2/12/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 13 PART 3

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 13 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 13 Part 2
Jenderal Es senang mendapat kunjungan dari Bu Ja, dan menawarkan untuk membekukannya sedikit. Tapi kemudian menyadari dia bukan berbicara dengan Bu Ja karena ada yang berubah dari Bu Ja.
“Lama tidak bertemu, Jenderal Es. Kau tidak mengenali aku? Menyedihkan sekali. Mau bagaimana, sudah lebih dari 1000 tahun lalu juga kan? Kulihat, kalian bersaudara masih berbagi satu tubuh.”
“Ah Sa Nyeo nim?”
“Aku bertemu dengan adikmu. Aku bahkan mendapatkan lipstik darinya.”
“Kau bertemu dengan adikku? Anak itu tidak tahu apa-apa tentang Ah Sa Nyeo nim.”
“Bahkan meski aku yang mengizinkan jiwanya yang menjengkelkan itu bertahan hidup dengan meletakkannya pada tubuh kakaknya. Bukankah tidak nyaman berbagi tubuh dengan adikmu? Bahkan sekarang, aku masih bisa mengeluarkan jiwanya untukmu dan membuatnya lenyap.”
“Kenapa kau datang menemuiku?”


Ah Sa Nyeo mengatakan sekarang saatnya Jenderal Es yang membantunya. Hal pertama yang harus dilakukan Jenderal Es adalah mengambil wadah dupa yang sebelumnya digunakan oleh Ah Sa Nyeo.


Sekertaris Ma menemui Oh Gong untuk meminta bantuannya menghentika Ma Wang.
“Beliau sudah bertemu dengan reinkarnasi kesembilan Puteri Kipas Besi. Sebab itu Ma Wang pasti semakin tidak sabar. Ah Sa Nyeo berencana melakukan sesuatu yang sangat berbahaya.”
Menurut Sekertaris Ma, cara yang akan dilakukan Ah Sa Nyeo sangatlah berbahaya.


Soo Bo Ri juga meminta Ma Wang untuk tidak tergesa-gesa, dan menunggu hingga saatnya tiba untuk menjadi dewa. 
“Aku sudah menunggu 1000 tahun lamanya. Jika ada cara yang memungkinkan bagiku sekarang, maka aku akan menempuh apa pun itu.”
“Puteri Kipas Besi itu telah melakukan dosa yang begitu keji!” Soo Bo Ri menjadi marah melihat MA Wang yang tidak bisa menahan dirinya.


Ma Wang pun menjadi tidak bisa mengendalikan emosinya. Dia memukul meja di hadapannya hingga terbelah.
“Aku akan membayar harga atas dosa tersebut! Bukankah sudah cukup dengan begitu?!”


Soo Bo Ri pun meluapkan kemarahannya pada surga. Dia berteriak menghadap langit yang kemudian deselimuti awan hitam dan petir yang terus menyambar.
“Aku tidak bisa menghentikan dia! Sebelumnya dia bilang akan berpegang teguh pada aturan! Aku ini harus bagaimana lagi!? Makanya, kenapa kalian menugaskan aku menghadapi para berandal temperamental begitu?!”


Ma Wang dengan mata berkaca-kaca mengamati kekasihnya yang sedang menjalani kehidusebagai manusia biasa. 


Soo Bo Ri menjatuhi hukuman kepada Na Chal Nyeo, yaitu dihapuskan dari Kahyangan.


Ma Wang sangat menderita karena hukuman yang diterima oleh kekasihnya.


Soo Bo Ri bercerita kepada Seon Mi. Kekasih Ma Wang sebenarnya Dewi bernama Cha Eun, dia mencuri jiwa anak-anak dari para manusia untuk menyelamatkan buah hatinya. Seribu tahun setelahnya, dia sudah melalui 9 kali reinkarnasi yang menyakitkan. Dari 108, dia sudah melalui 9, jadi masih 99 kali lagi. Jika dia mendapat 9 kali reinkarnasi dalam 1000 tahun, untuk 99 kali reinkarnasi maka membutuhkan 10.000 tahun. Ma Wang berencana mengambil alih 10.000 tahun rasa sakit itu sekaligus.
“Apakah anaknya Na Chal Nyeo tewas?”
“Mungkin Ma Wang yang akan mati. Sam Jang, cobalah untuk menghentikan dia.”


