa?”
“Aku.”
“Enak saja.” Ma Ri `masuk ke dalam bar nya sambil tertawa.


Jeong Yoo Taek tertawa sambil berteriak pada Ma Ri.
“Eh! Aku tetap putra ayahku. Kau kira akan selesai seperti ini?”


Wan Jin masuk ke cafe dessert didorong oleh asistenya. Di jalan masuk cafe itu sudah diberi tanjakan untuk memudahkan penyandang disabilitas.


Asisten menunjukkan pada Wan Jin kalau webtoonnya masuk ke peringkat 10 besar. Wan Jin pun sangat senang.


Tapi Wan Jin mengeluh karena tokoh utamanya terlalu cantik.
“Tapi gadis ini... berlebihan sekali. Orang berkata dia terlihat beda dariku.”
“Benar? Harusnya kugambar lebih cantik. Kalau kugambar mirip denganmu, orang tidak akan percaya. Maaf.”
Mereka pun tertawa bersama.


Ayah Moon Soo tampak lebih bahagia dari sebelumnya. Dia turun dari bus pariwisata yang dikemudikannya, lalu masuk ke sebuah restoran. Saat makanan yang dipesannya sudah datang, dia berfoto bersama makanannya.


“Dongtaetang di tempat peristirahatan Shintanjin enak sekali. Lain kali kita pergi bersama.”
Moon Soo tersenyum membaca pesan dari ayah, tapi Bibi memanggilnya untuk bergegas.


Ibu sangat senang mendapat kunjungan dari Moon Soo dan Bibi. Dia berkata akan segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.


Mereka saling bertanya kabar, dan sedikit membahas renovasi yang dilakukan Moon Soo di sauna yang akan mulai dibuka lagi bulan depan.


Ibu heran melihat Moon Soo memakan es krim “Biasanya kau tidak suka makanan manis? Dia bagaimana? Siapa namanya? Mirip nama anjing kecil... Gang Do?”
“Ibu, Gang Do apa? Gang Doo.”
“Jadi namanya Gang Doo?”
“Hmm, Lee Gang Doo.”


Moon Soo lalu terdiam, dia mengenang malam itu saat Gang Doo tidak sadarkan diri.


Jae Young dan seorang dokter mendorong Gang Doo dengan panik. Moon Soo memangis dan menjatuhkan dirinya ke tanah.
‘Kemalangan datang padamu secara tak terduga. Keajaiban juga datang tiba-tiba di saat kita bersiap untuk menyerah. Tapi keajaiban itu, dapat datang dari kemalangan orang lain.’


Keadaan Gang Doo masih kritis, Moon Soo akan meminta penjelasan pada Jae Young. Tapi dia tidak punya waktu, Jae Young berlari dengan membawa kotak bertuliskan “Kotak Transfer Organ”. Jae Young juga berbicara di telepon dengan panik.
“Ya, tidak ada trauma pada liver. Ya, bisa tiba dalam 20 menit.”


Moon Soo duduk di samping Jae Young di depan ruang operasi.
“Keajaiban... Aku tidak mempercayainya. Sekarang juga tidak percaya. Tapi setidaknya satu kali... hal itu terjadi. Untuk Oppa-ku.”


Mereka berdua berdiri saat monitor menunjukkan operasi Gang Doo sudah selesai.
‘Maka, kami bersyukur karena masih hidup... Kami harus lebih kuat, dan lebih bahagia.’


Gang Doo mengerjakan sesuatu dengan serius. Sampai akhirnya dia merasa kewalahan menyandarkan kepalanya di meja.


Ketua Tim masuk sambil menggerutu “Hei, Gang Doo! Aku patroli sendirian supaya kau bisa belajar, tapi kau malah tidur?”
“Belakangan ini ... aku lelah sekali.”
“Tidak apa-apa ? Yang mana yang sakit?”


