2/12/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 13 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 13 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 12 Part 4
Ah Sa Nyeo lalu meniupkan kelopak mawar yang ditujukannya ke mata Oh Gong. Tapi Oh Gong menepisnya dengan lengannya. Kelopak mawar itu tetap masuk menembus lengan Oh Gong dan masuk ke dalam matanya.

“Sepertinya itu sesuatu yang tidak bisa aku lakukan. Aku bisa memanipulasi jiwa. Yang aku inginkan adalah kau. Mulai sekarang, kau akan tetap di sisiku selamanya, tidak akan berubah. Kau akan melindungiku.” Ucapnya sambil mengelus pipi Oh Gong.


Ma Wang memberitahu Seon Mi kalau yang pergi bersama Oh Gong adalah Ah Sa Nyeo. Secara tidak sengaja roh jahat itu bangun karena Ma Wang mengusik pohon keramat itu.


Ah Sa Nyeo bercerita pada Oh Gong sambil duduk di pangkuannya. Dulu dia adalah seorang cenayang yang bisa memanggil naga. Dia memanggil seekor naga untuk seorang raja. Raja itu melanggar kontrak dengannya (tidak menikahinya), menipunya dan menguncinya di dalam peti. Sekarang Ah Sa Nyeo mencari pasangan yang tidak akan menghianatinya.
“Dewa Agung, mulai sekarang kau harus melindungiku seperti kau melindungi Sam Jang.”
Oh Gong hanya diam dengan tatapan kosong karena terperdaya sihir Asanyeo.


Ah Sa Nyeo lalu melepas Geumganggo dari tangan Oh Gong.
“Sekarang kau milikku.” Dia berbisik pada Oh Gong.


Ah Sa Nyeo terkejut karena ada yang berbicara. “Kau bisa memilikinya. Aku tidak membutuhkannya.” Oh Gong berdiri sambil mengamatinya. Oh Gong lalu mengatakan kalau yang duduk di kursi adalah Son Chil Gong, bukan dirinya.


Ah Sa Nyeo menoleh ke kursi, yang sekarang duduk di sana adalah bonek monyet berwarna abu-abu. Geumganggo yang dipegangnyapun menghilang. Ah Sa Nyeo mengambil Son Chil Gong dan menatapnya. Oh Gong mengatakan dia bisa memiliki Chil Gong, tapi tidak bisa memiliki Oh Gong yang sudah mempunyai tuan.

“Maaf Chil Gong, aku mengirim mu pada seorang wanita dengan tempramen yang menjijikkan. Tapi apa yang bisa ku lakukan, dia menginginkanmu. Kau melakukan pekerjaan dengan baik.” Oh Gong berbicara pada Chil gong.


Ah Sa Nyeo berterima kasih untuk hadianya, tapi dia pikir pasangan yang paling tepat untuknya adalah Oh Gong. Oh Gong secara terang-terangan mengatakan kalau Ah Sa Nyeo tidak cantik sama sekali, wajahnya biasa saja dan tidak punya kecantikan. Ah Sa Nyeo mengatakan dia punya kekuatan yang jauh lebih besar dapi pada Sam Jang.


Seorang wanita berbaring di dalam peti batu, lalu peti itu ditutup dan ditinggalkan di sebuah ruangan.


Ah Sa Nyeo mengatakan dia dihianati oleh manusia yang menguncinya ribuan tahun lalu, dia ingin melaksanakan pernikahan yang dulu tidak bisa dilakukannya. Dia sudah memutuskan, kalau Oh Gong lah yang akan menjadi pasangannya. Oh Gong memahami betapa Ah Sa Nyeo diperlakukan dengan tidak adil, tapi dia tidak peduli tentang pernikahannya yang belum terlaksana. Karena Oh Gong tidak bisa menerima kalau Ah Sa Nyeo mengambil posisi Sam Jang. Lagi pula Oh Gong tidak tahan lagi melihat Ah Sa Nyeo berada di tubuh Bu Ja yang sangat disayangi oleh Sam Jang.


Ah Sa Nyeo bertanya apakah Oh Gong juga menyayangi Bu Ja, bisakah dia menyingkirkan tubuh bocah itu. Oh Gong mengatakan dia sudah berjanji pada Bu Ja akan membakarnya di Sureumdong, karena Bu Ja tidak ingin menjadi roh jahat. Dan Oh Gong akan melakukannya sekarang juga. Ah Sa Nyeo berkilah kalau Sam Jang sedang dalam bahaya karena mungkin saja dia sudah memakan makanan yang dibawanya, walau hanya satu gigitan saja. Ah Sa Nyeo memberikan kelopak bunga mawar dari tangannya, Oh Gong harus segera membawanya. Tanpa pikir panjang, Oh Gong mengambil kelopak mawar itu lalu pergi.