Oh Gong mengatakan kalau 10.000 tahun rasa sakit pasti sangat sakit. Dia direbus dalam Belanga Emas selama 49 hari, tapi tampaknya rasa sakit Ma Wang 1200 kali lebih parah. Jadi Oh Gong memintanya untuk tidak melakukannya, tapi Ma Wang masih keras kepala.
“Kau memercayai Ah Sa Nyeo?”
“Jika dia menipuku, kau akan membunuhnya.”
“Kau percaya kepadaku?”
“Kau kan berhutang kepada kami, ingat? Saat kami putus, dia mengatakan kepadaku ingin kembali, jadi dia mengirim Pachoseon (kipas) kepadaku melalui kenalannya sesama Dewa (Son Oh Gong). Jika Dewa berandal itu... tidak mengantonginya, maka kami pasti sudah kembali bersama. Bukan begitu?”
Waktu itu, Oh Gong pikir tidak masalah jika mengulur sedikit waktu sebelum mengembalikannya kepada Ma Wang. Saat itu ternyata Ma Wang juga tidak tahu kalau Cha Eun terlibat dalam insiden dan membuatnya ditendang keluar dari kayangan. Oh Gong kemudian berniat memberikannya kepada Ma Wang, tapi justru dikurung di Gunung Lima Elemen secara mendadak, jadi tidak bisa melakukannya. Ma Wang tidak peduli, pokoknya Oh Gong harus membayar hutangnya sekarang.


Ma Wang meminta Oh Gong untuk tidak menghalanginya, lalu bertanya jika Oh Gong berada di posisinya akankah dia melakukan hal yang sama.
“Aku tidak akan tahan untuk tidak melakukannya.” Ucap Oh Gong sambil memandang Geumganggonya.


Seorang petugas keamanan berusaha menghentikan Ah Sa Nyeo dan Jenderal Es yang berusaha masuk ke sebuah museum. Tapi dia dipengaruhi oleh sihir Ah Sa Nyeo kemudian menuruti perintahnya untuk membuka pintunya.


Ah Sa Nyeo dan Jenderal Es menuju ke tempat yang menyimpan tempat abu. Atas perintah Ah Sa Nyeo, Jenderal Es menggunakan kekuatannya untuk mengambil tempat abu itu.


Ah Sa Nyeo menggunakan wadah dupa tersebut untuk meletakkan jiwa Peri Ha pada tubuh Jenderal Es. Itu karena Ah Sa Nyeo dapat memanipulasi jiwa.
“Apa yang hendak kau lakukan kali ini dengan wadah dupa itu?”
“Kali ini, aku hendak menukar jiwa.”
“Jiwa siapa dengan siapa yang hendak kau tukar?”
“Aku dengan Sam Jang. Supaya dapat melakukannya, aku harus meletakkan dulu darah Sam Jang pada wadah dupa itu dan mencampurnya dengan darahku. Aku pasti bisa mendapatkan darah Sam Jang bila memanfaatkan Ma Wang.”


Perbuatan mereka berdua terekam oleh kamera pengawas.


Ma Wang sangat senang akhirnya dia bisa menikmati masakan Sa Oh Jeong setelah sekian lama. Sa Oh Jeong mengatakan itu karena Oh Gong nim yang memintanya. Oh Gong bertanya kenapa tidak ada Napa Kimchi kesukaan Ma Wang. Sa Oh Jeong mengatakan fermentasinya belum sempurna.
“Dia tidak akan bisa menunggu sampai nanti. Cepat ambilkan agar dimakan olehnya.”


“Sedang apa sih kau? Aku akan tetap hidup sampai Napa Kimchi-nya terfermentasi. Aku tidak akan mati. Apa-apaan kau?”
“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Makanlah.”


Ma Wang bertanya ada apa Pal Gye datang, dia tidak ada jadwal hari ini. Oh Gong menyuruhnya mengucapkan perpisahan pada Ma Wang. Ma Wang melihat Oh Gong berdiri di depan pintu, dan menjadi kesal.
“Ma Wang mau ke mana?”
“Aku akan pergi, tapi akan kembali. Aku pasti akan kembali.”
Pal Gye merasa kesal, dia pikir Oh Gong menipunya untuk hal yang tidak penting.
“Pal Gye-ya, sebentar. Aku mengatakan ini untuk berjaga-jaga saja. Kau sudah bekerja dengan baik mengumpulkan bola energi selama ini. Mereka tersimpan dalam brankas, kalau kau butuh ambil saja. Sekretaris Ma tahu kodenya, jadi daripada bertengkar, kalian bertemanlah dan saling berbagi.”
“Aku sungguh bisa menggunakannya?”
“Benar. Pergilah.”


