2/12/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 13 PART 2

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 13 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 13 Part 1
Prof Kang sedang berdiskusi tentang simbol yang berada di peti batu berumur ribuan tahun itu. Arti dari simbol-simbol tersebut bisa saja sesuatu yang mengerikan atau berbahaya. Gambar naga biasanya melambangkan raja dan tidak diukir di sembarang tempat. Pemilik peti itu pasti memiliki kekuasaan sebesar raja atau bahkan lebih besar.


Ah Sa Nyeo bertemu dengan dua orang pria yang menggodanya dan mengajaknya minum. Dia pun ikut dengan mereka berdua.


Di suatu tempat, Ah Sa Nyeo keluar dari sebuah mobil yang berlumur darah. Dia mengatakan darah dua orang pria itu belum cukup baginya, dia tetap membutuhkan Sam Jang. Tai dia juga teringat Oh Gong yang mengatakan tidak akan membiarkan dia begitu saja. Ah Sa Nyeo lalu berpikir untuk memperdaya Ma Wang, dia sudah mengetahui kelemahannya.


Ma Wang menangis sambil memandang lukisan Na Chal.

Seon Mi diberitahu oleh Oh Gong kalau Ah Sa Nyeo beraroma mawar. Dia jadi iri dengannya karena Ah Sa Nyeo mempunyai kekuatan yang hebat, sedangkan dia tidak memiliki kekuatan apapun. Oh Gong mengatakan kalau darah Sam Jang jauh lebih kuat dibandingkan Ah Sa Nyeo yang harus menumpang pada tubuh orang lain. Seon Mi tetaap saja khawatir, karena dia harus menyelamatkan Bu Ja dan juga mendapatkan poin untuk Ma Wang. Oh Gong jadi penasaran apa yang dikatakan Ma Wang.


Flashback. Ma Wang memohon pada Seon Mi sambil menangis, dia mengatakan poinnya bisa hilang begitu saja. Dia harus memenuhi keinginan Ah Sa Nyeo, lalu membuatnya tertidur kembali untuk mendapatkan poin. Karena itu dia harus menggunakan Oh Gong sebagai umpannya. Pernikahannya hanya formalitas, dan perasaan Oh Gong yang sebenarnya hanya untuk Sam Jang. Dengan begitu, mereka juga dapat menyelamatkan Bu Ja.


Karena hanya formalitas saja, Seon Mi mengijinkan Oh Gong menikahi Ah Sa Nyeo. Dia juga sudah dua kali menikah dengan Oh Gong, jadi tidak apa-apa jika Oh Gong berpura-pura menikah dengan Ah Sa Nyeo. Oh Gong lalu mengajak Seon Mi untuk menikah sekali lagi, mereka sudah dua kali melakukan pernikahan tapi kali ini pernikahan yang sebenarnya. Seon Mi ragu hal itu bisa terjadi, Oh Gong meyakinkannya dengan mengatakan akan memberikan apapun yang Seon Mi inginkan. Seon Mi mengatakan agar jangan pergi darinya walaupun dia sudah melepas Geumganggo.


Oh Gong mengulurkan tangannya meminta Seon Mi untuk selalu menggenggam tangannya. Seon Mi tahu Oh Gong sedang mengajaknya membuat perjanjian baru, Seon Mi memintanya kali ini agar tidak melanggarnya lagi. Oh Gong pun setuju, dia meminta Seon Mi untuk mengatakan syaratnya. Seon Mi akan memikirnya perjaiannya, dia tidak akan terburu-buru seperti waktu dia masih kecil.


Oh Gong merasa lelah dan sakit kepala lalu berbaring di pangkuan Seon Mi. Tapi Seon Mi mendorongnya.
“Katamu kau lelah. Jangan berabaring di sini.”
Oh Gong pun bangkit dan mearikm Seon Mi untuk berbaring di kamar, karena Seon Mi melarangnya berbaring di pangkuannya. Seon Mi bilang jangan menggodanya dan pergi saja, tapi Oh Gong bersikeras tidak akan pergi.


