2/13/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 14 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 14 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 14 Part 1
Peri Ha sedang menunggui Ma Wang tapi dia merasa sangat mengantuk.
“Mengapa aku sangat ngantuk? Jika ini malam hari, aku seharusnya bangun. Apa Oppa mencoba keluar lagi?”


Jenderal Es muncul, dia mengambil tempat dupa dan membuat tempat dupa palsu dengan kekuatannya.


Sementara itu saat Jenderal Es membuat wadah dupa palsu dengan menggunakan kekuatan es, Ma Wang tidur dengan tubuh yang menggigil.


Oh Gong masih berada di rumah Seon Mi. Seon Mi menawarkan sesuatu yang hangat untuk di minum.


Saat Seon Mi sedang membuatkan minuman, Oh Gong melihat-lihat benda di rumah Seon Mi dan bertanya apakah Seon Mi pernah pergi ke Jepang (Oh Gong melihat patung dengan ciri khas Jepang). Seon Mi mengatakan dia pergi ke Jepang saat kelulusan, tapi tidak seru. Lalu Oh Gong menawarkan mengajaknya ke Jepang.
“Aku akan membuat semuanya menjadi menyenangkan bagimu.”


Seon Mi selesai membuat minuman, tapi Oh Gong menghilang. Ternyata dia di dalam kamar Seon Mi. Dia duduk di ranjang dan mengulurkan tangannya.

“Kau memutuskan untuk menikah denganku kan? Tidak ada yang perlu dipikirkan, jadi kemari. Jika sesuatu seperti ini telah terjadi... Bukankah kau harus mengatakan cinta padaku juga? Aku merasa telah mengatakannya padamu sebanyak 20.600 kali.”

Tapi Seon Mi malah mengatakan kalau ada sesuatu yang ingin dikatakan. Seon Mi mengatakan kalau dia percaya ucapan Oh Gong karena mereka sudah ditakdirkan bersama.

“Aku mendengar bunyi Lonceng Cinta. Mereka bilang jika kau mendengarnya, berarti kalian takdir pasangan di Surga. Mereka menyebutnya sebagai takdir yang tak bisa berubah.”
Ucapan Seon Mi langsung membuat suasana hati Oh Gong langsung berubah.


Sekertaris Ma dan Soo Bo Ri sedang berada di tempat Peri Ha yang kosong karena Peri Ha tidak ada di sana. Mereka membicarakan kematian karena cinta yang membuat surga tampak kejam. Sekertaris Ma lalu bertanya siapa yang akan mati di antara Oh Gong dan Seon Mi, dia menebak Oh Gong lah yang akan mati. Soo Bo Ri mengatakan kalau Sekertaris Ma menebak Oh Gong yang akan mati karena dia membencinya. Sekertaris Ma menyangkalnya, dia mengatakan Oh Gong sudah berkorban menggantikan Ma Wang menerima 10 siksaan takdir jadi dia ingin Oh Gong hidup.


Sekertaris Ma lalu membuatkan minuman untuk Soo Bo Ri, sambil bertanya apakah benar Soo Bo Ri menerima siksaan juga demi Ma Wang. Tapi dia hanya tertawa.

“Kau ahli semua hal, Sekretaris Ma! Ma Wang memiliki anjing yang setia... Anak buah yang setia.”
“Itu karena Ma Wang hebat.”
“Tidak sembarang orang bisa mencintai seperti itu.”
“Benar. Aku penasaran apa Dewa Agung akan sanggup?”


Seon Mi terkejut ternyata loncengnya sudah tidak ada di dalam kotak, dia jadi tidak bisa menunjukkannya pada Oh Gong. Dia mengatakan sudah mendengar suara lonceng itu, dan percaya meski Geumganggo dilepas mereka akan bersama.


Seon Mi akan melepas Geumganggo tapi Oh Gong menyingkirkan tangannya sendiri. Oh Gong mengatakan dia merasa senang seperti ini dan tidak berniat melepasnya. Seon Mi mengira Oh Gong tidak mempercayai hal itu.
“Jin Seon Mi, jangan lepaskan aku... dan tetap pegang aku erat-erat.”


Untuk membuktikan ucapannya, dia akan mengajak Oh Gong menemui cucu penjual. Tapi Oh Gong menolak, dia mengatakan akan bertanya sendiri ke sana. Lalu Oh Gong menghilang.


Oh Gong duduk di Sureumdong sambil memikirkan tentang lonceng kematian.
“Jika kau percaya pada Lonceng Cinta, kau juga harus percaya pada Lonceng Kematian. Aku bisa gila.”


Seon Mi merasa sedih, dia duduk di kamarnya sambil merenung.
“Dia tidak datang. Jadi dia tidak percaya. Sepertinya dia masih belum yakin untuk melepaskan Geumganggo.”


Ah Sa Nyeo meneteskan darahnya pada tempat dupa yang telah terisi darah Sam Jang. Jenderal Es bertanya apa yang ingin dilakukan Ah Sa Nyeo sekarang.
“Tetap bakar dupanya. Jenderal Es, kau harus menjaga dupa dengan baik. Sekarang, energi Sam Jang dan aku perlahan akan beralih.”


Seon Mi bermimpi dia memakai pakaian pengantin dan merias wajahnya. Saat terbangun dia merasa bingung dan sakit kepala.


Sampai di kantor dia masih merasa sakit kepala. Han Joo mencemaskannya tapi Seon Mi mengatakan dia baik-baik saja hanya karena tidur tidak nyenyak dan mimpi yang aneh.


Tiba-tiba Seon Mi melihat Han Joo jatuh terpeleset, dia lalu bertanya pada Hna Joo apa dia baru saja jatuh. Han Joo mengatakan dia tidak terjatuh.


