2/13/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 14 PART 1

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 14 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 13 Part 4
Ma Wang yang mengira dirinya sudah mati mendengar suara Oh Gong memanggilnya, dia pikir walapun sudah mati kenapa dia masih harus berurusan dengan berandal itu. Akhirnya Ma Wang sadar karena Oh Gong terus memanggilnya, Oh Gong mengomel karena kesal dia pikir Ma Wang sudah mati.


Ma Wang bertanya apakah dia sudah menerima 99 hukuman takdir, Oh Gong bilang dia hanya menerima 88, karena setelah itu dia ambruk. Ma Wang berusaha bangun dengan susah payah untuk menerima sisanya. 


Ternyata Oh Gong berbohong, dia memperagakan saat dirinya menerima 10 hukuman menggantikan Ma Wang. Dan satu lagi hukuman diterima oleh Soo Bo Ri yang kini tidak sadarkan diri.


Ma Wang merasa lega walapun dia merasa sangat kedinginan dan semua yang dilihatnya hanya kegelapan. Ma Wang menjadi buta setelah menerima siksaan takdir.


Ah Sa Nyeo meminta Jenderal Es untuk mengambil tempat dupa untuknya, karena tempat dupa itu sudah menyimpan darah Sam Jang dan dia hanya tinggal menambahkan darahnya sendiri. Tubuh Bu Ja tidak cukup kuat untuknya. Tapi Jenderal Es mengatakan hal itu tidak mudah untuk mencuri tempat dupa dari Son Oh Gong di rumah Ma Wang.


Pal Gye datang dan Ah Sa Nyeo bersembunyi sambil mendengarkan pembicaraan Pal Gye dengan Jenderal Es. Pal Gye mencari Peri Ha karena Ma Wang sedang sakit akibat menerima siksaan takdir, sekarang tubunya membeku jadi membutuhkan peri musim panas. Pal Gye lalu keluar, dia akan menunggu di mobil.


Ah Sa Nyeo senang mendengarnya, dia menemukan cara untuk masuk ke rumah Ma Wang.


Ma Wang sangat kedinginan walapun Oh Gong sudah menghangatkannya sampai Oh Gong sendiri kedinginan. Oh Gong kesal karena Ma Wang terus menarik tangannya minta dipeluk. Karena bujukan Seon Mi, Oh Gong pun mau menggenggam tangan Ma Wang dengan kedua tangannya. Oh Gong mengatakan pada Ma Wang sekarang Cha Eun sudah mengakhiri siklus siksaan takdirnya, dia pergi tanpa terluka.


Sekertaris Ma pun datang membawakan obat yang didapatkannya dengan susah payah dari tempat yang berbahaya, sampai tangannya terluka dan rambutnya berantakan. Ma Wang mengkhawatirkannya tapi dia berbohong dan mengatakan dia baik-baik saja.


Saat Sekertaris Ma akan pergi, Oh Gong bertanya apa yang dia berikan untuk Ma Wang. Tapi Sekertaris Ma tidak mau menjawab, dia pergi dengan terburu-buru.


Oh Gong mencurigai Skertaris Ma sudah mendapatkan obat, tapi dia hanya memberikannya untuk Ma Wang dan mengatakan tidak ada kesetiaan untuknya. Menurut Seon Mi, Sekertaris Ma dan Oh Jeong setia walapun mereka adalah siluman. Bahkan manusia pun tidak memiliki hubungan yang berlangsung selamanya. Oh Gong mengatakan kalau di antara mereka sudah berkomitmen untuk setia, maka jika ada yang berhianat akan diabayar dengan nyawa.


Peri Ha datang untuk menghangatkan Ma Wang. Ma Wang pun sangat senang dia kini jauh merasa lebih baik. Peri Ha mengatakan akan terus datang untuk mengahangatkan rumah Ma Wang dan juga akan membuatkan tonik, agar setelah Ma Wang terdektoksifikasi dia bisa melihat lagi.


Pal Gye dan Oh Jeong membicarakan kecantikan Peri Ha di masa lalu. Dia adalah peri yang tercantik di surga. Sa Oh Jeong dengan polosnya mengatakan dulu Oh Gong memuji kecantikan Peri Ha dan mengaguminya, Oh Gong pun tanpa pikir panjang mengakuinya dan membuat Seon Mi cemburu.


Seon Mi pun pergi dari rumah Ma Wang dengan kesal.


Pal Gye merasa kesal dengan kepolosan Oh Jeong dan Oh Gong yang tidak mengerti perasaan wanita saat membicarakn wanita cantik. Pal Gye menyuruh Oh Gong segera menyusul Seon Mi.


Sa Oh Jeong melihat sikap Oh Gong dan mengatakan kalau Oh gong sangat menyukai Sam Jang. Mereka lalu membicarakan Jenderal Es dan Peri Ha yang berbagi tubuh, kalau Peri Ha ada di sini berarti Jenderal Es tidak bisa bekerja. Menurut Pal Gye hal itu pasti sangat tidak nyaman. Mereka berdua juga tidak tahu bagaimana akhirnya Jenderal Es dan Peri Ha bisa berbagi tubuh. 


Oh Gong menunggu Seon Mi di dalam rumahnya, dia mengatakan kalau muncul di dalam taksi yang ditumpangi Seon Mi akan mengagetkan supir taksi dan bisa menyebabkan kecelakaan. Seon Mi masih cemburu, jadi dia bertanya kenapa Oh Gong datang bukannya dia sedang mengenang masa lalu. Oh Gong lalu menunjukkan Geumganggo dan mengatakan karena Geumganggo baginya tidak ada yang cantik selain Seon Mi.

Seon Mi lalu bertanya, sebelum dia memakai Geumganggo apakah Seon Mi tampak cantik tapi Oh Gong mengatakan dia tidak bisa mengingatnya. Lalu Seon Mi mengatakan kalau dulu dia adalah mangsa bagi Oh Gong, jadi bukan cantik atau tidak tapi enak atau tidak. Apakah dirinya seperti ayam atau bukan. Karena Seon Mi khawatir dia tidak akan cantik lagi di mata Oh Gong kalau Geumganggo dilepas, maka Oh Gong berjanji dengan tulus dan atas kemauannya sendiri tidak akan pernah melepasnya.


Karena Seon Mi sudah merasa baikan, dia lalu meminta Oh Gong untuk pulang tapi Oh Gong malah memeluknya. Oh Gong mengatakan kalau Seon Mi sangat mudah merasa senang.

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS

“Teruslah marah. Menenangkanmu adalah hal yang menyenangkan. Bertengkar denganmu seperti ini juga menyenangkan. Kita harus bertengkar hanya kerana hal seperti kau cantik atau tidak. Akhirnya aku mengerti kehidupan normal seperti yang kau inginkan. Kebersamaan adalah hal yang luar biasa. Dewa Gung Son Oh Gong dengan tulus mencintai Jin Seon Mi si manusia. Aku mencintaimu.” 


Setelah mengatakannya, Oh Gong pun berpamitan. Tapi Seon Mi memegang tangannya sambil mengatakan kalau untuk manusia normal ada pilihan yang bisa dilakukan setelah bertengkar. Untuk teman mereka akan pergi minum bersama. Dan untuk kekasih, langsung pergi begitu saja bukanlah hal yang tepat. Seon Mi merasa malu setelah mengatakannya. Oh Gong menutup pintu dan bertanya bisakah dia masuk, dan Seon Mi mengijinkannya.
Advertisement

3 comments

Di tunggu kelanutan y

Gk sabar nih...secepatnya ya...

lanjutannya ditunggu...


EmoticonEmoticon