Oh Gong kesal karena dia sudah berkata manis tapi Seon Mi masih saja menyuruhnya pergi. Lalu Seon Mi mencengkeram baju Oh Gong “Aku juga tidak mau menyuruhmu pergi. Kau pikir mudah menyuruhmu pergi?! Aku berusaha keras melindungimu sekarang. Sebelum aku marah cepat pergi!” Seon Mi lalu meninggalkan Oh Gong.


Oh Gong menyentuh dirinya sendiri “Dia melindungiku? Karena dia mengharga Oh Gong? Ah tapi aku lebih suka kalau dia tidak menghargaiku.” Katanya dengan nada kecewa.


Ma Wang sedang mengamati Na Chal yang sedang duduk di halte. Melihat Na Chal yang tampak sedih, Ma Wang pun berkaca-kaca. Suara Sekertaris Ma “Anaknya diculik dan dibunuh saat hujan di halte bus. Hari itu dia tidak bisa menjemput anaknya, dia merasa sangat bersalah jadi setiap hari dia akan selalu duduk di sana.”
Ma Wang melihat Ah Sa Nyeo datang menghampiri Na Chal dan mengmbilkan tasnya yang terjatuh. Na Chal mengucapkan terima kasih lalu Ah Sa Nyeo duduk di sampingnya dan tersenyum pada Ma Wang.


Ma Wang bertanya kenapa Ah Sa Nyeo mendekati wanita itu. Ah Sa Nyeo memberikan sebuah pisau lipat pada Ma Wang dan memberitahunya kalau Na Chal selalu membawa pisau itu di dalam tasnya.


Ma Wang bertanya pada Sekertaris Ma apa ada hal yang tidak dilaporkan padanya. Dia tampak kecewa pada Sekertaris Ma. Dan dengan perasaan takut, dia mengatakan pada Ma Wang kalau belum lama ini Na Chal menusuk seorang siswi.


Sekertaris Ma mengatakan kalau Na Chal juga menusuk wanita yang membunuh anaknya yang berusia 8 tahun. Meskipun dia tidak membunuhnya, tapi dia sangat berniat melakukannya. Wanita yang membunuh anaknya hanya dihukum 3 tahun penjara, hal itu sangat menyakitkan baginya.


Ma Wang sangat sedih memandangi pisau di tangannya. Na Chal pasti sangat menderita, mengalami pahitnya kematian anaknya sendiri. Menusuk musuhnya, dan pada akhirnya dia sendiri yang akan mati dan kehidupannya terus berulan seperti itu.


Sekertaris Ma mencegah Ma Wang yang beranjak dari kursinya, dia sepertinya kan pergi. Sekertaris Ma mengatakan kalau Ma Wang mencampuri masalah ini, kehidupan Na Chal akan semakin menderita.


Ah Sa Nyeo menawarkan diri untuk membantu, tapi Sekertaris Ma melarangnya.
“Diamlah! Sampai peti matimu ditemukan dan kau bisa kembali tidur. Lebih baik kau diam saja!”
“Aku hanya ingin membayar kebaikan Ma Wang yang membantuku bangun kembali.”


Sekertaris Ma akan membawa Ah Sa Nyeo keluar, tapi Ma Wang mencegahnya dan malah meminta Skertaris Ma pergi.


Ma Wang lalu bertanya pada Ah Sa Nyeo apa yang bisa dia lakukan.
“Aku adalah cenayang. Karena itu aku bisa melakukan banyak hal.”


Sa Oh Jeong bersama para bawahannya akan mengadakan rapat, tapi di dalam ruangan rapat Oh Gong sudah duduk menunggu Oh Jeong. Oh Jeong lalu meminta agar rapat diundur selama satu jam.


