2/06/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 11 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 11 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 11 Part 1
Oh Jeong mendengar percakapan Oh Gong dan Bu Ja, lalu dia bertanya apa benar Oh Gong tahu kalau Bu Ja tidak akan bisa bertahan lama.
“Semua orang tahu baunya semakin memburuk.”
“Meskipun Anda tahu, Anda menyalakan pemanas... tapi tidak menyalakan AC untuknya.”
“Aku benci dingin. Hidup mewah bagi Zombie sudah berakhir.”


Sekertaris Ma dan Peri Ha sedang membicarakan Sam Jang yang akhirnya menyerahkan hatinya pada Oh Gong. Menurut Sekertaris Ma, Sam Jang rupanya lebih bodoh dari yang dia kira.
“Apa yang manusia inginkan dengan memberi hati pada Iblis?”
Peri Ha menjawab dengan bijaksana, dia mengatakan kalau Sam Jang memimpikan akhir yang bahagia.
“Dia pernah melihat pasangan manusia dan iblis. Dewi Sam Shin mengaturnya lewat Lonceng Cinta.”
“Kau bilang Lonceng Cinta?” sekertaris Ma terkejut mendengar ucapan Peri Ha.


Sekertaris Ma mendatangi toko umum dan bertanya pada cucu pemilik toko apa dia menjual Lonceng Cinta kepada Sam Jang. Dia bertanya apakah Sekertaris Ma memerlukan lonceng cinta.
“Tidak. Aku penasaran apa lonceng cinta bisa berbunyi di antara manusia dan iblis.”
Lalu dia mengatakan kalau tidak bisa menjual barang rahasia lagi, karena waktu Ma Wang menangkapnya, dia dimarahi nenek karena menghilangkan lonceng kematian.
“Hari itu, karena Sam Jang mengadu, aku kehilangan lonceng kematian karenamu.”
“Benar. Kau bilang kehilangan lonceng kematian di hari itu.”


Seon Mi memandangi lonceng kematian di tangannya. Dia masih belum tahu kalau itu bukan lonceng cinta. Dia mengingat saat dia mendengar suara lonceng lalau Oh Gong muncul di hadapannya.
“Aku juga mengaku menyukainya. Tidak ada yang harus di permalukan. Haruskah ku bilang kami pasangan cocok di Surga? Jika aku katakan mendengar lonceng ini berbunyi... apa dia akan mempercayaiku?”


Dua orang petugas sedang berdebat saat akan menebang sebuah pohon tua. Seorang pria ingin menebang pohon itu karena akan mendapat upah 5 juta won. Sedang kan seorang lagi tidak mau melakukannya karena itu pohon keramat.

“Kau tidak tahu orang yang merusak pohon ini akan kecelakaan dan menjadi aneh?  Minggu lalu, Pak Kim yang menebang pohon menjadi gila dan menikam orang! Insiden menikam pisau di lokasi penerimaan obor... karena di sihir oleh pohon ini!”

“Lupakan saja! Mereka bilang kita harus menebang pohon agar bisa memulai konstruksi. Aku akan memotongnya dan mendapatkan 5 juta won.”


Pria yang tidak mau menebang pohon itu lalu pergi. Pria yang akan menebang pohon lalu menghidupkan gergaji mesinnya, tapi mesinnya tidak mau hidup. Mendadak langit menjadi gelap dan daun-daun berguguran. Pria itu melihat ke sekitar, dan tiba-tiba ada yang menyeretnya lalu dia berteriak.


Wartawan berkerumun di depan kamar perawatan Ma Wang di rumah sakit, mereka bertanya pada dokter yang merawat Ma Wang tentang kondisinya. Tapi dokter itu mengatakan dia tidak bisa memberikan komentar apapun


Ma Wang menyaksikan siaran berita yang sedang meliput di rumah sakit tempat dia dirawat. Banyak penggemarnya datang untuk mendoakannya. Lalu ada juga tayangan acara Ma Wang, dan dengan gaya khasnya Ma Wang mengucapkan “Kau lolos!”
Ma Wang jadi sedih dan ingin menangis melihat berita itu, dia lalu menirukan gayanya saat berada di panggung “Kau.... Lolos!”


Oh Gong datang dan langsung mengganti channelnya, dia melihat acara masak memasak di tv. Oh Gong mengatakan kalau Ma Wang  sudah memutuskan untuk mati. Apa gunanya menonton itu?