Ketua Tim sangat mengkhawatirkan Gang Doo, tapi Gang Doo hanya berpura pura. Dia lalu mengangkat kepalanya dan tersenyum.
“Kau sudah sembuh, kan? Dasar berandal! Cuma ngaku sakit kalau terpojok. Aku menerimamu karena kekurangan pekerja. Tapi kau diterima karena aku. Asal tahu saja. Ini yang kau pelajari selama ini?”
“Sulit sekali. Aku tidak paham yang mereka katakan.”
“Yaa! Kau kira mudah jadi pengawas desain? Sini, sini, akan kubantu.”


Ketua Tim lalu duduk dan membaca buku yang ada di meja.
“Ketua tim?”
“Anak bandel! Sekarang aku ini manajer. Meskipun sulit dipercaya, jurusanku adalah tehnik sipil. Lihat ini. Lihat... Wah ini sudah banyak berubah ya?” Ketua Tim, eh Manager, tampak kesulitan juga saat mengamati apa yang sedang dipelajari oleh Gang Doo.


Gang Doo masuk ke kamarnya dan melihat Sang Man memakai bajunya sambil membaca komik.
“Itu kukeluarkan agar bisa kupakai. Lepaskan. Cepat. Tidak mau lepas?” Gang Doo menarik bajunya, dan Sang Man tidak bergeming.
“Hyung. Aku ini Ahn Sang Man. Aku ini apamu, hyung? Demi hyung, jangankan liver, bahkan jantungku...”
“Sudah. Aku tahu. Pakai saja.”


Gang Doo lalu duduk di sebelah Sang Man untuk menonton tv. Tiba-tiba Sang man menileh padanya “Hyung, Aku sayang padamu.”
“Baca saja!”
“Sang Man! Gang Doo! Makan! Tidak turun?!” terdengar suara bteriakan ibu Sang Man dari bawah.


Gang Doo masuk ke rumah nenek, sekarang tempat itu bernama Klinik Suki.
“Kami menerima pasien asing. Geriatri. Kami menerima pasien tanpa asuransi kesehatan.”


Di dalam, Jae Young sedang sibuk melayani pasien, tapi masih sempat berbicara dengan Gang Doo.
“Bisa tahan?” Tanya Gang Doo pada Jae Young.
“Satu tahun saja. Akan kulakukan 1 tahun saja. Kenapa melihatku begitu?”
“Apa?”
“Ditunda atau diperpanjang... Jangan berani menggodaku lagi.”
“Uang pemberian nenek lumayan banyak. Cuma setahun? Masih bisa bertahan sampai 10 tahun.” Gang Doo tersenyum geli saat Jae Young meliriknya dengan galak.


Sang Man yang sedang menuliskan keluhan pasien lalu memanggil Jae Young.
“Dokter! Perutnya terasa tidak nyaman... dia juga merasa pusing.”
Jae Young dan Sang Man pun memeriksa seorang pasien.


Gang Doo berdiri di depan sauna Moon Soo yang sedang direnovasi. Dia mengamati Moon Soo yang sedang mengerjakan renovasi.
‘Aku tidak boleh sampai ceroboh terluka. Jika aku terluka, ada orang yang akan sedih. Jadi yang terpenting, tetap sehat tidak celaka dan hidup panjang umur. Itulah ... yang bisa kulakukan pada orang yang aku sayangi.’


Moon Soo berjalan ke sisi Gang Doo dan mengamati bangunan yang direnovasi dengan bahagia.


Moon Soo dan Gang Doo berdiri di atap tempat sauna Moon Soo, dia mengatakan kalau tempat itu harus didekorasi seperti atap di motel ibu Sang Man. Menurut Moon Soo, akan terasa menyegarkan jika ke sini selepas mandi.
“Senang bisa ke sini bersama.” Ucap Gang Doo sambil melihat pemandangan di bawahnya.


Moon Soo lalu menggenggam tangan Gang Doo.
“Aku mencintaimu. Aku cinta padamu, Gang Doo.”
“Aku cinta padamu.” Gang Doo membalasnya lalu mencium Moon Soo.


Moon Soo mencintai aku. Kami bertahan... Syukurlah.

1 komentar

  1. Trima kasih sinopsisnya,alhmadulilah sampe akhir,😍😍

    BalasHapus


EmoticonEmoticon