Kemudian Han Joo akan pergi ke bank. Seon Mi masih bingung dengan apa yang dilihatnya.
“Aku terbayang kau jatuh di jalan depan. Aku bahkan tidak pernah melihatnya. Mengapa aku terbayang hal itu?”


Han Joo sudah berada di luar, dia masih memikirkan ucapan Seon Mi.
“Apa dia memberikan jiwanya pada Sekretaris Son?”


Han Joo lalu benar-benar terjatuh. “Astaga. Perkataan CEO. Wow, aku merinding. Sakit!”


Oh Gong menegur Ma wang yang berjalan dibantu Sekertaris Ma menuju ruang tamu, dia harusnya berbaring saja. Tapi Ma Wang keras kepala, meski pun matanya tidak bisa melihat, dia masih bisa merasakannya dengan indera lain.


Setelah hampir jatuh dia akhirnya bisa mendarat dengan selamat di sofa. Lalu dia sesumbar menunjukkan arah dapur, kamar mandi, dan pintu depan  pada saat yang sama Ah Sa Nyeo datang. Ma Wang pun mengetahuinya dan meminta Sekertaris Ma untuk mengganti kode keamanan pintu depan.


Ah Sa Nyeo datang untuk mengatakan kalau dia sudah memutuskan untuk tidur kembali dengan damai dan meminta Oh Gong untuk membakarnya.
“Di satu sisi, aku roh dengan banyak dendam. Aku ingin menghilangkan dendamku dan menantikan kehidupan selanjutnya. Karena Dewa Agung tidak ingin menjadi pasanganku dan tidak mempercayaiku... kau dan Sam Jang harus membakarku.”
Tapi sepertinya Oh Gong tidak mempercayai ucapannya, dia terus tersenyum sinis mendengar ucapan Ah Sa Nyeo. Dia juga memperingatkan Ma Wang agar tidak mempercayai Ah Sa Nyeo.
“Aku tidak pernah menipu Ma Wang. Aku telah memberimu dupa. Kau bisa mendapatkan apa maumu karena perkataanku.”


Saat Ah Sa Nyeo akan pulang, Oh Gong mencegatnya dan bertanya kenapa dia mendadak menjadi baik karena wanita jahat akan selalu jahat, tidak mungkin berubah baik.
“Aku ingin menyelesaikan pernikahan yang tidak bisa aku penuhi... tapi orang yang kuinginkan tidak mau, jadi aku menyerah.”
“Kau menyerah dengan cepat.”


Ah Sa Nyeo  lalu berjalan mendekati Oh Gong, dia berbicara dan masih berusaha menggoda Oh Gong.
“Karena pasanganmu adalah Sam Jang. Aku tahu, selain Sam Jang, tidak ada orang lain yang bisa memilikimu. Atau... Kau ingin menjadi pasanganku dan menikah denganku? Sebenarnya aku lebih suka itu. Dewa Agung, kau tampan.”


Dengan menggerakkan jarinya, Oh Gong meminta Ah Sa Nyeo untuk mendekat lagi. Tapi setelah dia mendekat, Oh Gong mendorong kepala Ah Sa Nyeo.
“Kenapa kau berpura menjadi Bu Ja?”
“Bukankah kau memperlakukan Bu Ja dengan baik? Tidak bisakah kau juga memperlakukanku dengan baik?”
“Aku memberinya kehidupan mewah. Lalu kau mau tinggal di lemari es juga?”
“Lalu aku bisa tinggal di sini? Oke. Jika begitu, beri aku kehidupan yang mewah juga.”


INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS

Ah Sa Nyeo sangat senang, dia akan kembali ke ruang tamu tapi Oh Gong mencegahnya. Oh Gong memegang pundaknya dan Ah Sa Nyeo menggodanya dengan membelai tangan Oh Gong.
“Kemana kau?”
“Apa aku tidak bisa? Aku ingin tinggal bersamamu.”


Oh Gong menghempaskan tangannya dan menunjuk Ah Sa Nyeo.
“Kau adalah musuh. Musuh!”
“Bagaimana pun, kita mungkin pasangan yang ditakdirkan di Surga.”
“Aku sungguh membenci kata-kata itu. Pergi!”


Sekertaris Ma melaporkan pada Ma Wang kalau tempat dupa itu masih tersimpan dengan baik di tempatnya. Hanya saja Sekertaris Ma mengatakan kalau kamar Ma Wang tersa sangat dingin. Ma Wang mengatakan itu karena suhu tubuhnya yang juga mempengaruhi suhu kamar. Ma Wang lalu mengatakan agar tidak memberi tahu Pal Gye kalau Bu Ja akan dibakar. Jika tahu, dia akan melakukan hal bodoh lagi.


Pal Gye sedang berbicara dengan Naga Giok, dia membicarakan kekuatan Ah Sa Nyeo yang membuat Bu Ja berhenti membusuk dan tidak bau lagi. Tapi Naga Giok berkomentar dengan sinis. Pal Gye berandai-andai, dia akan  menduduki posisi itu di saat Ma Wang pensiun.

“Aku akan mulai dengan mengganti namanya. PK Entertainment. Lolos!” ucap Pal Gye sambil menirukan gaya Ma Wang.

“Di banding Istana Naga, ini sama sekali bukan apa-apa. Kau harus pergi melihat Istana Naga. Lalu kau akan berubah pikiran. Apa hebatnya Zombie itu? Apa yang kau lihat?”
Pal Gye tidak memperdulikannya dia masih saja menirukan gaya Ma Wang.
Advertisement


EmoticonEmoticon