Sa Oh Jeong bertanya ada apa hingga Oh Gong mencarinya ke kantor. Oh Gong  memintanya mencari tahu tentang Ah Sa Nyeo dan juga Kang Dae Sung.


Di bawah pengaruh Ah Sa Nyeo, Pal Gye mengatakan semua tentang Bu Ja.


Saat Ah Sa Nyeo akan pergi, Pal Gye memegang kepalanya. Sepertinya pengaruh sihir Ah Sa Nyeo sudah hilang.
“Bu Ja kau dengar aku kan? Kau bilang ingin menemukan keluargamu. Aku akan menemukan mereka.”
“Karena aku bukan  Bu Ja, aku tiak perlu menemukan keluarga atau hal semacam itu.”
Pal Gye pun terpengaruh lagi oleh Ah Sa Nyeo, dia lalu pergi.


Ah Sa Nyeo merasakan seuatu yang aneh pada dirinya.
“Kenapa ini? Apa dia masih ada di dalam diriku?”


Seon Mi bertanya pada Han Joo, apakah dia memakain cinci kawin di jarinya karena cinta? Bagaimana jika tidak saling mencintai, lalu memakai cincin akankah membuat jadi jatuh cinta. Dan bolehkan meikah karena itu? Han Joo mengatakan tidak boleh jika menikah hanya karena materi (cincin), menikah karena saling mencintai. Kalau menikah hanya karena cincin, maka saat cincin dilepas semuanya akan hilnag. Seon Mi lalu bergumam, yang dia berikan pada Oh Gong bukanlah cincin, tapi gelang.


Saat Han Joo duduk di kursi, Oh Gong muncul memegang wajah Seon Mi dan menggeleng (maksudnya ucapan Han Joo tidak benar), kemudian langsung mencium Seon Mi. Sebelum menghilang, dia memberikan sebuah senyuman menggoda.


Han Joo tidak menyadari kedatangan Oh Gong, dia meminta Seon Mi untuk mengambilkan cap. Dia juga mengatakan kalau cinta yang awalnya tidak ada, tiba-tiba muncul karena hal yang bersifat materi maka cinta juga akan menghilang saat harta itu hilang.


Oh Gong muncul lagi, meggeleng lagi dan mencium Seon Mi, tersenyum lalu menghilang. Meninggalkan Seon Mi yang tersipu. Seon Mi tersdara karena  Han Joo meminta capnya.


Seon Mi lalu duduk di dekat Han Joo. Dia bertanya kalau dia bisa terus memberikan berlian sampai dia mati terus memberikan berlian, bukankah cintanya tidak akan hilang. Han Joo mengatakan kalau memang dia mempunyai kekuatan seperti itu, maka lakukan saja dia juga senang kalau Seon Mi juga memberikan untuknya. Lalu dia keluar dari ruangan Seon Mi. Seon Mi senang mendengar bjawaban Han Joo, dan mengucapkan terima kasih.


Oh Gong muncul lagi, memegang kepala Seon Mi dan menciumnya berkali kali. Saat Han Joo akan masuk lagi ke ruangan karena Seon  Mi memberikan cap yang salah, Oh Gong menggunakan kekuatannya untuk menutup lalu mengunci pintunya. Han Joo merasa heran dengan sikap Seon Mi, dia mengira Seon Mi yang mengunci pintu.
“Hah! Benar-benar. Berurusan dengan wanita memang sulit. Ah! Sepertinya aku akan sakit.”
Advertisement

1 comments:

Ma wang melakukan kesalahan besar. Benar kata sekertaris Ma, itu akan lebih mempersulit si nonya kipas. Karena memang itu takdirnya, dan andai ada yang mengubahnya, kemungkinan sesuatu yang buruk akan terjadi. Sesuatu yang besar itu butuh pengorbanan, apalagi mengubah takdir. Kali ini ma wang sangat egois...


EmoticonEmoticon