Oh Gong datang dan bertanya dengan panik apakah dia baik-baik sana, dan sudahkah dia memakan makanan yang dibawa Bu Ja. Untungnya Seon Mi belum makan sedikitpun. Oh Gong merasa sangat lega.


Tapi Ma Wang datang dengan mulut yang penuh makanan. Oh Gong segera bertanya apa ada yang terjadi pada Ma Wang, atau dia merasakan sesuatu yang aneh. Ma Wang kebingungan tapi dia terus makan dan mengatakan kalau dia lapar tapi makanan itu sedikit keasinan. Oh Gong merasa kesal, dia membanting piring berisi makanan yang dipegang Ma Wang. Lalu melenyapkan kelopak mawar pemberian Ah Sa Nyeo, dia tahu kalau Ah Sa Nyeo menipunya agar bisa lolos.


Ah Sa Nyeo duduk sambil memandang Chil Gong, tapi dia mendadak melemparkan boneka itu karena terasa panas. Boneka yang terjatuh lalu terbakar dan menghilang.


Seon Mi mengatakan, kalau mereka memenuhi keinginan Ah Sa Nyeo mungkin saja dia akan melepaskan tubuh Bu Ja. Sekertaris Ma bertanya apakah Ah Sa Nyeo menyebutkan secara spesifik pasangan yang dia inginkan. Oh Gong hanya mengatakan kalau Ah Sa Nyeo menginginkan pasangan yang cukup kuat, bagaimana kalau Ma Wang saja? Ma Wang jelas menolak mentah-mentah, karena dia sudah menunggu wanita yang dicintainya selama 1000. Oh Gong lalu mengatakan bagaimana kalau Jeo Pal Gye saja, karena dia lah yang dekat dengan Bu Ja. Tapi Seon Mi mengatakan kalau Pal Gye memberitahunya, dia adalah roh yang paling tidak peduli dengan hubungan dengan lawan jenis.
Menurut Ma Wang, ada seseorang yang paling tepat untuk Ah Sa Nyeo (sambil meninggikan alisnya ke arah Oh Gong). Oh Gong malah mengatakan kalau akan mengirim Sa Oh Jeong untuk Ah Sa Nyeo, karena Oh Jeong sangat kaya dan membuat makanan yang lezat. Dia bahkan sangat manis saat tersenyum. Sekertaris Ma menawarkan dirinya untuk bertanya pada Ah Sa Nyeo, siapa yang dia inginkan. Tapi Oh Gong melarangnya. Ma Wang menangkap gelagat Oh Gong yang mencurigakan, lalu dia meminta Sekertaris Ma mengajak Seon Mi mengambil minuman.


Dengan sedikit memaksa, Sekertaris Ma mengajak Seon Mi untuk mengambil minuman. Seon Mi mengikutinya dengan ragu, walaupun dia tidak haus.


Setelah Seon Mi pergi, Ma Wang langsung mengatakan kalau yang diinginkan Ah Sa Nyeo adalah Oh Gong kan? Oh Gong membenarkannya, karena Ah Sa Nyeo jauh lebh kuat dari Sam Jang, dia bisa melepaskan Geumganggo yang mana adalah hal baik untuk Oh Gong. Menurut Ma Wang, itu adalah hal yang baik karena Oh Gong dan Sam Jang ditakdirkan untuk saling membunuh, sepertinya Sam Jang lah yang akan mati. Oh Gong pikir dirinya lah yang akan mati, karena saat Oh Gong menyadari Sam Jang lah yang akan mati hal itu akan sangat tidak adil untuk Sam Jang. Oh Gong berbicara sambil menatap ke arah Seon Mi oergi bersama Sekertaris Ma. Ma Wang mengatakan dia tidak bisa berbuata apapun karena surga sudah mengatur semuanya.


Oh Gong muncul di hadapan Soo Bo Ri dan langsung menghancurkan meja di depannya.


Oh Gong bertanya, menurut lonceng kematian siapa yang akan membunuh dan siapa yang dibunuh. Soo Bo Ri mengatakan dia tidak tahu, surgalah yang sudah menentukan. Oh Gong sangat marah saat mengatakan seharusnya Soo Bo Ri tidak menggunakan Geumganggo untuk melindungi Sam Jang. Soo Bo Ri berdalih tugas Sam Jang sangat penting, jadi harus ada yang berkorban.