“Hei, kau lihat tadi? Semua orang menunggu "Kau lolos".”
“Tidak akan lama. Mereka akan lupa dengan cepat.”
“Sepertinya terlalu mudah aku memilih mati. Jika aku tahu sangat di cintai seperti ini... aku akan hidup beberapa tahun lagi.”
“Kau sudah mengatur pers untuk menyatakan tidak punya harapan lagi. Ma Wang, haruskah kita menutup agensi dan buka restoran di tempat seperti itu? Bagaimana dengan Son's Kitchen?”
“Apa maksudmu Son's Kitchen? Kau bahkan tak memasak. Mengapa Son's Kitchen? Seharusnya Woo's Kitchen.”
“Benar. Dulu, kau biasa memasak 3 kali sehari untukku. Karena kau koki handal, kita buat saja Woo's Kitchen.”
“Tentu, tentu saja Woo's Kitchen. Hei, mengapa aku harus membukanya denganmu? Jangan pernah mimpi.”
“Baik. Aku akan datang sebagai pelanggan.”
“Coba saja. Aku tidak akan memberi apapun untuk di makan.”


Sekertaris Ma datang dan mengatakan kalau Ma Wang tidak bisa mati seperti ini. Karena da rumor yang menyebar di SNS.
“Bahkan jika mati, kurasa Anda harus menjelaskannya sendiri terlebih dulu.”


Ma Wang dan Oh Gong lalu melihat rumor yang dikatakan oleh Sekertaris Ma. Ada beberapa orang wanita membawa anaknya dan mengaku mereka adalah istri dan anak yang disembunyikan oleh Ma Wang.


Ma Wang sangat kesal dengan rumor itu. Dia lalu berdiri sambil menunjuk salah satu bagian tubuhnya.
“Sial! Aku sudah berlatih menahannya selama seribu tahun! Mengapa banyak ahli waris?”
“Ma Wang, Ma Wang. Kalau kau mati, mereka akan menerima warisanmu.”


Sekertaris Ma mengatakan ada satu rumor lagi tentang Ma Wang, yaitu kekasih yang tersembunyi. Dan menunjukkan artikelnya.


Kali ini Oh Gong yang menjadi marah, karena berita itu berjudul “Ketua Woo Hwi Lucifer Entertainment, Kekasihnya Yang Tersembunyi Bermarga Jin” dengan foto Seon Mi di artikel itu.
“Omong kosong apa ini! Aku akan membunuh mereka! Ma Wang! Kau akan mengakhiri hidupmu seperti ini? Kau tidak bisa mengakhiri hidup seperti ini!”
“Apa yang harus ku lakukan? Seharusnya aku menyuruh memutuskan respirator.” Ucap Ma Wang dengan tidak bersemangat.


“Kau bisa hidup. Semua orang sedang menunggu "Kau lolos"! Bangun!”
Ucapan Oh Gong berhasil menumbuhkan semangat hidup Ma Wang, dia lalu berdiri dengan semangat.
“Benar. Aku tidak bisa mati seperti ini. Aku harus hidup kembali!”
Ma Wang pun berteriak dengan sangat kencang “Buka matamu!”


Ma Wang yang ada di rumah sakit seketika membuka matanya. Dokter dan perawat yang sedang memeriksanya terkejut dengan keajaiban ini. Dan berita tentang Woo Hwi yang sudah sadar pun menyebar dengan cepat.


Dokter memberitahu Ma Wang dan Skertaris Ma kalau kondisinya sekarang baik-baik saja, hanya perlu beristirahat. Setelah mereka pergi, Sekertaris Ma melaporkan tentang semua ahli waris dan rumor Sam Jang pun sudah dihapus.
“Kapan Anda berencana untuk pulang dari rumah sakit?”
“Jika aku pulih terlalu cepat, orang lain akan menganggapnya aneh. Mungkin seminggu? Ya, aku harus tinggal di rumah sakit setidaknya seminggu.”
“Lalu, tidak keberatan jika ada pengunjung?”
“Benar. Terima cukup banyak pengunjung agar sampai ke pers.”


Petugas yang menolak menebang pohon itu melapor pada atasannya tentang pohon keramat itu, dan meminta padanya agar berdiskusi soal melestarikan pohon dengan Yayasan Korea.


Pria yang datang ke lokasi pohon keramat melapor pada Prof Kang Dae Sung. Prof Kang tidak perduli tentang berita itu.
“Terserah di bakar pohon sialan itu atau menebangnya.”
“Para pekerja tidak sanggup. Pelaku kasus terakhir kali di penerimaan obor juga menyentuh pohon itu.”
“Mereka bilang pohon itu yang melakukannya? Pohon itu menyuruhnya menikamku? Ah, tapi karena kesalahan, dia menikam orang lain. Ini percobaan pembunuhan. Karena pelakunya pohon itu, tolong di tebang. Aku akan mengunjungi korban, Ketua Woo Hwi, di rumah rakit.”