Setelah Pal Gye pergi, Oh Gong berteriak “Selanjutnya!” lalu Naga Giok masuk ke ruangan Ma Wang.


Naga Giok pikir Kerajaan Naga Laut menghubungi Oh Gong, tapi ternyata Oh Gong hanya memintanya mengucapkan selamat tinggal pada Ma Wang. Tapi sebelum dia mengatakan apapun, Ma Wang sudah berteriak padanya.
“Lupakan! Aku tidak butuh salam perpisahan darimu. Kembali saja sana ke Kerajaan Naga Laut!”
Naga Laut pun keluar dari ruangan Ma Wang dengan jengkel.


“Ma Wang, apa masih ada orang lain lagi yang ingin kau ucapkan perpisahan?”
“Kenapa kau terus berusaha membuatku terlihat seperti Kerbau meregang nyawa di atas meja jagal? Aku tidak akan mati!”
“Tentu kau tidak akan mati. Tetap saja, kau harus mengucapkan selamat tinggal. Ah, Ma Wang, ada seseorang yang jelas ingin kau temui sebelum kau pergi kan? Aku akan membawanya ke sini untukmu. Tunggulah.”
“Dia sangat menikmati ini semua. Dia menikmati saat dalam hidupnya di mana  berpikir aku akan mati. Dasar sinting. Kep*rat!”


Naga Giok bertemu Pal Gye yang sedang menunggu lift, dia mengajak Pal Gye pergi bersama ke tempat pemotretan, tapi dia menolaknya.
“Aku tidak akan ke sana. Aku akan menemukan ibunya Bu Ja.”
“Dia bukan Bu Ja lagi.”
“Dia masih Bu Ja! Dia masih adikku. Jangan membatku mendengar kau ikut mengatakan dia bukan Bu Ja!”


Ah Sa Nyeo menemui Sam Jang untuk meminta maaf telah berpura-pura menjadi Bu Ja. Katanya dia sedang melakukan tes pada Sam Jang, bagaimana bisa seseorang seistimewa Sam Jang tidak dapat mengenali jiwa seseorang berubah. Dengan rendah hati Seon Mi memuji kehebatan Ah Sa Nyeo.
“Aku dengar kau adalah Cenayang yang handal. Karena kau sangat kuat, tampaknya kau melindungi Bu Ja sampai tidak membusuk lagi. Terima kasih. Kau sangat hebat.”


“Kalau sehebat itu, kau mau bertukar? Darahmu memiliki aroma bunga lotus. Meski begitu, darahku memiliki aroma mawar, yang selalu lebih kuat bila dibandingkan. Aroma lotus dan aroma mawar. Kau mau bertukar?”
“Ada sesuatu yang kupelajari untuk menyadarkan kesalahan seseorang pada saat seperti ini. Tidak mau. Kenapa harus? Berapa banyak kau akan membayarku? Sekalipun kau beri 500 juta won, tidak akan kutukar.
“Dari mana kau mempelajari hal semacam itu?”
“Son Oh Gong. Kami memang kekanak-kanakan seperti ini. Kami mirip. Jadi jangan berpikir untuk melibatkan diri di antara pasangan yang mirip ini. Dan soal kemampuan, aku beri tahu kau bahwa baik Bu Ja maupun dirimu, Ah Sa Nyeo, bangkit dari darahku. Darahku juga memiliki kekuatan yang hebat. Sebab itu, aku tidak berniat menukarnya.”


Kang Dae Sung sedang berbicara dengan seorang pria yang menunjukkan gambar naga yang sama persis dengan gambar pada peti batu dan wadah dupa yang menghilang dari museum beberapa waktu lalu.


Kang Dae Sung sedang memeriksa rekaman CCTV pada saat wadah dupanya menghilang. Selain gambar Jenderal Es, gambar Ah Sa Nyeo juga tertangkap di sana. Kang Dae Sung mengamati wanita itu dan terkejut saat melihatnya tersenyum ke arah kamera lalu menghilang.
“Jung Se Ra. Gadis itu. Sesuai dugaanku, dia masih hidup dan tidak mati.”
Advertisement


EmoticonEmoticon