Oh Gong menggenggam lonceng kematian di tangannya lalu lonceng itu lenyap.
“Karena sudah sejauh ini, aku akan melindunginya sampai akhir. Saat aku melindunginya, dia tidak akan pernah mati. Mereka membutuhkan korban? Katakan pada surga dengan jelas. Jika kau membuat masalah dengan Dewa Agng, Son Oh Gong, pengorbanan akan menjadi akhir bagi surga. Kenyataannya aku harus melakukan sesuatu adalah kesalahan surga.”


Setelah Oh Gong pergi, Soo Bo Ri menengadahkan wajahnya ke atas dan bertanya apakah mereka benar-benar membuat kesalahan. Terdengar suara petir yang sangat kencang hingga membuat Soo Bo Ri terkejut. Dia lalu berteriak ke atas.
“Kenapa kau menyalahkan aku? Kau lah yang membuat keputusan!”
Lagit terus bergemuruh dengan mendung sangat gelap.


Menurut Ma Wang, Oh Gong mempunya kesempatan hidup karena bertemu Ah Sa Nyeo tapi dia malah menyia-nyiakannya. Dia adalah dewa, walapun tidak bisa merubah keputusan surga, dia bisa ikut campur dalam kehidupan manusia. Sekertaris Ma mengatakan karena Ma Wang sudah melihat reinkarnasi Na Chal yang ke 9, dia jadi penasaran bagaimana selanjutnya. Ma Wang mengatakan kali ini harus menghentikan kehidupan Na Chal yang menyedihkan, maka dari itu dia harus berhati-hati membuat kesepakatan dengan Ah Sa Nyeo.


Seon Mi melihat langit yang sangat gelap dan banyak petir walaupun tidak turun hujan.


Oh Gong muncul dan mengatakan mungkin langit sedang marah. Seon Mi dengan ketus bertanya kenapa Oh Gong kembali. Dia mengatakan datang untuk melindungi Seon Mi, karena ada roh wanita jahat Oh Gong tidak bisa meninggalkan Seon Mi sendirian. Tapi Seon Mi masih kesal pada Oh Gong, dia masuk dengan sengaja menyenggol bahu Oh Gong.


Oh Gong berpikir, Ma Wang pasti sudah mengatakan sesuatu pada Seon Mi.


Seon Mi masih kesal, dia membereskan makanan yang dibawa oleh Ah Sa Nyeo. Oh Gong mengatakan agar tidak menghiraukan Ma Wang, apapun yang dikatakannya.
“Aku tidak peduli. Aku dengar yang wanita itu inginkan adalah kau. Itu tidak penting bagiku. Kalaupun penting bagiku, akankah semua berubah? Baik, nikahi wanita itu.”
Seon Mi kesulitan menutup penutup kotak makan karena dia melakukannya dengan marah. Oh Gong memberitahunya kalau itu bukan tutup yang jadi tidak akan bisa ditutup. Seon Mi masih kesal dan mengatakan tidak peduli Oh Gong akan menikah atau tidak.


Seon Mi sangat marah, dia tidak peduli mereka cocok atau tidak. Padahal yang Oh Gong maksud adalah kotak makan dan penutupnya yang tidak cocok jadi tidak bisa ditutup dengan benar. Oh Gong lalu mengambil kotak makan dan mengganti tutupnya dengan tutup yan benar.
“Ini cocoknya dengan yang ini, bukan yang ini. Kalau kau memaksakan dengan yang ini, tentu saja tutupnya tidak bisa menutup.”


Oh Gong memegang kepala Seon Mi .
“Itulah kenapa kamu marah. Tutupnya terbuka. Aku akan menutupnya untukmu.”


Oh Gong lalu memeluk Seon Mi, dia bertanya apa yang sedang Oh Gong lakukan.
“Kau pikir ini cukup? Tutuplah dengan erat.”
Oh Gong tersenyum mendengar ucapan Seon Mi. Seon Mi meminta maaf karena telah mengusik hal aneh (Ah Sa Nyeo) dan membuatnya bangun.
“Aku tahu, seharusnya aku tidak marah padamu.”
“Ini salah Ma Wang. Kalau kau menderita dan menyalahkan orang lain, itu bagus untuk kesehatan jiwamu.”
“Aku takut. Seperti waktu itu aku bisa saja melukaimu lagi. Aku takut.”
“Berpegangan dengan eratlah padaku. Aku akan baik-baik saja.”
Seon Mi lalu memeluk Oh Gong dengan erat.
Advertisement


EmoticonEmoticon