Seon Mi dan Han Joo datang untuk menjenguk Ma Wang, mereka berpapasan dengan Prof kang yang juga akan menjenguk Ma Wang. Han Joo sangat kagum melihat Prof Kang.
“Oh! Itu Prof. Kang Dae Sung. Auranya bukan main. Dia ditakdirkan untuk menjadi hebat. Wow, dia tinggi. Keren sekali.”


Di belakang Prof Kang, Seon Mi melihat ada seorang pria yang kerasukan roh jahat sedang memperhatikan Prof Kang.


Prof Kang memberikan bunga pada Ma Wang dengan disaksikan banyak wartawan.
“Bukannya obor, aku malah menerima buket.”
“Syukurlah kesehatan Anda kembali. Perbanyaklah istirahat.”


Seon Mi melihat Ma Wang dan Prof Kang dari ambang pintu, saat dia menoleh Seon Mi melihat pria yang kerasukan juga sedang memperhatikan Prof Kang dan Ma Wang. 


Pria itu lalu pergi dan Seon Mi mengikutinya tapi tidak bertemu lagi dengan pria itu. Dia kemudian bertemu dengan Bu Ja dan Pal Gye.


Seon Mi menceritakan pada Pal Gye tantang pria yang dilihatnya. Pal Gye bersedia membantu Seon Mi menangkap roh itu. Karena Bu Ja tidak bisa melihat roh jahat, maka Pal Gye memintanya untuk menunggu saja.
“Jangan tidur. Mereka mungkin mengira kau mayat dan membawamu ke kamar mayat.”
“Baik. Aku akan membuat mataku terbuka lebar.”


Secara tidak sengaja Bu Ja duduk di depan kamar ibunya.


Prof Kang yang sudah selesai menjenguk Ma Wang mengatakan pada anak buahnya tentang ibu Jung Se Ra yang juga dirawat di rumah sakit ini.
“Iya. Mereka bilang terkadang dia sadar tapi tidak ada harapan.”
“Seperti Ketua Woo, dia bukan pasien sekarat yang akan hidup kembali kan? Aku akan memastikan keajaiban seperti itu tak akan terjadi.”
“Seperti perintah Anda, kami akan memindahkannya ke rumah sakit lain hari ini.”
“Kirim keranjang bunga ke ruang rumah sakit yang baru. Aku orang berjiwa sosial yang membayar tagihan rumah sakitnya.”


Bu Ja melihat ibunya dibawa keluar dari kamar untuk dipindahkan ke rumah sakit lain. Dia menatap wajah ibunya sambil lalu. Tapi dia merasakan sesuatu, jadi melihat lagi ibunya yang sedang didorong sampai ranjang itu tidak terlihat lagi. 


Seorang pria suruhan Prof Kang sedang membersihkan foto dan poster pencarian Jung Se Ra lalu membuangnya.


Seon Mi dan Pal Gye menemui Ma Wang dan mengatakan tentang pria yang kerasukan roh jahat. Pal Gye bertanya mungkinkah jahat yang di lihat Sam Jang sama dengan orang yang menikam Ma  Wang.
“Kurasa itu roh jahat yang merasuki manusia dan mengejar Kang Dae Sung. Profesor itu bisa berada dalam bahaya.” Ucap Ma Wang.
Tapi menurut Pal Gye, Prof Kang bukanlah sosok sasaran roh iblis semacam itu.
“Pal Gye, jika hidup selama ini, kau seharusnya punya mata untuk menilai orang. Tidak bisa kau membedakan antara seseorang yang memiliki semuanya untuk mengendalikan bangsa?”
“Oh, benar. Kau bilang dia seseorang yang bisa menjadi raja kan? Mengapa roh jahat seperti itu mengejar orang seperti dia?”
“Sam Jang, tolong carikan roh jahat itu. Karena kondisiku tidak memungkinkan, bawalah Sekretaris Ma.”
“Aku akan melakukan yang terbaik untuk menemukannya. B*jingan itu menikam Anda. Begitu menemukannya, langsung ku bunuh.”


Sekertaris Ma lalu berbagi tugas dengan Seon Mi, dia akan melihat di sekitar Prof. Kang. Saat Seon Mi akan pergi, Sekertaris Ma memanggilnya.
“Sam Jang, kudengar dari Peri Ha bahwa kau melihat lonceng cinta?”
“Ah, iya.”
“Kau mendengarnya berbunyi juga?”
“Iya. Suaranya sangat indah.” Lalu Seon Mi pun  pergi.


Sekertaris Ma bergumam pada dirinya sendiri “Sepertinya dia mendengar suara lonceng kematian.”
Advertisement


EmoticonEmoticon